Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 36


__ADS_3

Di pagi hari Zhia mencoba membuka matanya. Tiba tiba senyuman di wajahnya terpancar dengan indahnya ketika melihat Rayyan yang masih tertidur dengan lelapnya sambil memeluk dirinya dengan erat. Zhia mencoba memainkan wajah Rayyan lalu menciumnya dengan lemput.


Namun, ketika Zhia ingin melepaskan ciumannya Rayyan malah menahan tubuhnya lalu menatapnya dengan lekat. Zhia yang telah tertangkap basah mencium Rayyan secara diam diam mencoba untuk menunduk sambik menyembunyikan wajah tomatnya.


"Kenapa kamu malu, Sayang? Aku mau lagi. Tapi di sini" ucap Rayyan tersenyum sambil menunjuk bibirnya.


"Aku mau ke kamar mandi" ucap Zhia mengalihkan pembicaraan sambil mencoba bangkit dari tidurnya.


Tapi, Rayyan menahan tubuhnya sehingga Zhia tidak bisa bergerak kemana mana.


"Kamu tidak bisa pergi sebelum kamu memberikan kecupanmu itu lagi" ucap Rayyan tersenyum manja.


"Atau kamu mau yang lebih?" sambung Rayyan sambil menaik turunkan alisnya.


"Sayang! Mandi dulu" ucap Zhia tersenyum malu malu.


"Kenapa? Apa tubuhku menggangu penciumanmu?" ucap Rayyan mencoba mencium tubuhnya.


"Tidak aku suka. Tapi, kamu'kan harus berangkat ke kantor"


"Kalau kantor masalah belakangan, Sayang. Yang terpenting aku bisa memuaskanmu terlebih dulu" ucap Rayyan tersenyum lalu mencium bibir Zhia.


Rayyan terlebih dulu mengambil sarapan bersama Zhia terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitasnya. Pasangan suami istri itu larut dalam pergulatan panas mereka yang mereka lakukan di pagi hari. Rayyan melakukannya dengan begitu hati hati karna takut mengangu kandungan Zhia.


Setelah selesai Rayyan membaringkan tubuhnya yang bercucuran keringat di samping Zhia.Dia melirik Zhia yang masih mengatur napasnya karna aktivitas mereka yang cukup menguras tenaga.


"Kita mandi bareng ya, Sayang?" ucap Rayyan mencoba membawa tubuh polos Zhia kedalam gendongannya.


"Aku bisa jalan sendiri, Sayang"


"Apa gunanya aku sebagai suamimu jika tidak bisa memanjakanmu" ucap Rayyan tersenyum lalu membawa Zhia kedalam kamar mandi.


Rayyan langsung meletakkan tubuh Zhia di dalam bathtub degan lembut. Setelah membaringkan Zhia di dalam bathtub yang telah berisi air hangat yang tercampur busa sabun Rayyan juga membaringkan tubuhnya di samping Zhia. Mereka berdua melakukan ritual mandi bersama sambil bermain air sabun yang menutupi tubuh polos mereka.

__ADS_1


"Sayang, kamu kira Kak Kinan dan Rissa cocok gak?" ucap Zhia mulai terbuka dengan Rayyan.


"Maksudmu, Sayang?" ucap Rayyan mengerutkan keningnya binggung.


"Aku ingin menjodohkan Kak Kinan dengan Rissa, Sayang. Kamu kira mereka cocok gak?"


"Em! Kalau menurutku mereka cocok sih, Sayang. Aku lihat Kinan juga sangat menyayangi Rissa sama seperti dia menyayangimu"


"Ia, Sayang. Kak Kinan walaupun nakal dia sangat menghargai wanitanya. Rissa juga sangat mencintai Kak Kinan tapi dia tidak berani mengungkapkannya"


"Bagaimana jika kita membantu mereka bersatu, Sayang. Lagian juga Kinan sekarang kakak iparku, jadi aku harus membantunya mendapatkan kebahagiaannya. Walaupun di dunia bisnis dia akan tetap menjadi sainganku" ucap Rayyan tersenyum kecil mengingat persaingannya dengan Kinan tidak pernah berhenti sampai sekarang.


"Tapi, jika boleh aku tau kamu dan Kan Kina kenapa terus saja bersaing?" ucap Zhia memecahkan rasa penasarannya karna sampai sekarang dia tidak tau permasalahan Kinan dan Rayyan.


"Ceritanya sangat panjang, Sayang. Tapi, jika kamu ingin mendengarnya aku bisa mempersingkatnya"


"Boleh! Yang penting aku tau permasalahan suami dan kakakku" ucap Zhia membenarkan posisinya bersiap untuk mendengarkan cerita Rayyan.


"Kejadian apa, Sayang?" ucap Zhia sambil mengusap punggung Rayyan.


