DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Dia itu suamiku


__ADS_3

"Gak bisa tidur," gerutu Arina. Dia menoleh ke arah Younga namun Younga tertidur pulas, Arina hanya berputar putar, mencoba mengambil ponsel dan memainkan tapi tak ada yang menarik. Beranjak menuju pintu samping yang menembus ke kolam renang, dan duduk dengan dinginnya angin malam.


Setelah sepuluh menit ia kembali masuk dan kembali merebahkan diri si kasur. Berusaha ingin memejamkan mata tapi tak bisa, ponsel milik Younga berbunyi nada pesan masuk.


📨 "Younga sayang, Aku kangen kamu. Udah lama kita gak ketemu sayang," ~ Alena.


📨 "Besok aku tunggu ya di Italians Café, jam 4 ini jam kamu suka ngopi" ~ Alena.


"Siapa bilang dia suka ngopi. Buaya kok di kadalain cuma bercanda itu dulu sama kamu dasar ular" umpat Arina dalam hati.


Arina yang membaca pesan dari Wanita bernama Alena sambil mengumpat di dalam hati, langsung membalakan matanya. Seketika ia menghapus pesan tersebut dan kembali mencoba memejamkan matanya. "Maaf sayang bukannya aku mau kurang ajar, tapi aku gak mau cemburu." sambil menghapus pesan.


Pagi cerah, arina yang sudah bangun dan duduk di sofa kamarnya sambil memandangi ke arah depan jendela. Younga yang terbangun langsung ikut mendudukan sambil memeluk istrinya dan mengelus perut istrinya yang mulai menonjol.


Younga yang tak bosan-bosnya mencium wajah, kening, dan pucuk kepala istrinya. Rasanya malas sekali Younga pergi ke kantor karna ia lebih ingin menghabiskan waktu bersama dengan istrinya. Arina yang mengingat pesan dari seorang wanita ia ber inisiatif bertanya kepada Younga.


"Mas, aku mau tanya," sambil membalikkan tubuhnya menghadap Younga.


"Mau tanya apa sayang," sambil mengecup bibir istrinya.


"Mas, klo ada perempuan lain dateng dia lebih cantik kamu mau apain dia," sambil menundukkan kepadanya.


Pertanyaan yang menjijikan menurut Young, namun ia tak ingin meluap, dan menjawab tetap menggunakan kepala dingin.


"Petanyaan apa ini? pagi-pagi Sayang jangan menanyakan hal konyol begini, ingat dulu pertama kali kita membicarakan perjodohan jangan ada kata perpisahan atau perceraian. Jika ada wanita lain yang menggoda aku akan menghindari sekuatnya. Tapi saat sampai kita tua nanti bahkan maut aku bersumpah tidak akan pernah tergoda dengan wanita. Sekalipun masa lalu ku datang itu bukan saat ini. Saat ini kamu yang aku punya kamu yang ku prioritaskan." sambil memeluk Arina dan mengelus kembali perut istrinya.


Arina yang mendengarkan perkataan suaminya ia kembali terbenam dalam pelukan Younga. " Aku akan menemui Alina sendiri nanti, " batin Arina.

__ADS_1


Cukup lama menghabiskan waktu pagi, sedangkan Younga yang telah pergi ke kantor dan Arina yang kini memiliki rencana akan bertemu dengan Alena sendiri tanpa memberitahu Younga. Dan ia akan mengatakan jika nanti Younga telah pulang, bertemu Alena di sebuah cafe.


Arinya yang telah rapi dengan dress yang menutupi lutut berwarna peach ini semakin cantik di paduan dengan tas hitam brand Eropa, disertai flat shoes. Melihat Arina yang telah rapi terkesan menambah kecantikannya membuat Mila terheran sembari menengok jam dinding yang menunjukkan pukul 3 sore.


"Wahh, nona mau kemana?" Mila bertanya sambil menyusun bunga Lili putih.


"Mau beli sesuatu di mall," jawab singkat Arina sambil mengenakan jam tangan, dan berjalan ke arah pintu utama.


Pak Hans yang sudah siap di depan segera membukan pintu ketika nona mudanya keluar dari rumah. Setalah Arina duduk dengan baik dia langsung mengendarai mobilnya ke alamat yang di minta Arina.


