DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Lamaran


__ADS_3

"Tidak mungkin kau hanya mengarang cerita saja Younga." teriak Alita kembali.


"Kejahatan ayahmu menghilangkan nyawa presdir LAW Corporation dan Kim Corp itu belum terlaporkan jika sudah kamu tau apa yang terjadi, dorrr mati ditangan pereksekusi." timpal Younga.


Banyu yang hanya melemas mendengar perkataan Younga tak bisa berbuat apa-apa karena ia juga tau perihal kematian janggal Kim Corp. Alita yang masih tak percaya hanya bisa memalingkan wajah ke arah langit-langit atap yang kusam. Dengan penuh kecewa ia sulit menerima kenyataan bahwa ayahnya seorang pembunuh demi menjalankan segala keinginan nya.


Bahkan Banyu hanya bisa pasrah dengan apa yang nantinya akan di lakukan oleh Younga, ia tak mampu untuk berfikir membalas dendam kembali. Baginya Younga adalah orang yang memiliki dendam mendalam prihal kematian orang tuanya yang di sebabkan oleh ayahnya.


Semtara kedua orang ini sedang menunggu giliran untuk mendapat keadilan Younga meninggalkan gudang tua itu dengan penuh langkah mantap. Ia berfikir dengan begini ia tak akan lagi khawatir tentang keselamatan anak dan istrinya.


Setelah Younga meninggalkan gudang tersebut polisi datang untuk menjemput Banyu karena kasus penipuan dan pencucian uang. Sementara Alita di kembalikan oleh pihak Younga ke Eropa. Ia mendapat kebaikan dari Younga karna masih ingin memfasilitasi di Eropa sana serta diberikan bekal pelatihan mendalam perihal keahlian Alita sebagai desainer dan penata busana.


Kini Younga yang bernafas lega karena masalah ini telah selesai ia kembali bekerja dengan normal tanpa harus berfikir was was. Banyu yang dijatuhi hukuman 6 tahun dan Surojo seumur hidup karena putra dari Kim Corp melaporkan kejahatan Surojo dan masih banyak laporan yang menyangkut kejahatan Surojo.


🌿


Hari demi hari dilalui dan bulan demi bulan telah di lewati kini keluarga kecil Younga mereka hidup dengan damai dan harmonis. Tak ada lagi pengganggu dalam keluarga ini dan mereka bertiga hidup layaknya keluarga kecil yang bahagia penuh senyuman tanpa ada pikiran untuk takut kehilangan.


Dio yang hari ini bersiap untuk melangsungkan lamaran ia terlihat gugup dan panas dingin.


"Santi aee Man lu kaya mau ngadepin perang aja mukanya." goda Younga yang seedang duduk di kursi kamar hotel Dio.


"Sumpah mending gw di kejar anjing ini, rasanya mau lompat gw," sambil mengarah ke jendela. Kekonyolan Dio yang tak ada habisnya membuat Younga geleng kepala.


"Jangan mati dulu anak orang belum dapet tunjangan kalo elu mati." goda Younga.


"Kampret lu ya. Mana ipar gw kok lu di sini sendiri." tanya Dio.

__ADS_1


"Lu lupa mau ngawinin siapa, itu sahabatnya jelas lah dia ama Mayang," semprot Younga


Flashback 4 bulan lalu


"Mayang," panggil Dio.


Dengan mantap Mayang berhenti dan menoleh ke sumber suara, ia melihat Dio yang sedang membawa buket bunga.


"Iya saya, maaf mas tau saya?" tanya Mayang penuh heran.


"Tau kamu sahabatnya Arina kan istrinya Younga?"


"Iya betul, ada perlu apa sama Arina?" tanya Mayang yang mengira Dio sedang mencari Arina.


"Oh tidak saya tidak ada perlu dengan Arina tapi saya ada perlunya sama kamu." tungkas Dio.


Dio yang mengulurkan buket bunga dan menyodorkan tangannya langsung menyebutkan nama nya. "Perkenalkan saya Dio."


Mayang yang terlihat bingung ia membalas sodoran tangan "Saya Mayang. Maaf mas tau saya dari mana?" pertanyaan heran Mayang.


