DIA ITU SUAMIKU

DIA ITU SUAMIKU
Babymoon


__ADS_3

Malam hari adalah malam yang romantis di Eropa dengan hiruk pikuk keramaian Eropa membuat siapa saja akan terbuai keindahan Eropa. Younga yang mengajak Arina jalan malam dan sebelum keluar hotel Younga memastikan jika istrinya nanti tidak kedinginan jika berada di luar.


Mereka berdua keluar hotel dan mata Arina langsung terpesona melihat lampu-lampu jalan dan taman yang menyala bak warna matahari tenggelam. Dia sangat senang walau udara dingin dia tidak menghiraukan.


Younga yng terus mengandeng dan menghangatkan tangan istrinya seolah tak ingin lengah jika istrinya kedinginan. Arina yang masih terpesona dengan Suasan Via Savona yang ramai dia berhenti dan melihat kiri kanan, "Sangat menakjubkan," kata Arina.


Younga yng memeluk dari belakang "Kamu suka sayang, ini Babymoon buat anak kita." seraya mengelus perut istrinya.


"Romantis ya mass, aku mau es krim," sambil tersenyum ke arah Younga.


"Dingin mau es krim," Younga sambil menarik nafas. Dan berjalan ke arah salah satu kedai es krim yang tak jauh dari tempat meraka berdiri.


Setelah membeli es krim Younga mengajak Arina berjalan lagi menuju ke arah hotel karena ia takut istrinya akan kelelahan. Meski Arina tak mengeluh namun ia tak ingin mengambil resiko. Sedangkan Roy yang masih sibuk di ruangan miliknya ia tak mengekori majikannya karena ia juga sedang sibuk dengan pekerjaan yang di tugaskan untuknya.


Roy yang menarik pandangan menatap arah jendela kamar yang memang langsung menuju ke arah Via Savona langsung tersenyum melihat tuan dan Nona mudanya jalan berdua. "Pantas ku telfon berulang kali tak diangkat sedang berdua rupanya," menarik nafas dalam dalam dan membuangnya ke udara.


Setelah Younga masuk ke kamar dan langsung saja Roy menghampiri. " Tuan tadi pak Dio menelfon jika pak Banyu mau melakukan negosiasi kerja sama besok bagaimana? " tanya Roy.


" Atur saja nanti biar Dio, yang menyepakati semuanya." ucap Younga dan meninggalkan asistennya untuk masuk kedalam kamar.


Melihat Arina yang berdiri di jendela karena masih kagum menikmati keindahan Milan dari kaca jendela hotel yang bisa melihat area Duamo atau lebih di kenal dengan Katedral meski dari kejauhan tapi Suasan malam membuat bangunan itu terasa cantik.


Younga yang datang dan langsung memeluk dari belang dan mencium pipi Arina dan mencium leher dan membenamkan kepalanya di tengkuk leher istrinya Suasan malam yang romantis pun menyelimuti mereka berdua.


......................


Pagi yang cerah pun tiba meski matahari telah terbit namun Suasan dingin masih menyelimuti area Milan. Arina yang bangun dan hanya duduk di dekat jendela kamar merasa sangat segar, meski matahari pagi di negara itu tidak menghangatkan suhu tubuhnya.


Younga yang masih pulas pun tak menghiraukan suara alarm pagi yang ia pasang untuk jadwalnya. Arina yang mendengar segera menghampiri bunyi ponsel suaminya. Arina uang melihat alarm jadwal langsung membangunkan suaminya, Younga yang belum terbangun namun petugas hotel sudah memencet bel kamar untuk mengantarkan sarapan pagi. Arina yang membukakan pintu untuk petugas dan tersenyum ramah ke arah petugas.

__ADS_1


"Buongiorno, signora," ucap petugas hotel.


Arina yang tersenyum "Buongiorno," jawab Arina singkat.


Petugas hotel langsung meletakkan semua jamuan sarapan di atas meja yang sudah di sediakan sementara Arina masih ingin membangunkan suaminya.


Setalah semua menu sarapan tersusun rapi petugas hotel berpamitan, "Signora, la colazione è pronta, per favore buon appetito." seraya menundukkan setengah badan dan undur diri.


"Mass kamu gak mau bangun, ada jadwal lo pagi ini." seraya membuka selimut tebal di tubuh suaminya.


Younga yang bangun dan membuka mata langsung melihat istrinya berdiri didepannya. "Morning kiss," seraya mengulurkan tangan.


Arina yang menurut langsung menarik tangan suaminya dan mencium bibir suaminya. "Udah bangun mandi, terus sarapan," sambil membelai pucuk kepala Younga.