"Dulu aku, mama dan papa hidup sangat bahagia. Papa adalah pengusaha sukses di negeri ini, sama seperti papa Kinan. Tapi, kejadiaan itu mengubah kebahagiaan kami menjadi air mata. Perusahaan papa yang dia bangun bersama mendiang kakek dulu tiba tiba bangkrut. Papa memiliki utang yang banyak karna itu bahkan dia juga tidak bisa mengembalikan uang para donatur yang menanam saham di perusahaan kami. Hingga akhirnya papa meninggal karna serangan jantung." ucap Rayyan menghentikan ucapannya karna tidak sangup lagi menahan isak tangisnya.


Zhia yang melihat Rayyan menangis mencoba menenangkannya. Zhia mencoba memeluk Rayyan sambil menenangkannya. Dia tidak menyangka ternyata Rayyan memiliki perjalanan hidup sekelam itu.


"Mama yang tidak terima dengan kebangkrutan papa dan meninggalnya papa di saat kami terpuruk mengalami despresi hingga akhirnya dia meninggal dan meninggalkanku seorang diri. Bukan hanya itu Zhi, semua orang juga menjauhiku karna mengangapku anak koruptor karna papa tidak bisa mengembalikan uang yang di tanam para donatur perusahaan papa. Mereka semua menghinaku bahkan merendahkanku, Zhi" ucap Rayyan kembali sambil menangis di pelukan Zhia.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali di pisahkan oleh kematian, Ray" ucap Zhia memeluk Rayyan sambil mengusap pungungnya.


"Terima kasih, Zhi. Terima kasih karna telah bersabar mengahadapi semua sikapku kepadamu selama ini. Aku menyesal, Zhi. Aku mohon jangan pernah kamu tinggalkan aku. Aku tidak punya siapa siapa lagi kecuali dirimu dan juga bayi kita" ucap Rayyan mengelus perut Zhia.


"Jika aku ingin meninggalkanmu maka aku akan melakukannya sedari dulu, Ray. Tapi, aku memilih bertahan karna aku tau kamu juga mencintaiku" ucap Zhia tersenyum manis sambil mengelus puncak kepala Rayyan.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karna telah mencintaiku dengan tulus. Maafkan aku karna pernah menjadikanmu tempat balas dendamku" ucap Rayyan kecepolasan.

__ADS_1


Degh.....


Jantung Zhia langsung saja berdetak kencang mendengar ucapan Rayyan. Dia berlahan melepaskan pelukannya sambil menatap Rayyan tidak percaya. Rayyan yang menyadari sikap Zhia langsung menatap Zhia dengan penuh rasa bersalah.


"Ma...maafkan aku, Sayang. Aku menyesal. Aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Rayyan penuh permohonan sambil memeluk Zhia dengan erat.


"Aku menyesal, Sayang. Aku menyesal" ucap Rayyan terus saja memohon kepada Zhia.


"Apa kau tidak mencintaiku, Ray?" ucap Zhia menatap netra mata Rayyan dengan penuh selidik.


"Aku mencintaimu, Sayang. Aku sangat mencintaimu. Hanya saja aku terlambat menyadari rasa cintaku ini" ucap Rayyan bersunguh sunguh sambil memancarkan penyesalannya di matanya.


"Bersihkan dirimu. Kamu harus berangkat ke kantor" ucap Zhia keluar dari bathtub lalu membersihkan dirinya.


"Aku tidak akan berangkat ke kantor sebelum kita menyelesaikan masalah ini. Karna setiap masalah tidak bisa di biarkan begitu saja tanpa ada solusi" ucap Rayyan bijaksana.


"Nanti kamu telat. Lebih baik kita bicarakan masalah ini sepulang kamu dari kantor"


"Tidak! Aku tidak akan pergi ke kantor sebelum masalah ini selesai. Karna kamu jauh lebih berharga dari pada seluruh perusahaanku" ucap Rayyan tegas.


"Aku mengerti! Kamu ingin membalas dendam kepada Kak Kinan melalui diriku karna kamu tau aku dan Rissa adalah kelemahan Kak Kinan. Kamu salah, Ray. Kamu salah besar. Aku dan Rissa adalah sumber kekuatan Kak Kinan sehingga dia bisa berdiri tegap seperti sekarang ini" ucap Zhia terseyum kecil.


"Aku tau itu. Tapi, aku menyesalinya, Zhi. Aku sadar jika dendamku telah di kalahkan oleh rasa cintaku kepadamu. Aku mohon maafkan aku. Jangan tingalkan aku, Zhi" ucap Rayyang bersimpuh di kaki Zhia sambil menitikkan air mata penyesalannya.


"Aku tidak butuh kata kata, Ray. Yang aku butuhkan hanyalah bukti"


"Baiklah! Aku akan membuktikannya kepadamu. Akan aku buktikan jika aku sangat mencintaimu"


Bersambung.....


Hai semuanya.... Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya teman aku ya. Ceritanya sangat menarik dan sayang untuk di lewatkan.


__ADS_1


__ADS_2