
"Apa-apaan anda mengesalkan sekali, ini masih pagi tapi kau membuat pagiku menjadi muak dengan tingkah murahmu itu. Lalu bagaimana kau bisa masuk ke perusahaan ini?". Sembur Younga dan ia menghujani pertanyaan ke Alita.
Alita yang kembali meraih tangan Younga ini dia sambil memamerkan cincin di jari manisnya. Dan Alita yang tak tau malu ini terus menggandeng tangan Younga. Dengan kasar Younga menghembuskan nafas dan mendorong Alita agar menjauh dari dirinya.
"Jangan pernah mengarang cerita dan juga mengatur ku, jika kau tak mau bersikap baik maka aku akan membuat mu lupa siapa dirimu nantinya." sambil pergi begitu saja meninggalkan wanita di hadapannya.
Younga yang telah sampai di ruangannya segera memanggil asistennya, untuk memberi peringatan ke bawah agar Alita tidak masuk dengan cara apapun. Ia segera memencet tombol dial pada telpon supaya terhubung ke ruangan Roy.
" Roy masuk." itulah yang di ucapkan oleh Younga.
Tak berapa Roy datang, dan menuju ke arah sofa dia mendudukan tubuhnya di sana. Younga yang mengetahui asistennya sudah datang segera ia memerintahkan agar Alita tak datang lagi dengan segera Roy keluar dan turun ke bawah bagian reseprionis.
Tak selang lama Roy keluar kini giliran sekretaris nya datang, Ririn datang ingin memberi tahu jika Dio datang untuk bertemu dengannya. Setelah mendengar perkataan sekretarisnya ia menyuruh Dio masuk. Ririn yang telah keluar dan kini berganti dengan Dio yang masuk ke ruangan Younga. Dio yang masuk dengan wajah sumringah ini langsung melompat ke arah sofa dan duduk tanpa di persilahkan. Younga yang melihat sahabat sekaligus orang kepercayaannya ini tau sekali isi otak Dio dia hanya mengelengkan kepala.
Sambil meninggalkan kursi dan berjalan ke arah sofa, "Jangan senyum-senyum dia sudah bersuami.
" Boong jangan ama gw lah man, " sambil menyipitkan mata karena tak percaya Dio menghunus ke arah Younga.
" Sumpah sekretaris gw udah nikah udah punya anak malah satu," jelas Younga.
" Kok kaya belum punya anak ama suami," selidik Dio.
"Wanita pandai merawat ya wajar klo keliatan awet." sambil menyadarkan tubuhnya di sofa. Tiba-tiba ponsel milik Younga berbunyi, "istriku" itu yang ada dilayar ponselnya. Dio yang hendak bertanya, namun mulutnya terhenti karna Younga lebih dulu mengangkat tangan tanda diam.
"Hallo sayang, ini masih pagi dan aku di kantor baru 45 menit yang lalu,"
"Pede banget kamu mas," suara Arina di balik telfon.
"Lah pede sama istri sendiri mah bebas kan? Kenapa sayang ada apa kamu tumben," tanya Younga.
__ADS_1
"Emmm, mas kamu mau mengerjakannya teknik perusahaan yang aku kasih kemarin?"
"Iya sayang jadi, Sesuai instruksi dan saran dari kamu kemarin. Kamu mau kesini? Iya sayang kesini sayang? Ya ya ya." Younga yang antusias bagaikan ingin bertemu idola.
Dio yang baru pertama kali melihat tingkah sahabatnya ini merasa heran, sekaligus bangga karena ia mampu menghilangkan kelakuan buruknya yang hanya menggunakan wanita sebagai penghibur. Sementara Younga masih berbicara dengan istrinya, Dio membuka laptop yang terletak di atas meja yang memang sudah di sediakan oleh Ririn sedari pagi.
Setelah Younga selesai berbicara di telpon ia kembali berbicara dengan Dio mengenai rencana yang Dio berikan. Younga ingin menggabungkan rencana istrinya dan Dio karna jika ini terjadi maka habislah riwayat Surojo. Dia tersenyum mengigat istri cerdas ya memberi saran kemarin sepulang dari mall.
Dio yang mendengarkan seksama rencana Younga dia mengeleng sambil menepuk tangan tanda bravo buat Younga dan pemikiran istrinya itu.
"Perfect brother, your wife so clever and brilliant, uuu bummmmm," puji Dio sambil nengacungkan tanda ok di wajahnya.
