Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 39


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Zhia yang menjadi model utama di acara lelang yang sangat besar menjadi perhatian banyak orang. Apalagi para model yang merasa iri kepada Zhia karna menjadi model yang sangat di nanti nanti oleh bos besar dalam acara itu yaitu Ramlan.


Ramlan bahkan bersedia menunggu di pintu utama untuk menyambut model cantik yang sedang hamil muda itu. Rayyan yang melihat sikap Ramlan yang berlebihan kepada Zhia langsung berpikir yang tidak tidak.


"Selamat datang Tuan Muda Rayyan Ardinata dan juga Nyonya Zhia Valensia" ucap Ramlan tersenyum hangat menyambut kedatangan Raýyan dan Zhia.


"Maaf anda salah menyebutkan nama istri saya. Ingat Zhia Ardinata" ucap Rayyan penuh penekananan.


"Maaf, Ray. Kamu jangan langsung marah seperti itu" ucap Ramlan terkekeh kecil ketika melihat amarah Rayyan.


"Sayang, aku temani kamu sampai selesai. Aku tidak mau jauh darimu" ucap Rayyan manja sambil mempererat rangkulannya di pinggang Zhia.


"Baiklah! Ayo kira ke ruang rias. Waktunya tinggal sebentar lagi" ucap Zhia pasrah akan sikap posesif Rayyan belakangan ini.


"Ayo, biar saya antar" ucap Ramlan melangkahkan kakinya membawa Zhia dan Rayyan ke ruang rias.


Sesampainya di ruang rias semua mata para model tertuju pada Rayyan dan Zhia. Ada yang menatap kagum atas kecantikan dan ketampanan pasangan itu. Ada juga yang menatap sinis keduanya bahkan ada juga yang berniat buruk terhadap hubungan mereka.


"Itu model utama dalam acara ini? Pantas saja dia sangat cantik bahkan dia istri dari tuan muda terkaya di negeri ini"


"Pasti menang jadi model utama mengunakan kekuasaan suaminya"


"Suaminya sangat tampan. Bagaimana jika aku jadi istrinya. Jadi istri simpanan juga aku mau jika modelnya seperti itu"


Berbagai ucapan keluar dari model yang akan menjadi fatner kerja Zhia hari ini. Zhia yang tidak sengaja mendengar ucapan ucapan para wanita itu memilih untuk diam seperti tidak terjadi apapun.


"Zhi, ini gaun yang akan kau kenakan malam ini dan ini Miss Em yang akan merias wajahmu" ucap Ramlan menunjukkan gaun yang di bawa oleh pria setengah wanita.


"Apa! Kau menyuruh istriku mengunakan gaun yang belum jadi ini? Tidak bisa! Aku tidak setuju" perotes Rayyan ketika melihat gaun yang sangat terbuka di bagian dada, pungung, bahkan belahannya memperlihatkan seluruh paha sebelah kiri Zhia.

__ADS_1


"Tapi ini gaun yang terbaik yang akan di kenakan Zhia malam ini" ucap Ramlan binggung.


"Kau ingin menjadikan istriku model utama atau mau menunjukkan tubuhnya ke seluruh dunia?" bentak Rayyan sambil memperlihatkan tatapan membunuhnya.


Melihat aura kemarahan Rayyan yang sangat menyeramkan membuat suasana di ruang rias semakin mencengkam. Ramlan langsung mengusap bulu kuduknya yang merinding ketika melihat tatapan Rayyan yang tidak pernah dia lihat selama ini.


"Akan saya coba menutup bagian paha dan juga dadanya" ucap Miss Em menunduk ketakutan ketika melihat tatapan tajam Rayyan.


"Coba kamu atur sekarang juga. Lihat waktu kita hanya sebentar" ucap Ramlan langsung mengalah tanpa ada perdebatan.


"Kau perbaiki gaun ini! Coba tutup di bagian dada dan juga belahannya" perintah Ramlan kepada desainernya.


