
Dengan gemas ia mencubit pipi suaminya, ia langsung memeluk kembali Younga. Younga yang terkejut dengan perlakuan istrinya yang tiba-tiba manja. Bahkan jarang sekali Arina manja dengan Younga, karena sifat Arina yang memiliki mood yang terkadang berubah semau sendiri. Younga yang merasa gemas langsung mencium bibir Arina yang merah ranum tanpa polesan. Arina yang masih manja dengan Younga langsung memeluk erat tubuh suaminya.
Hari demi hari di lewati bersama, Younga dan Arina sedang menanti kelahiran anak pertama sedangkan Banyu sampai saat ini belum ditemukan keberadaannya. Masalah ini pun diserahkan sepenuhnya oleh Younga ke tangan Dio dan Roy karena ia sedang fokus untuk persiapan kelahiran anak pertamanya. Yaunga yang bekerja dari rumah membuat dia sudah terbiasa jika ada rapat penting saja ia akan keluar, bahkan perusahaan dalam maupun luar negeri Dio lah yang mengurus.
Arina ya g sedang duduk di sofa tengah hingga ia tak menyadari suaminya telah memperhatikan dia yang sedang menyandarkan dirindinsofa dan mengelus perutnya yang buncit. Younga yang melangkah dan menghampiri istrinya langsung ikut menyandarkan diri di sofa, sebenarnya ia sama sekali tidak paham dengan drama korea tapi di dekat Arina lah yang dia mau.
Sore nanti rencananya Arina dan Younga akan ke dokter kandungan karena jadwal control yang telah tiba di bulan ke delapan, antusias Younga selalu nomor satu ketika akan ke dokter.
“Sayang jangan lupa nanti sore kita ke rumah sakit, buat liat jagoan ku, “ seraya mengelus perut istrinya.
“Hemmm, “
“Kok Cuma hemm, “
“Iya suamiku sayang, udah puas sama jawabnya? “ sambil menyandarkan kepalanya di dada Younga.
Younga yang merasa senang langsung memeluk erat tubuh istrinya dan menghujanin ciuman di pucuk kepada Arina. Tak di ragukan lagi jika Younga begitu mencintai istrinya, tak di pungkiri jika Arina mampu mengubah sifat dan sikapnya.
“Mau kemana lagi kamu ini? “ seraya menarik tangan Arina.
“Mau ke toilet, mau ikut. “
“Boleh, ikut___”
“Enggak”
__ADS_1
Para pelayan yang melihat kelakuan tingkah kedua majikan hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Mila yang setia mendampingi Arina selalu mengikuti kemampuan nyonya mudanya berada. Mendampingi Arina adalah tugas yang harus ia perhatikan dengan sesama, apalagi belakangan ini Arina selalu menjadi pusat perhatian bagi konsumsi publik.
Arin’s Group yang menjadi terkenal karena semenjak menjalin kerja sama dengan Younga perusahaannya menjadi di kenal oleh kalangan pebisnis dan semua orang menjadi tau jika perusahaan catering itu milik istri Younga.
Kini telah menunjukan pukul 3:30 arina yang ditemani Younga pergi dngan di antar supir pribadi mereka. Setibanya di rumah sakit khusus ibu dan anak mereka telah di sambut oleh dokter kandungan. Dokter Eva yang sudah menunggu langsung menyambut kedua pasien tetapnya ini.
“Wah, ini bayinya sangat sehat ibu Arina bisa melahirkan normal, “ beritahu dokter Eva.
“Sayang, makasih ya, “ Younga yang senang dengan kabar itu langsung menciumi kening istrinya.
“Tapi tetap ya pak pola makannya di jaga. Makanan bergizinya jangan ditinggalkan dan minum vitamin jangan dilewatkan. Olahraga harus tetep dan rutin yoga, “saran dokter Eva.
Younga yang mengangguk paham segera membantu istrinya duduk karena dokter Eva telah selesai memeriksa istrinya. Setelah selesai Younga dan Arina keluar ruangan dokter Eva dengan senyum semringah dan bahagia, bagaimana tidak anak pertama akan diprediksi lahir dua bulan lagi.
