
Dengan penuh manja Arina menghampiri dan memeluk Younga yang sedang sibuk mengerjan berbagai berkas di hadapannya. Arina yang duduk si paha suaminya sembari memejamkan mata membuat Younga merasa gemas melihat kelakuan istrinya yang manja.
"Kok tadi gak bangunin aku mas,"
"Kamu tidurnya pulas, pasti capek ya? Besok jangan jalan lagi ya nanti kamu capek. Yuk kita keluar makan malam, nanti tidur lagi ya sayang." sambil menyibakkan rambut istrinya yang menutupi pipinya.
Arina turun dari pangkuan Younga dan berjalan ikut mengekori suaminya, beranjak keluar ruangan kerja. Kedua orang ini langsung menuju ke arah ruang makan, para pelayan yang telah siap menyiapkan hidangan makan malam. Dan mempersilahkan mereka berdua makan, dengan telaten sesekali Younga meletakkan sayur di piring Arina karena dia tau Arina lebih suka makan sayur ketimbang nasi. Setelah makan malam Arina yang meminta buah kepada Mila langsung mendaratkan tubuhnya di sofa ruang keluarga sembari menonton tv.
Younga yang memilih melanjutkan pekerjaan miliknya dia menuju ke ruang kerja. Mengingat dia yang jarang pergi ke kantor karena memilih bekerja dari rumah dan menemani sang istri. Arina lah faktor utama ia enggan meninggalkan rumah, dengan adanya dia maka Arina akan jauh terkontrol. Meskipun usia kandungan sudah terbilang kuat tapi Arina masih butuh pengawasan sampai melahirkan.
...----------------...
Di sebuah rumah gubuk tua di pedesaan yang jauh dari keramaian, Banyu menunggu seseorang kepercayaan dia. Dia menunggu informasi tentang keamanan di kota, Banyu yang sedang menghindari kejeran polisi karena menyangkut laporan penipuan dan pengelapan uang terhadap kliennya. Dia tau bahwa kasus ini terungkap karena ulah Younga jadi semua aset nya saat ini sedang di tangan pengadilan untuk di periksa.
"Sialan, Younga liat saja nanti akan ku balas kau. Akan ku jadikan kau menangis karena telah menghancurkan aku dan Ayahku." sambil membanting gelas air minum di tangannya.
Kemarin
Setelah di nyatakan putus kontrak kerja dengan Younga ia mendapati semua akun banknya membeku Karena pihak bank membekukan semua jenis transaksi dan uang yang ada di tabungan milik Banyu.
Ia mendapat laporan bahwa uang yang ia dapat hasil dari penipuan dan pengelapan uang klien. Dan tak itu saja semua jenis bisnis yang di jalani sudah di tinggalkan oleh investor dan semua perusahaan kerja sama telah mundur.
Di pihak lain Younga yang mengetahui kebusukan perusahaan Banyu tak ingin ambil lengah karena menurutnya ia bisa menjatuhkan Banyu dengan mudah. Dengan membuka semua kasus lama maka semua akan berakhir.
__ADS_1
Banyu yang tak henti-hentinya berjalan mondar-mandir sambil melihat ke celah lubang kecil ia masih saja menunggu orang. "Mana lama sekali dia," batin Banyu.
Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari arah samping. "Tuan ini saya Rendy," sambil menunggu Banyu membukakan pintu.
Banyu yang mendengar kata dan sebutan nama Rendy langsung memastikan sekali lagi dengan mengintip dari celah lubang kecil. Setelahelihat dan pasti ia segera membuka pintu seraya menoleh kiri kanan memastikan Rendy tak ada yang menguntit.
"Masuk,"
"Tuan, sulit untuk tuan kembali ke kota. Karena semua penjagaan di lakukan secara ketat." ujar Rendy.
"Pikirkan cara agar aku bisa keluar. Itu tugas mu saat ini, saya tak ingin berlama-lama disini." bentak Banyu.
"Baik tuan, akan saya pikirkan dan sementara tuan disini terlebih dahulu." Rendy yang berusaha meyakinkan majikannya.
