DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Hari


__ADS_3

Setalah dua puluh menit berlalu rasa lelah yang sudah terasa sejak tadi membuat Younga meninggalkan berkas di tangannya diatas meja dan menaiki ranjang untuk merebahkan tubuhnya. Tak berselang lama Arina yang sudah selesai mandi langsung melihat ke atas ranjang dan melihat suaminya yang sudah lebih dulu merebahkan diri di atas ranjang.


Dengan langkah lambat ia menghampiri Younga yang telah menutup mata dan ingin mengambil handuk yang ada di balutan pingangnya. "Disuruh ganti anduk malah tidur." lirih Arina, sembari meyibakan selimut. Namun belum saja ia melangkah Younga sudah menarik tangannya Arina yang terkejut jatuh diatas dada suaminya.


"Kirain udah tidur."


"Aku nungguin kamu, mana bisa tidur kalo kamu belum ke sini." sembari meraih handuk ditangan Arina dan melempar ke sembarang tempat. "I love you sweetie," membisikan kata romantis di telinga Arina.


Younga yang menyibakkan rambut istrinya yang setengah kering dan meraih wajah Arina, ia mencium bibir istrinya dengan penuh keromantisan. Dengan suasana malam yang belum begitu larut pasangan ini berhubungan romantis dan larut dengan udara sejuk. Keduanya memandu asmara yang telah lama tak di luapkan oleh Younga.


Malam ini mereka menikmati keromantisan yang kembali setelah beberapa lama tertunda. Dengan terlelap Arina tidur hanya di selimut oleh selimut tebal saja, Younga yang belum tidur ia hanya membelai dan memandangi wajah Arina yang terlelap tidur dan tetap cantik meski terlelap.


🌿


Di pagi hari Roy yang telah rapih dan telah siap menunggu tuanya di depan seraya mengusap layar ponsel dan tablet yang ia pegang. Ia mengecek satu persatu kerjaan yang akan dijadwalkan dan kerjakan hari ini.


Younga yang telah selesai sarapan ia segera berpamitan dengan anak dan istrinya meski putrinya masih kecil tapi Nafeesa tergolong bayi yang pandai ia akan tersenyum luas ketika sang ayah menghujani ciuman di pipinya. Arina yang mencium punggung tangan suaminya sembari melambaikan tangan ia tersenyum luas dan mengantarkan suaminya berangkat kerja.


Hari ini ia berencana untuk melihat rumah catering dan ke kantor miliknya karena telah lama ia tak berkunjung ke perusahaan miliknya. Meski sudah ada Ririn ia tetap menyambangi perusahaan yang ia dirikan dengan kegigihannya.


Dengan diantar oleh sopir Arina pergi bersama babysister dan putri cantiknya ke perusahaan miliknya.


Tak berapa lama setalah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh Arina sampai di lobby perusahaan. Ririn yang sudah ada sejak tadi menunggu kedatangan Arina ia berdiri di depan lobby sambil di temani Mayang yang datang lebih dulu.


"Nyonya Dhiningrat udah sampe?" seru Mayang.

__ADS_1


"Hehhh, lu ngapain udah di sini aja bukanya elu nyiapin pernikahan malah nangkring di mari!" Arina membalas dengan santai seraya keluar dari dalam mobil.


"Lu tau gw kan Rin."


"Udah ayok masuk kasian baby kecil kepanasan di sini, anak sultan itu." saut Ririn dengan canda khasnya.


Mereka dengan segera memasuki gedung perkantoran yang tak ada perubahan secara banyak itu. Namun dengan demikian Arina tetap merasa rindu dengan bekerja di perusahaan miliknya.


Tak ada yang berubah memang, tapi suasana di perusahaan semakin berbeda karena karyawan yang bekerja semakin banyak pasca bekerja sama dengan seluruh hotel milik Younga.


Arina yang memang telah lama tak melihat manajemen perusahaan sejak ia hamil karena orang kepercayaan Younga dan Ririn telah mengelola itu semua.


"Kangen makanan di sini, mbak Ririn aku mau makan kesukaan ku jangan lupa es kelapa muda ya," seru Arina secara tiba-tiba.


"Siap bu bos, kita pesen makan ya sekalian kita makan bareng." lanjut Ririn.


"Satu bulan lagi, makanya ini gw ke sini mau katering mewah dari sini." sambil me bolak balikan buku pilihan paket katering.


"Uuuuuu, lu kenapa bisa kecantol ama kadal kutub itu si," Arina yang merubah posisi duduknya menghadap ke arah lurus meja kerja milik Ririn, karena Mayang duduk disana.


"Gw demen udah lama tapi takutnya dia gak suka ya gw diem aja kan. Istilahnya cinta dalam diam. Lah ternyata dia juga suka ama gw, ya udah lanjut saja." ungkap Mayang dengan santai sambil melihat dan membolak-balikan halaman buku menu catering.


"Gw inget banget pertama kali ketemu sama Dio, dia bilang ke suami gw Younga kalo lu gak mau kasih ke gw aja dia yang tadi. Sambil masang muka minat ke gw, tapi keburu laki gw ngegass kalo gw istrinya dia langsung diem." Arina menceritakan kembali dan mengigat awal bertemu dengan sahabat suaminya itu.


Hahaha...

__ADS_1


Mayang tertawa dengan lepas, "Gw tau banget itu muka lakilu kek apa, keselnya." dengan sambil melangkah ke arah sofa Mayang duduk di samping Arina. "Masak si Dio ngeliat lu langsung suka, lah gw kira dia nunduk ke elu sama kek dia ama laki lu." Mayang yang melihat Arina dengan heran.


"Lah mana gw tau kalo dia juga suka sembarangan ngomong ama laki gw. Tapi Younga keburu masang muka asem dulu ke dia." pungkas Arina.


Tak berapa lama mereka berbincang makanan yang di pesan oleh Ririn telah datang, mata Arina pun membuka dengan sempurna karena makanan yang ia inginkan telah datang.


"Wah, gw kangen makan ini semua." seraya mengacungkan garpu ke udara. Dengan mata yang tak lepas dari makanan di hadapannya Arina benar-benar ingin melahap semuanya.


"Baek baek pedes itu," Mayang mengingatkan sahabatnya ini.


Arina yang menyantap makanan dengan lahap membuat ia tak sadar jika sedari tadi suaminya menelepon dan mengirim pesan. Sementara putrinya tidur ia mengajak babysitter anaknya ikut makan bersama dengannya awalnya menolak tapi ia akhirnya menyetujui permintaan nyonya mudanya itu.


Acara makan telah usai barulah Arina tersadar jika sedari tadi Younga menelfon dan mengirim pesan. Ia segera membalas pesan dari suaminya itu, Karena ia tak mendengar suara ponsel yang diletakkan di atas meja kerja Ririn.


Hari yang telah sore membuat ia ingin segera pulang tak lupa ia membawa camilan yang ia minta dari Ririn.


"Tante gw pulang dulu ya udah sore," pamit Arina kepada Ririn.


"Ia hati-hati di jalan, oh ya Riin gak liat laporan perusahaan?" tanya Ririn.


"besok aja mbak aku liatnya, dah sore mau pulang mas Younga lagi di perjalanan pulang soalnya." jelas Arina.


"Ya udah hati-hati ya,"


"Pak hati-hati ya di jalan tolong jaga adik saya." pinta Ririn kepada sopir Arina.

__ADS_1


Arina yang perlahan meninggalkan perusahaan sambil melihat ke arah luar jendela kaca mobil sambil melambaikan tangan kearah Ririn.


__ADS_2