
Karna bujukan dan permohonan dari Ramlan akhirnya Kinan dan Rayyan mengijinkan Zhia tampil mengunakan gaun yang kurang bahan bagi mereka, walaupun sudah di tutup sedikit oleh desainer dan Miss Em. Kinan dan Rayyan duduk bergabung pada pengusaha lainnya untuk menunggu acara di mulai. Sedangkan Zhia masih sibuk membenarkan gaunnya agar tubuhnya tidak terlalu terlihat saat di pentas nanti.
"Untuk apa kau menutupi tubuhmu sebegitunya. Tubuhmu pantas di lihat orang karna suami dan kakakmu suka melihat tubuh wanita lain" ucap Enjel tersenyum sinis sambil mendekati Zhia.
Mendengar ucapan Enjel, Zhia malah terkekeh kecil. Omongan Rissa yang tidak masuk akal sangat terdengar lucu di telingga Zhia segingga membuat Enjel terdiam sejenak.
"Kamu pasti berpikir kenapa aku tertawa padahal kau tidak sedang bercanda" ucap Zhia tersenyum sinis sambil mendekat ke Enjel.
"kau boleh tertawa mendengar ucapanku. Tapi, apa yang aku katakan benar apa adanya. Para pria hidung belang di luar sana pantas melihat tubuhmu karna kakak dan suamimu juga hal yang sama kepada wanita lain" ucap Enjel dengan angkuhnya.
"Itu semua karna para wanita itu membiarkan mereka menikmatinya. Coba saja jika para wanita itu menjaga tubuhnya pasti mereka tidak akan dapat melihatnya. Ingat sayang yang bisa membuat dirimu berharga hanya dirimu sendiri bukan orang lain" ucap Zhia tersenyum sinis sambil menatap gaun Enjel yang memperlihatkan bagian tubuhnya dengan sangat jelas.
"Lalu bagaimana dengan dirimu yang masih saja bertahan walaupun tidak di hargai suamimu? Aku heran melihatmu. Kau tetap saja bertahan dengan Rayyan padahal sudah jelas jika Rayyan hanya memperalatmu"
Degh...
Jantung Zhia langsung berhenti berdetak mendengar ucapan Enjel. Dia tidak bisa menjawab ucapan Enjel karna dia juga tidak tau apa alasannya teta bertahan padahal dulu Rayyan sangat menyakitinya. Apa karna cintanya terlalu besar kepada Rayyan sehingga dia di butakan oleh cinta?
Melihat Zhia hanya terdiam tidak menjawab Enjel langsung tersenyum penuh kemenangan. Dia merasa jika dia telah berhasil meracuni pikiran Zhia agar meninggalkan Rayyan agar dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Rayyan kembali.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau mulai memikirkan ucapanku? Asal kau tau jika selama ini Rayyan hanya menjadikanmu alat untuk melampiaskan dendamnya kepada Kinan kakak kesayanganmu itu. Aku heran kenapa wanita yang pintar dan berkelas sepertimu mau di jadikan pembantu sekaligus pemuas ranjang. Aku tau jika setatusmu itu sebagai istri dari Rayyan Ardinata pengusaha sukses yang kaya raya. Tapi, itu hanya status! Bahkan Rayyan tidak pernah memperkenalkanmu kedunianya. Jika aku menjadi dirimu aku lebih memilih untuk menjalani hidupku sendiri" ucap Enjel mencoba meracuni pikiran Zhia.
"Tapi sayang aku bukan dirimu. Bagiku pernikahan itu ikatan yang sangat suci dan hanya sekali seumur hidup. Sebelum kau katakan aku sudah tau terlebih dahulu apa tujuan Rayyan menikahiku. Aku pantas memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi milikku dan perjuanganku selama ini tidak sia sia. Kamu lihat sendiri Rayyan telah menjadikanku ratu dalam kehidupannya. Aku tau kau berkata seperti itu karna kau ingin menempati posisiku saat ini. Tapi, maaf aku tidak akan memberikan sedikitpun celah untukmu" ucap Zhia tidak mau kalah.
Mendengar Zhia yang telah mengetahui niatnya sebelum bertindak Enjel langsung terdiam. Dia tidak menyangka jika Zhia bukan wanita lemah seperti yang dia pikirkan. Bahkan terlihat dengan jelas jika Zhia sangat pintar bahkan memiliki mulut yang sangat pedas.
