DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Alita yang kesal


__ADS_3

"Sayang," dengan sigap membuka pintu sambil berteriak tanpa ia sadari jika Rike dan Alena ada di dalam. Dengan kompak ketiga wanita ini menoleh ke arah sumber suara tadi. Younga terkejut meski ia terkejut namun tetap seperti biasa ia mengabaikan orang yang di hadapannya tanpa tau malu ia berjalan ke arah istrinya yang sedang duduk.


Arina yang melihat kelakuan suaminya hanya bisa mengelengkan kepala karena ulah suaminya ini yang tak tahu malu. Rike dan Alena hanya bisa tersenyum melihat tingkah suami atasannya yang sesuka hati. Setelah kedatangan Younga Rike dan Alena segera berpamitan untuk melanjutkan pekerjaan meraka sementara Arina dan Younga makan siang bersama di ruangan Rike, sebelum mereka pergi ke kantor Younga.


Makan siang pun telah usai kini giliran mereka kembali ke perusahaan. Di lain tempat, kini seorang wanita berbadan tinggi terlihat seksi ini tengah sibuk menyiapkan makanan yang telah di masakan oleh koki rumah makan yang ia order.


Dia memperhatikan kotak makanan yang ia susun secara rapi di dalam kantong makan. Dengan percaya diri ia melajukan mobilnya ke arah kantor Younga dan tentunya dengan hati yang berbunga bahagia (menurut dia kalo menurut author ya cuma halu dia).


Younga dan Arina yang berada di mobil yang sama kini telah sampai di depan gedung mewah milik Younga. Maklum ini jam istirahat karyawan maka tak heran jika semua karyawan kantor berhamburan untuk sekedar mencari udara segar atau makan siang bersama. Bahkan ketika Arina ikut keluar dari dalam mobil Younga semua mata tertuju pada mereka berdua. Bahkan mereka berdua menjadi bahan gosip bagi karyawan, tak sedikit memuji kedekatan mereka berdua dan ada juga yang merasa patah hati meski meraka tau cinta yang ia miliki untuk Younga hanya sebatas angan.


Arina yang memang cuek dengan tatapan orang ia hanya berjalan dengan mantap ke arah lift yang telah di buka oleh asisten Roy. Younga yang mengetahui istrinya berjalan lebih dulu dengan cepat ia mengejar tanpa melihat manner yang bisa ia perlihatkan selama ini. Bahkan karyawan yang melihat pun merasa heran dengan kelakuan bosnya yang terbiasa terlihat tegas kini seolah luluh.


Di lift yang sama "Sayang kamu nanti malem ikut aku ke pertemuan kolega penting ya?" sambil menaikkan alisnya dan meraih tangan istrinya. Arina yang melirik hanya tersenyum "Mau dikenalin istri atau rekan kerja," Arina tertawa melihat ekspresi wajah Younga. Tiba saatnya litf tiba di lantai ruangan utama milik Younga.


Arina yang sejenak menyapa sekretaris pribadi Younga dan melanjutkan berjalan ke arah ruangan milik Younga. Dan tak lama Arina masuk kini di susul oleh Younga, yang tadi ia ikut berjalan ke arah ruangan milik Roy entah ada keperluan apa.


Sebuah mobil Mercedes telah berhenti di depan lobby dan terlihat seorang melangkah keluar dari dalam mobil dengan pakaian yang nyentrik terlihat seksi dan wajah yang penuh dengan make up, dia berjalan bak bak bagai model papan atas dan menuju ke meja resepsionist dan meninta izin untuk menemui Bos besarnya itu. Namun semua orang hanya memandang dengan sepintas seolah tanpa menghiraukan kedatangan wanita ini, Alita yang kesal karna tidak seorang pun yang memperhatikan kedatangannya.


"Nona maaf, sepertinya anda kembali lain waktu saja. Karna Tuan muda sedang sibuk meeting," seorang resepsionist memberitahu Alita.

__ADS_1


Bukan Alita namanya jika tak punya seribu alasan. "Saya cuma mau mengantar ini," sambil menunjukan kotak nasi di tangannya. Petugas pun yang melihat hanya bisa mengizinkan dengan syarat jika sudah bertemu langsung kembali. Dengan langkah percaya diri Alita berjalan ke arah lift dan memencet angka menuju ke ruangan Younga.


Lift telah berhenti di depan lobby ruangan milik Younga, Alita keluar namun ia lupa jika sekretaris Younga bukan orang yang mudah untuk ia lewati. Mata Ririn seketika membalak melihat kedatangan Alita, dia langsung menarik nafas secara kasar tanda talah siap beradu mulut terlebih dahulu dengan wanita yang ia anggap pengecoh ini.


Dengan sigap ia berdiri dari meja kerjanya dengan tatapan penuh kekesalan. "Pemisi nona Alita ini waktu bekerja bagi tuan muda, untuk apa anda kemari?" tanya sinis Ririn.