"Baik tuan. Nona Alita telah di kirim ke Eropa di tidak mungkin bisa kembali jika tuan tak mengambil atau menjemput dia." seraya melangkahkan kaki ke depan pintu. "Maaf tuan saya permisi. Dan juga saya membawakan persediaan makanan untukk tuan." Rendy yang membuka pintu dan melangkah keluar, seraya menutup pintu ia menoleh kiri kanan sekitar untuk memastikan tuannya aman.
Hari telah berganti satu minggu sudah semenjak dari kejadian ia melarikan diri Banyu hanya duduk di gubuk tua. Sementara asistennya tak lagi pernah datang semenjak kedatangannya menjenguk dia seminggu yang lalu. Dia yang frustrasi langsung melangkah kan kaki keluar dengan mengantikan bajunya dengan pakaian tertutup di lengkapi dengan topi dan masker jadi tak seorang pun mengenali dia.
Banyu yang berlari ke arah jalan besar untuk mencari bus ke arah kota, dia dengan sigap menaiki bus yang telah berhenti. Dengan pandangan was was dia duduk di bangku tengah bus, dengan melihat kiri dan kanan karena polisi lah yang di takut dia saat ini.
Setalah menempuh perjalanan 4 jam lamanya ia sampai di terminal kota, Banyu yang memilih menaiki transportasi umum demi menghindari polisi. Dengan hati-hati dia berpindah dari angkot ke angkot sampai tiba di sebuah apartemen kecil dengen segera ia memasuki apartemen dengan melihat ke kiri kanan supaya tak seorang pun melihatnya masuk.
Setelah Ia menutup pintu segera ia melemparkan tubuhnya ke atas kasur karena rasa lelah Banyu tertidur. Ke esokn paginya ia terbangun dengan meregangkan otot dengan masih terbaring ia berfikir untuk melawan Younga.
__ADS_1
Di pagi yang sama Younga yang telah bangun namun enggan untuk beranjak dari kasur hanya bisa mengamati wajah istrinya yang sedang tidur. Arina tertidur dengan pulas bahkan perut besarnya sudah terlihat di balik baju tidur berbahan silk halus. Dengan lembut Younga mengelus perut istrinya bahkan ia dengan senang menciumi perut istrinya.
"Sayang bangun yukk. Jalan-jalan pagi biar tambah sehat."
"Hemmm"
"Ayok, cepet," sambil menarik tangan istrinya dengan hati-hati.
Arina yang mengikuti langkah suaminya berjalan dengan malas sambil sedikit memejamkan mata. Younga yang berjalan langkah kecil langsung memeluk istrinya.
"Mas, masih pagi ihh," Arina meloloskan diri dari pelukan suaminya.
"Jangan lari sayang, nanti kamu jatuh." Younga langsung melangkah ke arah istrinya.
Mereka berdua berjalan di taman belakang sambil menikmati angin pagi dan panas mentari pagi. Dengan santai mereka berdua berjalan beriringan dan sambil meregangkan otot, bahkan Arina yang telah merasa lelah langsung mengeluarkan manjanya terhadap suaminya.
Arina yang merapikan baju suaminya sekaligus memasang dasi di leher suaminya. Sementara Younga yang berdiri sambil memeluk pinggang Arina, sebenarnya berat baginya untuk pergi ke perusahaan jika tidak ada hal penting yang harus di tangani.
"Ingat kamu jangan pergi kalo gak sama aku, inget" sambil menyibakakan rambut Arina "inget jangan pergi kemana-mana." pesan Younga kembali.
"Yuk turun sayang, kita sarapan." ajak Arina.
"Hemmm,"
__ADS_1
Setalah mereka turun dan menikmati sarapan Younga pergi ke kantor dengan diantar oleh sopir pribadinya. Setelah Younga pergi terlihat seseorang sedang mengintai dia dari jauh. Bahkan dia melihat sekeliling pagar rumah Younga dan mengintai semua penjuru di sekitarnya.