DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Sabar


__ADS_3

Asisten Roy yang tak perduli dengan kemesraan tuannya ia memilih membuka kembali file kerja miliknya dan menatap kembali layar laptop yang ia bawa. Dimanapun dia berada tetaplah pekerjaan nomor satu, dengan jeli ia memberi perintah kepada HRD untuk membuka lowongan pekerjaan bagian sekretaris baru untuk Younga.


Karna Ririn yang akan mengambil posisinya kembali di kantor cabang pusat sekaligus tangan kanan kedua setalah asisten Roy maka Roy memutuskan untuk memberi sekretaris baru bagi bosnya itu.


Dua hari setelah mereka berasa di Resort akhirnya siang ini Arina dan Younga kembali, dan setalah sampai arina yang memandang malas ke arah anak tangga hanya duduk di sofa tengah. Younga yang melihat langsung mengandeng tangan istrinya dan ia mengajak ke kamar utama bawah.


Arina terkejut karena semua barang telah tersusun rapi di lantai bawah bahkan dekorasi kamar yang lebih hidup bernuansa putih di padukan dengan warna abu-abu membuat makin terkesan mewah.


"Bagus gak, klo gak bagus nanti di rubah lagi?" sambil melihat ke arah istrinya yang berkeliling kamar.


Sambil memukul dada suaminya, hingga Younga meringis "Ini kamar lebih luas tapi dia malah pilih yang di atas, yang gak seberapa luas coba." sembur Arina tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya. "ishhh, aku udah capek naik turun baru di pindah. Pasti bu Halimah yang ngomong kalo enggak boro-boro...." omel Arina.


Younga yang mengaruk kepala yang tak gatal hanya menarik nafas. Karna menurut dia Arina sering mengomel hanya setelah hamil. Dokter Eva yang mengatakan ini adalah hal wajar terjadi di ibu-ibu hamil karena hormon.


Sementara di luar sudah ada Dio dan asisten Roy serta bu Halimah dan Mila. Mendengar tuanya terkena semprot istrinya mereka tertawa. Apalagi Dio dengan bahagia dia tertawa keras, sampai Younga menoleh dari ambang pintu kamar.


"Sabar," itulah yang keluar dari mulut Dio. Sedangkan asisten Roy langsung diam dan kembali datar. Bu Halimah ikut tertawa karena baru kali ini tuan mudanya merasa terpojok. Biasanya Younga lah yang lebih galak ketika ada sedikit kesalahan.


"Tuan muda sepertinya, sedikit kalah," ucap Mila.


"Husss." bu Halimah mengeluarkan sedikit suaranya.


"Sumpah ku ingin menertawakan Younga pakai toa masjid," Dio masih tak menyanka jika Younga diam begitu saja ketika di semprot istrinya.


Tak berapa lama Younga keluar dari kamarnya dan langsung menemui Dio. Dio datang karena ingin melaporkan pekerjaan dan tanggungan yang ia pegang selama Younga pergi kemarin. Dengan segera mereka masuk ke ruangan kerja milik Younga, dan membahas laporan yang akan di berikan oleh Dio.


Café The Town


Alita tampak sedang menunggu seseorang di sana, dia duduk di bagian belakang dan sesekali melirik jam tangannya. Tak selang berapa lama datang seorang wanita cantik berperawakan ideal menemui Alita.

__ADS_1


Dengan melambaikan tangan wanita itu dengan segera menghampiri Alita. "Laura," itulah nama yang di sebut Alita.


"Litt, sorry nunggu lama ya?" sapanya.


"Enggak kok, gw lagi izin kerja jadi santai aja." balas Alita.


"Ini beneran mau ada kerjaan buat gw, apa itu?"


" Sekretaris jabatannya di kantor punya Dhiningrat lu mau gak," tawaran Alita.


"Mau banget, gak akan gw tolak,"


"Tapi lu bantuin gw juga mau," Alita mencoba negosiasi.


"Sebutin apa bantuan yang lu pinta," Laura mengiyakan.


