Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 45


__ADS_3

Rissa mencoba menganti posisi tidurnya berapa kali agar dia bisa memejamkan matanya. Tapi, sudah berbagai posisi Rissa lakukan tapi tidak ada posisi yang nyaman untuknya. Sedangkan Kinan yang berada di bawah merasakan getaran kasur yang terus saja bergerak akibat ulah Rissa.


Kinan yang juga tidak bisa tidur menatap ke arah Rissa sambil mengerutkan keningnya. Dia melihat punggung Rissa yang mulai terlihat karna sudah berada di tepi ranjang.


"Bagaimana ya rasanya jika tidur di samping Rissa?" batin Kinan tersenyum nakal.


"Jatuh! Ayo, Ris. Jatuhlah" gumam Kinan mencoba mengeser tubuhnya sambil pura pura memejamkan matanya.


"Kenapa aku tidak bisa tidur? Kak Kinan udah tidur belum ya?" batin Rissa menatap ke bawah dan melihat Kinan telah tertidur.


"Kak Kinan udah tidur. Apa aku tidur di samping kakak saja ya?" ucap Rissa mencoba memeriksa apa Kinan sudah benar benar tidur.


Setelah yakin jika Kinan benar benar sudah tidur Rissa langsung turun dari ranjang lalu mencoba membaringkan tubuhnya di samping Kinan. Dia menatap wajah tampan Kinan yang terlihat sangat teduh saat tertidur.


Rissa mencoba masuk ke dalam selimut Kinan dan mencoba meletakkan kepalanya di bahu Kinan dengan hati hati berharap orang yang punya bahu tidak menyadarinya. Seketika Rissa merasakan tubuh Kinan bergerak dan mengunci tubuhnya di dalam pelukannya. Bukannya memberontak Rissa malah merasa nyaman dengan posisi itu.


Rissa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kinan lalu mencoba memejamkan matanya. Dengan seketika Rissa yang tadinya tidak bisa tidur tiba tiba tertidur dengan lelapnya di pelukan Kinan. Kinan yang merasakan deru napas Rissa yang sudah tertidur mencoba mengintip apa Rissa benar benar tertidur.


Dengan seketika Kinan tersenyum melihat Rissa yang telah tertidur dengan mulut yang mengaga. Kinan mencoba menyingkirkan rambut Rissa yang menutupi wajah cantiknya. Kinan tidak tau mengapa dia merasa sangat nyaman dengan posisi itu. Dia merasakan kehangatan yang selama ini tidak pernah dia dapatkan dari wanita yang pernah tidur dengannya.


Setelah puas menatap kecantikan Rissa dari dekat Kinan mencoba memejamkan matanya sambil mempererat pelukannya. Mereka'pun terlelap dengan kehangatan yang selama ini mereka tidak pernah rasakan.


Di pagi hari.


Zhia mencoba membuka matanya dia melihat Rayyan yang telah terbangun sambil terus menatap wajahnya. Melihat Zhia yang sudah terbangun dari tidurnya Rayyan'pun melayangkan senyuman indahnya sambil membelai lembut wajah cantik Zhia.


"Selamat pagi, Sayang. Apa kamu tidur yang nyenyak?" ucap Rayyan.


"Kak Kinan mana?" ucap Zhia langsung mencari keberadaan Kinan.

__ADS_1


"Zhi, aku suamimu di sini. Kenapa kamu malah mencari pria lain?" ucap Rayyan merasa tidak suka ketika Zhia lebih memikirkan pria lain ketimbang dirinya.


"Maaf! Maafkan aku, Sayang. Aku..."


Belum selesai Zhia mengucapkan kata katanya Rayyan terlebih dulu menutup mulut Zhia mengunakan jari telunjuknya.


"Maafkan aku karna terlalu cemburu. Aku tau jika kamu dan Kinan sudah seperti kakak dan adik kandung. Bahkan kalian punya ikatan batin yang sangat kuat. Tapi, aku mohon hargai aku sebagai suamimu" ucap Rayyan penuh permohonan.


"Maafkan aku, Sayang. Tapi, aku mohon jangan jauhkan aku dari Kak Kinan"


"Aku tidak pernah ada niat menjauhkanmu dari Kinan, Sayang. Aku hanya ingin kamu melihatku yang ada di depanmu" ucap Rayyan menatap lekat netra mata Zhia.


"Sudahlah! Omonganku tidak perlu kamu ambil hati. Lebih baik kamu sekarang mandi. Kinan da Tika masih tidur di ruang tamu" sambung Rayyan kembali mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tapi, aku ingin sesuatu" ucap Zhia tersenyum malu malu sambil mengigit ujung kukunya.


