Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 52


__ADS_3

Ramlan terus berusaha untuk menemukan Enjel secepat mungkin agar dia tidak terkena imbas kemarahan Rayyan dan Kinan. Ramlan mengerakkan seluruh angotanya untuk mencari keberadaan Enjel di seluruh lokasi bahkan tempat hiburan malam di seluruh penjuru kota.


Enjel telah lama menjadi model Ramlan. Bahkan dia sudah tau dimana saja tempat yang sering di kunjungi Enjel sehingga, membuatnya dengan mudah menemukan keperadaan Enjel. Hingga akhirnya salah satu anak buah Ramlan menemukan Enjel di sebuah club malam dan sedang melayani kliennya.


"Bos! Saya menemukan Enjel di club yang biasa dia kunjungi untuk melayani kliennya" ucap angota Ramlan mencoba menghubungi Ramlan.


"Baiklah! Saya akan segera kesana" ucap Ramlan mematikan ponselnya lalu membawa anak buahnya menuju ke lokasi Enjel.


Tak menunggu lama Ramlan dan anak buahnya sampai di club malam tempat Enjel melayani kliennya. Ramlan mencoba masuk ke dalam club itu dan langsung menuju kamar yang di gunakan Enjel. Melihat Ramlan datang ke lokasi mereka pemilik club itu hanya mampu diam saja tanpa berani memberi perlawanan. Karna Ramlan datang ke sana membawa nama Rayyan dan Kinan sehingga tidak ada orang yang berani melarangnya untuk masuk.


"Apa wanita j*l*ng itu ada di sini?" ucap Ramlan menatap tajam anak buahnya yang menemukan Enjel di tempat itu.


"Benar, Tuan. Dia di dalam kamar ini dengan seorang pria" ucap anak buah Ramlan.


Brukkk....


Dengan sekali tendangan Ramlan berhasil membuka pintu itu dengan seketika. Ramlan melihat pasangan sejoli yang sedang berada di atas ranjang dengan tubuh polos mereka.


"Ada apa ini?" ucap teman kenjang Enjel mencoba melepas miliknya dari dalam sarangnya lalu menutup tubuh polosnya dengan selimut tipis.


Tanpa banyak bicara Ramlan langsung mendekat ke arah Enjel dengan raut wajah amarahnya yang memuncak. Dia menatap Enjel yang pucat ketakutan sampai lupa menutup tubuh polosnya.


"Arghhh..." teriak Enjel ketika Ramlan menjambak rambutnya dengan keras.

__ADS_1


"Dasar kau wanita j*l*ng! tidak tau di untung. Aku telah berbaik hati menjadikanmu model tetapku. Bahkan aku memilihkanmu teman kencang yang kaya raya agar kau mendapat harga yang mahal. Tapi, kau malah menancapkan duri dalam dagingku. Kau menghancurkan karirku dan kau juga menghancurkan impianku menjadikan Zhia yang di kagumi banyak orang untuk menjadi model utamaku" ucap Ramlan mengeraskan rahangnya.


"Aku tidak tau apa apa. Mungkin wanita itu yang mengoda Tuan Jefri terlebih dulu makanya Tuan Jefri berani melakukan itu" ucap Enjel mengelak.


"Kau kira aku ini bodoh! Aku tau bagaimana sifat Nyonya Zhia. Bahkan aku sangat mengenalnya sebelum dia menjadi istri Rayyan. Jika kau tidak meracuni pikiran Jefri dia tidak mungkin berani menyentuh Nyonya Zhia tanpa persetujuan dariku" teriak Ramlan penuh emosi.


"Sekarang kau ikut aku. Kau akan mendapat balasan atas perbuatanmu. Kenakan pakaianmu dalam lima menit, atau aku akan menyeretmu keluar dari sini tampa busana" ucap Ramlan tegas sehingga membuat Enjel diam tidak berkutik.


Enjel mencoba memungut pakaiannya yang berserakan di lantai lalu mencoba mengunkaannya dengan tergesa gesa. Walaupun tubuhnya telah terlihat oleh Ramlan beserta anak buahnya yang ada di sana Enjel tidak merasa malu sedikitpun. Enjel melupakan rasa lalunya dan mencoba berpikir bagaimana caranya kabur dari cengkraman Ramlan yang sangat mengerikan di depannya.


