DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Tak ingin kau terluka


__ADS_3

Arina dan Younga yang telah duduk di meja makan untuk melakukan sarapan pagi, tapi asisten Roy datang Sepagi ini dengan wajah yang serius. Younga yng melihat asistennya itu tak biasa itu, langsung ia menyuruh ke ruangan kerja tanpa melakukan sarapan terlebih dahulu.


Setibanya di ruang kerja asisten Roy segera menunjukan masalah yang di perbuat oleh pihak Surojo yang menyenggol perusahaan milik Younga.


"katakan apa yang membuat kau, mendatangi Sepagi ini dan memasang wajah yang sangat menyebalkan Roy." nada santai Younga.


"maaf tuan muda sepertinya kita harus segera bertindak bekerja dengan tim bayangan kita, karna pihak Surojo sudah memasang bendera perang kekuasaan."


" Lalu...."


"Apa kita harus segera bertindak secepat mungkin?" tanya asisten Roy.


"Kau kerjakan sesuai perintah ku. Sama seperti di rapat kita beberapa minggu lalu."


"Baik tuan, ada lagi?"


"Jangan lupa letakkan pengawal di setiap istriku keluar rumah. Tapi jangan sampai terlihat mukanya di hadapan istriku dia benci berlebihan." instruksi Younga.


"Akan saya lakukan sesuai perintah tuan," Asisten Roy yang pergi dan meninggalkan ruang kerja bosnya itu.


Tak lama kemudian Younga turun dan ikut makan bersama sang istri yang lebih dulu makan. Sambil duduk ia memandang mata sang istri yang matanya ikut mondar mandir, mengikuti arah istri nya yang sedang mengambil makanan untuk dia.


"Mas, ini....",


"Uhhhhh, makasih sayang," sambil mengamati istrinya.


"Kamu itu kenapa Mas bukanya makan malah, ngeliatin aku,"


"Aku lagi takut aja, sama projek kali ini,"


"Mau aku bantuin, gak," nada manja Arina yang membuat Younga tak tahan ingin mendekap istrinya itu.

__ADS_1


"Jangan sayang, aku takut nanti kamu terluka," sambil memandang istrinya.


"Kan aku tolongin kamu dari rumah, siapa yang mau nyakitin aku klo di dalam rumah. Aku gini gini tau lo, jalur bawah tanah yang paling aman mau langsung hajar atau kita bikin dia tarik ulur," sambil memainkan matanya.


Younga yang mengingat istrinya ini selain pandai berbisnis ia juga pandai mengolah data bahkan ia bisa mencari kelemahan musuh hanya dengan menggali kecurangan dari data lawan.


Hanya terdiam "Nanti aku pikirkan sayang,"


"Baiklah makan dulu sarapan mu Mas," pinta Arina.


Setelah selesai sarapan Younga sudah bersiap ingin pergi ke kantor. Hari ini ia ditemani sopir karena asisten Roy berangkat terlebih dahulu setelah mendapatkan perintah dari bosnya.


Sebelum berangkat Arina merapikan dasi jan membantu memakaikan jas sang suami. Younga yang tak berhenti menatap wajah cantik istrinya ini sambil merapikan anak rambut dan mengucapkan "terimakasih telah hadir di hidupku saat ini" Arina yng mendengar bisikan itu langsung tersipu.


"Heyy," sambil meraih wajah Arina dan membenamkan ciuman di bibir Arina.


"Suka seenaknya dan semaunya sendiri kamu Mas, di liatin para pelayan ya ampun gak tau malu," sewot Arina.


"hak ku, kamu istriku. Mereka iri bukan urusan ku," jawab Younga.


"Sudah sana berangkat nanti terlambat,"


"Aku bukan karyawan disana aku bos, jadi terlambat tidak masalah bukan,"


"Memang seorang bos terlambat tidak menjadi masalah, tapi seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada para karyawan. Benar apa salah tuan muda," ledek Arina.


" Ya.... Ya... Yaa.. Nyonya Younga memang paling terbaik, aku berangkat sayang." sambil mengecup kening sang istri.


