Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 38


__ADS_3

Kinan berjalan menelisuri koridor kantornya dengan begitu arogannya. Dia melewati seluryh karyawannya yang menunduk menyambut kedatangannya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Para karyawan yang sudah terbiasa melihat wajah seram bos kulkasnya itu memilih untuk diam dan kembali melakukan pekerjaan mereka maaing masing.


Tapi, tidak untuk Sinta. Sinta yang sedang membereskan ruangan pemotretan tiba tiba terkejut dengan kedatangan Kinan yang menghampirinya secara langsung. Setelah menandatangani surat perjanjian pacaran kontrak mereka Sinta memang memilih untuk menjauhi Kinan.


Kinan yang belum membutuhkan tenagan Sinta memilih untuk diam dan mengikuti permainan Sinta. Tapi, karna nanti malam adalah acara lelang maka Kinan memilih untuk merendahkan egonya dan menemui Sinta secara langsung.


"Bo... Bos! Ada apa perlu apa sampai bos menemuiku ke sini?" ucap Sinta gugup sambil menunduk.


"Ini gaun untuk kau kenakanan di acara malam nanti. Ingat, jangan sampai adikku curiga dengan kebohongan ini" ucap Kinan tegas tidak lupa dengan wajah datarnya.


"Ba.. Baik, bos" ucap Sinta menerima gaun yang di berikan Kinan.


"Ingat! Kamu harus berdandan yang cantik. Aku tidak mau jika kau hanya mempermalukanku di acara nanti"


"Huff... Dasar bos sombong. Kenapa tidak mencari pacar asli saja. Tidak perlu merepotkanku seperti ini. Main ancam ancam perkerjaan pula" batin Sinta bergumam kesal mendengar perintah Kinan yang tidak ada hentinya.


"Tidak usah banyak protes. Lebih baik kau kerjakan saja apa yang aku perintahkan" ucap Kinan datar seperti tau kata hati Sinta.


"Ini bos bukan hanya menyebalkan tapi, ternyata bisa membaca pikiran orang ya?" batin Sinta kembali sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nanti jam tujuh aku akan menjemputmu. Lebih baik kamu cepat siapkan pekerjaanmu. Apa Zhia ada pemotretan hari ini?" ucap Kinan mengingat Zhia yang beberapa hari ini tidak datang ke kantornya.


"Bukankah bos menyuruhnya untuk istirahat" ucap Sinta mengingat Kinan menyuruh Zhia untuk istirahat terlebih dulu agar di acara malam nanti dia tidak kelelahan.


"Oh, ia. Ya sudah! Lanjutkan pekerjaanmu" ucap Kinan melangkahkan kakinya meninggalkan Sinta.


Saat berjalan mendekati ruangannya Kinan mengerutkan keningnya bingung ketika melihat Rayyan tiba tiba datang ke kantornya seorang diri. Kinan berusaha berpikir apa penyebab Rayyan bisa menginjakkan kakinya di perusahaannya.


"Kemasukan setan apa itu laki laki brengsek?" batin Kinan sambil menatap Rayyan yang berjalan mendekatinya.


"Hai! Apa aku mengangumu?" ucap Rayyan ramah seperti bukan Rayyan yang Kinan kenal selama ini.

__ADS_1


"Tidak! Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada adikku?" ucap Kinan langsung menghawatirkan keadaan Zhia.


"Tidak! Istriku baik baik saja. Aku hanya ingin bicara empat mata denganmu" ucap Rayyan menunduk.


"Apa kau menyakiti hati adikku lagi?" ucap Kinan menatap tajam Rayyan. Tatapan yang sangat tajam seperti menusuk jantung Rayyan, sehingga Rayyan menelan ludahnya kasar melihat tatapan Kinan yang begitu mematikan.


"Bisa kita bicara di dalam" ucap Rayyan melihat area sekitar yang di penuhi karyawan Kinan yang sibuk mondar mandir.


"Baiklah!" ucap Kinan singkat lalu melangkahkan kakinya memasuki ruangannya.


Sesampainya di ruangan Kinan, Kinan langsung duduk di sofa lalu mempersilahkan Rayyan untuk duduk. Rayyan'pun duduk di samping Kinan sambil meremas tangannya karna bingung harus berbicara seperti apa kepada Kinan.


"Ada apa?" ucap Kinan singkat sambil menatap tajam Rayyan.


"Aku ingin meminta maaf karna selama ini aku telah menjadikan Zhia sebagai tempat balas dendamku kepadamu" ucap Rayyan menunduk penuh penyesalan.


"Aku tau! Aku sejak awal sudah tau apa maksudmu mendekati adikku. Tapi, aku yang gagal melindungi adikku dari pria bejat sepertimu" ucap Kinan mengepalkan tangannya geram mengingat perbuatan Rayyan kepada Zhia selama ini.


