DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Alita dan Banyu.


__ADS_3

Sambil memyeruput Americano coffee, Banyu mulai menceritakan siapa dia dan sudah tau Alita sejak kapan. Alita yang masih memasang kuping ini tanda siap mendengarkan cerita dari lelaki di hadapannya ini.


"Saya kakak kandung beda ibu," ucapnya.


"Apa!!! Mana mungkin papa punya anak selain aku," Alita terkejut sekaligus heran.


"Lihat ini." mengeluarkan secarik kertas dan memberikan kepada Alita.


Alita yang menerima langsung membaca dengan cermat isi tulisan di kertas tersebut terkejut bukan lagi jika memang mereka adalah kandung. "Kenapa bisa begini? Papa gak pernah cerita punya anak lain atau istri lain?" guman Alita.


Banyu mulai bercerita, dengan seksama Alita mendengar cerita dari Banyu semua yang jadi jelas tak lupa Banyu juga menyampaikan maksudnya dia selain menemukan Alita dia juga ingin bermaksud membalas dendam kepada Younga. Tentang apa yang telah di lakukan kepada Surojo, mendengar itu Alita tampak lebih bahagia karena jika ada kekuatan besar pasti dia akan menang melawan Younga.


"Papa sudah tau? Klo kak Banyu mau balas dendam ke Younga?"


"Belum, sebaiknya jangan di bahas di hadapan papa. Karena aku yakin dia kan melarang, sementara kau ikut tinggal dengan ku. Dan papa akan ada yang menjenguknya nanti." seru Banyu.


"Aku tinggal sama kakak. Tapi ___,"


"Tidak masalah tidak ada yang melarang mu,"


"Baik lah kak aku akan ikut denganmu," Alita yang menyetujui permintaan kakaknya langsung merasakan senang. Seolah tak ingin membuang kesempatan ia segera menyetujui. Sama halnya dengan si Banyu ia akan bahagia jika bisa membuat Younga memohon kepadanya nanti.


......................


Keesokan harinya, Arina sibuk dengan segala keperluan yang ingin di bawa ke Milan meski hanya satu minggu tapi ia tak ingin melupakan sebiji barang pun. Dengan di bantu oleh Mila ia merapikan barang dan memasukannya nke dalam koper.


"Mila apa barang yang ingin aku bawa semuanya sudah lengkap?" tanya Arina dan sambil sibuk mengecek ulang.


"Sudah nona, semua sudah siap dan tinggal koper yang ini." menunjukan koper bermerek LV kosong.


"Baiklah, yang ini mau ku masukan mantel,"

__ADS_1


"Siap nona, __,"


Akhirnya semua barang sudah di masukan ke dalam koper dan persiapan sudah rapi. Tinggal menunggu Younga pulang dari kantor dan langsung berangkat. Arina yang merasakan sedikit letih ia merebahkan tumbuhnya diatas ranjang, sementara Mila berpamitan melanjutkan pekerjaannya.


Kantor Younga.


"Roy, semua udah di siapkan kan buat pergi ke Milan?" bertanya ke asisten pribadinya.


Roy yang sedang merapikan dan mengecek ulang berkas dia seketika menoleh. "Sudah tuan, semuanya sudah di persiapkan." jawab Roy


"Kerja bagus Roy,"


"Semua sudah diatur Tuan. Bahkan uang di Milan pun sudah di atur." Roy memberitahu kepada Younga.


"Ohya Roy, tolong periksa perusahaan ini." Dengan menunjukan kertas yang berisi pengajuan kontrak kerja sama.


Dengan sigap Roy melanjutkan pekerjaan dia. Dan memeriksa detail perusahaan yang ingin mengajak kerja sama dengan seksama dan teliti.


Younga yang juga memeriksa berkas yang menurutnya janggal maka ia tak sembarangan mengambil keputusan. Ia mengamati nama yang asing bahkan nama yang sangat baru baginya untuk di mengajak kerja sama. Roy yang masih berkutat untuk menghubungi tim khusus yang biasa mencari informasi failed langsung di perintahkan bergerak mencari tau.