Younga yang berangkat ke kantor di temani sopir ini ia segera menelepon asisten nya. Mencari informasi dan sudah sampai mana tugas yang dilerjakan. Walaupun ia percaya asistennya itu mampu bekerja tanpa di beri tahu.


" Roy, bagaimana pergerakan saat ini, apakah sudah ada celah untuk masuk ke sistem milik Surojo? "

__ADS_1


" Belum tuan, tapi para tim sedang berusaha mencri celah." Roy menjelaskan melalui saluran telepon.


"Baiklah sebentar lagi aku sampai kantor. Jadi berusaha lah sebaik mungkin!" perintah Younga.


Younga yng menutup sambungan telpon Roy, ia pun kembali lagi ke layar komputer pc nya. Dan ia segera membuka file rahasia yang di berikan neneknya untuk mengalahkan Surojo.


Sebenernya Surojo memiliki beberapa kasus yang sedang ia tutupi agar semua orang percaya jika sempurna dalam berbisnis. Senetara saat ini Younga setengah malas jalan ke kantor karna ia tadinya ingin menunda masuk kantor, sebab ia ingin sekali bersama istrinya.


Perjalanan yang tak tertalu ramai membuat perjalanan menuju ke kantor hari ini sangat cepat. Sampai ia tak sadar bahwa perjalanannya telah sampai ke depan kantornya. Sang sopir telah ngehentikan mobilnya dan membukan pintu untuk dia, tapi ia terheran mengapa ada banyak tamu di perusahaan dia.


Setelah turun dari mobil, ia berjalan ke arah kerumunan itu. Ia pun kaget begitu melihat di kantornya ada beberapa staf utama milik Surojo, mereka memberi hormat kepada Younga. Tapi bukan Younga jika tidak angkuh, bahkan melirik meraka saja tidak.


Setelah para staf ini di persilahkan masuk oleh asisten Roy yang tadi ikut menyambut Younga. Tanpa basa basi asisten Roy menanyakan maksud kedatangan mereka ke perusahaan milik Younga.


"Begini tuan muda Younga, tuan kamu ingin anda bekerja sama di pengeboran minyak yang di selat, apakah tuan muda mau menjalin kerja sama ini?" tanya pria berkaca mata di depannya.


"Apa aku tidak salah dengar, tuanmu bekerja sama dengan ku, keuntungan apa yang akan kudapat nantinya?" Younga yang tak kalah semangat.


"Mungkin tuan Younga bisa melihat sistem kita yang ini, kebetulan saya membawakan sistem yang sesuai untuk tuan Younga pelajari,"


"menarik" sambil nganggukan kepala.


Younga yang paham ia harus mengikuti keinginan, dari tuan Surojo. Asisten Roy yang paham arti angukan dan senyuman kecil di wajah bosnya ini dia hanya ikut tersenyum.


Setelah para staf itu kembali tanpa membawa jawaban dari Younga, Roy yang penasaran dengan akal licik bosnya ini dia langsung bertanya.


Berusaha memberanikan diri "Rencana apa yang sedang tuan susun?"


"Siapakan mobil, ayo antar aku ke rumah nenek ku," dia tau karna sang nenek masih menyimpan kelemahan Younga.


Sang asisten pun segera menuruti perintah tuanya itu dia segera berlari untuk menyiapkan mobil. Yah nenek Widia tau betul Surojo seperti apa, bahkan bisa saja Surojo hancur di tangan sang nenek, tapi nenek nya tidak ingin gegabah karna dendam pribadi.

__ADS_1


Sekarang Younga pun mengambil sikap sama seperti sang nenek untuk tidak gegabah, karena jika gegabah akan bisa menghilangkan citra didiri dia.


Hari yang tak terlalu padat, kini telah sampai ke mansion milik sang nenek. Dia segera turun dan mencari keberadaan sang nenek, sampai ia tak sadar bahwa Rosa menyambut dia. Wanita paruh baya ini hanya tersenyum melihat tingkah Younga karna dia tahu betul siapa Younga.


__ADS_2