
Austine yang masih kesal ini dengan ancaman Roy akhirnya ia mengikuti aturan yang di buat. Bahkan ketika Austine meminta menganti partner modelnya dengan alasan dia tidak mengimbangi itupun di abaikan.
"Austine kamu bekerja di tempat Dhiningrat bukan perusahaan lain yang seenak kamu minta ini itu," Kak Mer memberi tahu Austine.
"Ya ampun kak kan aku kasih saran dia gak bisa ngimbangin aku," kesal nya.
"Mereka juga model top yang terlahir dari Indonesia kok kenapa?"
"Aihhh, baiklah atur saja." decaknya sambil beranjak dari kursi.
Tak berapa lama para pegawai dan CREW riuh karena ada kedatangan Younga. Austine yang merasa bangga ingin mendekati Younga dengan gaya jitunya yang selalu pura-pura sok kenal sok dekat. Namun sorot matanya berubah menjadi sinis ketika melihat Arina ikut bahkan di gandeng mesra oleh Younga.
Dengan menghentakan kaki Austine kembali duduk dan dia masih merasa kesal. Sampai akhirnya ia memiliki ide gila, "aaaaa, akan ku pakai cara ini." sementara Younga me lihat satu persatu model yang menjadi brand ambassador.
Di hadapan Younga Austine tersenyum sipu, dan segera ia melakukan triknya. Bahkan ia berharap ini berhasil menghasut supaya istrinya Arina kesal nantinya.
" Younga, apakabar. Kamu masih inget kan aku Austine temen kuliah kamu dulu. Kita kan pernah barengan dulu." dengan percaya diri diri ia mengulurkan tangan.
"Maaf saya lupa," singkat Younga dan merasa tak tertarik dengan wanita di hadapannya. Sedangkan Arina yang melihat hanya mengerutkan keningnya.
"Ih aku dulu mantan kekasih kamu, cinta pertama kamu masak lupa," berisik dan menempelkan wajahnya ketelinga Younga. Sampai Arina pun mendengar perkataan Austine.
"Maaf nona bekerjalah dengan profesional dan jangan libatkan masalah pribadi di dalam pekerjaan." asisten Roy menengahi mereka.
Dengan decak kesal Austine memasang wajah licik dan dengan tangan mengepal di samping ia menanarkan matanya dan memikirkan cara untuk bisa deket dengan Younga.
Sementara Younga dan Arina meninggalkan ruangan pemotretan, namun Arina sedang memasang wajah dengan seribu pertanyaan untuk suaminya. Younga yang melihat wajah istrinya sedikit berbeda ia malah memeluk pinggang istrinya dan menciumi pucuk kepala istrinya. Sambil berjalan berdua Arina berhenti sejenak, entah mengapa akhir-akhir ini setelah kehamilan ia menjadi mudah lelah.
"Kamu kenapa sayang, eummm. Capek, apa laper ahhh kamu gak suka makan nasi ya klo makan gak pernah pake nasi. Kenapa kenapa?" Younga yah ikut berhenti di samping istrinya sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Cuma sedikit capek betisnya," keluh Arina.
__ADS_1
"mau di gendong?"
"ishhh, gak mau masih bisa jalan aku." tolak Arina karna tak ingin jadi pusat perhatian.
"Ya udah jalan pelan-pelan biar gak terlalu capek." masih setia dengan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
Younga yang tadinya terlihat tegas ketika melewati karyawan kini sedikit tersenyum ketika karyawan memberi hormat ataupun menyapa.
Di sudut dinding Alita yang mengamati sedari tadi merasa geram dengan melihat kemesraan Arina dan Younga. Dia mengepalkan tangan dengan emosi yang menutupi hatinya bahkan ia sudah tidak ingin memiliki Younga melainkan membalas dendam kepada Younga dan Arina, Arina akan menjadi umpan serta akan menjadikan Arina pusat balas dendamnya.
Karena ia tau setalah lama ia menjadi karyawan OG di perusahaan milik Younga, Arina adalah kelemahan Younga yang bisa menjadi bom waktu untuk musuh seperti Alita. Alita telah menandai bahwa Younga adalah musuh yang sangat ia benci.