"Saya sering lihat kamu tapi sungkan untuk menyapa," belit Dio.


Mayang yang mendengar ucapan Dio ua ia tertawa kuat sambil meraih bunga di tangan Dio yang tadi di sodorkan oleh Dio namun ia abaikan. "Ohh sama berarti kita ya. Sungkan untuk berkenalan tapi enggan untuk pergi," sambil berjalan kearah depan.


Dio yang mendengar kata-kata Mayang langsung terkejut dan ikut mengekori Mayang. Mereka berdua langsung tampak akrap seperti orang lama yang sudah mengenal. Entah keberanian dari mana pula Dio mengucapkan untuk menikahi Mayang karena sulit di percaya bagi mantan playboy yang sering gonta ganti pasangan. Namun semua itu terbukti sampai hari pertunangan mereka berdua.


Hari ini Mayang akan menjadi tunangan sah dari Dio sudah pasti sebagai sahabat Arina akan menemani Mayang. Mayang yang sudah di rias dengan cantik dan mengunakan baju gaun putih simple namun elegan dan berkesan mewah di badan Mayang yang langsing langsung membuat Arina takjub.

__ADS_1


"Wah diliat cantik juga Mayang ya?" goda Arina sambil memutarkan badan si Mayang.


"Kan gw emang cantik Rinn." puji dirinya.


"Baiklah tante aku setuju, udah rapihkan tinggal keluar kamar aja." tungkas Arina.


"Iya gw dek dekan masak." sambil meraih tangan Arina dan meremanya.


"Parah juga gw, langsung dinikahin sah tanpa bosa basi," ujar Arina.


Mayang yang mendengar sahabatnya berbicara sontak ia langsung tertawa, sambil mengigat Arina yang menikah langsung tanpa bertunangan. Arina yang ikut tersenyum mendengar kata-kata sahabatnya ia jadi berfikir ke masa dimana ia di pertemukan oleh sosok suaminya.


Acara yang di tunggu telah di mulai dan saatnya Mayang kuat di temani oleh ibu kandungnya dan Arina yang masih setia mengandeng sahabatnya. Mereka berjalan beriringan menuju kursi yang susah disiapkan bahkan senyum Mayang mengukir luas terukur diwajah cantiknya.


Sementara di sudut bekalang Zain yang melihat Mayang bersanding dengan Dio ia hanya tersenyum sebagai sahabat ia hnya bisa berdoa atas kebahagiaan Mayang. Zain yang lagi-lagi tak beruntung karena ia harus menyaksikan orang yang ia harapkan telah didului oleh orang lain.


Acara demi acara telah usai kini saatnya Arina dan Younga berpamitan untuk segera pulang karena waktu telah malam. Arina yang mengendong Nafeesa yang telah tertidur langsung menuju ke mobil karna Ia kasihan dengan putri kecilnya.


Younga yang ikut mengekori istrinya langsung menuju ke dalam mobil dan meminta sopir menjalankan mobilnya. Tak selang berapa lama perjalanan mereka berdua sampai di mansion dan langsung menuju ke kamar Nafeesa meski mereka membawa baby sister tapi Arina kerap melakukannya sendiri.


Setelah putri kecil tertidur saatnya Arina lah yang beristirahat seharian ia berada di a ra membuat ia merasa lelah dan ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air karena ia merasakan lengket.


Younga yang lebub dulu telah mandi dan duduk di sofa sambil membaca berkas langsung menoleh ke arah istrinya ketika Arina masuk ke dalam kamar.


"Nafeesa udah tidur sayang?" tanya Younga.


"Udah mas, nyenyak dia kayaknya ngantuk sama capek makanya tidurnya pulas. Aku mau mandi kamu pake baju heyyy," sambil berjalan kearah kamar mandi.

__ADS_1


Younga yang tersenyum dan langsung melanjutkan kegiatannya, tanpa menghiraukan perkataan Arina. Setalah dua puluh menit berlalu rasa lelah yang sudah terasa sejak tadi membuat Younga meninggalkan berkas di tangannya dan menaiki ranjang untuk merebahkan tubuhnya.


__ADS_2