DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Sarangheo


__ADS_3

Setelah melihat kiri dan kanan Banyu langsung berlari ke arah samping pagar, dari balik pagar terlihat taman sekaligus lapangan golf pribadi bahkan ia melihat kiri kanan lalu lekas pergi karena takut ada orang lain melihatnya. Dengan mengendap-endap ia berjalan ke arah pangkalan angkot dan segera pergi.


Younga yang telah sampai di perusahaan seperti biasa langsung menuju ke ruangan miliknya, tanpa melihat apapun saat melewati sekretaris nya. Kini bahkan Laura yang melihat sikap Younga makin dingin ia takut menegur dan menyapa dengan senyum yang biasa ia perlihatkan untuk memikat suami orang.


Namun dengan melihat sikap dingin Younga ia menjadi takut dan enggan untuk mendekati Younga. Bahkan untuk sekedar menegur saja Laura sudah enggan karena sikap dingin Younga lah yang mendominasi. Sehingga membuat Laura enggan untuk melancarkan niatnya menjadi perusak rumah tangga Younga.


Younga yang muncul dari balik pintu membuat Dio dan Ririn terkejut pasalnya Younga langsung mendorong pintu otomatis yang di ruanganya.


"Bisa gak klo tidak ganggu saya yang lagi di rumah." sambil berjalan kearah Dio.


"Pak pak ini perusahaan anda pak," ejek Dio.


"Warisan ini, punya anak gw,"


"Hahahaha, jadi bapak lu yak udahan."


"Oh warisan, pantes yang ngerjain kita," Ririn ikut menimpali.


"Kerja kerja, mana yang harus di selesaikan." Younga mengalihkan percakapan yang dikiranya sudah aneh.


Setalah semua urusan selesai Younga memutuskan untuk langsung pulang karena ia tak ingin bekerja di kantor sebelum Arina melahirkan. Tanpa membuang waktu Younga segera beranjak dan meninggalkan ruangan kerjanya, bahkan ia pergi begitu saja.


"Ishhh. Manusia es satu itu bener-bener mau gw tabok," gerutu Dio.


Younga yang belum jauh langsung menoleh kearah belakang "Ngomong apa barusan, gw potong gaji lu nanti Di......" sambil melanjutkan kembali langkah nya untuk meninggalkan ruangannya.


Younga yang telah selesai membereskan pekerjaannya ia akan segera kembali ke rumah. Karena ia takut Arina akan menunggunya dirumah jika ia kelamaan berada di luar. Sementara di balik parkiran mobil terdapat seseorang yang sedang mengintai dari arah belakang. Siapa lagi jika bukan Banyu, bahkan ia saat ini menerencanakan untuk membalas dendamnya kepada Younga dengan cara yang paling kejam menurutnya.


"Tunggu Younga ada gilirannya anda merasakan apa yang saya rasakan." sambil menegapalkan tangan.


Setalah Younga menghilang dari pandangan matanya kini ia pergi dari pekarangan perusahaan Younga. Dengan berjalan penuh hati-hati ia melewati keamanan perusahaan di BackMan Corp.


......................


"Lepskan aku brengsek, jangan mendekat," sambil meronta dan memaki Austine berusaha melepaskan dari cengkraman para lelaki bertubuh kekar.

__ADS_1


"Where you want a go......" sambil mengangkat tuhuh Austine dan membawanya pergi.


"Lepasin gw, jangan sembarangan loe semua." sambil meronta namun tak dihiraukan sama sekali oleh sekerumpulan pria bertubuh besar ini.


Dengan sigap mereka membawa Austine ke dalam van hitam yang telah terparkir tak jauh dari tempat tinggal dia, yang di bawa oleh seorang. Lebih terkejut lagi ketika di dalam van tersebut ada seorang yang telah lama ia hindari, bahkan saat ini sekujur tubuhnya bak tak berdaya karena melihat kehadiran Simon. Simon yang duduk santai di dalam van dia hanya tersenyum ketika melihat Austine.


"Wow, long time no see. Austine,"


"Gak mungkin ini orang nemuin gw gak mungkin."


