
Mayang yang ikut dengan Arina, hingga ia tak repot menelepon sopir pribadinya. Ia sengaja ikut Arina karena Dio lah alasannya, bertemu dengan Dio kini jadi prioritasnya sore ini.
"Lu udah bilang ke Dio May, klo lu ama gw. Nanti ayang lu khawatir lo." goda Arina dengan santai.
"Udah dong masak belum."
"Gak gw sangka lu ama kadal kutup nikahnya May." Arina yang menggoda sambil sibuk melihat ponsel ditangannya.
Mayang yang tak menghiraukan kata-kata Arina malah ia bertanya tentang pernikahan dengan Arina. "Eh iya Rin kan lu udah nikahkan sama udah punya anak, selama lu nikah ada masalah gak si. Kok lu anteng aja gitu kek gak ada masalah?" heran Mayang.
"Siapa bilang gak ada masalah, siapa bilang gak ada rintangan orang taunya gw bahagia terus belum tau dia." terang Arina.
Mengigat kembali awal pernikahan, meskipun Younga menghormatinya sebagai istri tapi di awal pernikahan ia masih kerap berhubungan dengan wanita yang menjadi kekasihnya dulu.
Meski hubungan itu tak lama ia mengigat sekali jika Younga pernah menggunakan uangnya untuk membelanjakan perempuan itu dengan jumlah yang fantastis. Namun Arina hanya diam, ia tak bertanya prihal nota pembayaran tas dan sepatu bermerk yang ada di sisipan map kerja milik suaminya.
Tapi waktu itu ia tak ingin gegabah karena usia pernikahan yang msih tergolong dini bahkan masih itungan hari ia menikah.
Arina yang melamun sejenak, ia terkejut dengan panggilan Mayang. "Ye di tanya malah ngelamun," heran Mayang.
"Eh maaf kenapa May,"
"Gini nih klo kebanyakan makan urap mabok kelapa dia," celetuk Mayang. Dan di ikuti senyum sang babysitter dan sopir.
"Yeee ngeldek lu yakk,"
"Lah ini gw nanya elu malah ngelamun kek patung, elu nikah lumayan lama ada masalah kagak kok anteng aja." Mayang mengulangi pertanyaan dengan lantang.
"Ada lah pasti gak setiap hubungan itu mulus tapi kita ya harus cepet menyelesaikan dengan kepala dingin dan baik." jelas Arina.
"Terus klo suamilu ketauan ada yang chat gimana elu diem atau.....?" Mayang yang tak menyelesaikan perkataannya.
"Klo tau ada yang chat dia gw samperin itu perempuan, beres kan ngapain nangis." ketus Arina.
__ADS_1
"Wah ibu ini sangat galak rupanya, tapi bagus ya kita jadi di cap tegas sama suami. Boleh keknya boleh di tiru ini." dengan antusias Mayang mengigat perkataan sahabatnya ini.
Tak berselang lama meraka telah sampai di depan mansion milik Younga, Arina yang turun lalu di ikuti babysitter yang mengendong baby Nafeesa yang tertidur lelap. Mayang yang ikut turun langsung merentangkan otot badannya.
Younga yang melihat istrinya pulang langsung menyambut dengan penuh senyum luas di wajahnya.
Arina membalas senyuman suaminya dengan luas pula. Baginya masalalu adalah dulu kini dia tau suaminya ada di hatinya maknanya ia tak takut lagi kehilangan ataupun Younga akan pergi.
Mayang yang sibuk bersama Dio membuat pasangan ini lupa akan suasana di sekelilingnya. Mereka tak menghiraukan sekitar nya hanya mereka saja menikmati, tanpa memikirkan orang lain. Arina da Younga hanya tersenyum melihat merka berdua seraya masuk ke dalam mansion.
🌿
Hari ini tepat sebulan waktu yang ditunggu di pernikahan Mayang. Mayang terlihat cantik dengan kebaya putih khas sunda dan hiasan kepala yang elegan. Ia sangat gugup hari ini Mayang sangat tegang bahkan tangannya basah dengan keringat.
