DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Keberuntungan Austine


__ADS_3

Meski pukul sudah menunjukan angka 11 tapi rasa malas membuat Arina enggab untuk beranjak. Dengan rasa malas dan memaksakan diri akhirnya ia selesai untuk membersihkan tubuhnya. Dengan rasa malas juga ia turun ke bawah untuk makan siang, bu Halimah yang melihat majikannya dia merasakan ada yang berbeda.


"Bu, aku mau strowberry gak ada yaa?" sambil mengoreksi isi kulkas tapi tak menemukan apa yang ia cari.


"ahh strowberry, habis nona," saut Mila.


"Yahhh, padahal aku mau Mila, ouhhhh," sambil meletakkan kepalanya di atas meja makan.


"Makan siang dulu, ini ibu mau jalan ke supermarket buat beli strowberry ya?" bu Halimah menengahi.


Arina yang mengganguk segera mengambil naai yang tak terlalu banyak. Dia memilih makan banyak sayur dan ikan salmon djli banding nasi. Sedangkan bu Halimah di antar sopir rumah pergi ke supermarket untuk membeli strowberry sekaligus ingin ada yang di beli.


***


Di sebuah gedung manajemen artis terkenal, Austine duduk sambil mengoyangkan kakinya karna ia merasa senang berkat rengekannya kepada managernya akhirnya Merry memutuskan untuk mengikuti kandidat brand ambassador property living milik perusahaan Younga.


Dengan perasaan yakin ia pasti akan di menjadi brand ambassador, karena ia yakin akan masuk kategori sambil memainkan ponselnya ia masih memiliki senyum sumringah. Pikiran dia hanya satu ketika ia sudah masuk dan terlibat ke perusahaan Younga ia bisa leluasa menemui Younga.


Sementara do perusahaan kini semua staf utama sedang sibuk untuk memilih kandidat dan semua staf memilih dan memilih tiga orang yang cocok untuk menjadi pemeran brand. Setalah melalui pertimbangan mereka memutuskan dua wanita dan satu model pria. Diantara mereka Austine masuk kedalamnya.


Sebuah email masuk ke dalam notifikasi manager Austine dan senang bukan main ketika Austine termasuk di dalamnya. Hari ini adalah hari keberuntungan Austine karena ia berhasil masuk kandidat brand ambassador.

__ADS_1


"Ya ampun aku masuk kak Mer, oh my god it's mazing. Aku masuk dan ahhhh pokoknya happy banget lah kak Mer." girang seorang Austine.


Merry hanya mengelengkan kepala jika Austine salah kaparah maka akan mengakibatkan kariernya rusak. Bahkan Merry yakin Younga tak lagi sama dengan yang dulu, dia yang menjadikan Marry prioritas. Karna saat ini istrinya lah yang menjadi prioritas, sakit kepala pasti si Merry namun ia akan tetap menghalangi niat Austine ketika berulah nanti.


Dibalik apartemen kecil Alita menatap tubuhnya di depan cermin dan terus megutuki nasip, ia sial karena ayahnya harus masuk penjara dengan pasal berlapis, cintanya yang bertepuk sebelah tangan, bahkan selalu gagal dengan rencana yang di buat untuk masuk ke dalam kehidupan Younga. "Begitu menyedihkan" batin Alita.


Sore telah datang seperti biasa dua wanita berbeda ini selalu mengintai Younga dari kejauhan. Karena dengan begini mereka berdua tau kegiatan Younga walau hanya dari kejauhan, Austine yang merasa ia akan segera masuk ke dalam hidup Younga merasa bahagia. Karena ia akan menggeser posisi nyonya dan akan menjadi orang yang paling di sanjung, itulah yang ada dipikirin dia saat ini. Berbeda dengan Alita yang mencari celah untuk menyingkirkan istrinya terlebih dahulu, bahkan tekatnya kali ini tidak di pedulikan oleh resiko yang akan di tanggung.


