DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Terima Kasih.


__ADS_3

Hari ini Arina telah di izinkan pulang oleh dokter dan ia sangat merasa senang karena akan pulang. Mengingat di rumah sakit ia merasa bosan karena hanya berbaring dan jalan-jalan di dalam ruangan saja. Younga yang melarang dia keluar bukan bermaksud apa tapi suaminya menghindarkan Arina dari bahaya.


Alita yang berkeliaran membuat Younga was-was karena suatu saat ia bisa saja mencelakai istrinya. Membayangkannya saja Younga sudah enggan apalagi itu terjadi. Sementara itu di mansion para pelayan yang sibuk menyambut nona kecil bergegas menghias pintu dengan balon dan bunga.


Selang tiga puluh menit Younga dan Arina datang di ikuti oleh asisten Roy dan Dio yang ikut membawakan barang dan tas di ikuti oleh sopir yang bertugas malam itu.


Suasana rumah uang ramai membuat Arina merasa senang kembali, mengigat beberapa hari lalu ia selalu mengeluh ingin pulang dan meninggalkan ruang rumah sakit.


"Selamat datang kembali Nyonya di rumah," seru Mila.


"Putri kecil selamat datang," sambut Yana yang di tugaskan untuk menjadi baby sister.


Sementara yang lain ikut senang karna Arina kembali, dan semua menyambut dengan riang. Baby Nafeesa yang tenang dan tidak rewel serta masih tidur nyenyak. Meski suara gemuruh dan berisik karena sambutan merka namun tetap Nafeesa tetap tidur nyenyak di pelukan Arina.


"Sayang kamu mau ke kamar dulu, buat nidurin Princess kecil." Younga menawar istrinya yang masih setia duduk sambil mengendong anaknya.


"Tunggu sebentar lagi ya ayah sayang." sembari tersenyum ke arah suaminya.


Lengkap sudah bahagia keluarga kecil penerus Dhiningrat ini. Dio yang melihat sahabatnya tersenyum luas karena ia tahu Younga yang dulu seperti apa. Kelakuan buruk sahabatnya yang selalu minus di mata orang karena suka bergonta ganti pasangan, kini telah menemukan cahaya terang di dalam hidupnya.


"Tinggal mikirin diri gw sendiri," batin Dio.


Hari demi hari di lewati seminggu berlalu pas a melahirkan kini giliran Younga membuat tasyakuran untuk menyambut Nafeesa. Rumah besar milik Younga kembali ramai karena pesta sambutan untuk pewaris pertama Dhiningrat telah lahir. Banyak di hadiri kolega kerja, karyawan hingga teman Younga dan Arina.

__ADS_1


Dengan penuh bahagia Arina duduk di depan sembari mengendong baby Nafeesa yang terlihat sedang tidur. Sematara Younga sibuk menerima tamu yang hadir dan menyapa mereka satu persatu. Sementara para ibu dan nyonya muda lainnya menghampiri Arina dan memberikan selamat.


"Selamat nona Arina atas kelahiran putri mungil yang cantik." seru istri direktur.


"Terima kasih bu, atas ucapan dan kehadirannya." sapa kembali Arina dengan ramah.


Ucapan yang datang silih berganti tak terasa malam yang semakin larut membuat Arina memutuskan untuk masuk kedalam rumah terlebih dahulu. Younga yang msih setia menemani tamu undangan hingga akhir acara.


Setelah acara selesai Younga ikut masuk dan melihat istrinya yang tengah tertidur pulas karena kelelahan membuat ia melambatkan langkahnya. Ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berganti dengan pakaian tidur lalu beranjak naik ke atas ranjang tidur.


Sambil memandangi wajah istrinya yang tidur pulas dan menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya ia tersenyum luas. "Terima kasih sudah hadir di kehidupan ku," lirihnya. Sambil memeluk tubuh Arina ia ikut tidur karena kantuk dan lelah menjadi satu.


🌿


"Hati-hati ya mas." sembari mencium punggung tangan suaminya.


Younga yang tersenyum lalu ia masuk kedalam mobil untuk berangkat ke kantor. Hari ini ia berangkat lebih awal dan ingin menyelesaikan semua masalah kantor yang berhubungan dengan Surojo.


Perjalan menuju kantor pun telah usai kini ia telah sampai di perusahaan dan seperti biasa ia di sambut oleh pegawai dan staf yang ingin melaporkan kegiatan kerja hari ini. Dio yang sudah siap dengan laporannya ia segera menghampiri ke ruangan Younga karena ia tak ingin bwrlarut dalam menyelesaikan masalah Surojo.


"Gaa, Banyu udah ketemu. Dia ada di desa kecil dan katanya kakinya luka akibat tak sengaja terperosok ke lereng, terus tindakan kita?" jelas Dio.


"Kirim orang ke sana diam-diam dan jemput dia. Kita negosiasi kesalahan dia. Alita gimana perempuan itu pandai lo nyusup?" perintah dan tanya Younga.

__ADS_1


"Alita ada dan sembunyi apalagi dia takut ama elu."


"Sama temukan dan bawa kehadapan gw juga." sambil memainkan pulpen di jarinya.


Dengan sigap pula Dio menghubungi bawahannya dan memerintahkan apa yang di minta Younga.


Tidak berselang lama informasi yang di minta pun datang Dio dan Younga yang antusias langsung tersenyum luas. Karena bagi Younga anak-anak Surojo tak ada hak untuk ikut campur dalam masalah ini.


🌿


Sore hari tiba dan rombongan yang membawa Banyu telah datang ia langsung menuju ke gudang bekas yang jauh dari keramaian. Di sana Alita yang sudah lebih dulu di bawa langsung menoleh saat pintu gudang terbuka.


"Younga, bedebah kau. Apa yng kau inginkan?" teriak Banyu sambil merintih dan terseok.


"Meluruskan apa yang harus ku beritahu kepada kalian berdua." sambil tersenyum sinis ke arah keduanya.


"Apa maksud mu?"


"Surojo 27 tahun silam merencakan hal busuk ke pada kedua orang tuaku sampai ia merenggut nyawa keduanya. Aku yang menyaksikan dengan kedua bola mataku sendiri. 23 tiga tahun lalu juga ia berusaha mengambil alih perusahaan milik keluarga Dhiningrat namun gagal ia salah sasaran. 1 tahun lalu ia berencana menjodohkan ku dengan wanita di sampingan mu. Sayang nenek ku lebih dulu menjodohkan ku dengan wanita yang sangat aku cintai saat ini." Younga yang berbicara sambil duduk manis di bangku kayu.


" Aaa, aku lupa jika Surojo ku miskin kan karena aku mengambil hal orang-orang yang sudah ia ambil dan kuras kekayaannya dengan berdalih kerja sama lalu bangkrut. Sadar lah kalian orang tua yang kau anggap hebat itu banyak kebusukannya. Banyu kau memilih ku untuk menjadi musuhmu di dunia bisnis itu salah besar nak, aku orang yang sudah bertahan-tahun di dunia bisnis tidak akan tertipu oleh muslihat kampungan mu itu." sambil berjalan mengelilingi kedua anak Surojo.


Alita yang merasa tak percaya ia berteriak dan tertawa "Omong kosong apa yang sedang kau ucapkan Younga?" teriak Alita kuat.

__ADS_1


"Tidak ada omong kosong nona, aku punya bukti dan semua bukti ada di tangan ku. Jika semua bukti ku serahkan maka ayah mu akan merasakan hukuman mati." sambil tersenyum sinis kearah Alita.


__ADS_2