Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 65


__ADS_3

"Sayang! Kamu makannya pelan pelan" ucap Rayyan melihat Zhia makan dengan buru buru.


"Ini pelan kok, Sayang. Aku sudah sangat lapar. kamu lihat ini sudah pukul satu siang, aturan aku sudah makan tiga kali lho" ucap Zhia dengan mulut penuhnya.


"Ia, aku tau. Tapi kamu makannya jangan seperti itu nanti kamu kesedak" ucap Rayyan mencoba menghapus noda makanan di mulut Zhia yang berselemotan.


Mendengar ucapan Rayyan, Zhia hanya mampu memayunkan bibirnya. Melihat tingkah Zhia yang sudah seperti anak kecil Kinan mencoba menahan tawanya. Dia mengingat sikap dan kelakuan kecil Zhia yang sama seperti kelakuan Zhia saat ini.


"Apa kamu tau saat melihat cara makanmu dan bibir mayunmu itu kakak mengingat sikap manjamu saat kecil dulu. Kamu sangat suka makan sembarangan dan juga suka merajuk karna keinginanmu tidak di penuhi. Tapi, kamu sekarang sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan menjadi ibu. Kakak merasa sangat bangga karna bisa mempersarkanmu dan mendidikmu dengan baik" ucap Kinan tersenyum penuh haru melihat kebahagiaan Zhia saat ini.


Mendengar ucapan Kinan tiba tiba mata Zhia berkaca kaca. Dia mengingat masa kecilnya yang sangat menderita hingga akhirnya Kinan datang sebagai dewa penolongnya. Kinan memberi warna kepada hidupnya dan membuatnya lupa jika dia tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini.


Bahkan Kinan selalu memanjakannya dan menuruti semua keinginannya. Walaupun akhirnya kedua orang tua Kinan berpisah tapi Kinan tetap bekerja keras untuk membesarkan Zhia dengan tangannya sendiri.


"Kakak!" ucap Zhia tidak mampu membendung air matanya lalu mendekati Kinan dan memeluknya dengan erat.


"Kamu kenapa menangis? Kakak hanya mengingat wajahmu yang sangat lucu dan mengemaskan" ucap Kinan mencubit kecil hidung Zhia.


"Maafkan Zhia, Kak. Zhia selalu saja merepotkan kakak. Bahkan Zhia selalu menuntut banyak kepada kakak" ucap Zhia menyeka air matanya.


"Itu sudah menjadi tanggung jawab kakak, Sayang. Tapi! setelah kamu tumbuh dewasa kamu berlahan berubah menjadi wanita kuat yang sangat tangguh. Bahkan kamu tidak pernah lagi menerima uang pemberian kakak. Kamu memilih untuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanmu. Sama seperti Rissa kalian berdua adalah wanita terhebatku" ucap Kinan tersenyum manis sambil menatap Zhia dan Rissa penuh kebangaan.


"Kakak juga kakak terhebat kami" ucap Rissa dan Zhia serentak lalu memeluk Kinan secara bersamaan.


"Kalau Kak Kinan, kakak terbaikmu maka kamu tidak boleh menikah dengannya" ucap Zhia mencoba mengoda Rissa.

__ADS_1


"Upss! Kekasih sekaligus sahabat terbaikku" ucap Rissa tersenyum manis sambil memeluk Kinan dengan manja.


"Ehem!" dehem Rayyan karna merasa tidak di anggap oleh Zhia.


"Kamu adalah suami terbaikku. Walaupun kamu pernah menyakitiku tapi, aku bangga kepadamu. Karna akhirnya kamu menyadari semua kesalahanmu dan menjadikanku ratu dalam kehidupanku" ucap Zhia duduk di pangkuan Rayyan lalu mencium wajah Rayyan dengan lembut.


"Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku karna pernah menyakitimu" ucap Rayyan lirih lalu memeluk erat tubuh Zhia dan menengelamkan wajahnya di dada Zhia.


"Sudah! Lebih baik kita lanjutkan makannya. Aku masih lapar" ucap Zhia melepaskan pelukan Rayyan lalu duduk di samping Rayyan.


"Kamu ini! Apa tidak ada pikiranmu selain makan?" ucap Kinan mengelengkan kepalanya pelan melihat sikap Zhia yang tidak lepas dari yang namanya makan.


"Heh..he.. sayang sekali yang ada di pikiranku hanya makan dan makan" ucap Zhia polis lalu menyantap makanannya kembali.


