Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 73


__ADS_3

Hari pernikahan Kinan dan Rissa akhirnya telah tiba. Rissa yang sedang berada di kamarnya terus sana menatap dirinya di pantulan cermin. Sebentar lagi dia akan berganti status menjadi istri Kinan yang selama ini telah merawat dan mendidiknya dengan sangat baik. Rissa tidak pernah membayangkan jika dia bisa bersatu dengan Kinan di dalam ikatan suci pernikahan.


"Kamu sudah siap kakak ipar?" ucap Zhia tersenyum sambil berjalan mendekati Rissa.


"Zhia! Kamu cantik sekali" ucap Rissa menatap kagum Zhia yang selalu terlihat cantik walau sedang hamil.


"Terima kasih! Kakak juga sangat cantik. Pasti Kak Kinan akan kagum dengan kecantikan kakak"


"Terima kasih ya, Zhi. Kalau bukan karnamu kami tidak mungkin bersatu sampai sekarang"


"Untuk apa kakak berterima kasih kepadaku? Berterima kasihlah kepada Allah karna telah menyatukan kalian kedalam ikatan suci pernikahan. Kita sebagai umat manusia hanya bisa menjalankan dan berusaha. Sedangkan yang mengatur semuanya hanyalah Allah yang menciptakan kita"


"Kamu memang sempurna, Zhi. Pantas saja Kak Kinan sangat menyayangimu sejak dulu"


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini, Kak. Sudah jangan banyak bicara, ayo kita turun" ucap Zhia merangkul tangan Rissa lalu membawanya turun ke bawah.


Acara pernikahan Rissa dan Kinan di lakukan di salon Rissa yang telah di rombak sebaik mungkin dan hanya di saksikan beberapa tamu penting. Sedangkan acara resepsi akan di lakukan malam nanti di aula hotel bintang lima. Kinan yang Kini telah berada di depan penghulu tiba tiba tersenyum lebar ketika melihat kedua wanita yang sangat dia sayangi berjalan mendekatinya.


"Kak! Jaga Kak Rissa ya" ucap Zhia dengan mata berkaca kaca sambil memberikan tangan Rissa kepada Kinan.


"Pasti, Sayang! Kakak akan menjaga kakak iparmu sekuat tenaga kakak. Kamu jangan bersedih ya" ucap Kinan mengelus wajah Zhia.


"Aku tidak bersedih, Kak. Ini adalah air mata kebahagiaan karna kakak telah menemukan cinta sejati kakak. Aku berharap kakak dan kakak ipar bahagia selamanya sampai maut memisahkan"


"Aamiin! Kamu juga bahagia bersama adik ipar ya" ucap Kinan langsung membawa Zhia kedalam pelukannya sambil menciumi pencak kepala Zhia.


"Sayang, Ayo! Acara akadnya akan di mulai" ucap Rayyan mendekati Zhia lalu membawanya duduk di kursi tamu untuk menyaksikan akad nikah Kinan dan Rissa.


Setelah melihat Zhia menjauh Kinan membawa Rissa ke kursi akad. Kinan mencoba menarik napasnya dalam dalam dan bersiap untuk mengucapkan ijab kobul di hadapan para tamu dan juga Allah yang menciptakan mereka. Kinan mengucapkan ijab kobul dengan sangat lantang dan tanpa ada kesalahan sedikitpun.


"Bagiamana para saksi? Sah!"


"Sah!"

__ADS_1


Tess


Air mata kebahagiaan berhasil lolos di mata indah Rissa. Dia tidak hentinya meneteskan air mata kebahagiaannya karna dia kini telah resmi menjadi istri Kinan, pria yang selama ini dia cintai dalam diam. Rissa mencoba mencium punggung tangan Kinan sebagai tanda baktinya kepada suami, Kinan juga mencium lembut kening Rissa di depan para tamu dan juga penghulu.


Setelah ijab kobul selesai orang yang pertama Kinan dan Rissa temua adalah Zhia. Mereka bertiga saling berpelukan dan meneteskan air mata kebahagiaan bersama sehingga para tamu ikut menagis melihat kedekatan ketiganya. Mereka bertiga memang tidak memiliki ikatan darah, tapi mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat.


