
Setelah selesai memberi pelajaran kepada Enjel, Ramlan mencoba menyeret Enjel menemui Rayyan dan Kinan yang tepah menunggu di club malam milik Ramlan. Rayyan dan Kinan duduk menyilangkan kakinya di sofa sebuah ruangan gelap menunggu kedatangan Enjel wanita yang berani mengusik kehidupan Zhia.
Tidak menunggu lama Ramlan datamg bersama anak buahnya sambil menyeret Enjel. Dengan cepat Ramlan melepar tubuh Enjel hingga tergeletak meringkuk di depan kedua singa yang siap mengantarkan Enjel ke kehidupan lain.
Rayyan dan Kinan menatap tajam wajah Enjel yang di penuhi luka lembab akibat pukulan sugar deddy yang tidak puas dengan pelayanannya. Bahkan Enjel mengalami luka lembab di beberapa bagian tubuhnya tapi, yang lebih parah luka lembab di wajah Enjel. Bahkan sudut bibir Enjel sedikit terkiyak akibag tamparan yang berapa kali melayang di wajahnya.
Melihat penampilan Enjel yang sangat kacau bayangan Zhia yang sangat kacau akibat kejadian menjijikkan itu terlintas kembali di ingatan Rayyan dan Kinan. Mereka merasa menyesal karna keteledoran mereka Zhia hampir di lecehkan secara paksa oleh Jefri.
"Bagaimana rasanya? Sakit'kan? itu juga yang di rasakan oleh istriku" ucap Rayyan menatap tajam Enjel tanpa ada rasa iba sedikitpun.
"Tidak! Apa yang dia alami tidak sepadan dengan apa yang di alami Zhia" ucap Kinan bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kakinya mendekati Enjel.
"Kau wanita j*l*ng yang sudah biasa di sentuh oleh berbagai macam pria. Sedangkan adikku wanita terhormat yang orang orang tertentu yang bisa menyentuhnya. Tapi, karna dirimu dia sampai di sentuh oleh pria bajingan itu" ucap Kinan mengeraskan rahangnya geram.
"Ma... Maafkan aku. Aku tidak tau apa apa" ucap Enjel masih saja mengelak.
"Arghh..." teriak Enjel ketika Kinan menjambak rambutnya dengan kasarnya.
"Kau bilang kau tidak tau apa apa? Ini apa?" ucap Kinan geram sambil mencampakkan flashdisk yang berisi bukti kejahatan Enjel.
"Sudahlah kau tidak perlu banyak bicara dengannya. Lebih baik kau berikan dia hukuman yang pantas" ucap Rayyan.
"Coba kau berikan hukuman kepadanya" ucap Kinan menyerahkan semuanya kepada Rayyan.
"Apa kau lupa jika istriku sedang hamil. Aku tidak mau terjadi apa apa pada bayiku nantinya" ucap Rayyan mengingat kandungan Zhia.
"Aku juga tidak ingin terjadi sesuatu pada keponakanku. Apa lebih baik kita jual saja dia kepada pria hidung belang yang ingin menuntaskan hasratnya?" ucap Kinan memberikan ide.
"Tidak! Hukuman itu terlalu mudah untuknya. Dia sudah terbiasa melayani para tua bangka. Jadi dia akan menikmati hukumannya" ucap Rayyan tidak setuju.
"Apa kau punya rencana?" ucap Kinan menatap Ramlan.
__ADS_1
"Lebih baik kalian lemparkan saja dia ke penangkaran buaya" ide Ramlan sehingga membuat Enjel mengidik ngeri membayangkan tubuhnya di cabik cabik buaya.
"Jangan! Toling jangan berikan aku kepada buaya. Kalian boleh memberikan hukuman apa saja tapi jangan bunuh aku" ucap Enjel penuh permohonan.
"Lebih baik kalian masukkan saja dia ke dalam penjara. Serangkan semuanya kepada polisi" ucap Rafi tiba tiba datamg sambil menatap Enjel dengan penuh perasaan iba.
"Tapi!" ucap Rayyan menatap tajam Rafi.
"Dia hanya manusia biasa. Tolong pakai hati nurani kalian" ucap Rafi penuh permohonan.
"Tapi hukuman itu terlalu mudah untuknya" ucap Kinan tidak setuju.
