
Arina yang sudah kenyang lalu beranjak dan kembali berjalan. Ia seolah tak merasakan lelah walau berjalan kesana kemari. Ia masih mengelilingi Galleria Vittorio dan mendatangi satu persatu toko brand ternama yang sangat terkenal mahal membuat ia merasa di syurga.
Hampir seharian Arina berada di pusat Milan namun ia tak bosan. Younga yang telah menyelesaikan pekerjaannya ia segera menyusul sang istri. Dengan cepat ia mengajak Roy ke arah Galleria, dan tanpa memberi tahu Arina Younga tau istrinya sedang ada di salah satu toko brand ia segera menyusul.
"Roy, pulanglah lebih dulu aku dan Arina akan menyusul mu nanti," Perintah Younga.
"Baik tuan saya akan pulang lebih dulu." Roy yang berbincang dengan sang sopir untuk mengantar dia terlebih dahulu dan nanti kembali untuk menjemput Younga.
Arina yang masih asik melakukan transaksi pembayaran tanpa melihat isi saldo ia gunakan semau dia. Younga yang melihat hanya tersenyum melihat jumlah paper bag yang jumlahnya tak sedikit membuat ia membayangkan bagaimana nanti Arina akan membawa jika ia tak datang.
"Sayang," Younga yang datang sambil mengelus kepala istrinya dan mencium pipi Arina.
Sambil tersenyum lebar Arina merasa bahagia jika suaminya datang. "Mass, kamu udah selesai? Ohya aku beli ini, ini, ini, itu semua terus itu yang belum di bungkus jadi aku habisin uang kamu. Habis banyak," menunjukan semua barang yang di beli sambil menundukkan kepala dan nada bicara manja Arina membuat Younga ingin tertawa namun ia tahan.
Sambil membeli pipi sang istri." Gak papa sayang, apa tokonya sekalian mau kamu beli aku kasih nih," Younga yang merasa gemas." Gak masalah mau habis banyak juga gak papa sayang." jawab Younga lagi.
Setalah dari Galleria Vittorio Younga menikmati tempat lain di Milan malam hari di Navigli atau di kenal dengan Naviglio Grande Arina dan Younga menikmati malam dan banyak sekali sajian cafe dan toko bir. Younga yang mampir sejenak di toko bir dan hanya sekedar mencicipi karna ia tau Arina tak mungkin ikut menikmati.
Mereka memilih mampir di salah satu restoran untuk memesan makan malam sekaligus menikmati sajian pertunjukan menaiki perahu. Sekian itu lampu-lampu malam yang terlihat romantis membuat kesan tersendiri bagi pasangan di sana. Arina yang kagum akan kearifan lokal Eropa membuat ia ingin berlama-lama di Eropa.
......................
__ADS_1
Seminggu sudah waktu di Milan kini Arina dan Younga akan pergi ke Palermo yaitu bagian dari Italia sesuai janji Younga akan menuruti Arina pergi ke Sicilia untuk menikmati keindahan pulau tersebut. Younga yang memilih hotel tak kalah mewah ini membuat mereka merasa kan honeymoon yah tak tanggung-tanggung Belmond Grand Hotel Tiemo lah yang di sewa oleh Younga.
Hotel ini menyajikan pemandangan indah menuju hamparan luas lautan dan perbukitan membuat suasana menjadi terlihat romantis jika malam hari.
"Huffff, enak banget tempatnya," Arina langsung menidurkan tubuhnya di kasur berukuran besar membuat ia merasa nyaman. Younga yang datang langsung memantau perusahaan Indonesia ia duduk di meja kerja yang ada di kamar hotel.

Arina berjalan menuju balkon dan ia takjub dengan pemandangan di luar di siang hari waktu Sisilia. "Wahhhh, cantik sekali," ucapnya seraya menghirup udara dengan kuat.
Younga yang melihat istrinya senang membuat ia merasa memiliki bahagia tersendiri karena istrinya merasa senang.
Jakarta, Indonesia
"Pak Dio, bagaimana persiapan untuk kerja sama dengan perusahaan baru?" Roy yang baru saja masuk.
Sontak Dio dan Ririn terkejut melihat Roy sudah ada di dalam ruangan. "Wahhh. Roy baru sampi langsung kekantor luar biasa," seru Dio dan nampak Ririn yang langsung menimpali dengan candaan, "wahh pak bos mah kasih gaji ke asisten Roy melebihi presiden negara kita," sambil melempar tatapan ke arah Dio dan Roy. Mereka bertiga kembali ke mode serius untuk membahas kerja sama yang tak berujung baik untuk sang lawan.
Yah benar sekali kemungkinan Banyu tak akan mendapat apa-apa nantinya mengigat kekejaman cara bisnis Younga yang membuat lawan bisnisnya hancur tanpa bisa bangkit lagi. Prinsip Younga ketika perusahaan sudah kotor maka tak layak lagi untuk bersaing lagi. Jika ingin menjalin kerja sama maka harus mengunakan cara sehat.
"Begini kita harus cari tau dulu apa tujuan pak Banyu menjalin kerja sama, untuk balas dendam atau memang ingin kerja sama. Jika tujuan beliau hanya untuk balas dendam yaaa, Kita siapkan rencana epik untuk dia." terang Dio di sela pembahasan kerja sama.
__ADS_1
"Setuju sama Dio, kita harus cari tau apa tujuan dia." tambah Ririn.
Sementara Roy menampung semua pendapat dari orang kepercayaan bosnya. Karena merekalah juga yang membantu kesuksesan semua perusahaan milik Younga.
Di perusahaan Banyu
"Akan ku pastikan kau akan terpuruk Younga, karena aku tau betul kau akan kalah kali ini." perkataan sombong Banyu.
Karena ia merasa akan menang melawan Younga karena bagianya Younga merasa tenang ketika menerima kerja sama tersebut.
"Kau pastikan dia akan kalah Rendy, aku akan melihat dia menangis meminta ampun dariku." kembali percaya diri.
Dengan penuh yakin ia bisa menang menghancurkan Younga, entah apa yang menjakan ia gelap mata melawan Younga. Bahkan semua orang pebisnis juga tau melawan Younga sama saja mengali kubur untuk diri sendiri.
Esok hari
Penandatanganan kesepakatan bersama dalam kerja sama akan di lakukan di perusahaan milik Younga otomatis Banyu datang ke perusahaan Younga. Namun iya tak tau jika bukan Younga yang menemuinya langsung.
Banyu yang telah datang dan menunggu janji di depan lobby ia melihat sekeliling depan perusahaan. Yah gedung milik Younga lebih besar daripada miliknya karena mungkin milik Banyu hanya satu gedung saja sementara Younga terdapat tiga Tower sekaligus.
"Selamat datang pak Banyu, perkenalkan saya Dio saya wakil dari pak Younga. Kebatulan hari ini pak Younga sedang menemani istrinya pergi jalan-jalan ke Italia jadi saya lah yang akan mewakili," sapa Dio dengan sopan.
__ADS_1
"Younga bodoh sekali rupanya aku orang yang akan menghancurkan mu tapi kau santai saja malah pergi liburan." batin Banyu. "Baik pak, saya Banyu, oh tidak masalah. Oh pak Younga sudah menikah rupanya," Banyu berbasa-basi.
"Iya pak, pak Younga telah menikah sudah lama sekali malah, mari pak kami langsung ke ruangan kerja," ajak Dio sembari berjalan ke arah lift yang di ikuti oleh Ririn dan Roy.