Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 46


__ADS_3

Kinan dan Rissa yang terusik dengan teriakan Zhia mencoba untuk membuka mata mereka. Rissa membulatkan matanya terkejut ketika melihat dada polos Kinan yang sedang berada di depannya.


"Kakak memperkosaku?" teriak Rissa panik sambil mencoba memeriksa pakaiannya.


"Kakak tidak segila itu" ucap Kinan kesal sambil menjitak kepala Rissa pelan.


"Lalu kenapa kakak tidak pakai baju? Terus kenapa aku tidur di dalam pelukan kakak?" ucap Rissa mencoba mengingat kejadian semalam.


"Mana kakak tau! Mungkin kamu terjatuh. Kakak kira kamu guling ya kakak peluk saja" ucap Kinan santai sambil membayangkan kehangatan pelukan Rissa semalam.


"Oh ia! Semalamkan aku pindah ke bawah" batin Rissa sambil menunduk malu.


"Kakak! kakak apakan Rissa? Jangan bilang kakak mencari kesempatan dalam kesempitan?" ucap Zhia geram sambil menjewer teliga Kinan.


"A.. Aw! Sakit, Zhi" ucap Kinan merintih kesakitan sambil memegang tangan Zhia.


"Kakak apakan Rissa? Jangan bilang jika kakak sudai menodainya" ucap Zhia sambil menunjuk wajah Kinan.


Mendengar ucapan Zhia, Kinan mencoba menarik tangan Zhia dan mendudukkannya di sampingnya. Kinan menatap wajah Zhia dengan lekat lalu menjitak keningnya pelan.


"Kamu pikir kakak ini kakak apaan? Kakak yang selama ini melindungi kalian jadi tidak mungkin kakak menodai adik kakak sendiri" ucap Kinan kesal.


"Kamu itu di dalam otakmu ini apa tidak ada selain pikiran pikiran mesum" ucap Kinan kembali sambil menunjuk ke kepala Zhia.


"Kenapa kakak malah memarahiku?" ucap Zhia binggung karna Kinan sepertinya sedang memojokkannya.


"Aku tidak memarahimu. Aku hanya mengatakan jika aku tidak melakukan apapun kepada Rissa" jelas Kinan mencoba membuang wajahnya tidak mau menatap Zhia.


"Benarkah? kakak tidak bohong?" ucap Zhia menatap Kinan dengan tatapan penuh selidik.


"Ini anak! Otaknya perlu di cuci agar pikrannya tidak mesum semua" ucap Kinan mengacak acak rambutnya frustasi lalu beranjak melangkahkan kakinya meninggalkan Zhia dan Rissa yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


Kinan mencoba melangkahkan kakinya menuju kamar mandi lalu menutup pintu dengan rapat. Setelah melihat Kinan telah masuk ke dalam kamar mandi Zhia menatap Rissa yang masih duduk di sampingnya dengan tatapan penuh tanya.


"Mungkin semalam aku terjatuh. Jadi akhirnya kami tidur bersama" ucap Rissa.


"Tapi Kak Kinan tidak berbuat apa apa kan?" ucap Zhia mencoba memetiksa tubuh Rissa.


"Tidak mungkin kakak melakukan itu. Apa kamu lupa jika kita selama ini tumbuh bersama? Jika dia mau dia bisa melakukannya sedari dulu" ucap Rissa meyakinkan Zhia.


"Kamu benar! Kakak memang suka mempermainkan wanita. Tapi, dia memperlakukan kita dengan sangat istimewa" ucap Zhia menyadari kasih sayang Kinan yang sangat tulus untuk mereka.


"Sudahlah! Lebih baik kamu meminta maaf kepada Kak Kinan. Pasti dia tersingung" ucap Rissa.


"Kamu benar! Aku akan meminta maaf kepada kakak karna telah menuduhnya yang tidak tidak" ucap Zhia menyesali ucapannya.


Zhia memilih untuk menunggu Kinan keluar dari kamar mandi. Dia duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Rissa memilih untuk menyibukkan diri dengan membersihkan tempat tidur Kinan sambil menghindari pertanyaan pertanyaan Zhia yang sedikit mesum.


Tak menunggu lama Kinan akhirnya keluar dengan mengunakanan jubah mandi yang menutup tubuhnya. Dia mengerutkan keningnya binggung ketika melihat Zhia yang tersenyum manis menatapnya.


