DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Kantor Younga


__ADS_3

Mayang yang mengerti maksud perkataan sahabatnya ia langsung memukul bantal di tangannya. Arina yang bercerita kepada Mayang sedetail mungkin sehingga membuat sahabat nya ini takjub dan heran akan perjodohan yang berbuah manis bahkan merasa iri dengan kehidupan Arina. Tak smua orang tau jika ia adalah wanita sah nya bos terhebat dalam dunia bisnis. Tak lupa Arina berpesan kepada sahabatnya agar merahasiakan ini terlebih dahulu karena Younga sedang menunggu momen tepat untuk mengumumkan pernikan mereka.


Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 12 siang, Mayang yang terkejut ketika ia melihat jam yang melingkar di tangannya kini telah siang. Mayang yang datang pagi, hingga tak terasa jika ada janji dengan salah seorang ia segera melompat terkejut.


"Mati gw, ehhh balik dulu bhayyyy. Kita ketemu besok lagi ada janji gw," sambil meyambar tas dan jas di sofa Mayang berpamitan pergi.


Seketika Arina juga mengingat jika ia ada janji dengan suaminya bahkan ia belum bersiap diri. Dengan sigap pula ia berlari manaiki anak tangga untuk bersiap ke kantor Younga.


Setalah sampai dikamar ia berlari ke kamar mandi, dengan kecepatan kilat ia keluar dan menuju keruang wardrobe. Hari ini Arina memilih mengunakan baju formal berkesan kesul tapi tetap kecantikan wanita mungil ini tak akan hilang. Semua persiapan selesai di lakukan saatnya ia berangkat, sembari menuruni anak tangga ia celingukan mencari keberadaan Mila atau bu Halimah.Karna ia akan pergi maka ia berpamitan kepada pelayan rumahnya itu. Setalah berpamitan ia pergi ke kantor Younga, Arina memilih mengendarai mobil sendiri karena ia jarang mau di beri sopir pribadi.


Arina menghidupkan mesin mobilnya dan segera ia keluar mansion dan menuju ke arah yang dia maksud.


Semantara itu Younga berada di kantor masih disibukan dengan berkas dan pekerjaan perihal masalah Surojo dan dia tetap sesekali memperhatikan layar ponsel miliknya. Tak selang lama ponsel yang ia tunggu akhirnya berbunyi dan wajahnya berubah menjadi rona bahagia. Mengapa tidak karna Arina istri kesayangannya akan segera sampai.


Dengan segara ia memanggil Roy yang sedang sibuk juga di ruangan kerja milo Roy. Supaya segara menjemput istrinya di lobby bawah, karena akan segara sampai. Tak menunggu lama Roy langsung sigap menjemput Nona mudanya itu ke bawah.


Benar tak butuh waktu lama Roy berdiri di lobby sebuah mobil McLaren mewah berhenti di lobby tak sedikit mata yang memandang takjub dan heran. Maklum Arina datang pad saat jam makan siang maka semua karyawan otomatis berhamburan keluar untuk melakukan makan siang.


Arina yang keluar dari mobil mewah tersebut dengan gaya formal berkesan kasual ini langsung menjadi pusat perhatian. Bahkan karyawan wanita yang melihat merasa minder dengan kecantikan dan kemewahan yang melekat di diri Arina.


Roy yang menyambut nona mudanya ini dengan penuh bangga karena selain nona mudanya bisa diandalkan dia terlihat sangat cerdas dan fashionable. Roy langsung menghampiri berkas dan tas laptop yang di bawa oleh nona mudanya ini. Dengan sikap Roy yang hati-hati dan hormat kepada wanita cantik itu sontak bisik-bisik karyawan pun mulai didengar.


Arina yang berjalan mantap ke arah dalam perusahaan dan melepas kaca mata hitam yang melekat serta membingkai wajahnya, dan mode senyum ramah pun terlukis di wajah Arina ketika bertemu setiap karyawan perusahaan.


Semua karyawan yang melihat dan bergosip tentang Arina wanita cantik berbadan mungil tetapi lebih terlihat cerdas.

__ADS_1


"Wahhh, wanitanya cantik ramah bahkan sopan padahal dia lebih High lo kayaknya, tapi ramah bangat," ungkap seorang karyawan.


"Pacar pak bos keknya deh,"


"Hehh siapa tau kolega kerja, tapi kok asisten Roy mengistimewakan ya?" guman karyawan berambut lurus.


