
Arina yang sudah lama di perusahaan dan kini giliran dia berpamitan dengan Rike karena ia memiliki janji dengan Mayang. Setelah Arina berpamitan ia mengirim pesan ke Mayang untuk menanyakan bertemu dimana.
📨 May, mau ketemu di mana nanti ini gw mau jalan lagi di kantor?" ~ Arina
Tak berapa lama berselang Arina mengirim pesan kepada Mayang, Mayang pun menjawabnya. Dengan segera Arina membuka pesan dan membaca pesan dari sahabatnya itu.
📨 Gw jemput elu deh ke kantor elu, tunggu ya? Bentar lagi gw sampai. ~ Mayang
📨 OK bosss ditunggu, gw masukin mobil ke parkiran khusus gw dulu. ~ Arina
Setalah mendapat pesan Arina segera memarkirkan mobilnya di bawah basement dan dengan segera ia kembali ke lobby. Tak berapa lama berselang Mayang datang dengan melambaikan tangan yang berhenti tepat di depan lobby dan Arina yang melihat segera bergegas menghampiri Mayang.
"Masuk bu boss,"
"Siappp, bu sesuai aplikasi ya." Arina membalas dengan canda.
Mereka berdua berjalan perlahan dan meninggalkan tempat Arina, di sepanjang perjalanan dua wanita ini saling bertukar pikiran dan berbicara dengan penuh antusias. Hingga Arina lupa memberi tahu suaminya bahwa dia tidak membawa mobil dan berjalan dengan Mayang.
Dengan segera Arina mengambil ponsel di tasnya dan mencari nomor suaminya, setelah itu ia langsung mengirim pesan kepada Younga.
📨"Sore mas, aku ke mall sama Mayang ya, tapi aku gak bawa mobil 😁. Mayang bawa mobil so nanti kamu jemput aku ya suwamikkk ku sayang 😘." ~Arina
Setalah menunggu 3 menit gak di balas oleh suaminya ia memilih meletakkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas dan melanjutkan mengobrol dengan sahabatnya ini.
🌿
Sementara Younga di perusahaan sedang melakukan rapat dan menyusun rencananya untuk mengalahkan sang lawan. Dan memang ada beberapa pekerjaan penting yang harus ia selesaikan dengan segera.
Sedari tadi ia melewatkan jam makan siang hingga kini mau menjelang sore bahkan mungkin sebentar lagi akan pulang.
Tok
Tok
Tok
Suara pintu yang di ketuk oleh seseorang, "Masuk,". Namun Younga masih tetap menatap berkas san sesekali ia menatap ke arah komputer dan laptop hal ini menandakan ia sangat sibuk dengan pekerjaan.
Roy yang masuk langsung menghampiri Tuan mudanya yang tak menoleh kedatangannya. Dengan segera ia meletakkan berkas yang di dalam map tersebut ke atas meja kerja Younga.
__ADS_1
"Tuan ini berkas penyelesaian untuk perusahaan Surojo." sambil menunjuk map kuning di atas meja.
"Kamu letakkan di situ, dan jangan lupa nanti di bawa pulang. Ingat semua berkas penting di bawa pulang ke rumah. Jangan ada ya g tertinggal disini," Younga mengingatkan asisten nya itu.
Tak berselang lama Ririn masuk keruangan Younga tanpa mengetuk pintu dengan decak kesal dan memasang wajah asli yang memerah saat marah.
" Ada apa Rin mengapa kau masuk tanpa ketuk pintu dan kenapa dengan muka kesalmu itu? " Roy yang memberondong pertanyaan ke patner kerjanya ini.
Tadi diluar
Seorang gadis yang mengaku kekasih barunya Younga datang siapa lagi jika bukan Alita, dia memaksa masuk di depan meja resepsionis dan dengan nada sombong ia memaki para petugas di luar sana.
"Ingat aku ini kekasihnya Younga jadi jangan membuat aku kesal, jika aku kesal nanti semua yang membuat aku kesal akan kupastikan kalian di pecat," nada sombong Alita.
Petugas resepsionis yang tak percaya hanya diam, mana mungkin orang perusahaan percaya dia adalah kekasih bosnya. Sementara Younga sendiri saja bersikap dingin terhadap wanita, dan semua orang tau jika bosnya ini hanya mengajak wanitanya kencan semalam saja.
Resepsionis yang kesal dengan ocehan wanita muda ini langsung saja ia menyuruh masuk ke atas. Siapa sangka di meja sekretaris ia bertemu Ririn yang galak dan mana mungkin Ririn mengizinkan begitu saja. Apapun alasannya Ririn pasti tidak akan percaya karna ia tau betul siapa Younga.
"Dasar sekretaris angkuh, berani-beraninya kamu melarang ku bertemu kekasinku," sembur Alita.
"Siapa kekasihnya siapa pun anda saya tidak perduli, dan saya tidak takut. Malah jika saya melanggar peraturan memasukkan orang yang tidak berkepentingan maka saya yang akan di pecat." balas Ririn dengan nada santai.