Younga yang telah sampai di rumah sedang menjumpai istrinya duduk di ruang keluarga dengan sepiring buah strowberry di hadapannya. Membuat ia merasa heran, dengan cepat ia melangkah dan mendudukan tubuhnya di sofa.


"Yaampun sayang itu banyak banget," sambil menyomot buah di piring. Namun Arina hanya melirik tangan suaminya dan kembali ke layar televisi.


"Mas udah pulang," sambil memasang wajah mengemaskan khas Arina.


Sambil mengelengkan kepala Arina tak mau di ajak ke ata, naik ke lantai dua menurut dia sangat melelahkan. Sehingga ia memilih mengabaikan ajakan suaminya, dan malah kembali menikmati buah strowberry yang di hadapannya.


******


Arina melihat keluar jendela di pagi hari rasanya dami dan segar, sementara Younga yang masih tertidur dibiarkan pulas oleh Arina. Arina yang merasa pagi ini cerah ia berinisiatif untuk jalan-jalan keluar. Segera ia meraih jaket tebal dan memakainya, dengan langkah pelan ia keluar pintu kamar dan meuruni anak tangga.


Ia berjalan ke arah pintu samping yang menuju ke lapangan golf pribadi dan taman di samping. "Hemmmmm seger" Arina merasa paru-parunya terisi udara pagi uang segar. Ia sudah lama tinggal di mansion ini namun jarang sekali berjalan mengelilingi isi taman belakang karena Younga akan memanggilnya ketika ia berlama-lama di taman belakang.

__ADS_1


Berjalan terus sampai ujung lapangan golf dan rumput hijau yang berembun membasahi kakinya. Dia merasakan segar dan sangat damai dengan rumput hijau yang luas.


Younga yang terbangun meraba-raba sampingnya dan tak menjumpai istrinya ia segera terbangun, berniat ingin menelphon istrinya namun ponsel Arina ada di kamar. Ia segara melompat turun dari ranjang dan keluar kamar menuruni anak tangga.


Bu Halimah yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi melihat tuannya celingukan segera menghampiri. "Selamat pagi tuan muda, tuan membutuhkan sesuatu atau sedang mencari sesuatu?" tanya bu Halimah.


"Nona muda ada di dapur Bu?" sambil melihat lihat.


"Oh nona sedang jalan-jalan pagi di taman samping tuan,"


"ohh, terima kasih bu," sambil meninggalkan hu Halimah, dan berjalan menuju ke taman samping. Pak Kardi yang sedang sibuk merapikan bonsai melihat tuan mudanya dan tau maksud tuan mudanya sepagi ini talah di taman samping.


Younga yang melihat istrinya berjalan kecil di bawah mentari pagi hanya tersenyum, merasakan aneh di istrinya semenjak dua minggu belakangan namun ia tak ingin mengambil kesimpulan dalam.


"Sayang," panggil Younga, dan Arina menoleh kesumber suara.


"Apa mas," sambil menghalangi pantulan sinar mentari pagi menggunakan tangannya. Younga mendekat dan berjalan ke arah istrinya Arina yang masih berdiri di samping kolam ikan hanya menatap kedatangan suaminya.


Cukup lama mereka berjemur di bawah matahari pagi, dan mereka kembali ke dalam rumah. Namun Arina mambawa beberapa biji mangga di tangannya, bu Halimah yang melihat nona mudanya membawa mangga segera mengambil dan menyimpannya.


"Non..., itu kemarin beli strowberry banyak belum di makan semua kok ini udah ada mangga." sambil tersenyum dan tau apa yang menyebabkan nona mudanya amat menyukai buah asam. Younga yang langsung naik ke atas untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke kantor.

__ADS_1


Hari ini Arina ingin berniat pergi bersama Mayang namun sebelum pergi dengan Mayang ia ingin mampir kerumah ibunya karena telah lama ia tak pulang. Dengan rasa semangat ia menaiki anak tangga dan masuk ke kamar, cklekkk membuka pintu kamar. Secara bersamaan pintu kamar mandi terbuka ia melihat suaminya sudah selesai mandi.


__ADS_2