
Kinan dan Rissa kini telah berada di altar pernikahan. Pasangan raja dan ratu sehari itu terlihat sangat cantik dan juga tampan. Bayak tamu undangan yang datang dengan penuh kebahagiaan melihat kedua insan itu telah bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Mereka semua berjalan ke altar pernikahan untuk memberikan selamat dan juga hadiah untuk Kinan dan Rissa.
Tapi, tidak untuk para kaum chiby chiby pengemar Kinan. Bagi mereka ini adalah hari patah hati berjamaah karna kini mereka tidak ada kesempatan lagi untuk menjadi pendamping Kinan. Tapi itu tidak masalah untuk Kinan yang terpenting kini dia bisa memiliki Rissa seutuhnya.
Tapi, ada satu lagi yang menjadi pusat perhatian para tamu yang datang di pesta itu, apa lagi kalau bukan keromantisan Zhia dan Rayyan. Di tambah lagi dengan aura kecantikan Zhia yang semakin terpancar membuat para ibu ibu merasa iri. Mereka semua bertanya apa rahasia Zhia bisa terlihat sangat sangat cantik di saat hamil walaupun postur tubuhnya semakin membesar saja.
"Ha...ha.. Apa kalian mau tau jawabannya?" ucap Zhia terkekeh kecil mendengar pertanyaan para ibu ibu yang terdengar sangat lucu di telinganya.
"Ia, Zhi. Kami ingin hamil seperti dirimu. Walaupun sedang hamil dan tubuhmu semakin gemuk tapi kamu malah terlihat semakin cantik" ucap para ibu ibu yang kepo dengan rahasia kecantikan Zhia.
"Jawabannya hanya satu yaitu kebahagiaan. Aku bisa terlihat cantik dan juga sehat seperti itu karna kasih sayang suami dan juga kakakku" ucap Zhia merangkul mesra Rayyan dan menunjuk ke arah Kinan.
Melihat Zhia menunjuk ke arahnya Kinan langsung melambaikan tangannya sambil meleparkan senyuman kasih sayangnya.
"Mereka selalu saja memanjakanku dan memenuhi semua keinginanku sehingga membuatku sangat bahagia. Hanya itu tips dari aku, agar kalian bisa terlihat cantik saat hamil. Karna di saat kita hamil dukungan keluargalah yang paling kita butuhkan" ucap Zhia terseyum.
"Maaf! Kami ke tamu yang lain lagi ya" ucap Rayyan tersenyum ramah.
"Baik! Kamu memang suami idaman" ucap para ibu ibu menatap kagum Rayyan yang selalu saja memperhatikan dan memperlakukan Zhia dengan baik.
"Ini semua sudah tugas saya menjadi seorang suami. Karna, bagi saya kebahagiaan istri saya jauh lebih penting dari segalanya" jelas Rayyan tersenyum.
"Ayo, Sayang! Mari" ucap Rayyan tersenyum ramah lalu merangkul Zhia dan berjalan menemui tamu yang lainnya.
"Kamu duduk ya! Tidak baik jika kamu kelamaan berdiri" ucap Rayyan mendudukkan Zhia.
"Ia, Sayang. Tap aku mau buah" ucap Zhia manja.
"Baiklah! Kamu tunggu di sini. Biar aku ambilkan" ucap Rayyan mengambil buah yang Zhia inginkan.
__ADS_1
"Hai, Zhi" ucap Sinta dan Nur duduk bergabung bersama Zhia.
"Hai! Ardiyan dan Wildan di mana?" ucap Zhia.
"Itu! Mereka sedang mengobrol dengan teman teman mereka" ucap Sinta.
"Bagiamana hubunganmu dengan Wildan? Apa masih lancar?" ucap Zhia tersenyum.
"Hemz gitulah. Aku tidak tega menolaknya karna dia selalu saja berjuang untuk mendekatiku. Bahkan dia setiap pagi mengirimkan bunga untukku. Dia memperlakukanku sangat spesial" ucap Sinta mengingat perjuangan Wildan mendekatinya.
"Rayyan juga mengatakan jika dia telah berubah. Dia tidak pernah membicarakan soal wanita dan juga tempat tempat hiburan lagi. Sekarang dia lebih pokus ke kantor dan juga dirimu" ucap Zhia mengoda Sinta.
