DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
My Princess


__ADS_3

Alita sangat antusias kali ini karena ia sangat ingin melihat Younga jatuh dan sujud kepadanya. Demi rencana yang ia susun terwujud ia rela melakukan pekerjaan sebagai OG bahkan kini ia sanggup lembur demi mengintai kedatangan Younga san istri kesayangannya.


Dengan penuh semangat ia mengerjakan pekerjaan yang menurutnya rendah, meskipun sebelumnya ia menyamar di perusahaan Younga dengan gelar yang sama. Kini soal pekerjaan ini pun tak sulit baginya karena ia telah melakukan sebelumnya.


...****************...


Malam ini Arina tidur terlihat tak nyaman ia merasakan sakit di perut dan bahkan sesekali bangun karena tidurnya tak nyaman. Ia kembali menidurkan tubuhnya masih tetap merasakan sakit, Arina yang membolak balikan tubuhnya membuat Younga terbangun.


"Kamu kenapa sayang," sambil meengerjap-ngerjap matanya yang masih berat untuk bangun.


"Perut sama pinggangku sakit mas,"


"Hahhh, yang mana sayang sini, sini apa sini?" Younga yang panik sambil mengelus pinggang istrinya.


"Sini sayang," sambil menunjuk ke pinggang.


Younga yang menijat dan membalurkan minyak angin ke pinggang istrinya. Arina yang merasa sedikit baikan terpejam sejenak Younga yang ikut membaringkan tubuhnya sambil mengelus pinggang Arina. Mata Arina yang telah terpejam membuat Younga lega karena ia sangat khawatir dengan istrinya.


Selang setengah jam Arina kembali merintih bahkan kali ini ia merasakan basah di tempat yang ia tiduri. Ia mencoba membangunkan Younga yang tertidur pules di sampingnya dengan mengguncang tubuh suaminya Younga yang kaget langsung bangun.


"Ada apa sayang?"


"Mas perutku sakit, tolongin mas?" Younga yang sigap langsung menenangkan istrinya.


"Kamu ngompol sayang?"

__ADS_1


"Aku gak tau, perut ku sakit mas," rintih Arina.


Younga yang sigap langsung menekan tombol dial untuk menghubungi Mila, Mila yang sigap pun langsung meminta pak Kardi menyiapkan mobil untuk mengantar tuan dan nyonyanya ke rumah sakit. Younga yang mengambil mantelnsecara sembarang untuk menutupi tubuh istrinya yang hanya menggunakan baju tidur. Bahkan ia tak memikirkan dirinya yang juga hanya menggunakan baju piama.


Kini Arina yang sudah ada di gendongan Younga langsung menuju mobil yang telah siap terparkir di depan rumah. Sementara itu Mila langsung menghubungi nenek Widia san bu Rahma sekaligus ia menyuruh salah satu pelayan untuk menyiapkan perlengkapan bayi dan ibu untuk di bawa ke rumah sakit.


Majikan yang telah lebih dulu berangkat membuat Mila memilih mobil lain untuk mengantarka tas perlengkapan bayi ke rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan Arina merintih bahkan tak sadar ia mencengkram tangan Younga dan melukai sedikit namun tak di hiraukan sama sekali oleh Younga. Younga yang melihat istrinya kesakitan membuat ia merasa sedih bahkan ia hampir saja menitihkan air mata namun ia sembunyikan karena ia tak ingin Arina melihat.


Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai ke rumah sakit, seluruh perawat dan dokter sudah berdiri di depan ruang VVIP. Dengan sigap para dokter dan perawat menyambut Arina, Younga yang ikut nengekori brangkar pasien menuju ruang bersalin. Dokter Eva yang telah menyiapkan segala persalinan segera meminta para suster agar menggantikan Arina dengan baju khusus.


Tak selang lama nenek Widia dan ibu Rahma telah sampai di susul oleh Mila. Mereka semua telah hadir di lobby tunggu rumah sakit bahkan bu Halimah yang ikut serta ikut menunggu kehadiran calon tuan muda keluarga Dhiningrat.


