Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 69


__ADS_3

Tak terasa acara pertunangan Kinan dan Rissa telah tiba. Acara di selengarakan dengan begitu mewah dan dilakukan di gedung ternama di kota mereka. Terlihat begitu banyak tamu undangan dari kalangan atas mulai berdatangan.


Zhia dan Rayyan terlihat sedang sibuk menyambut para tamu yang berdatangan. Kedua orang tua Kinan tidak bisa datang ke acara bahagia Kinan karna mereka sudah memiliki kehidupan masing. Zhia yang tidak mau melihat Kinan bersedih berusaha selalu ada untuk menghibur Kinan dan menjadi adik perempuan yang terbaik untuknya.


"Sayang, aku menemui Kak Kinan dulu ya. Pasti dia belum selesai" ucap Zhia mengerti mengapa Kinan belum turun juga.


"Baiklah! Tapi kamu hati hati ya. Ingat jalannya jangan terburu buru" ucap Rayyan mengelus perut Zhia.


"Ok, Sayang" ucap Zhia tersenyum lalu berjalan menjauhi Rayyan.


Setelah sampai di kamar rias Kinan, Zhia melayangkan senyumannya ketika melihat Kinan berdiri termenung di depan kaca jendela. Kinan menatap indahnya pemandangan kota dari jendela kamarnya.


"Calon pengantin tidak boleh ngelamun lho. Nanti ayam tetangga pada mati" ucap Zhi tersenyum sambil berdiri di saping Kinan.


"Di sini tidak ada peternak ayam. Lagian ini hotel jadi tidak punya tetangga" ucap Kinan tersenyum sambil merangkul Zhia.


"Kakak kenapa melamun? Nanti aura ketampanan kakak menghilang. Aku tidak mau kakakku yang paling tampan ini menjadi jelek"


"Ha..ha.. Kamu ini bisa saja. Kakak tidak perlu terlihat tampan! Yang penting kamu dan Rissa selalu terlihat cantik dan memancarkan senyuman bahagia"


"Apa kakak sedang memikirkan paman dan bibi?"


Degh...


Jantung Kinan langsung berdetak kencang mendengar ucapan Zhia. Jujur saja dia merasa kecewa kepada kedua orang tuanya karna mereka tidak mempunyai waktu sedikit saja untuk Kinan. Bahkan di hari bahagia Kinan mereka tidak bisa meluangkan waktu mereka sedikit saja.


"Kamu tidak perlu menyebut mereka lagi. Mereka sudah bahagia dengan keluarga baru mereka. Aku juga sudah bahagia dengan kehidupanku. Karna aku kemiliki adik yang sangat cantik dan pengertian seperti dirimu. Yang paling membuat aku lebih bahagia lagi, kehadiran keponakanku dalam kandunganmu" ucap Kinan tersenyum sambil mengelus perut Zhia yang semakin membuncit saja.

__ADS_1


"Sayang! Kamu baik baik di dalam perut mama ya. Jika kamu tidak merepotkan mamamu yang sangat manja ini paman janji akan menghadiahkanmu taman bermain saat kau lahir ke dunia nanti. Bahkan paman akan memberikan barang barang mewah untukmu" ucap Kinan tersenyum sambil mengelus perut Zhia.


Degh....


Kinan merasakan tendagan bayi Zhia yang masih pelan. Walaupun pelan tapi Kinan dapat merasakannya dengan jelas. Kinan yang merasakan tendangan kandungan Zhia langsung tersenyum bahagia sambil terus melakukan komunikasi dengan bayi di dalam kandungan Zhia.


"Zhi, dia bergerak! Kakak dapat merasakan gerakannya" ucap Kinan tersenyum bahagia dengan mata berkaca kaca.


"Ia, Kak. Janin Zhia sudah mulai aktif. Dia selalu bergerak jika di ajak mengobrol" jelas Zhia.


"Kamu sedang apa di dalam, Sayang? Kamu yang sabar ya, sebentar lagi kita akan bersama di dunia ini. Jangan bandel di dalam ya, Sayang" ucap Kinan terus berbicara dengan kandungan Zhia.


"Kak! ayo kita turun. Tamu undangan sudah menunggu kakak. Acaranya juga akan di mulai! Aku tidak ingin membuat calon kakak iparku lama lama menunggu" ucap Zhia langsung merangkul tangan Kinan dan menuntunya berjalan ke ruang pesta.


Ketika Kinan dan Zhia menuruni anak tangga semua pandangan teralih kepada mereka. Semua pandangan menatap kagum atas kedekatan Zhia dan Kinan. Banyak yang mengangap mereka adalah kakak adik kandung. Bahkan Kinan memang mengatakan kepada semua orang jika Zhia adalah adik perempuannya. Tapi, dulu banyak juga yang mengira mereka pasangan kekasih karna terlihat sangat mesra di manapun dan kapanpun.