Arina tersenyum dengan bahagia karena sahabatnya akan menjadi istri dalam hitungan menit lagi. Ia tahu betul posisi Mayang meski dulu ia menikah dengan sederhana tapi suasana hati yang di rasakan pasti sama.
"Cantiknya sahabat gw, selamat ya May lu bakal jadi istri ya ampun ge gak nyangka aja sampe sekarang lu bakal jadi istrinya kadal gurun," celoteh Arina sembari merapihkan bunga hisan yang ada di pundak Mayang.
Acara puncak pun telah tiba orang tua Mayang dan Dio yang telah duduk di meja akad begitu pula dengan Dio yang teleh duduk dengan mengenakan baju khas pengantin pria yang tampan.
Dio yang terlihat sedikit gugup ia sesekali menarik nafas dalam agar sedikit lega dan relax.
Mayang yang telah siap segera di tuntun oleh ibu dan saudara sepupunya ia sangat cantik dan elegan. Bahkan sang calon mempelai pria pun melihat dengan mata bulat sempurna karena kecantikan dari sang mempelai wanita.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mayang Alfia Hapsari binti Ilham Ahmadi Nasution dengan maskawin tersebut di bayar tunai.
Dengan satu tarikan nafas Dio mengucapkan lafaz dengan lancar dan semua para saksi berteriak sah.
" SAH, SAH, SAH... "
Semua orang tersenyum bahagia terutama keluarga Nasution karena putri tunggalnya telah menikah dan resmi di peristri.
Keluarga ini tak menimbangkan siapa Dio karena mereka tau jika berkaitan dengan keluarga Dhiningrat pasti menjadi orang yang paling didamba oleh setiap orang.
__ADS_1
Mayang dan Dio yang telah resmi menjadi suami istri kini menjadi bahagia mereka berdua, sementara Arina melihat sahabatnya ini tersenyum luas ia ikut tersenyum.
"Selamat ya sahabat gw, cieee udee jadi istri lahh cepet punya anak. Siapa tau anaknya nanti bisa jodoh," celetuk Arina.
"Ya ya. Bisa jadi nanti klo jodoh," mereka tertawa mendengar perkataan Mayang.
"Selamat Man udah jadi suami," ucap Younga.
Setelah mereka selesai Arina dan Younga berpamitan pulang kerena mereka meninggalkan putri kecilnya di rumah.
🌿
Tepat sebulan Mayang dan Dio menikah, saat ini Dio sudah kembali bekerja seperti biasa. Karena Younga memberikan dia waktu cuti 1 bulan lamanya.
"Pagi pak bos," goda Dio ke Younga.
"Pagi, cepet duduk di kursi wakil Direktur kantor pusat. Rike mau ke Milan." dengan lantang Younga berkata.
"Hahhh. Kok gw kan lu ada."
"Tau, gw harus ada yang bantu klo enggak nanti malah berat di gw." jawab Younga.
"Baiklah pak, gw dudukin kursi kosong ono." sambil melangkah keluar ruangan Younga.
Hari ini Younga akan pulang lebih awal karena Arina mengajak Younga untuk pergi liburan. Namun Younga meminta agar bersabar sampai Dio selesai cuti. Dengan adanya Dio di perusahaan ia tak repot untuk mengurus segalanya karena apa yang dipikirkan oleh Dio sama seperti.
Kejam itulah Dio bahkan ia lebih tega dari Younga jika di pikir. Saat ini Younga meletakkan semua berkas di atas meja sang sekretaris dan menyuruhnya untuk menyerahkan ke meja Dio.
Tak menunggu lama ia segera menghampiri sopir yang sudah menunggu dari tadi di lobby.
Arina yang telah menyiapkan segala keperluan untuk berlibur. Kali ini mereka akan pergi ke Eropa, awalnya Younga menolak karena mengingat putri mereka belum terlalu besar namun Younga tetap menuruti permintaan istri kesayangan nya itu.
Setelah semuanya beres mereka segera menaiki mobil menuju ke bandara.
__ADS_1