
Rafi terus saja berusaha mencari keberadaan Enjel agar tidak keduluan oleh Rayyan dan Kinan. Rafi tidak bisa membiarkan wanita yang sangat dia cintai sedari kuliah mati sia sia di tangan Rayyan dan Kinan. Walaupun Rafi tau jika Enjel bersalah tapi setidaknya dia masih bisa mencoba membujuk Enjel agar berubah.
Hingga akhirnya Rafi menemukan Enjel di sebuah club hiburan malam. Enjel mencoba bersembunyi di club itu untuk menghindar dari Rayyan dan Kinan. Sebenarnya dia ingin pergi ke luar negri tapi, karna Rayyan telah meletakkan angotanya di setiap bandara membuat Enjel kesulitan untuk kabur.
"Enjel! Sini kamu" ucap Rafi geram sambil mencengkram lengan Enjel.
"Apaan, sih! Lepasin tanganku" ucap Enjel memberontak dan menepis cengkraman Rafi.
"Kau kenapa berada di tempat seperti ini?" ucap Rafi melihat tempat itu di penuhi wanita penghibur.
"Apa urusanmu? Lebih baik kau urus dirimu sendiri" ucap Enjel menatap tajam Rafi.
"Baiklah! Aku tidak akan mengurusimu. Maka, bersiaplah ajalmu akan tiba karna Rayyan dan Kinan tidak akan membiarkanmu hidup dengan tentram" ucap Rafi penuh emosi.
Mendengar ucapan Rafi, Enjel seketika terdiam tidak berkutik. Sama seperti Rafi, Enjel juga tau bagaimana sisi kejam Rayyan dan Kinan jika orang kesayangannya di usik.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu takut?" ucap Rafi tersenyum sinis.
"Aku tidak melakukan apapun. Jefri sendiri yang ingin menikmati tubuh Zhia" ucap Enjel mengelak.
"Kau pikir aku manusia bodoh! Aku tau betul bagaimana dirimu. Kau memang gila karna mencoba mengusik kehidupan Zhia"
"Aku hanya ingin mendapatkan Rayyan kembali"
"Apa? Kau ingin mendapatkan Rayyan? Bukankah dulu kau yang mencampakkannya seperti sampah? Apa karna Rayyan telah sukses dan juga kaya raya? kamu memang wanita gila" ucap Rafi tidak percaya melihat sikap Enjel.
"Aku memang gila! Kau memang bodoh karna selalu mengejar cinta wanita gila sepertiku" ucap Enjel dengan lantang.
__ADS_1
"Aku memang bodoh karna selalu mengharapkan cinta dari wanita rendahan sepertimu. Aku akan mencoba melupakanmu dan tidak perduli lagi denganmu" ucap Rafi menatap tajam Enjel.
"Asal kamu tau segila gilanya kamu, senakal nakalnya kamu tapi jangan pernah merendahkan harga dirimu dengan cara menjajakan tubuhmu ke setiap pria. Untuk apa tubuh indah dan wajah cantikmu jika hanya untuk memuaskan para pria hidung belang hanya demi uang. Apa kau memikirkan bagaimana perasaan ibumu yang telah melahirkan dan membesarkanmu? Jika dia tau putri yang selama ini dia rawat dengan tangannya sendiri adalah wanita murahan, aku yakin dia pasti merasa sangat kecewa dan gagal menjadi seorang ibu" ucap Rafi kembali.
"Cukup, Raf! Kau boleh menghinaku. Tapi, jangan bawa bawa nama ibuku dalam masalah ini" teriak Enjel tidak terima.
"Kenapa? Apa kamu takut jika putrimu kelak akan mengikuti jejakmu sebagai wanita murahan?" ucap Rafi tersenyum sinis.
"Berapa uang yang harus aku keluarkan untuk menikmati tubuhmu?" ucap Rafi mendekati Enjel dengan tatapan yang tidak dapat di artikan
"Apa maksudmu?" ucap Enjel melangkah mundur.
"Kamu boleh mati sia sia di tangan Rayyan dan Kinan. Tapi, setidaknya aku dapat menikmati tubuhmu terlebih dulu" ucap Rafi menarik Enjel dengan paksa.