"Tidak apa apa! Yang pentimg suamiku masih sanggup mengendongku" ucap Zhia sama sekali tidak memperdulikan ejekan Kinan yang selalu mengatakannya seperti badut.


"Sudah, Kak. Jangan mengejek Zhia seperti itu. Jika Zhia banyak makan itu'kan bagus untuk kandungannya" ucap Rissa membela Zhia.


"Benar, sekali! Jika nanti Rissa hamil dia juga akan sepetiku. Apa kakak akan mengejeknya juga?" ucap Zhia.


Mendengar ucapan Zhia, Kinan langsung menatap Rissa. Dia membayangkan bagaimana Rissa saat mengandung anaknya nantinya. Membayangkan itu tiba tiba Kinan tersenyum.


"Jangan berpikir yang macam macam" tegas Rissa sadar dengan tatapan Kinan.


"He..he.. Tidak kok, Sayang" ucap Kinan cengengesan lalu kembali melanjutkan makannya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya, Rayyan mencoba membawa Zhia kembali ke rumahnya. Dia memilih untuk tidak kembali ke kantor dan menghabiskan waktu bersama istrinya. Sedangkan Kinan mengantar Rissa krmbali ke salonnya dan memastika jika Rissa tidak akan kabur lagi.


Sesampainya di perkarangan rumahnya Rayyan mencoba menepikan mobilnya dan menatap Zhia yang telah tertidur dengan lelapnya. Rayyan melihat wajah teduh Zhia saat tertidur sambil tersenyum sendiri. Ada rasa kasihan di hatinya karna melihat perubahan tubuh Zhia yang berubah drastis akibat kehamilannya.


"Begitu besar perjuanganmu untuk melahirkan buah hati kita, Sayang. Bahkan kamu tidak mementingkan dirimu lagi, kamu hanya mementingkan kesehatan bayi kita. Maafkan aku ya, Sayang. Karna aku kamu pernah menderita" gumam Rayyan lalu mengecup lembut kening Zhia.


Rayyan mencoba turun dari mobilnya lalu mengendong tubuh Zhia dengan hati hati agar Zhia tidak terbangun. Rayyan mencoba melangkahkan kakinya ke kamar utama, setepah sampai di kamar mereka Rayyan meletakkan tubuh Zhia di atas ranjang mereka.


Rayyan mencoba membuka sepatu Zhia lalu menyimpan tas selempang Zhia di atas meja. Tidak lupa Rayyan menyelimuti tubuh Zhia lalu mengecup keningnya dengan lembut. Karna merasakan tubuhnya yang pegal karna berlarian mengejar Zhia, bahkan dia juga harus mengendong tubuh Zhia yang semakin berat saja.


"Huff! Ternyata tubuhmu semakin berat, Sayang. Tanggaku hampir patas di buatnya. Tapi, tidak apa apa berapapun berat badanmu aku akan tetap mengendongmu" ucap Rayyan tersenyum lalu membaringkan tubuhnya di samping Zhia.


"Anak papa baik baik di dalam ya. Jangan nakal kasihan mamamu. Kamu sedang apa sih di dalam sayang. Papa sudah tidak sabar ingin mengendongmu" ucap Rayyan sambil mengelus perut Zhia.


Degh...


Rayyan merasakan ada gerakan kecil di dalam perut Zhia. Usia kandungan Zhia saat ini telah memasuki umur empat bulan. Jadi gerakan bayinya mulai terasa walaupun hanya seperti jentikan kecil. Rayyan tersenyum lebar lalu kembali mengelus perut Zhia sambil mengajah buah hatinya berbicara.


Semaki Rayyan mengelus perut Zhia dia merasakan gerakan kecil itu berulang kali. Rayyan yang merasa sangat bahagia karna bisa menyaksikan perkembangan kandungan Zhia. Dia mencoba menciumi perut Zhia sambil menitikkan air matanya penuh kebahagiaan.


"Kamu sudah bergerak, Sayang. Kamu dengar papa ya. Kamu tidur ya, Sayang! Jangan gangu mama, mama sedang tidur. Kasihan dia, dia pasti sangat lelah" ucap Rayyan sambil mengelus perut Rayyan.


Setelah selesai berbicara Rayyan tidak merasakan ada gerakan lagi. Dia langsung tersenyum karna bayi di dalam kandungan Zhia mau mendengarkannya. Karna tidak mau mengusik tidur Zhia, Rayyan mencoba membaringkan tubuhnya di samping Zhia lalu memejamkan matanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2