Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 81


__ADS_3

Setelah satu bulan baby Gibran terlahir ke dunia ini Zhia dan Rayyan melakukan syukuran cukur rambut baby Gibran. Semua tamu undangan berdatangan tidak ketingalan para sahabat mereka yang sangat heboh. Rissa dan Shinta terus saja berebutan untuk mengendong baby Gibran sehinga membuat Kinan dan Wildan pusing melihatnya.


"Ris, aku lagi! Kamu sudah dari tadi lo" rengek Sinta karna Rissa tidak mau memberikan baby Gibran kepadanya.


"sebentar lagi! Aku masih bermain dengannya. Lihat dia sangat mengemaskan" ucap Rissa tidàk mempeedulikan rengekan Sinta.


"Sayang! Lihat Rissa tidak mengijinkanku mengendong baby Gibran" adu Sinta sambil memayunkan bibirnya manja.


"Nanti ya, Sayang. Nanti kamu juga bisa mengendong baby Gibran kok" bujuk Wildan.


"Rissa sudah dari tadi mengendongnya. Aku kapan?"


"Ris! Berikan baby Gibran sebentar kepada Sinta sebentar ya" ucap Wildan memohon.


"Tapi aku masih bermain dengannya" ucap Rissa.


"Sayang! Kasih. Sebentar saja. Nanti kamu juga bisa maìn dengan baby Gibran sepuas hatimu" ucap Kinan membujuk Rissa.


"Ini" ucap Rissa mengalah tapi tidak lupa dengan wajah cemberutnya.


"Ayo ke kamar" ucap Rissa menarik tangan Kinan.


"Gapain, Sayang?"


"Aku mau bikin bayi seimut dan mengemaskan seperti baby Gibran" ucap Rissa ketus sambil terus menarik tangan Kinan.


"Siap laksanakan tuan putri" ucap Kinan semangat lalu membawa Rissa kedalam gendongannya.


"Aku juga. Aku juga mau membuat bayi seperti baby Gibran" ucap Sinta tidak mau kalah.


"Kalau itu gampang, Sayang. Suamimu ini selalu siap sedia" ucap Wildan semangat lalu memberikan baby Gibran kepada Nur.


Wildan membawa Sinta kedalam gendongannya dan membawanya ke kamar tamu. Para tamu undangan yang melihat tingkah kedua pengantin baru itu hanya mampu mengelengkan kepala mereka sambil terkekeh kecil.


"Apa kita tidak mengikuti jejak mereka, Sayang?" ucap Ardiyan menatap nakal Nur.


"Belum mahrom!" ucap Nur ketus lalu melangkahkan kakinya meningalkan Ardiyan.


"Bos! Atur pernikahan kami secepatnya" ucap Ardiyan menatap Rayyan memelas.


"Kamu tenang saja! Setelah acara ini kami akan mengatur pernikahanmu dengan Nur secepatnya" ucap Zhia tersenyum ramah.


Acara di lakukan dengan begitu meriah dan juga di hadiri oleh seluruh rekan bisnis dan juga sahabat mereka. Para tamu yang datang langsung terpesona dengan aura ketampanan baby Gibran yang langsung menghipnotis mereka.


Sehingga semua tamu ingin mengendong dan mencubit wajah gembul baby Gibran yang sangat mengemaskan. Masih bayi saja sudah jadi rebutan para wanita apa lagi sudah dewasa nantinya.

__ADS_1


Setelah acara selesai para tamu undangan perpamitan pulang tingallah Wildan, Sinta, Kinan, Rissa, dan Ardiyan di sana. Kali ini Rafi tidak bisa datang karna ada urusan bisnis di luar negeri. Sinta dan Rissa terus saja bermain dengan baby Gibran sehingga membuat Kinan dan Wildan merasa di abaikan.


"Sayang, bukannya tamu bulananmu datangnya setiap awal bulan ya?" ucap Kinan menatap kalender di ponselnya.


"Ia, memangnya kenapa?" ucap Rissa menerutkan keningnya.


"Ini sudah pertengahan bulan. Tapi aku belum melihat kamu datang bulan" ucap Kinan menatap lekat wajah Rissa.


"Kamu juga, Sayang. Seharusnya bulananmu datang di akhir bulan. Bukannya bulan lalu kamu belum datang bulan?" ucap Wildan mengingat jika Shinta belum datang bulan.


"Jangan jangan!" ucap Wildan dan Kinan saling lempar tatapan.


"Ayo kita ke dokter" ucap Kinan dan Wildan bangkit dari duduknya lalu menyerahkan baby Gibran kepada Nur.


Wildan dan Kinan membawa istri mereka masing masing ke dalam gendongan mereka. Mereka meningalkan kediaman Rayyan dan membawanya ke dokter kandungan untuk memeriksa apakah dugaan mereka benar. Zhia dan Rayyan yang melihat tingkah mereka hanya mampu mengeleng kecil sambil berdoa jika Rissa dan Sinta benar benar hamil.


"Sayang, ayo kita istirahat. Kamu pasti lelah. Baby Gibran juga butuh istirahat" ucap Rayyan mengambil Gibran dari gendongan Nur lalu berjalan menuju kamar mereka.


Sesampainya di kamar Zhia langsung menyiapkan air hangat untuk air mandi Gibran. Zhia memang mengurus semua keperluan Gibran tanpa bantuan baby sister. Sebenarnya Rayyan sanggup membayar gaji baby sister terbaik untuk putranya tapi, Zhia yang bersikeras ingin merawat Gibran dengan tangannya sendiri.


