
Beberapa hari setelah pengumuman lowongan sekretaris baru dan talah di lakukan seleksi secara ketat dan profesional akhirnya hanya ada satu orang yang terpilih. Dan hanya satu orang yang menjadi sekretaris yah Laura lah orang yang beruntung mendapatkan kesempatan tersebut.
Mendengar dirinya terpilih menjadi sekretaris Younga menggantikan posisi Ririn yang telah kembali ke posisi awal. Senang bukan lagi Laura segera menghubungi Alita bahwa ia telah menjadi sekretaris Younga.
📨 "Lit I'm in" ~ Laura.
Alita membalas dengan cepat.
📨 "are you sure, aaaaaa selamat. Ohya jangan lupa sama perjanjian kita" ~ Alita.
📨 "tenang aja, gw gak akan lupa. Yang penting kita sama-sama untung why not" ~Laura.
📨 " baiklah selamat bekerja, jangan kasih kendor." ~Alita.
Dua perpaduan wanita ini sangat lah cocok menjalankan misi yang belum tentu berhasil.
Apartemen Alita
"huhhh, hari ini hari pengumuman. Pasti dia bakalan masuk," sambil meregangkan otot nya di atas ranjang. Tangan Alita yang masih berselancar di layar ponsel pribadinya tiba-tiba mendapat pesan masuk dari Laura.
Tlungg.....
📨 "Lit I'm in" ~ Laura.
"Wahh, luar biasa lu Laura...." sambil Membalas pesan dari Laura.
📨 "are you sure, aaaaaa selamat. Ohya jangan lupa sama perjanjian kita" ~ Alita.
Tak berapa lama setalah terkirim Laura membalas kembali.
📨 "tenang aja, gw gak akan lupa. Yang penting kita sama-sama untung why not" ~Laura.
__ADS_1
📨 " baiklah selamat bekerja, jangan kasih kendor." ~Alita.
Setalah saling berbalas pesan dia merasa bahagia Karena hati nya merasa puas karena ia akan menang nanti karena ada Laura di pihaknya. Dan bahkan ia telah membayangkan akan memaki istri Younga. (klo menurut author dia manjatnya terlalu tinggi tapi pake bumbu kaga pake tangga jadi klo melorot tau lah rasanya) 😜.
Mansion House
"Panas," batin Arina.
Dengan masih mode menggunakan baju tidur Arina berbaring di sofa ruang tengah dan sibuk dengan layar ponsel miliknya. Sehingga para pekerja yang berada di rumah hanya tersenyum saat melihat nyonyanya ini berpenampilan masih sama seperti pagi tadi.
Arina yang tiba-tiba terbangun ini langsung menuju ke dapur dan mengumpulkan bahan. Ia ingin membuat roti goreng ini lah yang ada di benaknya saat ini. Bu Halimah yang melihat langsung berlari tergopoh-gopoh karena mengingat pesan tuannya.
"Non mau bikin apa?" Tanya bu Halimah sigap.
"Roti goreng manis bu," jawab Arina yang sibuk menimbang tepung.
"Kita bikin berdua ya. Ehhhh Mila kemari Mil," bu Halimah memanggil Mila. Dengan sigap Mila juga datang karena bu Halimah memanggilnya. Mila dengan sigap menemani nonanya ini membuat kue, Arina yang tidak di izinkan menginjakan kaki di tempat licin membuat para penjaga dan pekerja rumah sangat detail melihat lantai.
Younga yang sangat protective ini sangat lah cerewet, terkadang Arina mebatin jika suaminya berpesan terlalu berlebihan. Karena semua ruangan rumah ini sangatlah bersih tidak ada air atau kotoran bahkan debu saja enggan untuk menempel.
Dia sangat menikmati roti goreng dan mangga asam sehingga niatnya untuk mandi terkumpul sempurna. Setalah dikiranya puas dan kenyang ia meninggalkan ruang tengah langsung menuju ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Setalah selesai mandi Arina memandang ke arah baju-baju yang di gantung rapi. Namun seketika ia ingin menemui suaminya, dengan bersemangat memilih baju dan mengenakan baju yang berwarna senada dengan kulitnya. Setalah rapi ia memilih tas yang akan di gunakan dan "rapi " batin Arina.