Rafi mencoba membawa Enjel ke kamar yang telah di sediakan di club itu. Tidak banyak pikir rapi mencampakkan tubuh Enjel dengan kasar ke atas ranjang. Rafi mencoba membuka kancing kemejanya sambil menatap seluruh tubuh Enjel dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Aku memang mencintaimu. Tapi, aku sudah lelah mendengar hinaan yang selalu keluar dari mulutmu. Kau selalu saja merendahkanku dan memanfaatkan cintaku kepadamu. Jadi jangan salahkan aku jika bertindak segila ini" ucap Rafi mencoba naik ke atas ranjang dan menyentu tubub Enjel secara paksa.
Enjel terus saja memberontak dan berusaha menjauhkan Rafi darinya. Tapi, dengan tenaga Rafi yang jauh lebih besar darinya membuatnya tidak bisa melawan lagi. Di tambah lagi dengan ucapan ucapan pedas yang terlontar dari mulut Rafi membuat hati Enjel semakin teriris.
Melihat Enjel tidak lagi melawan Rafi mencoba melancarkan aksinya. Dia menjajah tubuh Enjel dengan liarnya dan mulai bergerah liar di atas Enjel. Rafi menatap wajah Enjel yang sangat kacau akibat ulahnya. Ada rasa iba yang mendalam ketika melihat wanita yang sangat dia cintai jatuh ke jalan yang salah.
Tapi, Rafi tetap berusaha mengejar cinta Enjel dan berharap Enjel bisa menatapnya sekali saja dan mau kembali ke jalan yang benar. Tapi, yang dia dapatkan hanyalah hinaan dan makian yang sangat pedas dari mulut Enjel sehingga membuatnya gelap mata dan melakukan hal sekeji ini.
Di kantor Rayyan.
Rayyan sedang sibuk dengan beberapa dokumentnya. Dia memeriksa satu persatu dokument yang menumpuk di meja kerjanya lalu membumbuinya dengan tanda tangannya. Hingga akhirnya matanya teralih karna melihat Ardiyan masuk ke ruangannya.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau sudah menemukan wanita lacknot itu?" ucap Rayyan menatap Ardiyan tajam.
"Ma...maaf, Bos. Untuk Enjel kami belum bisa menemukannya" ucap Ardiyan menunduk.
"Kenapa kalian bisa sebodoh ini? Untuk mencari satu wanita murahan saja kalian tidak bisa" ucap Rayyan geram karna dia belum puas sebelum membalas perbuatan Enjel kepada istrinya.
"Maaf, Bos. Tapi, saya sudah meletakkan anak buah kita di seluruh bandara dan stasiun di kota ini agar Enjel tidak bisa kabur. Kita hanya perlu mencarinya di tempat tempat yang bisa di jadikannya sebagai tempat persembunyian" ucap Ardiyan.
"Kalau begitu cari saja dia di tempat tempat hiburan malam" ucap Rayyan asal.
"Apa? Kenapa harus di tempat hiburan malam, Bos?" ucap Ardiyan binggung.
"Apa kau lupa jika Enjel adalah wanita murahan. Sudah pasti dia berada di tempat hiburan malam untuk mencari mangsanya sekaligus menghindar dari kejaran kita"
"Baik, Bos. Saya akan mencarinya ke sana"
"Aku akan ikut denganmu. Aku tidak bisa hidup tenang sebelum menghabisi orang orang yang berani menyakiti istriku" ucap Rayyan geram sambil memperlihatkan tatapan membunuhnya.
Melihat tatapan Rayyan yang sangat mengerikan tiba tiba bulu kuduk Ardiyan merinding. Dia tidak pernah melihat tatapan semenyeramkan itu terpancar dari mata Rayyan selama ini.
"Mampus kau, Jel! Singga tidur di usik" batin Ardiyan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Enjel jika Rayyan bisa menemukannya.
Rayyan memang orang yang sangat baik. Bahkan dia seringbmembantu orang orang sekitarnya. Tapi, jika kebaikannya di manfaatkan dan di salah gunakan maka dia akan memperlihatkan sisi kejamnya. Apa lagi itu menyangkut orang irang yang dia sayangi.
Kejadian kelam yang mengakibatkan Rayyan kehilangan kedua orang tuanya membuat kehidupan Rayyan berubah drastis. Termasuk sisi iblisnya yang langsung bangkit dari tubuhnya membuat semua orang engan berurusan dengannya.
Bersambung....
__ADS_1