Alita yang merasa wanita di hadapannya ini mengesalkan langsung saja ia berbicara dengan nada keras, "Kamu itu jadi sekretaris makin hari makin kurang ajar ya? Tunggu saja kau jika Aku menjadi nona muda atau istri bosmu akan ku pecat kau tanpa hormat." perkataan mustahil yang keluar dari mulut Alita membuat Ririn tertawa puas, "istri dari Hong Kong orang tuan muda sudah menikah mu menjadikan mu istri mimpi mu kesiangan Alita" ejekan dari batin Ririn.


Suara ribut dari luar yang membuat Roy beranjak dari tempat duduk meja kerjanya membuat ia penasaran dan berjalan ke arah luar sumber suara tadi. Roy yang mendongak dari balik pintu pun terkejut dengan kehadiran Alita, ia langsung keluar dari ruang kerjanya. Berjalan ke arah meja Ririn itlnilah yang ia lakukan untuk mencegah Alita yang masih senantiasa beradu argumen dengan Ririn.


"Ada apa nona Alita datang, bukankah saya mengatakan berulang kali agar jangan pernah datang lagi ke sini?" suara berat khas Roy kini Keluar.


Sambil menarik nafas kuat Roy tak perduli dengan ucapan wanita di hadapanya, ia kembali mengeluarkan kebijakan dari mulutnya. Namun Alita tatap kekeuh untuk bertemu dengan Younga dan malah memaksa menerobos masuk ruangan milik. Younga.


Younga yang masih di dalam dan mendengar keributan segera ia bergegas keluar dan diikuti oleh istrinya. Bahkan setelah melihat siapa yang sedang ribut ia segera membulatkan matanya ketika melihat Alita lah yang membuat keributan.


"Ada apa ribut sekali kalian," bentak Younga yang membuat mereka berhenti berargumen.


Alita yang melihat sosok Younga ia langsung berlari dan dengan manja ia bergelayut di tangan Younga. "Kamu tau betapa mengesalkan sekali mereka berdua," nada yang menjijikan menurut Younga. Karena suara manja terindah hanya suara milik Arina lah yang paling ia kagumi. Tadinya Arina yang mengurungkan ikut keluar namun kini dia penasaran dengan apa yang terjadi di luar akhirnya dia memutuskan untuk melangkah keluar.

__ADS_1


Tanpa ia sadari ada sosok wanita yang miliki tubuh bak model yang sedang bergelayut di tangan suaminya. "Ada apa mas, kok ada yang ribut," suara lembut Arina menyapa semua teninga.


Alita yang menoleh dan melihat sosok wanita yang tak kalah cantik namun berkesan natural, keluar dari ruangan Younga membuat ia berfikir seribu bayangan. Younga yang tersadar dengan kehadiran istrinya langsung ia melepaskan pegangan tangan Alita.


"Enggak papa, kamu kenapa keluar gak ada masalah kok,"


"Siapa kamu, kok kelihatannya akrab banget sama Younga. Ingetya aku ini calon istrinya Younga jadi jangan coba kamu rebut dia," kata-kata aneh uang keluar dari mulut Alita.


Arina yang mendengar itu hanya bisa tersenyum tipis di wajah milik Arina. Alita yang seolah tak acuh ini kembali bergelayut di tangan Younga.


" Kamu udh makan siang? Aku tadi masak lo spesial buat kamu, ini!" sambil menunjukan box nasi.


"Maaf nona saya sudah makan siang jadi silahkan anda tinggalkan kantor saya," Younga berkata dengan nada tegas. Bukan Alita hanya akan kalah dengan kata-kata Younga. Arina yang melihat Alita yang begitu sangat memaksa ia merasa malu sendiri.


"Ayolah, kita makan berdua?" rengek Alita namun tak mendapat respon dari Younga. Ia yang tak kehabisan akal membuka kotak nasi itu dan menyodorkan ke arah Younga. Arina yang paham betul aroma makanan ini langsung menoleh dan tertawa ketika melihat menu yang di bawa. Sontak semua mata memandang ke arah Arina, dan Arina yang merasa lucu atas ucapan Alita bahwasanya ia yang memasak membuat Arina ingin julit.


"Heyyy, tak sopan kau. Memang ada yang salah dengan ku," sambil memberhentikan tawanya Arina menyeletuk ke Alita.


"Resepnya apa aja mbak? Dan sepertinya ini masakan memiliki aroma yang tak asing di hidungku." sambil melanjutkan tawanya sementara Roy dan Ririn pun melontarkan senyum tipis tanda puas.

__ADS_1


Alita yang mendegar perkataan Arina langsung mendengkus kesal. Karna ia tau sekali jika resto itu akan menyediakan makan berbeda-beda dengan pesanannya.


__ADS_2