Younga Kantor
Sekretaris yang menggantikan Ririn sudah di tunjuk saatnya ia di beri arahan oleh Ririn apasaja yang menjadi pekerjaan dia. Jika di bandingkan dengan Ririn pekerjaan yang di berikan ke Laura hanya sebagai sekretaris. Tidak sama karena Ririn adalah tim utama yang berkedok sekretaris.
Setalah di kiranya paham Ririn kembali ke ruangan miliknya yang di samping Younga, yang tak jauh dariruangan Dio dan Roy. Laura yang hari pertamanya menjabat sebagai sekretaris Direktur ini tak ingin terlihat biasa saja.
Dia mencoba ingin melihat langsung wajah Younga sehingga ia memiliki ide untuk membuat kan kopi yang di tunjukkan oleh Ririn tadi. Langsung saja Laura ke pantry untuk membuat kopi, setalah selesai ia tak ingin berlama-lama langsung menuju ke ruangan Younga.
__ADS_1
TING...
Suara pintu otomatis ruangan Younga terbuka, naas Younga hanya melirik sekilas. Lalu melanjutkan kembali ke berkas yang ada di hadapannya.
"Pak kopinya saya sudah buatkan," sambil meletakkan cangkir kopi di meja Younga.
"Letakkan disitu saja." tak melirik sama sekali.
"Ada pekerjaan lain yang harus saya kerjakan pak?"
Tanpa menjawab Younga langsung memencet telfon di mejanya ke ruangan Roy. "Roy, keuangan saya. Jelaskan semua kepada dia," langsung menutup telpon kembali yang tanpa di jawab oleh Roy.
Tak berapa lama Roy masuk dengan membawa berkas yang harus di kerja oleh sekretaris barunya. Roy yang menuruti perintah bosnya dengan segera ia mempersilahkan sekretaris baru dari Younga ini menerangkan semua pekerjaan yang harus di tugaskan oleh Laura.
Sementara Younga yang tak perduli dengan kedua orang di depannya ia masih tetap kerja dan menatap layar komputer di hadapannya. Laura yang mencuri pandangan ke depan ia pun merasa terkagum melihat ketampanan dari Younga.
Dio yang datang dan hanya melirik ke arah Roy dan seorang wanita pun hanya melewati keduanya. Laura yang melihat ketiga pria di dalam ruangan ini terlihat sama tampannya membuat dia mabuk kepayang "apa perlu ketiganya gw embat ini," batin Laura. Dio langsung berjalan ke arah meja Younga dan menarik kursi untuk mendekat ke arah laptop. Laura yang memasang kuping dan mata ini takjub dengan kedua lelaki tampan uang duduk di depan sana.
Suara ruangan ini di dominasi oleh suara Roy dan tak berapa lama pintu ruangan terbuka. Arina muncul dari balik pintu membuat Younga terkejut. Bahkan semua orang di ruangan heran melihat nona mudanya datang tanpa memberi tahu.
"Sayang, kamu kesini kok gak bilang. Kamu gak nyetir mobil sendiri kan," Younga menyecar.
"Enggak kan di anter sama pak Hans," seraya memeluk suaminya. Bahkan ia tidak memperdulikan orang yang di ruangan.
"Hadehhh. Gw balik lah keruangan Ga," Dio berpamitan.
Sementara Roy yang sudah biasa dengan pemandangan seperti ini merasa bodo amat. Namun Laura yang merasa ia kurang beruntung karena ternyata istri Younga di luar ekspetasinya membuat dia merasa sedikit nervous.
Younga yang memperkenalkan sekretaris barunya seperti biasa Arina akan menyambut dengan senyuman dan keramahan.
__ADS_1
"Yang betah ya kerja di kantor," ucap Arina lembut.
Laura yang membalas senyuman istri bosnya dan disertai dengan mengangguk tanda mengerti "Alita gak bilang kalo istri bos nya Arina." batin Austine yang mengutuk Alita dari batinnya.