Zhia memandikan Gibran dengan sangat hati hati sambil bermain bersama. Rayyan juga membantu Zhia dia menyiapkan semua perlengkapan Gibran setelah selesai mandi. Mereka berdua saling berbagi peran, jika di lakukan berdua semua pekerjaan akan jadi lebih mudah.


"Sudah selesai! Sekarang kamu bobok ya, Sayang" ucap Rayyan menatap bayi mungilnya yang sudah wangi dan bersih.


"Sini, Sayang. Aku mau menyusuinya" ucap Zhia duduk bersandar di atas ranjang mereka.


Gibran yang juga merasa haus langsung membuka mulutnya sambil mencari sumber kehidupannya. Setelah dia menemukannya dia langsung mengisapnya dengan begitu rakusnya.


"Sayang" ucap Rayyan menatap Zhia.


"Hem!"


"Anak kita cukup Gibran saja ya"


"Kenapa? Kita belum memiliki anak perempuan"


"Aku tidak mau melihatmu kesakitan lagi" ucap Rayyan menatap lekat wajah Zhia sambil membayangkan bagaimana perjuangan Zhia untuk melahirkan buah hati mereka.


"Itu sudah menjadi tugasku sebagai istrimu, Sayang. Kamu bisa kok membalasnya"


"Dengan apa?"


"Dengan kebahagiaan! Kamu hanya perlu menjadi papa dan suami yang baik untuk kami"


"Terima kasih ya, Sayang"

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Karna kamu sudah menjadi istri yang sempurna untukku. Aku berjanji akan membalas semua perjuanganmu" ucap Rayyan mencium lembut kening Zhia.


"Gibran sudah tidur!" ucap Zhia pelan ketika melihat Gibran sudah melepaskan kantong susunya.


"Biar aku letakkan dia ke tempat tidurnya" ucap Rayyan mengambil tubuh Gibran dan memindahkannya ke ranjangnya yang berada di samping ranjang mereka.


Setelah memastikan Gibran tidur dengan nyaman Rayyan langsung kembali ke Zhia. Dia duduk di samping Zhia sambil memijit kecil tubuh Zhia yang terasa pegal. Sudah kebiasaan kedua sejoli itu setelah Gibran tidur mereka akan mengisi waktu mereka dengan bercerita dan mencurahkan isi hati mereka masing masing.


Rayyan dengan penuh kesabaran mendengarkan semua keluh kesah sang istri saat merawat bayi mereka. Tidak lupa Rayyan juga memijit tubuh Zhia dengan harapan semua kelelahan Zhia untuk mengurusnya dan juga buah hati mereka bisa terhapus.


Tiba tiba ponsel Rayyan yang tergeletak di atas meja berbunyi. Rayyan dengan mencoba melihat ponselnya dan melihat ada dua pesan masuk dari Kinan dan juga Wildan.


"Sayang, lihat ini" ucap Rayyan dengan senyuman mengembang memperlihatkan pesan yang di kirim Kinan dan Wildan.


"Jadi Kak Rissa dan Sinta hamil?" ucap Zhia tersenyum bahagia melihat pesan singkat itu.


"Ia, Sayang"


"Kalau begitu besok kita akan memberi selamat kepada mereka" ucap Zhia memeluk Rayyan dengan penuh kebahagiaan.


"Sstt... Jangan ribut. Nanti Gibran bangun" ucap Rayyan pelan sambil menatap Gibran yang masih tertidur lelap.


"Sekarang kamu istirahat ya. Kamu pasti sangat lelah" ucap Rayyan membaringkan tubuh Zhia dan menyelimutinya dengan lembut.


Rayyan dan Zhia mencoba memejamkan mata mereka masing masing sambil berpelukan. Zhia yang tidak pernah menyangka jika dia akan hidup bahagia seperti ini dengan Rayyan tidak pernah lupa mengucap syukur.


Akhirnya kesabarannya selama ini berbuah manis. Dia sekarang hidup bahagia dengan Rayyan di tambah lagi dengan kehadiran Gibran membuat kebahagiaan mereka semakin lengkap. Zhia kini hidup bahagia dengan Rayyan begitu juga dengan Sinta, Rissa dan juga Nur.


Mereka kini telah menjadi ratu di kehidupan mereka masing masing. Wildan, Kinan dan juga Ardiyan kini telah menemukan pelabuhan hati mereka masing masing dan meninggalkan kehidupan cassanova mereka.


Setiap manusia akan memiliki cobaan dan jalan hidup mereka masing masing. Tapi, jika mereka mampu menghadapi semua cobaan yang datang menghampiri mereka dengan penuh kesabaran maka, yakinlah kebahagiaan akan datang sebagai hadiah dari kesabaran mereka.


Tamat....


Hai semuanya🖐🖐


Terima kasih ya sudah menemani perjalanan cinta Zhia dan Rayyan sampai saat ini🥰. Jika ada kesalahan dalam penyampaian kata kata Author ucap seribu maaf🙏🙏. Author juga minta maaf jika ada kata kata Author yang kurang di mengerti🙏.


Jangan lupa mampir juga di kisah cinta babang Rafi ya😅. Di sana juga akan ada kisah mereka semua beserta putra putri mereka yang sangat mengemaskan.


Sekali lagi author ucapkan banyak terima kasih🥰😍😘. Jika bukan dari dukungan kalian Author tidak akan ada apa apanya☺.


Salam kenal semuanya👋.

__ADS_1


Salam dari medan🥰😗😗👋👋


Jangan lupa ikuti fb Author ya (Elprida wati tarigan) 🤣😅😅🥰


__ADS_2