Setalah Alita menjelaskan apa yang menjadi permintaan Laura mengiyakan dengan mudah. Karna Laura pun beruntung dua kali lipat, selain pekerjaan dia juga menahlukan suami orang. Begitulah tawa mereka, mengapa Laura menyetujui permintaan Alita karna ia yakin mampu menggoda Younga seperti yng sudah-sudah ia merusak hubungan rumah tangga pejabat kota.


******


Pagi hari yang cerah Younga dan arina keluar kamar sudah dengan pakaian rapi eittt cuma Younga Arina he still wearing a pejamas karena belum mandi.


Setelah mereka selesai sarapan Younga berpamitan dengan istrinya untuk pergi kekantor. Dan seperti biasa Arina mengantar sampai depan pintu menunggu sampai benar-benar suaminya menghilang dari bayangan dan ia kembali ke kamar.


Sekirar setengah jam Younga dan Roy menyusuri jalan kota ia telah sampai di gedung milik Younga. Dan dengan segera petugas yang berada di lobby membuka kan pintu mobil Younga dan Roy dan segara petugas tersebut memindahkan mobil Younga di parkiran khusus.


Dengan langkah dan pandangan mantap Younga berjalan ke dalam semua karyawan memberi hormat dengan sopan. Agenda yang padat membuat mereka segera bergegas dan memulai pekerjaan baru di pagi hari.


Tak berselang lama setalah Younga masuk sekarang giliran Austine yang datang. Yah semua model di bebaskan keluar masuk perusahaan dengan kartu akses bayangan. Austine berinisitif menemui Younga dan dia membawakan sarapan di tangannya dan air barley untuk Younga.

__ADS_1


....... .... Ting pintu terbuka otomatis


"Pak ada tamu untuk bapak," seru Ririn


"Baiklah suruh masuk Rin," Perintah Younga tanpa menoleh kule sumber suara. Setalah di perbolehkn masuk Austine masuk dengan girang dan bahagia.


"Pagi Younga." suara Austine. Younga yang melihat Austin sekilas dan kembali lagi ke tumpukan berkas seraya tak merasa tak perduli "bodoh kenapa gak tanya siapa dulu tadi" batin Younga.


"Ada keperluan apa kau kemari?" masih merasa acuh dan tak mengubris.


"Mau mengantar sarapan untuk kamu," usaha Austine


"Maaf, istri saya sudah memberikan sarapan untuk saya. Jadi jika tidak ada keperluan dipersilahkan anda pergi dari ruangan saya karena saya sibuk dan tak ingin di ganggu." tak sedikit pun Younga melirik ke arah Austine


Dengan hati yang kesal namun masih tatap tersenyum Austine pergi dan dia tambah merasa kesal karena Younga sama sekali tak melihat keberadaan dia. Asisten Roy dan Dio yang masuk setelah kepargian Austine langsung menghampiri Younga dan duduk di sofa.


Dio yang melihat kotak makanan ia segera membuka dan menelan salivanya yang terlihat lezat di balik tutup kotak ndi yang transparan. Mengigat ia belum sarapan pagi, sebenarnya ia ingin langsung menyantap tapi dia meminta izin ke Younga terlebih dahulu.


"Man ini gw makan ya?


" Makan aja bukan punya gw," yang tak perduli.


Dio membuka tutup kotak makanan tersebut dan aroma makan yang khas membuat Younga berhenti melakukan aktifitasnya sejenak dan melihat ke arah Dio. " Tunggu jangan di makan dulu " sehingga menurunkan suapan sendok kemulut Dio.


"Tadi katanya bukan punya elu gimana," protes Dio. Younga yang berjalan ke arah sofa segera ia melihat makanan yang ada kotak tersebut.


"Lah resep masakan istri gw ini mah dasar perempuan, gak bisa masak tapi ngaku bisa masak." Younga hanya mengelengkan kepalanya.


"maksudnya ini dari restoran punya istri lu?"

__ADS_1


"bener banget, gw hafal aroma makannya soalnya gak ada yang ngalahin pokonya." jawab Younga dan melangkah kembali lagi ke arah kursi kerja miliknya.


__ADS_2