"Jika kau ingin masuk ke rumah tanggaku maka bersiaplah kau akan menghadapiku terlebih dulu" ucap Zhia menatap tajam Enjel.
Zhia tidak bisa membiarkan wanita yang dengan jelas ingin merusak rumah tangganya yang baru saja membaik. Zhia dapat melihat jika Enjel sangat menginginkan suaminya.
Melihat acara yang segera di mulai Zhia mencoba merapikan dirinya lalu melangkahka kakinya meninggalkan Enjel. Enjel yang tidak terima dengan ucapan Zhia menatap kepergian Zhia dengan penuh kemarahan sambil mengepalkan tangannya geram.
Karna acara telah di mulai semua model mencoba menunjukkan pesonanya di atas panggung. Semua mata para pejabat sekaligus tamu yang menghadiri acara itu langsung terpana ketika melihat Zhia naik ke atas panggung.
Tubuh tinggi dan langsing berisi membuat kecantikan Zhia semakin terpancar. Di tambah lagi riasan wajah yang natural sesuai dengan gaun yang di kenakan Zhia membuat semua orang terpana atas kecantikan Zhia yang alami.
Rayyan dan Kinan terus saja menatap Zhia yang sedang berlengak lengok di atas panggung. Mereka berdua menatap Zhia dengan penuh kekaguman. Rayyan terus saja menatap Zhia penuh kekaguman. Dia merasa sangat beruntung karna memiliki istri sesempurna Zhia, bukan hanya cantik dan pintar tapi Zhia juga sosok istri idaman karna kelembutan dan kasih sayangnya.
"Lihatlah istrimu! Di saat kau menyianyiakannya banyak pria yang bersedia mengantri untuk mengantikan posisimu. Maka jagalah dia selagi ada karna, jika dia telah pergi maka penyesalanmu tidak akan ada artinya lagi" ucap Kinan tersenyum sambil menatap ke arah para pengusaha pengusaha muda yang menatap Zhia penuh kekaguman.
__ADS_1
"Aku tau. Istriku memang idaman sejuta pria di luar sana. Aku sangat beruntung karna bisa menjadi pendampingnya. Terima kasih karna kau masih mempercayaiku untuk menjaganya" ucap Rayyan menatap Kinan dengan lekat.
"Aku hanya mendukung keputusannya saja. Jika kau tanya aku sudah dari dulu aku menyuruhnya untuk meninggalkanmu" ucap Kinan penuh kekesalan.
Mendengar ucapan Kinan, Rayyan langsung menelan ludahnya kasar. Memang seperti itu jika mempunyai kakak ipar musuh bebuyutan sendiri sudah pasti akan selalu ada celah untuk saling menyindir satu sama lain. Rayyan memilih untuk tidak mengambil hati ucapan Kinan, dia kembali menatap Zhia yang sedang berada di atas pentas.
Hingga akhirnya acara lelang di mulai, Ramlan mulai menawarkan harga gaun yang di kenakan Zhia. Dia menawarkan harga pembuka terlebih dahulu lalu para pejabat dan para tamu yang akan menawar dengan harga yang mereka sanggupi. Siapa yang berani menawar harga termahal maka dialah yang akan mendapatkan gaun yang akan di kenakan Zhia.
Setelah acara selesai dan Ramlan telah menentukan siapa yang mendapatkan gaun yang di kenakan Zhia. Zhiq memilih untuk kembali ke belakang panggung untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tapi, di saat dia sedang berada di ruang ganti pemenang lelang itu tiba tiba menemuinya. Melihat pria yang sudah mata mencoba mendekatinya Zhia mencoba untuk melangkah mundur untuk menjaga jaraknya dengan pria itu.
"Ada apa kau menemuiku di sini? Apa kau tidak tau jika ini ruang ganti wanita?" ucap Zhia menatap tajam pria itu.
"Aku tau! Hanya saja aku belum selesai melakukan penawaran di luar tadi" ucap pria itu tersenyum sinis sambil terus melangkahkan kakinya mendekati Zhia.
Bersambung....
Hai semuanya... Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya temanku ya.
__ADS_1