"Kamu mau apa, Sayang? Apapun keinginanmu aku akan memberikannya" ucap Rayyan tersenyum sambil mengelus rambut panjang Zhia.


Mendengar ucapan Zhia, Rayyan mencoba mengerutkan keningnya bingung. Melihat Rayyan yang tidak mengerti ucapannya Zhia mencoba menyerang Rayyan terlebih dulu. Zhia menencium bibir Rayyan dengan begitu agresifnya.


Melihat keagresifan Zhia, Rayyan langsung mengerti apa yang di inginkan Zhia saat itu. Rayyan mencoba membalas ****** Zhia lalu memeluknya dengan erat. Setelah puas bertukar saliva Rayyan mencoba melepaskan ****** mereka memberikan sedikit ruang untuk mengambil napas.


Rayyan mencoba membaringkan tubuh Zhia lalu melepaskan seluruh pakaian yang mereka kenakan. Rayyan mencoba melakukan tugasnya dengan begitu hati hati tapi tetap memuaskan Zhia. Rayyan tersenyum puas ketika mendengar suara indah yang keluar dari mulut Zhia.


Setelah memuntahkan benihnya di rahim Zhia, Rayyan mencium kening Zhia dengan penuh cinta lalu membaringkan tubuhnya di samping Zhia. Rayyan mencoba menghapus keringat Zhia yang membasahi keningnya.


"Sayang, aku mau mandi" ucap Zhia dengan manja.


"Baiklah tuan putri. Ayo kita melakukan ritual mandi bersama" ucap Rayyan langsung membawa tubuh polos Zhia kedalam gendongannya.

__ADS_1


Rayyan dan Zhia melakukan ritual mandi bersama sambil bercandaria hingga ruangan kamar mandi itu di penuhi suara tawa keduanya. Dengan seketika Zhia melupakan kejadian yang sangat mengerikan itu. Usaha Rayyan untuk menghibur Zhia agar tidak larut dalam traumanya akan kejadian itu tidak sia sia. Denga seketika wajah Zhia kembali ceria dan tidak terlihat lagi aura ketakutan di wajahnya.


Setelah selesai mandi Zhia mencoba mengenakan pakaiannya lalu duduk di meja rias untuk mengoleskan cream wajahnya. Rayyan mencoba mengeringkan rambut Zhia sambil memijit kepalanya pelan. Zhia melihat tubuh kekar Rayyan yang hanya mengunakan boxer dari pantulan cermin di depannya.


Zhia tidak menyangka jika akhirnya rumah tangganya akan menjadi seharmonis ini. Rayyan telah menyesali perbuatannya selama ini dan mulai memanjakan Zhia dengan kelembutannya. Di tambah lagi dengan kehadiran buah hati mereka di kandungan Zhia membuat rumah tangga mereka semakin bahagia.


Zhia merasa bersyukur karna akhirnya kesabarannya selama ini berbuah manis. Walaupun telah melewati banyak rintangan bahkan pernah telintas di pikirannya untuk menyerah tapi, akhirnya dia mendapatkan kebahagiaan sebagai hadiah dari ujian yang dia hadapi selama ini.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa aku sangat tampan?" ucap Rayyan dengan pedenya ketika melihat Zhia tmyang terus saja menatapnya.


"Kamu memang sangat tampan, Sayang. Tapi, aku tidak menyangka aku akhirnya bisa mendapatkanmu seutuhnya" ucap Zhia mengengap tangan Rayyan.


"Aku adalah milikmu. Kamu juga milikku. Kita sama sama memiliki dan di satukan oleh cinta suci kita" ucap Rayyan tersenyum sambil mencium puncak kepala Zhia.


"I Love you, Sayang" ucap Zhia bangkit dari duduknya lalu melingkarkan tangannya di leher Rayyan.


"I love you too, Sayangku" ucap Rayyan ******* lembut bibir Zhia.


"Sayang"


"Hem"


"Aku lapar" ucap Zhia mulai merasakan perutnya yang keroncongan.


"Aku kenakan pakaianku dulu ya. Kamu coba bangunkan Kinan dan Rissa agar kita sarapan bersama"


"Baik, Sayang. Sekali lagi" ucap Zhia manja sambil memajukan bibirnya.


Melihat sikap Zhia yang manja Rayyan tersenyum kecil lalu kembali ******* bibir Zhia. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Zhia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mereka dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


Tapi, saat Zhia membuka pintu kamar tamu untuk memastikan Kinan dan Rissa sudah bangun. Dia malah melihat penampakan yang sangat mengejutkan di matanya.


"Kakak!"


__ADS_2