Italian's café


Sambil menatap wajahnya di cermin melihat kembali riasannya "Apa aku sudah cantik," sambil menatap ulang wajahnya.


Arina yang telah sampai ia berjalan dengan elegan siapa yang melihat pasti terpana dengan kecantikan Arina. Dia melihat kiri kanan dan orang yang di maksud telah ia temukan. "Aaaaah itu dia" sambil berjalan arah wanita seksi di bangku belakang. Arina mengenali wajah Alita karna foto yang di lihat di profil chat.


"Sudah lama menunggu," Arina menyapa sambil mengulurkan tangan.


"kamu yang kirim pesan semalam kan," Arina yang masih santai.


Makin bingung dan mencoba mengingat, "mungkin mbak salah orang?" mencoba meyakinkan wanita di hadapannya.


Seraya duduk dan menarik nafas panjang Arina menatap wanita bertubuh model ini. "Emmm sepertinya gak salah kok kalo gak salah kata-katanya yang sedikit saya ingat, Younga sayang, Aku kangen kamu. Udah lama kita gak ketemu sayang" terdiam dan masih memandangi Alena.


"Hehh. Kamu siapanya Younga kenapa kamu tau aku mengirimkan pesan untuk dia?" cerocos Alena.


"Jelas tau karna saya ada hubungan dengan Younga."

__ADS_1


"Jangan coba-coba membuat ku murka," sambil memandangi wajah Arina.


"Lah seharusnya yang murka itu saya. Karna, Dia itu suamiku." mengucap dengan lantang.


Alena yang tak percaya malah tertawa, "mana mungkin, jangan bercanda kamu," sambil menutup mulutnya.


Sambil menunjukan sebuah foto pernikan, dan foto buku nikah. Melihat benar adanya Alena merasa gerah niatnya ingin kembali dengan Younga karena karirnya menurun dan ingin meminta pamor kembali tapi kenyataan berkata lain.


Arina yang berniat berdiri ini namun di tahan oleh Alena karena ingin menceritakan masalalu Younga. "Kamu tidak mau mendengar masa lalu saya dan Younga." ucap Alena.


Seraya berhenti dan membalikkan badannya, "Aaa, masalalu mas Younga. Eeemm sepertinya itu dulu bukan sekarang, tapi sekarang sama saya dia berarti masa depan saya sepenuhnya. So saya tidak mau mendengar apapun." seraya meninggalkan Alena. Pupus sudah segala usaha dan Alena tak berani membuktikan apa-apa lagi.


Arina yang selesai dan ingin pergi dari cafe langsung memanggil pak Hans, "pak kita ke mall deket kantor mas Younga ya," sambil memakai sabuk pengaman. Cukup lama ia mengelilingi mall dan hanya berbelanja sedikit dan tak banyak, barang yang ia beli hanyalah untuk alasan saja.


Younga kantor.


Pukul sudah menunjukan angka 5 tapi younga masih sibuk dengan pekerjaan yang di hadapannya. Sampai tak sadar jika pintu ruangannya terbuka dan sekretarisnya telah di dalam dan sedari tadi memperhatikan dia.


Sampai suara ponsel miliknya berbunyi nada pesan baru ia tersadarkan dan sontak Laura pun ikut tersadar dari lamunannya. Laura yang masuk hanya ingin memberikan berkas akhir langsung menuju ke meja milik Younga.


"Pak berkas laporan hari ini san penutupan hari ini pak," ujar Laura sambil meletakkan berkas di atas meja.


Younga yang sibuk dengan ponsel hanya melirik dan kembali lagi ke layar ponsel miliknya.


📨 "Mas aku abis dari mall deket kantor kamu, kamu mau bareng gak pulangnya aku jemput 😊," ~ Arina


Younga yang membaca pesan dari istrinya langsung beranjak dan sebelumnya ia memanggil Roy untuk merapikan berkas dan membawanya pulang. Dengan segera juga ia membalas pesan istrinya tersebut.

__ADS_1


📨" Iya sayang, aku pulang sama kamu aku tunggu di lobby bawah ya sayang." ~ Younga


Younga yang pergi bergegas melewati sang sekretaris tak begitu saja hanya membuat Laura memasang wajah masam karena menurutnya Younga bagaikan lelaki yang acuh dengan semua wanita saat ini.


__ADS_2