Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 43


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rayyan langsung meletakkan tubuh Zhia di bathtub. Dia menguyur tubuh Zhia lalu menyabuninya dengan bersih seakan dia tidak rela bekas sentuhan Jefri mepekat di tubuh Zhia. Dia membuang gaun yang di kenakan Zhia lalu membersihkan tubuh Zhia sampai bersih.


"Kenapa sih kamu itu sangat keras kepala, Sayang? Sudah aku katakan jangan terima tawaran Ramlan tapi kamu terus saja tidak mendengarkanku" ucap Rayyan kesal sambil terus saja mempersihkan tubuh Zhia.


Mendengar ocehan Rayyan, Zhia hanya menunduk sedih sambil meneteskan air matanya. Melihat itu hati Rayyan bagaikan teriris, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Zhia dan kandungannya jika dia dan Kinan terlambat menyelamatkannya.


"Maafkan aku, Zhi. Maafkan aku karna belum bisa melindungimu dengan baik" ucap Rayyan memeluk Zhia sambil menitikkan air matanya.


"Kamu baik baik saja di dalam'kan, Sayang. Maafkan papa karna belum bisa menjadi papa yang baik untukmu" ucap Rayyan mengusap perut Zhia yang mulai membuncit sambil menciuminya dengan lembut.


Karna merasa tidak puas Rayyan masuk ke dalam bathtub dan berendam bersama Zhia. Dia menatap wajah Zhia yang memerah dan sudut bibirnya yang sedikit koyak karna tamparan Jefri. Melihat itu amarah Rayyan semakin memuncak dia menyesal karna tidak membunuh Jefri dengan tangannya tadi.


"Maafkan aku! Maafkan aku yang tidak pernah mendengarkan ucapanmu" ucap Zhia lirih sambil terus menitikkan air matanya.


"Kamu tidak salah, Sayang. Aku yang salah karna belum bisa mendidikmu dengan baik. Aku terlalu sibuk dengan dunia luar sehingga aku lupa aku mempunyai tanggung jawab yang sangat besar kepadamu" ucap Rayyan menghapus air mata Zhia.


Rayyan mencoba memeluk Zhia dan membiarkannya menangis di dalam pelukannya. Setelah melihat Zhia mulai tenang Rayyan mencoba mengusap punggungnya lalu mencium keningnya dengan lembut. Rayyan menatap bibir pink Zhia lalu mencoba mengusapnya dengan ibu jarinya. Rayyan mencoba mendekatkan bibirnya dengan bibir Zhia. Namun, belum sempat menyatukannya aksi Rayyan tiba tiba di hentikan oleh suara keributan di luar.


"Rayyan" teriak Kinan sambil mengedor pintu kamar mandi.


"Sial! Kenapa sih itu anak selalu saja mengangu moment romantisku" ucap Rayyan mengacak acak rambutnya frustasi.


Rayyan langsung saja bangkit dari bathtub lalu membantu Zhia untuk berdiri. Rayyan mencoba mengeringkan tubuh Zhia dengan handuk lalu menutup tubuhnya mengunakan jubah mandi.


"Pakaianmu juga basah, Sayang" ucap Zhia melihat pakaian uang di kenakan Rayyan yang basah.


"Aku akan mengantinya" ucap Rayyan melepaskan semua pakaiannya lalu melilitkan handuk di pinggangnya.


"Ray, kamu apakan adikku di dalam sana? Kamu jangan mencari kesempatan dalam kesempitan" ucap Kinan terus saja mengedor pintu kamar mandi.


"Kamu ini tidak ada kerjaan lain selain mengangu pasangan suami istri yang sedang melakukan ritual mandi bersama?" ucap Rayyan kesal sambil membuka pintu.


"Aku ingin memastikan keadaan adikku dan juga calon keponakanku. Kamu juga apa tidak bisa melakukannya lain waktu?" ucap Kinan kesal sambil mendorong tubuh Rayyan menjauh dari Zhia.

__ADS_1


Tapi, saat Kinan mendorong tubuh Rayyan dia tidak sengaja menarik handuk yang melilit di pingang Rayyan. Sehingga handuk yang di kenakan Rayyan terjatuh dan memperlihatkan ******nya yang bergelantungan.


"Kau merusak mata suciku. Dasar adik ipar tidak ada akhlak" ucap Kinan repleks menutup matanya.


"Kau kakak ipar yang tidak ada akhlak. Main tarik tarik handukku saja. Apa jangan jangan kau bukan pria normal ya?" ucap Rayyan kesal sambil kembali membenarkan handuknya.