"Siapa bilang jika berada di dalam jeruji besi itu mudah. Coba kau bayangkan dia yang selalu di penuhi fasilitas mewah dan juga barang barang mewah, tiba tiba mengenakan baju kaos orange dan tidur di atas tikar bersama tahanan lainnya. Jika kau mau dia menghabiskan sisa hidupnya di balik dinginnya jeruji besi" jelas Rafi.
"Baiklah! Aku setuju dengan idemu. Lagian dia akan semakin lama di dalam penjara dengan vidio pornonya yang menyebar di sosial media" ucap Rayyan setuju.
"Terserah kalian saja. Aku akan mengurusnya sehingga dia membusuk di dalam penjara. Dia akan mati mengenaskan tanpa mengotori tangan kita" ucap Kinan terseyum sinis lalu memberi kode kepada Ramlan untuk membawa Enjel.
"Kalian bawa dia" ucap Ramlan memerintah anak buahnya.
"Aku sudah melakukan tugasku, Tuan. Sekarang aku sudah bebaskan?" ucap Ramlan.
"Baiklah! Kau boleh pergi sekarang. Tapi, kau harus membatalkan kontrakmu dengan adikku terlebih dulu" ucap Kinan yang tidak setuju jika Zhia tetap menjadi model Ramlan.
"Tapi, Tuan" ucap Ramlan mencoba berpikir.
"Apa kau ingin karirmu hancur sekarang juga?" ucap Kinan melayangkan tatapan elangnya.
"Ti...tidak, Tuan. Baiklah aku akan membatalkan kontrak kerja Nyonya Zhia denganku" ucap Ramlan menunduk pucat.
"Baiklah! Lebih baik kau pergi dari sini" ucap Kinan menghipas hipaskan tangannya.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan" ucap Ramlan mencoba melangkahkan kakinya.
"Eh! Tunggu dulu" ucap Kinan sehingga menghentikan langkah kaki Ramlan.
"Kamu bawakan kami minuman terbaik di sini. Aku ingin menikmati malam ini bersama adik iparku" ucap Kinan.
"Apa aku perlu membawa wanita terbaikku, Tuan" ucap Ramlan mencoba menawarkan wanita wanita penghiburnya.
"Tidak!" ucap Kinan singkat.
Mendengar penolakan Kinan, Rayyan dan Rafi mengerutkan keningnya binggung. Mereka tidak menyangka jika seorang pria yang gila lobang seperti Kinan menolak tawaran Ramlan.
"Apa milikmu sudah tidak perkasa lagi sehingga kau menolak tawarannya" ucap Rayyan terkekeh kecil.
"Enak saja. Milikku masih sangat perkasa. Bahkan dia malah bisa melewati malam panjang dengan penuh suara indah berulang kali" ucap Kinan menghempaskan tubuhnya di sofa samping Rayyan.
"Tapi, kenapa kau menolak? Kalau aku wajar menolaknya karna aku sudah punya adikmu yang sangat cantik dan mengoda" ucap Rayyan tersenyum bangga sambil membayangkan wajah cantik Zhia.
"Aku juga tidak tau. Aku belakangan ini malas berhubungan dengan yang namanya wanita. Apa karna dia?" ucap Kinan membayangkan senyuman Rissa yang belakangan ini berhasil membuat jantungnya berdegup kencang.
"Dia siapa? Apa Sinta si make overmu itu?" ucap Rayyan menebak.
"Mungkin!" ucap Kinan singkat.
"Tapi, kenapa kau tiba tiba ingin mengirim Enjel ke penjara? Bukankah dulu kau bersikeras ingin membantunya?" ucap Kinan mengingat sikap Rafi yang ingin membantu Enjel.
"Itu dulu! Tapi, setelah aku pikirkan dia pantas mendapat hukuman atas perbuatannya. Bukankah yang bersalah pantas untuk di hukum" ucap Rafi santai.
"Apa kau sudah melupakannya? Jika memang benar aku setuju denganmu. Kau pantas menadapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya. Aku yakin suatu saat nanti kau akan menemukannya" ucap Rayyan tersenyum sambil menepuk nepuk punggung Rafi untuk memberi semangat.
"Aku setuju. Wanita j*l*ng seperti Enjel tidak pantas kau perjuangkan. Jika kau mau aku bisa meberikan banyak wanita yang jauh lebih baik darinya untukmu" ucap Kinan.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa mencarikan wanita untuknya? Sedangkan kau saja jomblo akut" ucap Rayyan tersenyum mengoda Kinan.
Bersambung....