Mereka bertiga tumbuh besar bersama dan melewati segala penderitaan mereka bersama sama. Saling membantu dan saling mendukung satu sama lain sehingga membuat hubungan mereka semakin kuat bahkan mengalahkan hubungan darah sekalipun.


"Terima kasih, Sayang. Karnamu kakak bisa menemukan cinta sejati kakak" ucap Kinan terus menciumi wajah Zhia.


"Kakak jadi imam yang baik untuk kakak ipar ya. Jangan pernah sakiti dia, jangan pernah biarkan air matanya menetes kecuali air mata kebahagiaan" ucap Zhia menyatukan tangan Rissa dan Kinan.


"Pasti, Sayang. Kakak akan melakukan tugas kakak sebagai imam keluarga sebaik mungkin" ucap Kinan menatap lekat wajah Zhia.


"Ray, jaga adikku dengan baik ya. Jangan pernah kau sakiti lagi dia" ucap Kinan menatap lekat Rayyan yang juga menangis di belakang Zhia.


"Pasti! Aku akan menjaga adikmu dengan baik. Maaf! maaf karna aku pernah gagal menjadi imam yang baik untuknya" ucap Rayyan meneteskan air matanya mengingat kelakuannya yang pernah menyakiti Zhia.


Setelah selesai menuangkan kabahagiaan mereka Kinan dan Rissa mencoba mendatangi para tamu satu per satu. Semua tamu langsung memberi selamat dan memberikan doa terbaik mereka kepada pasangan pengantin baru itu.


"Kamu tidak mandi, Sayang?" ucap Kinan duduk di samping Rissa.


"Aku tidak bisa membuka reat seleting bajuku" ucap Rissa gugup.


"Biar aku bantu" Kinan mencoba membuka read seleting gaun Rissa sehingga memperlihatkan punggung mulus Rissa.


"Mulus sekali, Sayang" ucap Kinan mencoba menyentuh punggung Rissa.


"Maaf! Aku mandi dulu ya"


"Setelah kamu mandi apa kita akan langsung melakukannya?"


"Apa tidak apa apa? Sebentar lagi kita akan ke hotel untuk melakukan resepsi?"

__ADS_1


"Hufs! Ia juga ya. Aku akan mencoba bersabar sampai nanti malam"


"Kenapa?" ucap Rissa binggung.


"Jika kita melakukannya sekarang pasti kamu tidak akan sangup menghadiri resepsi kita. Apa lagi ini yang pertama untukmu" ucap Kinan mengingat Rissa masih tersegel.


"Hem! Terserah kakak saja" ucap Rissa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Kamu yang sabar ya. Nannti kamu akan melakukan tugasmu. Jangan buat malu ya?" gumam Kinan mencoba menenangkan juniornya yang sudah terbangun.


Sambil menunggu Rissa keluar dari kamar mandi Kinan mencoba memainkan ponselnya dan mengecek sosial media.


Tes...


Air mata Kinan mrnetes ketika melihat akun sosial media Mamanya yang terlintas di brandanya. Terlihat Mama Kinan membagikan moment kebahagiaannya dengan keluarga barunya yang sedang berlibur ke luar negri.


"Mama sangat bahagia sehingga Mama melupakan putra Mama sendiri. Kinan bahagia melihat Mama dan Papa hidup bahagia dengan keluarga baru kalian. Karna Kinan juga sekarang telah bahagia dengan keluarga baru Kinan. Kinan memiliki adik perempuan yang sangat cantik dan juga manja bahkan kini Kinan memiliki istri yang sangat sempurna" ucap Kinan mencoba menghapus air matanya.


"Kakak kenapa?" ucap Rissa melihat Kinan menangis sambil menatap ponselnya.


"Aku tidak apa apa, Sayang. Hem! Apa kamu lupa dengan janjimu?" ucap Kinan mengalihkan perhatian Rissa.


"Janji apa?" ucap Rissa mengerutkan keningnya binggung.


"Setelah kita menikah kamu harus memanggilku apa?" Kinan membawa tubuh Rissa kedalam pangkuannya.


"Apa?"


"Apa kamu ingin aku memakanmu sekarang juga?"


"Tidak! Baiklah, lebih baik kita istirahat dulu, Hubby"


"Ok, My Honey. Tapi, aku mau melakukan pemanasan dulu" ucap Kinan membaringkan tubuh Rissa di atas kasur.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2