*****
...Di mansion siang ini sangatlah panas setelah kemarin ia pergi bersama Younga hari ini Arina di rumah. Ia jarang di bolehkah pergi jika tidak ada hal mendesak, meski di rumah ia tak tau ingin berbuat apa. Namun Mayang sahabat penganguran yang memiliki uang tak habis-habis ini selalu setia menemani dia jika sedang diminta Arina....
Panas yang terik membuat Arina memikirkan sesuatu, dia ingin minum es kelapa muda yang di campur dengan gula merah. Mereka berdua sedang duduk-duduk di gazebo samping rumah di dekat taman rumah dan kolam renang.
"Kayaknya, sama rujak uhhh." sambil menelan salivanya.
"Mangga itu May," sambil menunjukan pohon mangga yang berbuah lebat dia atas gazebo.
Melihat atas kepala nya Mayang menelan salivanya mangga yang ditunjuk Arina sangatlah banyak. Arina yang masih celingukan mencari pak Kardi yang ingin di minta tolong untuk mengambil buah mangga. Akhirnya Arina masuk ke dalam dan meminta pak Kardi mengambil buah mangga sementara Mila san bu Halimah menyiapkan bahan untuk membuat bumbu rujak dan es kelapa muda.
Dengan senang Arina menunggu di belakang sambil memainkan ponsel pintarnya. Ia sedang melihat-lihat baju bayi meskipun masih sangat lama untuk mengetahui jenis kelamin anaknya.
Tak berapa lama rujak dan es kelapa yang di inginkan datang langsung ia mengambil gambar untuk di beritahu ke suaminya bahwasanya dia ada di rumah dan sedang makan rujak.
__ADS_1
📨 "Mas kamu mau rujak gakk," ~Arina.
Tak berapa lama Younga membalas.
📨 "Wah, seger sayang. Jangan kebanyakan makan pedes ya," ~ Younga.
📨 "Enggak, enggak tau juga klo enak makanya agak lebih sedikit 😁," ~ Arina.
📨 "Nanti klo sakit perut ku, terbang itu pohon mangga," ~ Younga.
📨 "Jahat 😔," ~Arina.
Arina yang melanjutkan memakan rujak dan es kelapa muda ini merasa siang yang terik terasa sangat segar. Sepoi angin membuat mereka merasakan kantuk mulai datang, Arina yang bersandar ikut menutup mata karna efek kenyang yang ia rasakan.
Younga pov
Rapat siang ini membahas semua keberhasilan Living property yang di launching beberapa Hari lalu. Dan semuanya fokus ke layar yang berada didepan, asisten Roy menjelaskan dengan lantang prihal pencapaian yang di raih sementara Younga masih fokus ke semua data dan seketika buyar ketika my wife mengirim pesan.
TING suara notifikasi yang tertera di layar dengan sigap Younga membuka pesan tersebut.
📨 "Mas kamu mau rujak gakk," ~Arina.
"Seger banget" batin Younga seraya melihat gambar yang di kirimkan. Dan dengan cepat ka membalas pesan istrinya.
📨 "Wah, seger sayang. Jangan kebanyakan makan pedes ya," ~ Younga.
📨 "Enggak, enggak tau juga klo enak makanya agak lebih sedikit 😁," ~ Arina.
📨 "Nanti klo sakit perut ku, terbang itu pohon mangga," ~ Younga.
📨 "Jahat 😔," ~Arina.
__ADS_1
Younga yang tersenyum ketika melihat istrinya sedang merajuk karena banginya sangat menggemaskan. "Andai aku bisa mengerjakan pekerjaan ku di rumah maka aku akan bersama mu," batin Younga seraya memandangi foto istrinya. Setalah berbalas pesan dengan sang istri ia kembali fokus ke pekerjaannya. Roy yang masih senantiasa menerangkan data pekerjaan membuat Younga mengerti apa yang di jelaskan oleh asistennya.