Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 55


__ADS_3

"Diam kau! Ingat kau ada utang tiga permintaan dariku" ucap Kinan menatap tajam Rayyan.


"Permintaan apa?" ucap Rayyan pura pura bodoh.


"Apa kau lupa jika dulu kau datang kepadaku untuk meyakinkan Zhia agar mau baikan denganmu?" ucap Kinan tersenyum sinis.


"I..ia aku ingat" ucap Rayyan menelan ludahnya kasar bersiap untuk mendapatkan kejahilan Kinan.


"Sekarang Zhia sudah mau kembali kepadamu dan mau bersikap romantis lagi denganmu. Sekaran saatnya kau memenuhi janjimu" ucap Kinan tersenyum penuh kemenangan.


"Kau jangan minta yang tidak tidak. Ingat aku ini adik iparmu dan Zhia istriku sedang mengandung" ucap Rayyan mengusap bulu kudungnya yang merinding.


"Kau tenang saja. Aku ini masih punya hati nurani. Kau hanya perlu menghabiskan anggur merah ini" ucap Kinan menunjuk ke meja yang berisi beberapa botol minuman keras.


"Kau gila! Bisa bisa aku di campakkan oleh Zhia ke luar rumah" ucap Rayyan membayangkan amukan Zhia jika dia pulang dengan keadaan mabuk.


"Kau tenang saja aku yang akan mengantarmu pulang. Jika kau pulang bersamaku pasti Zhia tidak akan marah" ucap Kinan mencoba meyakinkan Rayyan.


"Ingat Ray, kau sudah berjanji. Maka kau harus menepatinya" ucap Kinan memberikan segelas anggur merah kepada Rayyan sambil tersenyum penuh kelicikan.


"Baiklah! Kau tinggal mempunyai dua permintaan lagi" ucap Rayyan menerima gelas pemberian Kinan.


Dengan cepat Rayyan meminum anggur merah itu sampai habis. Setelah melihat gelas yang ada di tangan Rayyan kosong Kinan mencoba mengisinya kembali. Rafi juga ikut minum bersama Rayyan agar Rayyan tidak harus menghabiskan anggur merah itu sendirian


"Mampus! Kau akan merasakan amukan Zhia sebentar lagi, Ray" batin Kinan tersenyum puas membayangkan amukan Zhia nantinya.


Bukannya Kinan berniat jahat kepada Rayyan dan Zhia tapi, dia hanya ingin memberi pelajaran kepada Rayyan karna selama ini telah berani menyakiti hati Zhia. Kinan terus saja memberikan Rayyan minum sehingga Rayyan mabuk berat. Rayyan mulai tertawa dan bicara sendiri seperti orang gila.


"Haha... Akhirnya wanita j*l*ng itu sudah masuk penjara. Rasakan akibatnya karna dia telah berani mengusik bidadariku" ucap Rayyan tertawa puas sampil berdiri sempoyongan.


"Kamu sudah mabuk, Ray?" ucap Rafi yang juga merasakan kepalanya mulai berat.

__ADS_1


"Aku tidak mabuk! Mana mungkin Rayyan Arditana mabuk hanya meminum beberapa botol seperti ini. Ayo kita minum lagi ha..ha..ha..." ucap Rayyan mengambil botol minuman keras itu lalu menenggaknya dari botolnya secara langsung.


"Zhia istriku! Kau tidurlah dengan tenang dengan calon bayi kita. Aku telah meyingkirkan wanita keparat itu yang berani mengusikmu. Oh Zhia istriku sayang" ucap Rayyan mulai melihat bayangan Zhia di depannya.


"Zhia, Sayang! Kamu cantik sekali. Apa boleh aku menciummu sayang?" ucap Rayyan memajukan bibirnya bersiap untuk mencium Zhia.


"Dasar gila! Ini aku Kinan. Minggir" ucap Kinan mengidik ngeri ketika Rayyan melihatnya sebagai Zhia.


"Haha... Kamu mau yang lain, Sayang? Ayo aku sudah siap. Kamu mau berapa ronde? Aku akan melayanimu sepuasmu, Sayang" ucap Rayyan tersenyum puas sambil terus kengejar Kinan yang dia lihat sebagai Zhia.


"Ya Allah! Apa dosaku sehingga kau membuat aku berada di posisi ini" gumam Kinan putus asa sambil terus berlari untuk menghindari gairah Rayyan yang semakin memuncak.


"Rafi! Cepat kau urus sahabatmu yang gila ini. Jangan sampai dia memperkosaku di sini" teriak Kinan mencoba bersembunyi di balik sofa.