"Ini pakaian Rayyan. Kakak gunakan saja untuk menganti pakaian kakak" ucap Zhia memperlihatkan senyuman termanisnya.


"Ini anak pasti ada maunya" batin Kinan melirik Zhia yang terus saja tersenyum menatapnya.


"Kakak ganti baju dulu. Ingat jangan mengintip! Kakak iparmu saja belum melihat tubuh kakak" ucap Kinan menerima pakaian yang di berikan Zhia.


"Idih! Kakak pede amat. Untuk apa aku melihat milik kakak jika milik suamiku lebih hot" ucap Zhia memayunkan bibirnya.


"Jadi kamu bilang kakak tidak hot gitu?" ucap Kinan menatap Zhia.


"Bu..bukan seperti itu. Aku hanya mengatakan jika suamiku hot. tapi kakak juga hot kok! tapi, jika kakak bisa membawa kakak ipar dan memberikan keponakan yang imut untukku" ucap Zhia mengigit bibirnya kecil.


"Sudahlah! Kamu duduk saja di sini. Jangan berdiri lama lama" ucap Kinan tersenyum tipis sambil mendudukkan Zhia di tepi ranjang.

__ADS_1


"Kak, maaf ya. Tadi aku asal bicara sama kakak" ucap Zhia mrnyesali perkataannya yang menuduh Kinan melakukan hal yang tidak senonoh kepada Rissa.


"Tidak apa apa, Zhi. Kakak tau kamu hanya menghawatirkan Rissa. Jika kakak jadi kamu kakak juga akan melakukan hal yang sama" ucap Kinan tersenyum sambil mengelus puncak kepala Zhia.


"Makasi ya, Kak. Kakak memang selalu mengerti aku. Kakak ganti baju sekarang ya. Aku sudah lapar" ucap Zhia mengelus perutnya yang sudah keroncongan.


"Keponakan paman lapar ya? kamu sama seperti mamamu yang rakus" ucap Kinan tersenyum sambil mengelus perut Zhia.


"Kakak! Aku tidak rakus. Hanya doyan makan saja" ucap Zhia tidak terima.


"Ha..ha.. Ia ia. kamu tunggu di bawah saja. Jika kamu lapar kamu makan duluan saja nanti kakak menyusul"


"Baiklah! Aku turun duluan ya. Jangan lama lama" ucap Zhia bangkit dari duduknya lalu berlari kecil keluar dari kamar Kinan.


"Jangan lari lari, Zhi!" ucap Kinan memperingati.


"Siap, bos" ucap Zhia sambil terus melangkahkan kakinya menjauh dari Kinan.


Setelah melihat Zhia yang sudah menjauh Kinan menatap Rissa yang sedang melipat selimut yang menjadi alas tidur mereka semalam. Bayangan kehangatan yang dia rasakan semalam kembali tergiang di pikiran Kinan. Tapi, dia langsung menepis semua pikiran kotornya lalu berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai mengenakan pakaiannya Kinan keluar dari kamar mandi.


"Ris, mandilah bersihkan dirimu. Setelah itu kita sarapan bersama Zhia" ucap Kinan yang mrlihat Rissa terus saja menyibukkan dirinya.


"Ia, Kak" ucap Rissa gugup lalu masuk ke dalam kamar mandi sambil memabawa pakaian ganti yang di berikan Zhia.


Sambil menunggu Rissa, Kinan memilih bersantai di sofa. Dia melirik ponsel Rissa yang dia letakkan di atas meja semalam. Rissa memang sangat penurut dia tidak pernah membantah ucapan Kinan. Bahkan Rissa juga tidak mau mengambil ponselnya yang telah di sita oleh Kinan.


Kinan mencoba mengambil ponsel Rissa lalu mencoba membukanya. Suatu keberuntungan yang sangat besar ponsel Rissa tidak di kunci sehingga Kinan bisa memeriksa isi ponsel Rissa.


Kinan menatap layar ponsel Rissa yang tercantum foto mereka bertiga sedang tertawa bahagia. Dia sana terlihat dengan jelas Kinan yang merangkul Zhia sedangkan Rissa berada di samping Kinan sambil merangkul mesra lengan Kinan dan menyenderkan kepalanya di bahu Kinan.


Dengan seketika senyuman Kinan mengembang mengikuti senyuman kebahagiaan mereka di dalam foto itu. Kinan mencoba memeriksa ponsel Rissa dan seketika dia membulatkan matanya ketika melihat pesan singkat mesra yang di kirimkan oleh Wildan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2