"let's go," salah seorang pria memberi perintah.


Simon yang membawa Austine ke arah bandara langsung mengarah ke jet pribadi yang telah tersedia di lapangan terbang. Setalah beberapa lama menunggu dokumen persyaratan langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Canada hari itu juga. Penerbangan yang berasal dari thailand menuju ke Canada akan segera berangkat tanpa memeperdulikan Austine yang enggan untuk ikut dengannya. Dan


Bahkan Austine yang merasa terancam jika masih berontak kini dia hanya berdiam tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Ditambah wajah Simon lah yang membuat ia semakin terdiam ketika bertemu kembali dengan Simon, bahkan ia merasa jika dia akan berakhir segalanya. Simon yang memasang wajah ganas, sepertinya tak akan mengampuni Austine sekalipun dia memohon ratusan kali.


......................


Younga yang teleh sampai di rumah langsung di sambut oleh sang istri, Arina yang girang langsung berlari berhamburan ke arah suaminya. Younga yang melihat Arina berlari langsung ia langsung ikut berlari untuk menahan Arina terlebih dahulu.


"Itu gak lari cuma jalan cepet kok."


"Sama aja gak boleh yaa," sambil mengandeng tangan dan mengajak Arina masuk ke dalam kamar.


Younga yang mendudukan istrinya di tepi ranjang langsung mengutup mata Arina dengan telapak tangannya.


"Tutup mata kamu deh,"


"Gak mau nanti di kerjain,"


"Enggak, ini beneran sayang."


Arina yang menuruti perkataan suaminya langsung menutup matanya dengan telapak tangannya. "Cepetan," Arina yang meminta Younga agar cepat.


Younga yang memasangkan kalung ke leher istrinya langsung di sambut terkejut oleh Arina.

__ADS_1


"Mas ini apa,"


"Hadiah buat kamu ," sambil mencium tengkuk leher Arina.


"Pasti asa maunya ini orang?" tatpn Arina yang mengintimidasi membuat Younga harus meyakinkan istrinya.


"Bukan ini beneran hadiah buat kamu." sembari membalikkan badan istrinya untuk melihat kalung yang ia berikan di leher istrinya.


Arina yang merasa terkejut mendapat hadiah mahal langsung meluk Younga dan mencium bibir suaminya sembari memeluk erat tubuh suaminya. Younga yang tersenyum tipis ketika mendapat perlakuan yang menurutnya tiba-tiba, ia merasa senang dan bahagia karena melihat istrinya yang melakukan hal jarang kepadanya.


"Cantiknya istriku, I love you my dear."


"ohh. Jadi aku gak cantik ya selama ini?" sambil tangannya bersedekap di dada. Wahhh anda tuan muda sangat jarang anda berbicara saya cantik." Younga yang gemas langsung meraih leher Arina dan mencium bibir istrinya dengan lembut.


" Kamu adalah wanita paling cantik sayang."


"Hisss, gak tau." seraya pergi ke arah kaca full body di dekat lemari baju untuk melihat bentuk kalung yang di berikan suaminya.


Dan setelah melihat kalung yang dipasang kan oleh suaminya Arina tersenyum luas dan senang.


"Mass"


"Iya kenapa sayang,"


"Makasih ya,"


"Sarangheo" sambil menunjukan jari lambang love ala drama korea.


Dengan tertawa Younga melihat ke arah istrinya, karena menurutnya Arina terkontaminasi drama yang setiap hari ia tonton.


"Ihh. Suruh siapa tertawa." seketika Younga langsung menutup rapat mulutnya hingga tak ada lagi suara tawa darinya.


"Mas makan ketoprak enaknya kayaknya sama es kelapa muda,"


"Lagi," sambil memijat pelipisnya Younga mengiyakan perkataan istrinya. Ia yang sudah berganti dengan baju kaos polos namun masih mengenakan celana kerja hanya meraih jaket yang ada di gantungan baju, dan berjalan ke arah luar untuk membelikan ketoprak dan es kelapa muda.

__ADS_1


__ADS_2