Di balik lobby ruang tunggu VVIP Alita telah siap dengan rencana yang ia ingin jalankan bahkan ia menunggu sedari dua hari lalu. Ia mengintai dari kejauhan dan dengan cermat ia menunggu kelahiran anak dari Younga.


Dengan nafas panjang Arina mendorong bayinya berulang kali, nafas ya yang ter engah-engah dan hingga keringat berkecucuran mengalir. Arina yang rak putus asa tetap berjuang mendorong bayinya keluar. Younga yang masih setia tetap mendampingi Arina, dengan sabar ia mengelap peluh istrinya.


"Sayang kamu bisa," Younga memberi dukungan kepada istrinya.


"Ibu Arina tarik nafas panjang dan dorong bu," dokter Eva memberi isyarat.


Dengan menarik nafas yang panjang Arina mendorong kuat hingga suara bayi menangis mengema di ruang bersalin.


"oeek, oekk, oekk,"

__ADS_1


Suara tangisan bayi terdengar jelas di telinga Arina dan Younga meski Arina masih lemah namun ia merasa bahagia. Tak terasa ia menitihkan air mata karena bahagia, senang semua mencampur menjadi satu. Karena ia akan membesarkan anak pertamanya.


"Selamat pak Younga bayinya sehat, dan berjenis kelamin perempuan." dokter Eva memberikan selamat.


"Sayang kamu denger anak kita perempuan, dan sehat. Terima kasih sayang sudah melahirkan anak cantik." sembari mencium kening Arina.


Arina hanya tersenyum karena ia kehabisan kata-kata untuk di ucap karena sangking bahagianya dia "My Princess," sembari melihat putrinya di gendong perawat untuk di bersihkan.


Setelah proses persalinan selesai Arina di pindah ke ruangan perawatan VVIP tak lupa ibu dan nenek mertua telah menunggu Arina. Bahkan bayi mungilnya telah diletakkan di ruangan yang sama dengan dia.


" Ihhhh, cantik sekali ini cicit ku. Bu Rahma lihatlah dia cantik sekali matanya mirip ayahnya dan wajah khas milik ibunya perpaduan yang pas." nenek Widia memuji cicitnya ini.


Younga yang telah selesai menganti baju langsung bergegas menuju ruang rawat istrinya untuk memastikan anak dan istrinya baik-baik saja. Sementara Alita yang mencari bayi Younga di ruang isolasi bayi namun tidak ia temukan. Dengan decak kesal ia berjalan ke arah ruang VVIP benar adanya jika bayi milik Younga di letakan di dalam kamar tersebut.


Awalnya Alita ingin mengambil bayi itu namun perkiraannya salah karena Younga memilih bayinya di dekatkan dengan ibunya. Dengan tangan mengelap ia berjalan dengen kesal tanpa ia sadari ia menabrak Roy yang tengah berjalan. Sedangkan Alita hanya menundukkan kepalanya dan meminta maaf tanpa melihat orang yang di tabraknya. Roy yang terkejut karena melihat Alita langsung menyadari dan berdiri sampai bayangan Alita menghilang.


Dio yang juga datang langsung menepuk punggung Roy. "Ada apa Man?" sembari melihat ke arah depan.


"Benar itu putrinya Surojo sedang apa dia di sini. Mencurigakan!"


"Maksudnya Alita? Di mana? Bukanya dia lagi di Eropa!" cecar Dio.


"Pak Dio ke ruangan dulu saya mau cari tahu sedang apa dia di sini." terang Roy seraya berjalan ke arah ruang kontrol kamera.


Dio yang penasaran akhirnya ikut dengan Roy, mereka menuju ke ruang kontrol CCTV dan mencari tahu. Awalnya petugas tidak mengizinkan namun ketika Dio menyodorkan kartu nama mereka terkejut dan mengizinkan.

__ADS_1


Dengan cermat Roy mencari keberadaan Alita dan bener kecurigaan Roy terbayar. Karena Alita hanya bekerja sementara itu artinya ada yang ia sedang rencanakan, dengan sigap Roy menuju ke arah ruang HRD "ahhh sial ini malam tidak ada orang di kantor." batin Roy sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


__ADS_2