"Aku harus bagaimana? Lebih baik kau pura pura saja jadi Zhia. Layani suamimu dengan baik" ucap Rafi terkekeh geli melihat tingkah Rayyan yang mengira jika Kinan adalah Zhia.


"Oh, Sayang. Aku lelah! Kita lanjut besok saja ya" ucap Rayyan sempoyongan lalu mencoba membaringkan tubuhnya di atas sofa.


Melihat Rayyan sudah mulai tertidur Kinan mencoba keluar dari persembunyiannya lalu mencoba memastika jika Rayyan benar benar tidur. Kinan mencoba mengoyangkan tubuh Rayyan.


"Sayang, aku lelah. Kita lanjut besok saja ya. Aku janji akan melakukannya tiga ronde bersamamu" gumam Rayyan tetap memejamkan matanya.


"Ternyata kau benar benar berubah, Ray. Dalam ketidak sadaranmu saja kau masih mengingat Zhia" batin Kinan merasa lega karna Rayyan benar benar mencintai Zhia.


"Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku karna selalu menyakitimu. Maafkan aku yang tidak pernah menggap kehadiranmu. Aku menyesal, Zhi! Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku. Kamu boleh menghukumku, kamu boleh memukulku tapi jangan tinggalkan aku" ucap Rayyan menarik tangan Kinan lalu menangis meminta ampun.


"Aku sudah memaafkanmu" ucap Kinan berharap Rayyan bisa berhenti bergumam.


"Benar, Sayang? Kamu memaafkanku? Aku janji akan menebus kesalahanku. Aku akan membahagiakanmu sampai akhir usiaku" ucap Rayyan meneteskan air matanya sambil memeluk erat Kinan.


"Ia, aku memaafkanmu. Lebih baik kamu tidur ya. Kamu pasti sangat lelah" ucap Kinan mencoba mengelus rambut Rayyan.

__ADS_1


"Kenapa kau meyuruhnya tidur. Terus bagaimana kita membawanya pulang?" ucap Rafi mengingat jika mereka harus mengantar Rayyan untuk pulang.


"Oh ia! Aku lupa. Ray, ayo ikut aku ya" ucap Kinan mencoba membantu Rayyan berdiri.


"Kita mau kemana, Sayang? Apa kau ingin mencari tempat untuk kita melakukannya?" ucap Rayyan tersenyum nakal sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah Kinan.


"Sial! Niat hati ingin mengerjainya malah aku sendiri yang kesulitan" batin Kinan mengerutu kesal.


Rafi dan Kinan mencoba membantu Rayyan untuk keluar dari club itu. Walaupun Rafi juga sedang dalam pengaruh alkohol tapi dia masih bisa mengontrol dirinya karna dia tidak terlalu banyak minum. Sesampainya di mobil Kinan mencoba meletakkan Rayyan di bangku belakang bersama Rafi. Setelah melihat Rayyan tertidur Kinan mencoba melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Kinan memasuki perkarangan rumah Rayyan. Kinan mencoba membantu Rayyan untuk turun lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Kinan mencoba menatap ruang tamu yang kosong lalu membawa Rayyan menuju ke kamarnya bersama Zhia.


"Kamu tunggu saja di sini. Biar aku yang mengantarnya" ucap Kinan mencoba membawa Rayyan menuju kamar utama yang berada di lantai atas.


"Baiklah!" ucap Rafi santai lalu membaringkan tubuhnya di atas sofa tamu.


Sesampainya di kamar utama Kinan mencoba mengetuk pintu yang sedang tertutup rapat.


"Kakak Rayyan kenapa?" ucap Zhia yang melihat Rayyan sedang mabuk berat di dalam rangkualan Kinan.


"Dia terlalu banyak minum. Aku jadi kesulitan di buatnya" ucap Kinan mencoba meletakkan tubuh Rayyan dke atas ranjang.


Setelah meletakkan Rayyan di atas ranjang, Kinan mencoba merengangkan otot ototnya yang terasa kaku karna harus menuntun Rayyan. Melihat keadaan Rayyan yang cukup kacau Zhia mencoba mencium aroma tubuhnya yang di penuhi bau alkohol.


"Kakak nginap di sini ya. Kakak mau tidur di ruang tamu" ucap Kinan melangkahkan kakinya keluar dari kamar Zhia lalu mencoba menutup pintu dengan rapat.


"Haha... Rasain! Sebentar lagi kamu akan menikmati amukan macan betina yang sangat menyeramkan" gumam Kinan sambil melangkahkan kakinya menuju kamar tamu.


Byyurr.....


"Banjir!"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2