DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Apapun akan ku lakukan


__ADS_3

Karena waktu telah sore Younga dan Arina segera turun karena ingin pulang, mobil yang telah di siapkan oleh penjaga kantor memudahkan Younga untuk segera pulang. Di sepanjang perjalanan Arina yang memandangi jalan dan gedung di sepanjang jalan membuat matanya merasakan freh.


Tak sengaja Arina melihat toko kue yang ia inginkan segar ia meminta suaminya mampir sejenak karna mungkin esok tidak akan ada waktu untuk keluar. Younga yang menuntuti tanpa bertanya ini langsung mengarahkan mobilnya ke arah toko kue tersebut.


Mereka berdua turun dan segera Arina berlari kegirangan, bagaikan seorang gadis yang mendapat hadiah nonton konser idolnya. Younga yang merasa belakangan ini istrinya agak manja dan sering tertidur membuat ia makin bingung.


"Mbak aku mau kue yang ini," Arina yang menunjuk lemon cake, yang ia inginkan terwujud juga. Stelah membeli dan membayar mereka keluar dengan membawa tetengan plastik cake yang di beli.


Tak jauh dari sana nampak dua mobil sedan sedang mengikuti dan melihat mereka berdua secara berlawanan. Mereka melihat jelas ketika Younga mengandeng dan membukakan pintu untuk istrinya.


Bugh, Alita memukul stir mobil dengan decak kesal dan terlihat Austine merasa iri melihat mereka berdua, bahkan kini niat jahat telah terukir di dalam otaknya. Mereka berdua pergi secara berlawanan dengan mengekspresikan kekesalan masing-masing.


Austine yang di temani managernya terus merengek meminta saran agar ia bisa masuk ke tempat Younga. Entah itu jadi karyawan atau brand ambassador untuk produk living International milik Younga.


"Ayolah kak Mer, aku ingin dekat lagi dengan Younga. Aku yakin dia melihat ku pasti akan berpaling." rengek Austine. Sementara Merry hanya memijat pelipis dan berfikir mendekati Younga sama saja mengali makam untuk karir Austine ketika melakukan kesalahan.


" Tidak, Austine dia sudah memiliki istri semua orang juga tau. "


" Kak lelaki pasti akan meninggalkan istrinya atau siapalah ketika melihat cinta pertamanya kembali. Ayolah kakk aku ingin kembali di kehidupan Younga apapun akan ku lakukan." sambil memohon dan menumpuk tangannya di depan dadanya Austine tetap kekeuh. Dan Merry hanya bisa menggelang jika tidak di turuti pasti Austine akan membatalkan kontrak dan otomatis uang penalty akan berlipat, Uffffffft nafas Merry yang berat.


Sedangkan Alita masih menyesap alkohol di sebuah bar, dia memikirkan yang ia lihat mengapa Younga sangat cinta dengan istrinya. Telah lama aja usaha tapi itu semua gagal tanpa ada hasil bahkan ia kesal dengan keadaan yang ia miliki saat ini.


"Ayahku di penjara, aku hidup sendiri lucu," sambil memertawakan diri sendiri dan kembali menyesap alkohol.


Nampak Zain dan Rusdy datang kini Rusdy melihat mantan nona mudanya sedang duduk di kursi bar dan minum menandakan pikiran wanita itu sedang kacau. Awalnya ia tak ingin perduli tapi ia menghampiri wanita yang terlihat sedang putus asa itu.


"Nona Alita, apa kabar? Mengapa nona di sini dengan banyak minum alkohol seperti ini?

__ADS_1


" Mengapa cinta itu kejam, tidak semua yang kita suka bisa di miliki," terus mengoceh dan brakk Alita tertidur di atas meja.


Rusdy yang tidak tega membawa nina mudanya di hotel terdekat sekitar, karena setelah tak bekerja dengan Surojo Rusdy tak pernah tau lagi kabar mantan tuannya itu. Setelah mengantar Alita, Rusdy kembali menemui Zain dan melanjutkan pesta yang dilakukan untuk kemenangan bisnis mereka.