"Kamu bisa aja Zhi. Tapi, aku belum bisa memberikan sepenuhnya hatiku untuknya. Aku takut dia hanya mempermainkanku nantinya" ucap Sinta menunduk.
"Kak Sinta tidak usah terlalu khawatir seperti itu. Aku tau jika kakak pernah di sakiti oleh mantan kekasih kakak. Tapi, jangan buat masa lalu kakak sebagai alasan kakak tidak bisa menerima pria lain. Karna tidak semua pria itu sama kak, ada juga pria yang mencintai kakak dengan tulus" ucap Nur.
"Kamu benar Nur. Lihat aku, dulu Rayyan pernah menyakitiku tapi kini sekarang dia telah berubah. Kini dia telah menyesali perbuatannya dan mau menebus semua kesalahannya di masa lalu. Kamu lihat juga Kak Kinan, dulu Kak Kinan adalah pria brengsek yang suka main perempuan, tapi kini dia sudah berubah dan menjadika Rissa sebagai pelabuhan hatinya. Begitu juga dengan Wildan" ucap Zhia tersenyum.
"Baiklah! Aku akan mencoba mengikuti kata hatiku" ucap Sinta menetapkan kata hatinya.
Setelah acara mulai sepi dan tamu mulai berpulangan Zhia mencoba membawa Rissa ke kamar pengantin di ikuti oleh Nur dan Sinta. Sesampainya di kamar Zhia langsung memberikan baju dinas untuk Rissa.
"Ris, sekarang kamu mandi dan bersihkan seluruh tubuhnu agar tubuhmu wangi dan segar. Setelah itu jangan lupa pakai ini" ucap Zhia memberikan baju lingerie tembus pandang.
"Ini apa, Nyonya? Kenapa seperti pakaian kurang bahan?" ucap Nur dengan polosnya.
"Nanti kamu juga tau. Ini pakaian khusus depan suami" ucap Zhia tersenyum kecil.
"Tapi, Zhi" ucap Rissa malu malu.
__ADS_1
"Tidak usah tapi tapi. Kamu mau jadi istri yang baik'kan? Ingat menyenangkan suami adalah tugas kita sebagai istri. Ayo cepat mandi sebentar lagi Kak Kinan datang" ucap Zhia mendorong Rissa ke kamar mandi.
Setelah memastikan Rissa telah masuk ke kamar mandi Zhia, Nur dan Sinta langsung keluar dari kamar pengantin sambil tersenyum bahagia. Hanya Nur yang binggung sendiri karna tidak mengerti apa yang di bahas Sinta dan Zhia karna kepolosannya.
Sedangkan di aula pernikahan Rayyan,Ardiyan dan Rafi sedang merencanakan sesuatu. Rayyan menuangkan angur merah ke satu gelas dan meletakkan sedikit obat perangsang ke dalamnya.
"Apa kamu tidak berlebihan Ray?" ucap Rafi menatap Rayyan.
"Tidak! Aku meletakkan ini di malam pertama mereka jadi tidak ada yang salah. Apa kamu lupa karna dia aku terkena banjir lokal di malam hari sehingga aku mengingil kedinginan. Aku mah baik hanya memberikannya kehangatan" ucap Rayyan kesal mengingat kelakuan Kinan yang mengerjainya.
"Terserah kamu saja! Tapi, jika ada sesuatu kami tidak terlibat" ucap Ardiyan tegas.
"Kalian tenag saja! Cukup diam dan lihat saja" ucap Rayyan terkekeh sambil tersenyum penuh kelicikan.
Satu keberuntungan bagi Rayyan, Kinan malah datang mendekati mereka sehingga Rayyan semakin mudah menjalankan rencananya. Tidak mau membuat Kinan curiga Rayyan langsung memancarkan senyuman termanisnya.
"Pengantin baru! Sebetar lagi akan menikmati malam terindah ini" ucap Rayyan tersenyum.
"Sebelum melancarkan tugasmu ayo kita minum dulu" Rayyan memberikan gelas yang ada di tangannya kepada Kinan.
"Aku mau satu" ucap Wildan merapas gelas yang ada di tangan Rayyan lalu menengaknya sampai habis.
"Wil!" teriak Rayyan, Rafi dan Ardiyan serentak.
"Tidak apa apa. Aku bisa ambil lagi" ucap Kinan binggung melihat ekspresi ketiganya.
"Kenapa aku tiba tiba merasa panas ya?"
"Mampus! Salah sasaran"
__ADS_1
Bersambung....