
Arina yang masih membisu hanya bisa menatap Younga dengan penuh harap. Namun Younga hanya melirik sekilas tatapan istrinya ini. Sambil mengulurkan tangan ke arah Mayang Younga memperkenalkan diri.
"Perkenalkan saya suaminya Arina. Nama saya Younga," dengan lantang Younga menyebutkan dia suaminya Arina.
Arina yang mendengar kata-kata suaminya ini langsung membulatkan matanya seolah tak percaya. Dan Mayang hanya mematung diam sambil mencerna kata-kata lelaki di hadapannya ini, sambil mengangguk-angguk kepalanya.
Seraya mengangguk Mayang terdiam, "Hahhhhh suaminya, Yaaaaaa Arina what's happen to you guys, this seriously?"
Sambil mengaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal Arina sambil mengiyakan kata yang diucapkan oleh suaminya ini. Karena pernikahan yang di jalani hanya Rike lah yang tau, dan kini Mayang sahabat terdekatnya selain Rike.
" Iya May gw udah nikah," sambil mengangkat tangan menunjukkan cincin nikah yang ia kenakan.
"Ohhh. Apa ini semua kenapa di sembunyiin gak ada aib kan," introgasi Mayang.
Dengan refleks Arina memukul bahu Mayang yang berbicara sembarangan. "Enggak lah lu pikir gw MBA azzzzzzz, kejauhan lu mikirnya,"
Younga yang melihat dua wanita ini saling berbicara hanya bisa tersenyum, dia berbicara demikian memperkenalkan istrinya, sebenarnya tidak hanya ingin dengan sahabat istrinya saja. Melainkan dengan semua orang di negri ini bahkan ke luar negeri, tapi waktu belum berpihak ke arahnya saat ini.
Arina yang mengajak makan malam suaminya ini sekalian ia mengajak sahabatnya yang sudah tau ia memiliki suami. Sementara asisten Roy selesai menyusun paper bag milik Arina ia kembali menghadap tuan mudanya.
"Roy cari restaurant kita makan malam bersama di luar,"
"Baik tuan," dia pun langsung mundur untuk menghubungi seseorang. Setelah kiranya selesai ia kembali mengajak tuan dan nonanya ini masuk ke dalam mobil.
Arina mengajak Mayang untuk ikut serta makan malam bersama. Sementara Mayang hanya memandangi sahabatnya melangkah sambil menggandeng tangan pria disampingnya. Semua ia kaget karena dia yang masih tak percaya dan terus mencerna kata-kata sahabatnya. Sepanjang jalan hanya suara kendaraan yang didengar dan dilihat Mayang sedangkan disampingnya ada lelaki yang tak kalah tampan yaitu asisten Roy yang fokus ke pemandangan jalan raya. Dibelakang kursi ada Arina dan Younga yang sesekali bercanda ini kembali diam karena sungkan, dengan tiba-tiba Younga menjatuhkan kepalanya ke paha istrinya.
__ADS_1
Mayang yang melihat hanya diam dan semakin yakin jika mereka berdua benar-benar sudah menikah. Melihat dari cara mereka berdua yang saling perhatian dan sesekali Arina memanja, menambah keyakinan Mayang memang benar itu suami sahabatnya. Bahkan Arina dikenal sebagai wanita yang sulit untuk memberi kenyamanan dan memberikan perhatian kepada orang yang memang belum ia kenal.
Setelah berjalan, tak lama kemudian mobil berhenti di restoran Jepang tempat biasa Arina dan Younga makan bersama keluarga besar mereka. Asisten Roy turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu tuan dan nona mudanya itu. Mayang yang ikut bersaman turun dengan Roy dia hanya diam melihat pemandangan didepanya.
"mengapa Arina sangat di pedulikan, apakah dia berasal dari keluarga kaya raya? Atau dia...... Ahhhh sudahlah nanti aku akan bertanya sendiri dengan Arina. Batin Mayang yang seraya mengikuti langkah mereka masuk ke restoran.
Mereka langsung disambut oleh pelayan restoran dengan ramah. Bahkan tetap itu sudah di booking oleh Younga ehh lebih tepatnya asisten Roy yang di beri perintah oleh Younga. Setalah mereka didalam dengan sigap Arina membuka buku menu, dan mencari menu makanan yang akan ia pesan.