"Enak saja kalau ngomong. Aku ini pria normal yang mencintai wanita bukan pria hidung belang sepertimu" ucap Kinan tidak terima.


"Sudahlah! Lebih baik kau keluar dulu. Aku dan istriku mau mengenakan pakaian kami" ucap Rayyan mendorong tubuh Kinan keluar dari kamar mereka.


"Jangan lama lama. Kau periksa setiap inci tubuh adikku. Jika ada lecet sedikit saja maka aku akan membalasnya berkali kali lipat" ucap Kinan menahan pintu yang mau di tutup oleh Rayyan.


"Ok!" ucap Rayyan santai lalu menutup pintu dengan rapat.


Setelah melihat pintu yang di tutup rapat oleh Rayyan, Kinan mencoba melangkahkan kakinya ke ruang tamu untuk bergabung dengan Ardiyan, Wildan, Rafi, Sinta dan Tika yang sedang menunggu Rayyan dan Zhia.


"Apa Zhia masih lama, Kak? Apa dia masih bersedih dengan kejadian tadi?" ucap Rissa langsung menghapiri Kinan.


"Zhia sedang membersihkan dirinya. Sebentar lagi dia akan datang" ucap Kinan menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Siapa? Siapa yang berani mengusik kehidupan Zhia?" ucap Rissa.


Bukannya menjawab Rafi malah menatap Kinan. Melihat tatapan Rafi, Kinan langsung bisa menebak siapa orang yang di maksud Rafi. Melihat tatapan Rafi, Rissa langsung menatap Kinan dengan sejuta pertanyaan.


"Apa wanita itu dalang di balik semua ini?" tebak Tika karna saat pertemuannya dengan Enjel, Rissa langsung mencium bau kelicikan.


"Aku akan membereskannya!" ucap Kinan mengepalkan tangannya geram karna tidak terima dengan perlakuan Enjel yang mempermainkan kehormatan adik kesayangannya.


"Biar aku yang bicara dengannya" ucap Rafi menghawatirkan keadaan Enjel.


"Untuk apa kau menolongnya. Dia pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya" ucap Wildan tidak setuju.


"Berikan aku kesempatan. Aku akan memperigatinya. Jika aku gagal kalian boleh menghukumnya sesuka hati kalian" ucap Rafi meyakinkan.

__ADS_1


"Zhia! Kamu tidak apa apa?" ucap Sinta dan Rissa menghampiri Zhia yang datang bersama Rayyan.


"Ris, kalian bawa Zhia ke kamar" perintah Kinan datar.


"Baik, Kak" ucap Rissa menurut patuh lalu membawa Zhia kembali ke kamarnya.


Melihat Kinan yang tiba tiba menyuruh Zhia untuk pergi Rayyan mencoba mengerutkan keningnya binggung. Padahal tadi Kinan bersikeras untuk melihat keadan Zhia.


"Ray, Aku menggira Enjellah dalang di balik semua kejadian ini" ucap Kinan to the point.


"Dasar wanita ****** itu! Tidak ada kapok kaponya. Akan aku buat dia menyesal" ucap Rayyan penuh emosi sambil mengepalkan tangannya geram.


"Aku akan bicara dengannya, Ray. Berikan aku waktu untuk merubahnya" ucap Rafi penuh permohonan.


"Raf, kenapa kau sebodoh itu? kau masih bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik darinya" ucap Wildan mengaruk kepalanya yang tidak gatal, melihat sikap Rafi yang terus saja berjuang mendapatkan cinta Enjel yang sudah jelas jelas menolaknya dengan mentah mentah.


"Enjel tidak pantas mendapatkan cintamu Raf. Jika kau terus seperti ini kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Kau jangan bodoh" ucap Rayyan mengelengkan kepalanya pelan.


"Berarti kau juga bodoh lah" sambung Kinan seketika.


"Maksudmu?" ucap Rayyan mengerutkan keningnya binggung.


"Apa kau lupa jika kau dulu juga sangat mencintai Enjel. Bahkan kau rela mengemis agar dia tidak meninggalkanmu" jelas Kinan.


"Kalau begitu kau juga sama sama bodoh" ucap Rayyan kembali.


"Masudmu?"


"Karna kau juga dulu pernah jadi tempat persingahan wanita ****** itu" ucap Rayyan terkekeh kecil.


"Kalian mau membicarakan masalah wanita itu atau menyelesaikan masalah Zhia?" ucap Ardiyan menatap tajam Rayyan dan Kinan.


"Membalas orang yang menyakiti istriku" ucap Rayyan datar.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2