"Sayang! Biarkan kakakmu menghabiskan waktunya dengan calon istrinya" ucap Rayyan menghampiri Zhia.


"Baiklah! Tapi, jangan lama lama berdiri. Kinan hati hati istriku sedang hamil" ucap Rayyan menatap tajam Kinan.


"Apa kau lupa jika yang di dalam kandungan istrimu adalah keponakanku? Aku tidak mungkin membiarkan adik dan keponakanku terluka" ucap Kinan ketus.


"Sudah! Bisa tidak kalian satu hari saja tidak bertengkar?" ucap Zhia membuang napasnya kasar melihat kedua pria yang selalu saja bertengkar bagaikan tom and jerry.


"Dia duluan!" ucap Kinan dan Rayyan serentak sambil menunjukkan tangannya masing masing.


"Hufff! Jika kalian bertengkar lagi maka akan aku pastikan aku akan merajuk" ancam Zhia tegas sehingga membuat keduanya langsung terdiam tanpa kata.

__ADS_1


"Lihat! Kakak ipar sudah datang" ucap Zhia bersorak gembira ketika melihat Rissa telah turun ke ruang pesta.


"Ayo, Kak! Acaranya sudah di mulai" ucap Zhia membawa Kinan ke atas panggung untuk bertukar cincin dengan Rissa.


"Sayang! jalannya pelan pelan" ucap Rayyan terus saja mengawasi Zhia.


"Ia, Sayang. Aku tau!" ucap Zhia membuang napasnya kasar karna Rayyan terlalu posesif kepadanya.


Zhia dan Kinan langsung naik ke atas panggung di ikuti Rayyan yang terus saja mengawasi Zhia dari belakang. Kinan menatap Rissa dengan penuh kekaguman. Dia tidak menyangkan jika sebentar lagi dia akab melepaskan masa lajangnya dengan wanita yang sangat dia cintai. Bahkan, wanita itu adalah wanita yang selalu dia jaga dan dia didik selama ini.


"Ris, aku titip Kak Kinan ya. Jaga dia, sayangi dia selama aku tidak ada di sampingnya. Aku mohon jangan pernah kamu sakiti dia karna jika kamu menyakitinya itu sama saja kamu menyakitiku" ucap Zhia menyatukan tangan Rissa dan Kinan.


"Ia, Zhi! Aku akan selalu mencintai Kak Kinan dan menyayanginya sepenuh hatiku" ucap Rissa tersenyum.


"Kak, mulai sekarang Rissa adalah milik kakak. Aku mohon kakak jaga dia, sayangi dia seperti kakak menyayangi dan juga memanjakanku selama ini. Aku mohon jangan pernah kakak sakiti hatinya walaupun hanya sedikit saja. Jangan kakak buat dia meneteskan air matanya kecuali air mata kebahagiaan" ucap Zhia menatap wajah Kinan dengan lekat.


"Ia, Sayang. Kakak akan selalu memanjakan dan memperlakukan kakak iparmu sebaik mungkin. Kakak tidak akan pernah menyakiti hatinya karna itu sama saja kakak menyakiti hatimu" ucap Kinan menagkupkan kedua tangannya di wajah Zhia lalu mencium puncak kepala Zhia dengan lembut.


"Sekarang kakak pasangkan cincinya ke jari kakak ipar" ucap Zhia memberikan cincin pertunangan Kinan dan Rissa.


Di depam para tamu undangan dan juga keluarga dekat mereka Kinan dan Rissa saling bertukar cincin. Ketika Kinan memasangkan cincin ke jari manis Rissa, Tak terasa air mata Rissa beehasil lolos dari mata indahnya. Dia tidak menyangka jika dia sekarang telah berhanti setatus dari adik angkat Kinan kini telah berubah menjadi tunangan Kinan.


Setelah keduanya telah bertukar cincin para tamu undangan langsung bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada mereka. Zhia yang menyaksikan masa masa bahagia itu tidak henti hentinya meneteskan air mata bahagianya. Dia menatap haru Kinan dan Rissa yang sedang berada di atas pangung tersenyum bahagia.


"Kakakmu sudah menemukan cinta sejatinya. Kamu jangan bersedih seperti itu sayang" ucap Rayyan menghapus air mata Zhia.


"Ini bukan air mata kesedihan, Sayang. Tapi, air mata kebahagiaan! Kebahagiaan yang sangat besar sehingga tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata"

__ADS_1


Mendengar ucapan Zhia, Rayyang langsung tersenyum lalu merangkul pinggang Zhia dengan mesra. Mereka berdua menatap Kinan dan Rissa yang sedang di mabuk asmara di atas panggung


Bersambung....


__ADS_2