“Dahhh, kamu aku kemana sayang? “
Sopir yang telah menunggu langsung membuka pintu untuk tuan dan nyonyanya ini. Dengan pelan Arina di gandeng oleh Younga untuk duduk dengan mantap di bangku mobil. Setelah memastikan tuannya duduk sang sopir masuk dan menjalankan mobilnya ke arah mansion.
Dari balik tembok seorang mengintai dari kejauhan pola gerak gerik Younga dan Arina. Dengan sabar wanita ini pergi begitu saja sambil mengepalkan tangan karena dendam. Alita kini telah kembali dari Eropa ketika mendengar Banyu menjadi buronan polisi dia langsung bergegas namun sayangnya ia tak menemukan keberadaan Banyu.
Younga dan Arina yang telah sampai langsung turun dan masuk ke dalam rumah namun Arina dengan sigap berjalan ke arah kamar bayi yang telah sedikit di hias karena Arina ingin menghias kamar anaknya dengan konsep yang dia inginkan sendiri. Dengan telaten ia menempelkan gambar kartun 3D dan aksesori bayi. Tak lupa ia juga mengisi kegiatannya di buku harian bayi yang ia tulis sejak kandungannya di bulan pertama.
Warna kamar bayi ini netral karena selain ia tidak mau tau apa jenis kelamin anaknya. Karena ini akan menjadi kejutan apapun jenis kelamin anaknya nanti. Kamar bayi ini luas tapi barang-barang di kamar nya sangat banyak karena nenek Widia mengirim banyak pernak pernik bayi yang di beli dari Eropa khusus untuk cicitnya.
...****************...
__ADS_1
Hari berganti minggu dan berlalu semakin cepat menuju hari kelahiran tiba dalam hitungan hari lagi. Arina yang telah menyiapkan segala kebutuhannya tersenyum ketika ia akan menjadi seorang ibu sebentar lagi. Younga yang off secara total dan setia ada di samping istrinya untuk memastikan bahwa Arina baik-baik saja nantinya.
Banyak media yang memberitakan perihal kesiapan untuk persalinan putra pertama Younga atau penerus Dhiningrat. Dan tak hanya itu banyak pula orang-orang atau lebih tepatnya kolega kerja, yang sudah mengirim hadiah untuk calon anaknya bahkan hadiah yang di terima sangat lah mahal mengingat semua kolega kerja berasal dari kaum elit.
Di tempat lain Alita yang sibuk merencanakan sesuatu untuk membalas dendam Younga langsung saja ia memikirkan cara matang karena baginya kali ini ia tak ingin gagal untuk kesekian kalinya. Bahkan ia telah menyusun semuanya semenjak ia datang dari Eropa, saat pertama kali menginjakan kaki lagi di Indonesia.
Dengan penuh hati-hati dia merencanakan semua apa yang ia ingin lakukan. Bahkan dia kini melakukan dengan sematang mungkin bahkan rencana yang ia buat tinggal menjalankan saja. Dendam yang berawal dari sang ayah kini menjalar ketika mendengar Banyu harus menjadi buronan polisi. Bahkan kini Alita mati-matian untuk membalas dendam ayah dan kakaknya. Ia meyakini jika usahanya kali ini tidak akan gagal lagi karena baginya semua rencana telah matang di pikirkan dan di susun.
Rumah sakit adalah tujuan rencana yang di tuju karena di rumah sakit ini lah ia akan memuluskan semua yang ia rencanakan. Kini dia mencoba menjadi OG di rumah sakit yang nantinya akan di gunakan untuk Arina melahirkan. Alita yang telah di terima sejak tiga hari lalu ia merasa senang karena tanpa susah payah ia membayar pereman untuk melakukannya.
“Lita jangan lupa nanti kamu bereskan itu semua, “ ujar salah seorang supervisor.
Dengan sigap Alita menuruti perintah atasnya karena baginya mengerjakan apapun akan memudahkan dia untuk mengetahui denah lokasi rumah sakit.
__ADS_1