
Sesampainya di bandara Kinan mencoba menuju pusat imformasi untuk mengetahui keberadaan Rissa. Kinan membuang napasnya lega ketika mendengar jika Rissa berada di pesawat yang telah di tunda penerbangannya karna perintahnya.
Saat keluar dari ruang imformasi Kinan melihat penjual balon udara yang sedang berjualan disekitar lokasi bandara. Tiba tiba ide romantis keluar dari pikirannya, Kinan mencoba melangkahkan kakinya menuju penjual balon itu.
"Pak, saya mau beli seratus balon. Tapi anda harus menulis I love you, Rissa pada setiap balon itu. setelah selesai saya mau anda membawanya ke jalur penerbangan pesawat. Saya beri anda waktu lima menit." ucap Kinan tanpa mau di bantah sedikitpun.
"Tapi, Tuan. Bagaimana saya bisa melakuan itu selama lima menit" ucap penjual balon itu ketelatipungan.
"Hei! Kamu suruh para karyawan di sini untuk membantu bapak ini" ucap Kinan kepada satpam yang berdiri di dekatnya.
"Katakan kepada bosmu ini perintah dari Kinanta Wirawan. Jika dia menolak maka katakan aku dan adik iparku Rayyan Ardinata akan menutup bandara ini dengan sekejap" ancam Kinan dengan tegas.
Mendengar nama pengusaha yang terpengaruh di negeri mereka di sebut satpam itu langsung mengidik ngeri. Walaupun Kinan tidak membawa bawa nama Rayyan tidak akan ada yang berani membantahnya. Apalagi dia membawa nama Rayyan membuat orang semakin takut untuk mengelak.
"Baik, Tuan" ucap satpam itu menganguk patuh lalu menyuruh para cleaning servis untuk membantu penjual balon itu.
"Ha..ha... Ada untungnya juga aku mempunyai adik ipar pengusaha tinggi seperti dia. Walaupun dia hanya berada sedikit di atasku" gumam Kinan tetap tidak mau kalah dari Rayyan.
Kinan mencoba kembali mengayunkan langkahnya. Tiba tiba dia melihat seorang pria yang sedang membawa sebuket bungga yang sangat indah. Dengan cepat Kinan mendekati pria itu lalu meminta bungga yang pria itu pegang.
"Aku mau menukar bunggamu itu dengan uang ini" ucap Kinan memberikan uang yang lumayan banyak untuk pria itu.
"Ambil saja, Tuan" ucap pria itu langsung menerima uang pemberian Kinan.
Sedangkan di pesawat Rissa mengerutkan keningnya binggung kenapa penerbangan di tunda selama ini. Bahkan sudah lima belas menit penerbangan di tunda tapi, sampai sekarang belum ada tanda tanda pesawat akan melakukan lepas landas.
Tiba tiba suasana pesawat menjadi heboh karna ada pemandangan indah di luar pesawat. Para penumpang menatap ke arah jendela pesawat dan melihat begitu banyak balon yang berterbangan.
"Wah, romantis sekali" teriak para penumpang menatap kagum akan tulis tulisan romantis di balon itu.
"Itu! Kenapa ada namaku di balon itu? Apa ini ulah Wildan?" gumam Rissa mencoba menebak siapa yang menciptakan suasana romantis itu.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya. Anda Nyonya Rissa?" ucap salah satu pramugari mencoba mendekati Rissa.
"Ia, saya Rissa"
"Anda sudah di tunggu di luar, Nyonya" ucap pramugari mempersilahkan Rissa untuk turun.
Tidak mau jadi pusat perhatian para penumpang, Rissa akhirnya turun dari pesawat. Melihat Rissa turun para penumpang langsung menebak jika Rissa adalah wanita yang sangat beruntung itu.
"Jadi dia wanita yang sangat beruntung ini?"
"Pantas saja dia sangat cantik. Pasti kekasihnya pengusaha ternama yang berpengaruh di negeri ini"
Mendengar ucapan ucapan dan tatapan para penumpang Rissa hanya mampu menunduk malu. Dia terus melangkahkan kakinya keluar dari pesawat itu. Hingga akhirnya saat dia menuruni anak tangga pesawat dia menatap Kinan yang sedang berdiri menyambutnya sambil memegang sebuket bungga.
"Kak Kinan!" gumam Rissa mencoba mengucek matanya tapi hasilnya tetap saja.
"Aw!" pekik Rissa ketika dia mencoba mencubit tangannya kecil.
"Kamu tidak mimpi, Sayang. Maaf aku tidak pernah menyadari perasaanmu. Maaf karna aku juga di pernah menyadari perasaanku kepadamu" ucap Kinan mencoba melangkahkan kakinya mendekati Rissa.