Terlihat senyum tipis di wajah Younga yang puas dan bangga memiliki istri uang bisa memberikan ide luar biasa. Yahh awalnya Younga tidak setuju jika istrinya ikut di dunia yang bahaya ini menurut nya. Tapi dia memikirkan lagi perkataan istrinya yang menurutnya memang benar tidak ada yang tau Arina.
🌿
Di mansion Younga, Arina yang sedang duduk santai di ruang tengah sambil menikmati tontonan drama korea kegemaranya. Sambil menunggu Mayang yang akan bertamu kerumahnya, karna ia telah janji kemarin ingin menjelaskan bagaimana ia menikah tanpa memberitahu.
"Siapa Mila?" tanya Arina
"Anu Nona ini ada teman nona," sambil menunju sopan wanita yang berdiri di samping Mila.
"Mayang kok gak kasih tau gw dih mau kesini, sini duduk mau makan sama minum apa?" tanya Arina kepada sahabatnya ini.
Sementara Mayang yang masih takjub dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Dia melihat sekeliling isi mansion milik Arina dan terus memasang wajah takjub ia jalan keliling sejenak. Arina yang melihat sahabatnya tak menjawab pertanyaannya hanya diam saja, karna dia tau siapa saja yang melihat mansion milik Younga maka akan takjub karna bangunan ala American style yang didominasi warna putin sehingga kesan mewah yang melekat.
"Gile ini rumah apa istana yaa, ibarat mau ke toilet berangkat hari senen pulang jumat," tutur Mayang yang senantiasa masih berdiri.
Arina yang mendengar hanya memngelakan kepala karena perkataan sahabatnya ini. Sambil mempersilahkan duduk Arina menawari semua yang di inginkan Mayang, dan ia manggil keberadaan Mila.
__ADS_1
" Mila, mil...., "
" Iya nona ada yang bisa saya bantu?" sambil berlari ke arah Nona mudanya ini.
"Kamu punya makanan apa," sambil memainkan alisnya dan tersenyum ala Arina.
"Yeeee, kunyang nawarin gw tapi dia gak tau apa yang ada di rumah lu?" sembur Mayang
"Nona muda di larang masak sama menyentuh barang kotor sama tuan muda." saur Mila
"ya ya ya. Nyonya saya maklum," sambil menyatukan telapak tangan dan menunduk sambil menyentuh dadanya.
Arina yang merasa terpojok hanya bisa tersenyum, karna ia memang tak tau apa-apa karena Younga melarang. Kalupun dia memasak hanya memasak saja tidak lebih itupun harus ada orang yang menemaninya. Sebenarnya Arina tak mau di perlakuan seperti itu oleh suaminya karna wanita haruslah pandai tapi Younga menginginkan istrinya seperti ratu di rumah.
"Saya akan membawakan sajian untuk nona dan Mbak Mayang." terang Mila. Dan segara ia berjalan ke arah dapur, dan menyiapkan makanan kecil dan jus. Tak berselang lama Mila keluar dengan nampan berisi jus dan makanan kecil dan kue. Karna banyak yang di bawa makan pelayan lain pun ikut membawakan. Melihat banyaknya pelayan membuat Mayang takjub dan tak heran jika sahabatnya ini di sebut Nona muda atau Nyonya.
Mayang yang duduk dan menopang tangannya tanda ia telah siap mendengarkan cerita sahabat yang ada di hadapannya ini.
" Ini gw mau cerita apa mau ngedongeng,"
" Gw nunggu ini, Nyonya ayoo," sambil mengangkat alis nya.
"Gw nikah sama mas Younga ini karena di jodohkan," sambil santai menyenderkan tubuhnya di sofa.
"haaaaaah, di jodohkan," kejut Mayang
"iya, di jodohkan bahkan pertemuan yang singkat dan apa adanya," sambil mengingat kembali awal bertemu Younga dua bulan lalu.
"Gak yakin soalnya kalian itu bikin baper asli, cocok banget,"
__ADS_1
"Mungkin karena kita hidup bareng Mayang. Satu selimut bareng," senyum centil Arina terlihat jelas di wajahnya.
Mayang yang mengerti maksud perkataan sahabatnya ia langsung memukul bantal di tangannya. Arina yang bercerita kepada Mayang sedetail mungkin sehingga membuat sahabat nya ini takjub dan heran akan perjodohan yang berbuah manis bahkan merasa iri dengan kehidupan Arina. Tak smua orang tau jika ia adalah wanita sah nya bos terhebat dalam dunia bisnis.