Pintu ruangan kerja milik Younga terbuka dan Laura masuk dengan membawakan baki berisi dua cangkir kopi segera ia meletakkan semuanya dia meja sofa dan meja kerja Younga. Seperti biasa Younga akan acuh dan tanpa menoleh hanya Roy lah yang bereaksi.


"Terima kasih Laura," hanya itu yang keluar dari mulut Roy.


Laura yang paham sikap Younga dia hanya keluar ruangan dan tak berkata apa-apa lagi. Bagi Laura tak ada harapan yang terselip di hatinya lagi untuk mengejar Younga karena prihal dia yang selalu dingin dengan wanita saat ini.


"Banyu Sandiaga, ______,"


"Bagai mana informasi calon kerja sama?" tanya Younga kepada Roy yang msih terdiam membaca email masuk.


"Sudah ku duga tuan ada kaitannya dengan Surojo."

__ADS_1


"Siapa dia," Younga yang di selimut rasa penasaran, seraya beranjak dari kursi dan menghampiri Roy.


"Dia adalah putra pertama Surojo dengan istri pertama yang di ceraikan atas kesepakatan, dan telah lama ia tinggal di Malaysia. Dia memiliki perusahaan berupa pusat perbelanjaan dan pavilion." ucap Roy.


"Sudah kubilang, dia ini mencurigakan sekali. Baiklah kita akan bermain sedikit Roy dengan orang yang ingin menggali kuburan di hadapan ku saat ini." Younga yang mengiyakan dan berencana mengikuti kemauan calon kliennya satu ini.


Ya tujuan Banyu hanya satu balas dendam kepada Younga untuk sang ayah. Tanpa tau apa yang sudah di perbuat oleh Surojo dan Younga akan membeli apa pun yang di tawarkan untuknya.


"Suruh dia besok datang seminggu setelah kita pulang dari Milan, suruh dia melengkapi dokumen dan kita kerjakan sama-sama." perintah Younga kepada Roy. "Jangan lupa panggil Dio kemari," ucapnya.


" Baik tuan." dengan segera Roy memenuhi perintah tuanya.


Tak selang berapa lama Dio datang dengan Ririn secara bersamaan dan langsung saja mereka berdiskusi dengan cermat.


"Bagimana bagaimana apa ada yang ingin di kerjakan lagi, sepertinya sedang ada project besar." Dio yang mengawali pembicaraan.


"Tidak besar hanya setik kuman yang ingin mengajak main," ucap Younga santai.


"Baik lah bos jika dia ingin bermain maka kita siapkan permainan terbaik untuk memanjakan dia terlebih dahulu." Ririn ikut membumbui.


Semua orang yang ada di ruangan ini membaca profil perusahaan dan kinerja yang di katakan. Mata mereka saling bertatapan satu sama lain, menandakan ia kan membuat kesepakatan yang tak berujung untung.


"Kalian pikirkan dulu mana yang terbaik untuk memanjakan dia, aku akan menelfon istri tercinta ku dahulu." Younga yang beranjak dari sofa menuju ke kursi kerja miliknya.


"Huuuu, ____,"seru ketiga orang di hadapan dia.


Ia memcet tombol khusus untuk langsung terhubung ke nomor istrinya langsung menunggu suara istrinya.


" Iya halo sayang, kamu bangun tidur ya? " Younga menyapa istrinya di balik telfon.


" Iya mas aku ngantuk banget, " suara khas bangun tidur Arina di balik telpon terdengar jelas.

__ADS_1


Younga yang berbicara di telfon dengan istrinya membuat dua orang jomblo di hadapannya merasa terganggu." Rasanya ingin membentak jika bukan bos, " batin Roy.


Dengan kesal pula Dio mengerutu dengan sikap Younga yang manis dengan istrinya. Dia hanya mendengar dan membayangkan suatu hari nanti tapi entah kapan. Hanya tuhan uang memiliki jawaban atas penderitaan jomblo untuk Dio.


__ADS_2