Sambil menikmati sarapan pagi Arina meminta izin untuk jalan-jalan sendiri mengelilingi Milan awalnya Younga yang keberatan namun atas rayuan manja ala Arina Younga memperbolehkan.


Selesai sarapan Younga menyerahkan kartu ATM berlambang Mastercard dan uang cash kepada Arina. Karena semenjak menikah Arina tidak di izinkan mengunakan uang pribadi miliknya. Meski Younga tau istrinya memiliki uang sendiri namun Younga melarang keras mengunakan uang pribadi Arina.


Younga berangkat terlebih dahulu sedangkan Arina masih didalam kamar hotel. "Roy, ATM yang biasa di gunakan keluar negeri saldo akhir tinggal berapa?" tanya Younga seraya berjalan ke arah lobby.


"Sebentar saya cek tuan." sembari mengutak atik benda pipih yang ada di tangan Roy. "Tinggal 1,4 Miliar tuan." tambah Roy yang memperlihatkan saldo rekening.


"Tambah lagi saldo di dalamnya Roy,"


"Apakah tuan akan menggunakan?" tanya Roy.


"Bukan aku tapi Arina yang mengunakan, biarkan istriku belanja sepuasnya." timpal Younga. "Roy makanya menikahlah, carilah kekasih dan menikah lah pasti kau akan merasakan yang namanya sayang ke orang yang berarti di hidup kita apapun akan di lakukan." ceramah pagi yang di lakukan Younga untuk asisten pribadinya.


Roy yang mendengar sambil mengumpat di dalam hati. "Termasuk membeli ketoprak di malam hari di ujung Jakarta," ingin rasanya Roy menimpali.

__ADS_1


Arina yang tengah bersiap mengelilingi Milan tanpa sang suami namun dia tetap meminta izin berulang kali dengan Younga. Pertama ia akan menuju ke bangunan yang sangat identik dengan Milan yahh pertama ke Duoma bangunan ini adalah bangunan aesthetic ala Eropa yang memiliki situs sejarah Duoma ini sering disebut Katerdal yang letaknya di tengah Piazza Del Duomo. Ia mengambil banyak foto di sana sebenarnya ia ingin foto bersama dengan suami tapi apa daya Younga ke Milan untuk bekerja jadi Arina memaklumi suaminya.


Setelah menikmati keindahan bangunan bersejarah dan berfoto Arina menuju ke Galleria Vittorio tempat ini menyajikan toko belanja ala Eropa yang ber arsitektur modern di Italia di sini Arina melihat toko-toko mewah dan kafe-kafe yang berjejer elegan.


Senang bukan lagi Arina melihat barang-barang yang di jual sangatlah mewah-mewah di sana. Arina yang mengambil gambar lalu mengirimkan ke pesan singkat suaminya membuat Younga ingin segera menyudahi pekerjaannya namun takdir hari ini berkata lain.



Arina yang antusias di Galleria Vittorio atau Pusat perbelanjaan yang sering dijuluki il salotto di Milano. Berlokasi di dalam kompleks bangunan empat lantai di tengah Kota Milan, tempat belanja ini berbentuk gang-gang arcade yang sengaja dinamai seperti raja pertama Kerajaan Italia, yaitu Vittorio Emanuele II.


Antusias Arina tak sampai di situ saja apalagi ketika melihat berjajar berbagai toko dengan label terkemuka, seperti Gucci, Versace, Fratelli Rossetti, Prada, Cartier, dan masih banyak lagi membuat ia susah bernafas karena ia ingin semua brand tersebut ia beli. Terlebih ia mengigat nenek Widia, ibu, dan adik bungsu membuat ia ingin membawakan mereka oleh-oleh. Iya juga ingat kepada sahabatnya Mayang dan Rike, ia akan memutuskan membelikan barang. Namun sebelum ia berjalan berkeliling toko, ia mampir di cafe untuk sejenak melepas lelah sambil menikmati sajian khas negeri piza.


Ya, selain berbagai macam toko busana, tempat ini juga memiliki berbagai macam bar dan restoran yang menyajikan menu-menu khas Italia. Arina memilih menikmati jajanan lokal es krim khas Italia, yaitu gelato tak lupa ia juga memesan makan karena perutnya yang sudah terasa lapar.



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Sebelumnya author mau ngucapin ...


... Selamat tahun baru Imlek 2021. ...


...Gong Xi Fa Cai - Wan Se Ru Yi, Sen Thi Cien Khang. ...


...Semoga senantiasa diberi kesehatan, damai sejahtera dalam rumah tangga dan kesuksesan....


...Xi Nian Kuai Le...


__ADS_1


__ADS_2