Tapi, Ramlan tidak memberikan celah sedikitpun untuk Enjel kabur. Dia menyuruh anak buahnya untuk menyeret Enjel keluar secara paksa. Enjel terus saja memberontak namun, usianya sia sia. Tenaga Enjel tidak mampu melawan tenaga anak buah Ramlan yang bertubuh tegap dan kekar.


"Jangan mencoba untuk kabur atau Rayyan dan Kinan sendiri yang akan mendapatkanmu. Mereka telah menyebar anak buah mereka untuk menangkap tikus licik sepertimu" ucap Ramlan menatap Enjel yang terus memberontak.


"Ha...ha... Apa kau lupa, jika kau mendapatkan kesempatan untuk melayani mereka semua karna diriku?. Aku yang memperkenalkanmu kepada mereka dengan mulut manisku. Bahkan aku yang menjadikanmu model sehingga mereka semua mengenal namamu" ucap Ramlan menatap Enjel dengan tatapan remeh.


"Aku dengan susah payah menjadikan Zhia menjadi modelku. Bahkan aku harus meyakinkan Rayyan dan Kinan untuk mengijinkan Zhia menjadi modelku. Tapi, kamu dengan mudahnya menghancurkan kepercayaan mereka yang aku bangun dengan susah payah hanya dengan sekejap"


Mendengar ucapan Ramlan, Enjel terdiam membisu. Dia memang tau jika karirnya jauh di bawah Zhia sejak dulu. Zhia memang model incaran para pengusaha seperti Ramlan. Bahkan hanya pengusaha beruntung yang bisa mengunakan jasanya.


Bahkan sejak dulu Ramlan ingin menjadikan Zhia sebagai model utama pemeran gaun gaun terbaiknya. Tapi, jangankan menjadikan Zhia menjadi modelnya untuk berbicara dengan Zhia saja dia sangat kesusahan. Hingga akhirnya karna Zhia memilih berhenti dari dunia permodelan mau tidak mau Ramlan memilih Enjel untuk menduduki posisi yang ingin dia berikan keoada Zhia.


"Bawa dia masuk. Aku akan menjualnya kepada sugar deddy terlebih dulu baru menyerahkannya kepada Kinan" ucap Ramlan tersenyum sinis karna ingin mendapatkan uang dari Enjel dulu sebelum mengantarnya ke gerbang kematian.

__ADS_1


"Apa! Kau jangan gila" teriak Enjel tidak terima.


Ramlan sama sekali tidak memperdulikan teriakan Enjel. Dia menyuruh angotanya untum mengantarkan Enjel ke hotel yang telah dia tentukan. Di mana di sana sudah ada sugar deddy yang telah menanti kedatangan Enjel.


Di salon Rissa.


Kinan menatap Rissa yang telah tertidur pulas di atas ranjang. Kinan merasakan ada aura yang berbeda ketika melihat wajah polos Rissa yang sedang tertidur dengan pulasnya. Kinan mencoba menyingkirkan rambut Rissa yang menutupi wajah cantiknya.


"Ternyata kamu sangat cantik. Kenapa dari dulu aku tidak menyadarinya?" batin Kinan sambil mengelus wajah Rissa.


Kinan menatap bibir pink Rissa yang sangat mengoda. Kinan rasanya ingin melahap bibir itu denga rakusnya. Memang benar apa yang di katakan orang orang. Jangan berduaan di dalam ruangan dengan lawan jenismu, jika tidak akan ada setan yang mencoba merayumu.


Begitulah yang terjadi kepada Kinan saat ini. Dia merasakan ada bisikan goip agar menyentuh tubuh Rissa yang sangat indah. Tapi, Kinan terus saja berusaha menepis pikiran pikiran kotornya.


"Kamu jangan gila Kinan. Dia adikmu! Adik yang seharusnya kau lindungi bukan kau nodai" gumam Kinan sambil memukul kepalanya pelan.


Tapi, Kinan melihat bibir pink Rissa yang sangat mengoda pikirannya. Kinan mencoba menelan ludahnya kasar sambil mendekati wajah Rissa. Kinan mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Rissa dengan hati hati.


Drrttt....


"Ah! Kinan kau sudah gila"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2