Mayang yang masih canggung membuat ia di posisi yang tak nyaman, biasanya jika dengan Arina ia selalu ceria namun kini dia belum tau sifat suami dari Arina. Ia pun ikut membolak balik buku menu manakan entah apa yang ia akan makan pun belum menemukannya.
"May lu mau makan apa? Tau gak disini itu behhhh, enak banget makanannya." tandas Arina.
Masih melihat-lihat, " ini keknya enak Rin?" sambil menunjuk ke arah tempura.
"Recommends banget ini,"
Younga dan Roy yang duduk bersebelahan hanya bisa tersenyum melihat mereka saling bertukar perkataan. Roy hanya memalingkan wajahnya ketika tuannya hanya memandangi istrinya.
Tak berapa lama menunggu makanan yang dipesan telah datang, sehingga membuat nanar wajah kedua wanita ini. Lagi-lagi Younga hanya menatap dengan garis senyum diwajahnya.
🌿
Dirumah Surojo asistennya Rusdy sedang bingung dengan keadaan yang kacau karena semua investor mencabut investasinya dengan sepihak tanpa memberitahu membuat Surojo makin pusing dibuatnya.
Sebab apa penyebabnya tidak di temukan semua investor pergi begitu saja dengan mencabut semua investasinya. Dengan keadaan yang kacau ini bisa di pastikan jika perusahaan milik Surojo bisa saja langsung bangkrut.
__ADS_1
Pihak yang bekerja sama dengannya pun memutuskan Kerja sama dengan perusahaanya. Semua kejahatan yang di lakukan Surojo terungkap dengan cepat. Siapa lagi jika bukan ulah dari Younga dan Roy.
Roy yang mengerjakan dibantu oleh tim khusus milik perusahaan Dhiningrat yang secara cermat mengerjakan perintah tuan muda Younga. Semua dilakukan dengan hati-hati dan tertutup tentunya, sehingga tak ada seorang pun yang tau jika itu ulah Younga.
"Rusdy kenapa ini semua terjadi," bentak Surojo dengan keras.
"Maaf tuan semua sudah di cari tapi tidak tau asal permasalahan nya dari mana?"
"Kau cari tau, termasuk ke perusahaan Dhiningrat pasti anak tengik itu yang melakukannya," sambil melempar berkas ke sembarangan arah.
"Saya rasa tidak tuan jika Dhiningrat yang melakukan, pasalnya Younga hanya sedang menangani proyek minyak miliknya saja itupun yang bekerja sama hanya beberapa orang asing," Rusdy mencoba menjelaskan.
Tuan Surojo yang masih tak percaya ini terus lunglai duduk di kursi kerjanya. Dia berfikir siapa orang-orang yang memiliki dendam besar dengannya. Memang jika di jabarkan yang memiliki dendam tidak hanya Younga tapi masih banyak orang yang di khianati oleh Surojo.
Alita yang telah pulang dan tiba-tiba masuk ke ruang kerja ayahnya ini langsung mencecar pertanyaan yang menambah pusing pikiran Surojo.
"Paa, kenapa bisa perusahaan ini begini? Papa aku gak mau ya, jadi anak tersangka atau anak pengusaha bangkrut. Papa harus datengin Younga buat minta tolong dia paaaa!" rengek Alita.
Surojo yang terdiam dan berfikir hanya Younga atau nyonya Widia yang bisa menolong tapi bagaimana bisa ia mau menolong perusahaan miliknya.
" Rusdy, kemari. " panggil tuan Surojo.
" Iya tuan ada apa, tuan memanggil saya? Apa ada perlu untuk disampaikan atau di perintahkan," Rusdy dengan sigap.
"Tolong pertemukan aku dengan bocah tengik itu sebeisa mungkin. Aku mau dia menolong ku?"
__ADS_1
"Baik tuan. Akan saya usahakan." Rusdy yang sigap mengiyakan tuannya.
Dengan keadaan seperti ini saja dia berusaha susah payah untuk mendapatkan bantuan kepada Younga.