Ini adalah kali pertama Arina menginjakkan kaki di perusahaan suaminya, dia melangkah dengan mantap dan elegan tentunya. Asisten Roy yang berjalan di belakang sambil menunjukan ke arah lift khusus milik Younga ini langsung memberitahu agar Arina mengunkan sidik jari untuk membuka lift tersebut.


Karyawan yang masih setia melihat Arina kembali bergosip atas apa yang ia lihat, pasalnya lift pribadi itu hanya orang kepercayaan lah yang bisa menggunakannya.


"Wahhh, kayaknya ini tunangan pak bos deh,"


"Kayaknya, secara fasilitas di perusahaan ini yang bersifat pribadi hanya bisa di pake sama orang kepercayaan." saut pria berbaju putih.


TING........


Lift yang di gunkan telah sampai ke lantai atas tepat di lobby ruangan milik Younga. Arina dan asisten Roy langsung melangkah menuju ke ruangan CEO.


Tok, tok, tok......


Ririn yang mendengar ketukan pintu langsung dengan segera ia membuka dan mempersilahkan Nona mudanya masuk. Arina yang membalas senyum ramah ini langsung melihat ke arah Younga yang telah merenggangkan tangan bersiap untuk menyambut langsung di balas senyum.


"Ririn apa kabar?" tanya Arina sopan.


"Baik nona muda, silahkan," sambil mempersilahkan Arina.

__ADS_1


"Sayang, aku seneng lo kamu mau ke kantor ku. Setiap hari juga gak papa kok kamu kesini aku seneng," sambil memeluk Arina dan menggoda dengan mengedipkan mata sebelah.


"Dihhh, dia mah suka semuanya sendiri," sambil melepaskan pelukan karna melihat Roy, Ririn yang mengalihkan pandangan ke sembarang arah dan Dio yang melongo.


"TUHANN, nasip jomblo," teriak Dio.


Setelah mereka semua berkumpul barulah mereka mendiskusikan apa yang akan menjadi rencana kedepannya. Dengan penuh keyakinan dan semangat mereka menyusun rencana demi rencana dan semua persiapan.


Arina yang di bilang sangat bagus dalam bidang bisnis dan perencanaan matang di tambah Dio yang mampu menyusun detail dan segala rencana brilliant lainnya.


Mereka sibuk dengan perencana matang dan tanpa sadar jika waktu telah menunjukan jam pulang kantor. Tapi mereka masih bergelut dengan segudang pekerjaa, yang harus selesai di minggu ini.


Waktu menunjukkan semakin malam, akhirnya mereka menyudahi untuk hari ini dan esok akan di lanjut kembali dengan formasi yang sama. Dio dan Ririn memilih kembali terlebih dahulu dan sisa Roy yang masih memilih berkas untuk di bawa pulang tanpa sisa.


Younga yang merasa lelah ia bersandar di sofa sambil menarik tubuh istrinya agar ikut bersandar ini langsung bermanja dengan mencuimi belakang istrinya. Sementara Arina yang merasakan lelah pun merasa bodo amat dengan tingkah suaminya.


"Mas, jalan-jalan malem yukkk...," Arina mengajak suaminya. Dan seketika mata Younga yang sempat tertutup membuka lebar dan beranjak girang "Ayokkk, mau kemana sayang," sambil merapihkan rambut yang membingkai wajah istrinya.


Arina memikirkan kuliner malam di food Street kota dia ingin makan nasi goreng seafood dan bakso inilah yang terlintas di kepala Arina.


"Ayokkkk. Mas, kita jalan sekarang berdua aja jangan sama Roy biar dia istirahat," sambil mengoyang tangan suaminya. Younga yang mengiyakan permintaan istrinya segera ia memarik tangan istrinya untuk berjalan keluar.


Roy yang datang langsung terhenti, "Maaf Tuan dan Nona muda mau pulang sekarang atau mau makan?" tanya Roy.


"Roy nanti kau langsung pulang saja, aku dan Arina mau makan. Jadi ku istirahat lah biarkan aku yang menyetir sendiri." tutur Younga yang masih setia mengandeng tangan istrinya. Roy yang faham langsung mengangguk dan melanjutkan membereskan berkas dan mengunci ruangan Younga.

__ADS_1


__ADS_2