
Younga yang mendengar perkataan istrinya langsung sumringah dan mencium bibir istrinya dengan singkat dan pergi ke kamar mandi. Arina yang melihat kelakuan suaminya hanya bisa tersenyum dan mengelengkan kepala saja.
Arina yang telah menyiapkan keperluan suaminya ia langsung turun kebawa untuk ikut menyiapkan sarapan pagi. Meskipun pelayanan tak mengizinkan karna Younga melarang Arina berada di dapur untuk memasak atau sekedar membantu.
Younga yang telah terlihat rapi dengan setelan jas berwarna navy di padukan dengan kemeja warna putih dan dasi yang berwarna senada dengan jas membuat siapa saja yang melihat pasti akan kagum dengan ketampanan pria beristri ini.
"Mas, sarapan dulu kamu mau minum jus gak," Arina yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Younga yang datang langsung memeluk dari belakang ini tanpa memperdulikan pelayan yang menonton "Kan di bilang jangan masak kamu ngeyel sayang," sambil mencium tengkuk leher Arina. Para pelayan yang melihat hanya menganggap tidak ada yang dilihat sementara asisten Roy yang muncul dari balik pintu tengah hanya membuang pandangannya kesembarang arah supaya ia tak melihat dengan jelas.
Younga yang telah duduk dimeja makan ini, langsung memanggil asistennya untuk ikut serta sarapan pagi dan di segera Roy menuruti perkataan tuan mudanya. Sebenarnya ia akan menjadi obat nyamuk ketika melihat tuan dan nona mudanya sedang bersama tapi mau di apakan lagi mau tidak mu ia harus menuruti permintaan Younga.
Setelah mereka selesai Younga yang berangkat ke kantor terlebih dahulu dengan Arina sementara Roy ia menyiapkan berkas yang akan di bahas dan di kerjaan. Arina hari ini ada pertemuan dengan kolega dan rapat yang di adakan oleh Rike sekaligus membahas kerja sama menu untuk salah satu hotel bintang lima.
Mobil yang di kendarai Younga melaju dengan kecepatan sedang ini mengarah ke perusahaan milik Arina di sepanjang perjalanan Arina yang sibuk membaca berkas yang di kirim melalui email oleh Rike untuk bahan rapat. Di sepanjang perjalanan Younga yang menyetir sembari mengegengam tangan istrinya sesekali ia mencium punggung istrinya Dengan segenap rasa sayang Younga.
"Sayang nanti kamu makan siang sama aku ya," pinta Younga.
"Baiklah, nanti kita makan siang bareng. Mau makan siang di mana mas?" tanya Arina sambil membelai wajah suaminya.
"DI kantor kamu, aku kangen makan catering masakan restaurant kamu,"
__ADS_1
"Gitu kalo aku mau masak kamu bawel banget, gak boleh masak," gerutu Arina.
"Gak boleh kan ada pelayan kenapa kamu harus ikut repot,"
"Aku kan hobby masak mas, ihsssss aku mau masak aja kok gak yang lain," pinta Arina dengan nanda manja maut ala Arina.
"Yang begini nih, jurus kamu buat ngalahin aku," sambil mengapit wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya.
Tak terasa mobil milik Younga telah berhenti di gedung arin's group dengan segera ia turun dan berpamitan dengan suaminya mencium punggung tangan dan mencium pipi Younga. Arina memang sudah tak sungkan lagi melontarkan kata manja, mencium wajah, kening, pipi bahkan bibir suaminya begitu pun sebaliknya.
Younga yang masih setia melihat istrinya yang masuk ke lobby sampai benar-benar istrinya menghilang dari pandangan matanya. Setalah dikira istrinya masuk ia segera melanjutkan perjalanannya ke arah perusahaan dan masih dengan kecepatan sedang ia berjalan dengan keramaian pusat kota. Tak butuh waktu lama ia telah sampai di perusahaan kini mobil miliknya telah berhenti di depan perusahaan miliknya, setalah ia keluar salah seorang petugas keamanan dengan sigap mengambil alih kemudi untuk memarkirkan mobil bosnya ini.
🌿
Kini Alita sedang menuruni anak tangga sambil bersenandung bahagia, Surojo yang melihat putrinya berpenampilan bak selebriti ini hanya menoleh dan tak heran dengan penampilan putri semata wayangnya.
"Morning Daddy," sambil mendudukan tubuhnya di kursi meja makan.
"Mengapa kau berdandan seperti itu?" tanya Surojo kepada putrinya.
__ADS_1
"Supaya Younga tertarik kepada ku, aku ingin membantu daddy supaya iya menjadi menantumu nanti kan daddy lebih mudah dibantu olehnya." cerocos Alita.
Surojo yang mendengar hal konyol dan mustahil bagi putrinya itu hanya bisa melirik, karna Surojo yakin tak akan pernah mendapatkan hati Younga. Sebab hal yang dianggap putri semata wayangnya ini serius itu akan dianggap remeh oleh Younga. Meskipun Alita memiliki kompetitif juga namun menurutnya Younga tidak akan pernah melirik bahkan menyukai Alita.
Setalah sarapan selesai Alita segera meraih tas serta blazer yang ada di kursi dan kunci mobil. Dengan segera mungkin ia menghidupkan mesin mobil dan mengendarai mobil dengan santai ke arah lain tampat. Bukan kantor Younga yang ia tuju terlebih dahulu melainkan ke sebuah pusat perbelanjaan dan mengarah ke sebuah restoran terkenal di sebuah mall tersebut.
Alita sengaja berangkat lebih pagi agar ia bisa meminta koki memaksakan menu yang ia akan pilih untuk makan siang bersama Younga. Sebenarnya restaurant ini milik Arina tapi tak semua orang tau karna yang di tau ini milik arin's group.
Seorang koki datang dan menghampiri Alita dengan ramah ia menyambut Alita. Koki ini berbincang tentang menu makanan yang akan ia masak untuk Alita dan semua yang Alita pesan pun di setujui.
🌿
Waktu yang menunjukan sebentar lagi jam makan siang Younga segera turun ke bawah sebelumnya ia berpamitan dengan sekretarisnya. Dengan segera ia memencet tombol lift pribadi miliknya, tak butuh waktu lama ia telah sampai ke lobby bawah dengan segera ia berlari ke arah mobil yang sudah disediakan oleh petugas keamanan.
Dengan sigap ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan tak di pungkiri jalanan siang ini sedikit agak macet karna memang jam istirahat. Sehingga ia harus segera bersabar jika sedang terjebak sedikit kemacetan.
Tak terasa waktu telah memakan perjalanannya 45 menit dia berharap Arina masih menunggu makan siangnya. Tak berapa lama ia telah sampai ke perusahaan milik Arina dengan segera ia memarkirkan mobilnya dan dengan sigap ia menuju ke lobby dan menekan tombol lift untuk menuju ke ruangan atas milik Arina.
TING
__ADS_1
Lift berhenti di lantai tempat Arina berada tak lupa ia menghampiri sekretaris Arina untuk menanyakan keberadaan istrinya. Sekretaris Arina yang faham ia segera menunjukan bosnya jika ada di dalam dengan segera Younga masuk kedalam ruangan.
"Sayang," dengan sigap membuka pintu sambil berteriak tanpa ia sadari jika Rike dan Alena ada di dalam. Dengan kompak ketiga wanita ini menoleh ke arah sumber suara tadi. Younga terkejut dan seperti biasa ia mengabaikan orang yang di hadapannya tanpa tau malu ia berjalan ke arah istrinya yang sedang duduk.