"Jika itu tentang adikku maka aku akan melakukannya tanpa menunggu permohonanmu"


"Aku mohon kamu bicara kepada Zhia. Tolong kamu nasehati dia agar berhenti menjadi model di perusahaan Ramlan. Kamu tau sendirikan bagaimana Ramlan? Aku tidak mau Zhia masuk ke dalam perangkapnya" ucap Rayyan menghawatirkan keadaan Zhia.


"Aku tau! Tapi, kita tidak bisa memaksa Zhia secara langsung. Aku tau bagaimana watak Zhia. Jika dia sudah berkehendak tidak akan ada yang bisa menghentikannya" ucap Kinan mengingat watak Zhia yang sangat keras kepala.


"Aku mengerti. Tapi, setidaknya kita bisa memberitaunya agar menjaga jarak dari Ramlan"


"Kamu tenang saja. Aku sudah menyiapkan mata mata untuk mengawasi gerak gerik Ramlan. Aku sudah waspada terlebih dahulu sebelum dirimu"


"Baiklah! Aku juga akan membantu mengawasi Zhia. Tapi, apa aku bisa meminta bantuan kepadamu?" ucap Rayyan memberanikan diri mengungkapkan tujuan utamanya menemui Kinan.


"Apa?" ucap Kinan menatap tajam Rayyan.

__ADS_1


"Zhia sudah tau apa tujuanku menikahinya. Memang dia sudah memaafkanku dan mau berbicara kepadaku. Tapi, aku dapat merasakan jika dia masih mengikis jarak dariku. Jujur saja aku sangat menderita dengan sikap Zhia yang menjauhiku walaupun dia selalu terlihat biasa saja di depanku. Nan, aku mencintai Zhia, aku menyesal karna telah menjadikannya tepat pelampiasan amarahku. tolong bantu aku, Nan. Aku rela melakukan apapun asal Zhia kemabli kepadaku" ucap Rayyan bersunguh sunguh sambil memancarkan penyesalannya di netra matanya.


Kinan dapat melihat dengan jelas cinta yang begitu besar kepada Zhia di mata Rayyan. Bahkan Kinan melihat cinta Rayyan kepada Zhia jauh lebih besar dari cintanya kepada Zhia. Melihat Rayyan yang telah menyesali perbutannya dan mau berubah demi Zhia, Kinan merasa sangat bahagia karna akhirnya Zhia bisa mendapatkan cintanya.


Tapi, tiba tiba ide jahil di pikiran Kinan tiba tiba muncul. Dia mulai memikirkan rencana untuk mengerjai Rayyan sebagai pembalasan karna Rayyan telah menyakiti adik kesayangannya.


"Baiklah! Aku akan berbicara dengan Zhia. Tapi, kamu harus ingat kamu akan melakukan apapun." ucap Kinan tersenyum kecil.


"Ia, aku akan melakukan apapun asalkan Zhia mau menerimaku lagi" ucap Rayyan bersunguh sunguh.


"Setelah kau dan Zhia baikan kau harus membalas kebaikanku. Kau harus menuruti tiga keinginanku" ucap Kinan.


Mendengar ucapan Kinan, Rayyan mencoba mengusap bulu kuduknya. Dia merasa ada sisi jahil di pikiran Kinan yang akan merugikan dirinya.


"Kamu tenang saja. Aku tidak akan meminta hal yang tidak tidak. Karna bagaimanapun kau sekarang adalah adik iparku"


"Bukan soal bisnis'kan?" ucap Rayyan waspada.


"Aku tidak butuh perusahaanmu itu. Aku juga memiliki banyak perusahaan. Walaupun kau menang sedikit dariku tapi, aku tidak tergiur dengan itu" ucap Kinan santai.


"Baikla! Aku akan menuruti tiga permintaanmu. Asalkan aku bisa berdamai dengan Zhia dan Zhia bisa kembali seperti yang dulu lagi" ucap Rayyan tanpa ragu ragu.


Dia tidak perduli apapun yang akan Kinan minta darinya. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana caranya agar Zhia dan dirinya bisa kembali harmonis tanpa ada jarak yang mengikis mereka.


"Baiklah! Aku akan segera berbicara dengan Zhia. Aku juga akan memberitaumu cara meluluhkan hati Zhia saat dia marah, aku akan menceritakan semua tentang Zhia kepadamu" ucap Kinan tersenyum tipis penuh kemenangan.


Bersambung.....


Haii semuanya.... Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya temanku ya. Ceritanya sangat menarik si jamin kalian akan suka.


__ADS_1


__ADS_2