Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Promo Karya Baru


__ADS_3

Haii semuanya🖐🖐.


Author bawa kabar baik. Kisah cinta Rafi sudah meluncur ya🥰😍. Jangan lupa mampir🥰😘😘


Judul: Pembantu Somplak Mr. Arrogant.


Cuplikan:


Clara" teriak Nyonya Rudolf pemilik restoran tempat Clara bekerja paruh waktu.


"Bughh..."


"Arghh... Ini pintu kenapa tiba tiba ada di sini, sih" ucap Clara kesal sambil memukul pintu yang telah mencium keningnya.


"Kenapa Nyonya memangilku? Astaga aku lupa mematikan kompor gas" ucap Clara memukul keningnya ketika mengingat kecerobohannya.


Clara... Clara hanya nama itu yang akan di pangil jika ada masalah di dapur restoran itu. Clara Alaysya adalah gadis yang sangat cantik dan juga pintar. Tapi, dia memiliki satu kekurangan yaitu ceroboh.


"Ada apa, Nyonya?" ucap Clara dengan polosnya ketika melihat para karyawan restoran itu berkumpul di dapur.


"Dari mana saja kamu?" ucap Nyonya Rudolf menatap tajam Clara.


"Saya habis dari toilet, Nyonya. Maaf perut saya tadi mules jadi buru buru ke toilet"


"Kamu lihat ini! Karna kecerobohanmu restoran ini hampir jadi abu" ucap Nyonya Rudolf menunjuk ke arah ruang masak yang sudah hitam karna api yang keluar dari panci yang telah hangus akibat kecerobohan Clara.

__ADS_1


"Maaf, Nyonya. Saya janji akan memperbaikinya, Saya akan membereskan semuanya" ucap Clara penuh permohonan.


"Tidak perlu! Mulai sekarang kamu saya pecat. Kamu tidak perlu datang lagi ke restoran ini. Gajimu bulan ini tidak akan saya berikan angap saja sebagai ganti kerugian saya" ucap Nyonya Rudolf membuang napasnya kasar lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Clara dengan penuh kekesalan.


"Tapi, Nyonya" ucap Clara berusaha mengejar Nyonya Rudolf.


Brukk...


"Ha.. Ha... Dapat kodok berapa pelayan?" ucap Rania Rudolf putri kedua dari keluarga Rudolf sekaligus teman satu kampus Clara.


Melihat Rania yang mengejeknya Clara hanya bisa menatapnya tajam sambil mengepalkan tangannya geram. Clara tau jika Rania sengaja menghalangi jalannya sehingga Clara terjatuh di depannya. Ingin sekali Clara mencakar wajah wanita ular di depannya itu. Tapi, Clara tau diri dia sekarang berada di restoran keluarga Rudolf.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau mau marah? Coba saja kalau berani!" ucap Rania mentap remeh Clara.


"Kau pikir aku juga ada waktu mengurusi manusia miskin sepertimu" ucap Rania menatap remeh Clara lalu melangkahkan kakinya untuk menemui mommynya tercinta.


"Sudah jam sebelas! Aku harus ke kampus sekarang" ucap Clara mencoba mencari angkutan umum untuk kendaraannya ke kampus.


Setelah melihat angkutan umum yang menuju kampusnya Clara langsung menaikinya. Jarak restoran dan kampus Clara memang lumayan jauh sehingga dia harus mengunakan angkutan umum. Clara memang bisa mengunakan ojek selain cepat dan pasti tidak sempit sempitan.


Tapi, bagi Clara tidak masalah sempit sempitan naik angkot umum yang penting ongkosnya murah dan menghemat isi kantongnya. Apalagi sekarang dia telah di pecat dari pekerjaannya maka dia harus lebih menghemat lagi.


Sesampainya di depan kampus Clara langsung turun dari angkutan umum. Dia melihat mobil mewah yang terparkir di depannya. Tidak mau perpenampilan acak acakan Clara mencoba menatap penampilannya dari pantulan mobil itu.


"Rambutku berantakan sekali. Tunggu, aku bawa sisir" ucap Clara mengambil sisir yang ada di dalam tasnya lalu merapikan rambutnya yang berantakan.

__ADS_1


Karna telalu asik merapikan penampilannya Clara sampai tidak sadar jika dari dalam mobil itu ada pria tampan yang memperhatikannya. Pria yang berwajah datar itu terus menatap Clara sambil tersenyum tipis. Senyuman yang sangat tipis sampai sampai tidak ada yang bisa melihat senyuman itu.


Raffi Alexander, pria arrogant yang memiliki wajah datar dan menjadi incaran para wanita. Tapi, di dalam kamusnya tidak ada lagi yang namanya wanita. Bahkan Raffi tidak mau lagi mengenal yang namanya wanita karna telah dua kali cinta tulusnya di sia siakan oleh wanita yang sangat dia cintai.


"Sempurna! Aku harus ke kampus sekarang" gumam Clara mengayunkan kakinya meningalkan mobil Rafi.


Rafi hanya mampu menatap pungung Clara yang berlahan menjauhinya. Bayangan Clara yang bergaya dan bersolek di hadapannya terus terbayang di pikirannya. Tapi, Rafi langsung menepis semua pikirannya tentang wanita yang mampu membuatnya tersenyum walaupun hanya senyuman tipis.


"Semua wanita sama saja! Mereka tidak pernah menghargai cinta yang tulus. Mereka hanya menghargai harta dan tahta saja" gumam Raffi membuang semua pikirannya tentang Clara wanita yang belum dia kenal sama sekali.


"Maaf, Tuan! Soalnya di dalam antrinya panjang sekali" ucap Bisma asisten Rafi.


"Tidak apa apa. Mana minumanku"


"Ini, Tuan. Apa tidak ada lagi yang mau di beli?"


"Tidak! Kita ke kantor saja. Setelah rapat selesai aku mau ke taman sebentar"


"Baik, Tuan" ucap Bisma menganguk patuh lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Jangan lupa mampir semuanya🥰😘😘.


Akan ada kisah para cassanova yang sudah insyaf di sini ya. Bahkan ada sedikit cerita putra putri mereka yang sangat mengemaskan☺🥰🤭. Penasaran kan? Cuss otw sekarang juga🙈🙈


__ADS_1


__ADS_2