***


Pagi ini kedua pasangan ini telah bangun dan Younga yang telah rapi dengan baju formalnya sedangkan Arina masih menggunakan baju tidur. Belakangan ini dia kerap sekali jarang mandi pagi namun Younga tak banyak komentar untuk istrinya. Karena menurut dia apapun keadaan istrinya ia akan tetep cantik dan mengemaskan.


Younga berpamitan dengan sang istri dan dia segera menghampiri asisten Roy yang telah berada di ruang tengah. Arina yang ikut mengantar suaminya sampai depan pintu terus melihat suaminya sampai mobil Younga pergi.


Di sebuah hotel Alita merasakan pusing kepala, sambil memegang kepala ia mencoba mengingat kejadian semalam. "Auhhh, mabok lagi gw. Ahhhh ini semua karna aku terlalu bodoh mengapa aku hanya menghabiskan waktu di club. Mengapa tak membalas dendam ke istri Younga yang sialan itu." terus berbicara sendiri mengutuki nasip nya.


Kini Younga telah sampai di perusahaan dan terus mengecek semua kesiapan launching The living property miliknya. Dia menyimak segala kesiapan dan persiapan apa yang akan di berikan kepada customer, sebagai pemilik brand living terbesar di kawasan Asia dia tidak ingin kekurangan sesuatu apapun. Setalah ia menyetujui konsep maka saatnya ia akan menunjuk brand ambassador untuk produk kali ini.


"Pak, kami memiliki beberapa kandidat model maupun artis papan atas untuk menjadi brand ambassador. Apakah bapak mau melihat siapa kandidat atau ingin menambah kandidat lagi?" tanya salah seorang staff.


"Kalian carilah artis atau model yang memiliki kualitas terbaik ini semua akan saya serahkan kepada anda staf tinggi."


" Hallo sayang, udah mandi belum kamu?"


"Belum, aku baru bangun tidur mas," suara Arina yang serak khas bangun tidur.


"Mandi sayang, apa perlu aku pulang terus mandiin kamu hahhhhh," ledek Younga.


"Gak gak gak, nanti ujungnya lama huhhhh," kesal Arina di balik suara telfon.


"Ya sudah sayang cepat mandi ya, yang cantik kamu di rumah, " Younga langsung menutup sambungan telfon miliknya.

__ADS_1


Sementara Younga menelfon ada sesosok yang menjadi kambing congek, sedari tadi asisten Roy yang mendengar ingin rasanya ia masuk ke dalam botol dan menghilang ke lautan. Ia sesalu mengerutu ketika nyonya dan tuanya berdua atau berbicara di balik telfon.


Arina Pov.


Setalah mengantar suaminya sampai depan pintu dan memastikan suaminya benar-benar berangkat ia masuk dan kembali naik ke kamar. Dengan berjalan malas ia menaiki anak tangga Karen menurutnya berjalan ke lantai dua itu melelahkan.


Bu Halimah dan Mila yang melihat nyonya mudanya bersikap seperti itu setiap pagi membuat mereka berdua khawatir. Namun nantinya nyonya mudanya akan fit kembali di siang hari.


Arina yang telah sampai di kamar ia langsung kembali merebahkan dirinya di atas ranjang. Sambil membuka ponsel pintarnya namun belum berapa lama ia merasakan kantuk yang luar biasa sehingga ia tertidur kembali.


Tring


Tring


Tring


Suara ponsel miliknya membangunkan tidurnya, dilayar ponsel tertulis nama My Husband ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya dan mengangkat telpon dengan nada serak.


"Hallo Mas,"


" Hallo sayang, udah mandi belum kamu?" suara Younga yang berat terdengar dibalik telepon.


"Belum, aku baru bangun tidur mas,"


"Mandi sayang, apa perlu aku pulang terus mandiin kamu hahhhhh," ledek Younga yang membuat Arina membayangkan sesuatu dan berdecak.


"Gak gak gak, nanti ujungnya lama huhhhh," suara kesal Arina.

__ADS_1


"Ya sudah sayang cepat mandi ya, yang cantik kamu di rumah, " Perintah Younga. Suara telfon telah di tutup dan Arina meletakkan ponsel miliknya di atas nakas.


Sambil meregangkan otot Arina masih tergeletak di ranjang. Bahkan tidur pagi membuat ia puas walaupun malam tertidur dengan cepat jika Younga tidak meminta haknya.


__ADS_2