Kinan mencoba mengengam tangan Rissa lalu menatap netra matanya dengan lekat. Kinan dapat melihat cinta yang begitu besar di mata Rissa yang selama ini dia tidak dapat mengerti arti tatapan itu.
"Maafkan kakak yang telah terlambat menyadari cintamu. Jujur kakak memang tidak pantas bersanding dengan wanita sebaik dirimu. Tapi, kakak janji akan memantaskan diri kakak untuk selalu berada di sampingmu. Kakak akan berubah menjadi yang lebih baik lagi untukmu. Kakak berjanji akan meninggalkan dunia bebas kakak hanya untukmu" Kinan mencoba mencoba menekuk satu kakinya di lantai lalu memberikan buket bunga yang ada di tangannya.
"Rissa! Maukah kamu menjadi istriku? Istri untuk tempatku pulang dan mengobati rasa lelahku? Aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu. Aku akan membahagiakanmu sekuat tenagaku." ucap Kinan menatap Rissa penuh permohonan.
Tess...
Air mata Rissa yang sedari tadi dia bendung akhirnya berhasil lolos dari mata indahnya. Dia mencoba menutup wajahnya yang merah merona karna sikap romantis Kinan. Jujur saja dia tidak pernah membayangkan jika Kinan akan melamarnya di depan umum seperti ini.
Terima... Terima..
__ADS_1
Teriak para petugas bandara dan juga para penumpang yang melihat keromantisan Kinan. Rissa mencoba menarik napasnya dalam dalam lalu mengangukkan kepalanya dengan cepat lalu menerima bungga pemberian Kinan.
"Jadi kamu mau jadi istriku, Sayang?" ucap Kinan bangkit lalu menatap lekat wajah Rissa.
"Ia! Aku mau jadi istri kakak" ucap Rissa dengan lantang sambil tersenyum puas.
Mendengar jawaban Rissa, Kinan langsung tersenyum puas. Dia memeluk Rissa dengan erat sambil menciumi seluruh wajah Rissa. Rissa juga membalas pelukan Kinan sehingga keduanya larut dalam kebahagiaan. Melihat kebahagiaan keduanya semua yang melihatnya bersorak gembira sehingga membuat bandara itu menjadi heboh seketika. Bahkan banyak orang yang melihatnya mengabdikan moment bahagia sehingga beritanya langsung tersebar luas.
"Kakak melupakanku?" ucap Zhia memayunkan bibirnya sambil memainkan kakinya karna Kinan dan Rissa tidak memperdulikan kehadirannya yang sedari tadi berdiri menatap mereka.
"Maafkan kakak, Sayang. Kamu tetap menjadi adik kebangaan kakak" ucap Kinan berjalan mendekati Zhia sambil merangkul Rissa.
"Sini peluk sayang" ucap Zhia membuka kedua tangannya.
Zhia mencoba memeluk Kinan dan Rissa secara bersamaan sehingga ketiganya larut dalam kebahagiaan bersama.
"Tapi, dari mana kakak bisa menghubungi pihak bandara untuk menghentikan penerbangan? Ponsel kakak'kan ada sama aku" ucap Rissa penasaran karna waktu penutupan bandara berbeda jauh dengan kedatangan Kinan ke bandara.
"Kakak'kan ada dua ponsel. Satu untuk bisnis beserta kedua adik kakak yang cantik ini dan satu lagi untuk teman teman kakak. Maklum saja pengemar kakak banyak jadi kakak tidak mau chat penting kakak tertimbun dengan chat yang tidak penting dari mereka" jelas Kinan tersenyum.
"Terus kenapa Sinta mengirim pesan mesra seperti ini kepada kakak?" ucap Rissa menunjukkan pesan yang dia baca tadi pagi.
"Oh! Jadi pesanku salah kirim ke nomor bos? Maaf soalnya ketika aku tersadar karna salah kirim keduluan di baca jadi aku tidak sempat menghapusnya. Soalnya aku lihat tidak ada balasan apapun jadi aku biarkan saja, aku juga tidak tau itu nomor bos" ucap Sinta cengengesan karna memang tidak sengaja salah kirim ke nomor Kinan.
"Zhia! Kenapa kamu mau meninggalkanku, Sayang? Aku salah apa? Katakan kepadaku, Sayang" ucap Rayyan langsung memeluk Zhia tanpa memikirkan napasnya yang bergembus kencang karna terlalu lelah berlari.
"Si..siapa yang mau pergi? Siapa yang mau meninggalkanmu?"
"Apa!"
Bersambung....
__ADS_1