Tanpa ada permisi dan berwajah kesal Ririn berjalan ke arah ruangan Younga, sambil membuka pintu dengan kasar tapi tuannya tidak menghiraukan kedatangannya.
" Ada apa Rin mengapa kau masuk tanpa ketuk pintu dan kenapa dengan muka kesalmu itu? " Malah Roy yang memberondong pertanyaan ke dia.
"Mending urus deh perempuan Ngeyel, angkuh, sombong dan sok kuasa itu," sambil menunjuk ke arah luar.
Roy yang maksud dengan omongan Ririn langsung keluar, dan menghampiri Alita yang sedang duduk di sofa tunggu depan. Sementara Ririn masih mengomel kesal tanpa arah bahkan dia tak segan mengoceh di hadapan bosnya.
"Untung bukan nyonya di keluarga Dhiningrat klo iya bisa resign muda disini," sambil mengambil gelas air mineral dan meneguknya.
Younga yang mendengar sekretarisnya ini mengoceh hanya diam saja, dia malah teringat ucapan Ririn yang mengucap nyonya segera ia teringat akan istrinya.
Benar adanya ketika ia mengecek ponsel miliknya sebuah pesan singkat dari Arina yang belum terbaca olehnya. Dengan segera ia membuka isi pesan tersebut dan membacanya.
📨"Sore mas, aku ke mall sama Mayang ya, tapi aku gak bawa mobil 😁. Mayang bawa mobil so nanti kamu jemput aku ya suwamikkk ku sayang 😘." ~Arina
Younga yang membaca tak membalas melainkan Ia menelfon kembali sang istrinya.
__ADS_1
"Sayang, maaf aku sibuk baru bisa membaca pesanmu," suara maaf dari Younga.
"Uhhh, gak papa mas. Aku sama Mayang kok,"
"Kamu di mana?"
"Aku di mall gak jauh dari kantor kamu," beritahu Arina.
" Nanti aku jemput ya. Jangan pergi jauh jauh pas mau pulang," Younga yang sedang posesif.
"Iya, enggak kok nanti kabarin aja ya mas," seru Arina.
Setelah ia menutup sambungan telfon ia melirik ke arah jam yang ditagangannya, dan dia ingin berniat pulang namun mengingat di depan ada Alita ia menunggu Roy masuk kembali. Sementara Ririn yang memilih tetap didalam lantaran ia masih kesal Younga diam tak ingin komentar apa-apa.
Di luar ruangan kerja Younga Roy yang menghadapi Alita terus berdebat dan tak ingin terpancibg emosi ini masih tetap santai. Alita yang mungkin telah lelah menghadapi Roy ia memilih mundur karna percuma Roy termasuk orang yang tak takut apa-apa.
Memang Roy tak pernah takut apapun itu karna ia berjanji akan setia kepada tuan mudanya ini. Mengingat jasa tuan mudanya sangat banyak dia pun tak ingin membalas dengan air tuba keabiakan tuanya.
Setelah Alita pergi Roy kembali ke dalam dan melaporkan bahwa Alita telah pergi, Ririn yang bernafas dengan lega ini dia segera keluar dan melanjutkan aktivitasnya. Sementara Younga ingin pulang dan menjemput sang istri yang sedang di mall.
"Roy bilang ke supir pribadi nyonya muda untuk mengambil mobil di kantor nyonya," perintah Younga kepada Roy. Tak membuang waktu lama Roy langsung menghubungi sopir pribadi nyonya mudanya untuk memberi perintah yang di sampaikan oleh tuannya tadi.
Younga yang merapikan berkas dan menutup semua alat elektronik yang menyala. Setelah Roy selesai ia segera menyusun berkas yang ingin di bawa pulang kerumah.
Younga yang lebih dulu turun kebawah Segera dia menuju ke arah meja resepsionis dan memberitahu jika Alita datang ia dilarang masuk sebelum memiliki janji terlebih dahulu. Semua petugas mengangguk paham, dan dengan sigap salah seorang mengintruksikan ke satpam penjaga.
Roy yang sudah turun ini langsung menuju ke mobil yang susah di bawa oleh penjaga untuk di ambil alih oleh Roy.
"Roy kita ke mall terdekat disini,"
" Baik tuan," tanpa bertanya Roy langsung memacu mobilnya ke arah yang dimaksud.
Sementara Arina yang sudah di lobby mall di temani Mayang ini menunggu kedatangan suami. Tak berapa lama menunggu akhirnya datang asisten Roy dan suaminya itu.
Mayang yang kebingungan sahabatnya ini di jemput oleh dua lelaki tampan langsung mencubit sahabatnya.
"Siapa dia," tanya Mayang.
Arina yng menggigit bibirnya, tanpa ia sadari Younga telah mencium pucuk rambutnya dan dia semakin bingung.
__ADS_1