"Kau Em! Langsung rias wajah Zhia. Aku tidak mau ada kesalahan. Dia adalah model utama di sini jadi kau harus meriasnya sebaik mungkin" perintah Ramlan tidak mau di bantah.


"Baik, Tuan!" ucap Miss Em menganguk patuh lalu menyuruh Zhia untuk duduk di depan meja rias.


Rayyan memilih untuk menunggu Zhia di sofa yang ada di ruangan itu. Dia melihat begitu banyak model yang akan melakukan pertujukan di panggung sebentar lagi. Namun, mata Rayyan tiba tiba berhenti kepada Enjel yang juga sedang di rias oleh meke over. Enjel yang sadar dengan tatapan Rayyan langsung melemparkan senyuman terbaiknya hingga membuat Rayyan menjadi mual.


"Ia, Sayang" ucap Zhia menganguk patuh.


Tapi, belum sempat Rayyan melangkahkan kakinya tiba tiba ruangan itu kembali riuh atas kedatangan sepasang kekasih yang berjalan begitu mesra memasuki ruangan itu. Zhia yang penasaran dengan keributan itu mencoba melihat ke sumber keributan.


Namun, Zhia membulatkan matanya dan membuka mulutnya lebar lebar ketika mengetahui penyebab keributan itu. Untung saja tidak ada nyamuk atau lalat yang lewat kalau tidak mereka akan masuk ke mulut Zhia yang terbuka lebar.


"Kakak, Sinta" ucap Zhia mencoba bangkit dari duduknya.


"Haii adik kecilku. Kenalkan ini kakak iparmu" ucap Kinan tersenyum manis sambil merangkul pinggang Sinta dengan mesra.


"Sayang, aku tidak mimpi'kan? Coba cubit" ucap Zhia tidak percaya dengan apa yang sedang di lihatnya.

__ADS_1


"Kamu tidak mimpi, Sayang. Ini kenyataan" ucap Rayyan mencoba menyadarkan Zhia.


"Aw! Sakit. Jadi aku tidak mimpi" gumam Zhia mencoba mencubit kecil tanganya.


"Sesuai janji kakak, kakak membawa kakak iparmu malam ini" ucap Kinan tersenyum manis.


"Sin! Apa kamu di ancam oleh bos kulkasmu ini? Atau kamu di paksa menjadi kekasihnya?" ucap Zhia mendekati Sinta lalu menariknya menjauhi Kinan.


"Ya ampun, Zhia! Kenapa sih kamu selalu saja berpikiran kotor tentang kakakmu ini" ucap Kinan menjitak kecil jidat Zhia.


"Aw! Kakak. Aku tidak berpikiran kotor. Aku hanya memikirkan kenyataan saja" ucap Zhia polos sambil tersenyum tanpa dosa.


"Ray, kau racuni apa pikiran adikku?" ucap Kinan melampiaskan kekesalannya kepada Rayyan.


"Kenapa bertanya kepadaku? Apa yang dikatakan istriku itu benar apa adanya. Kamu pasti mengancam Sinta'kan?" ucap Rayyan ikut ikutan.


"Kau jelaskan kepada mereka" ucap Kinan kesal lalu menghempaskan tubuhnya di sofa dengan penuh kekesalan.


Zhia dan Rayyan langsung menatap Sinta dengan sejuta pertanyaan. Sinta yang melihat tatapan pasangan suami istri itu langsung menelan ludahnya gugup. Dia mencoba melirik ke arah Kinan untuk meminta bantuan. Tapi, bukannya mendapat bantuan Sinta malah mendapat tatapan tajam Kinan sebagua petunjuk jika dia tidak bisa salah bicara.


"A.. Aku dan Kinan memang pacaran, Zhi. Kami sengaja menutupi hubungan kami karna kami masih pokus pada karir kami masing masing" jelas Sinta gugup.


"Nyonya gaunnya telah selesai di rombak. Tapi, di bagian dadanya hanya bisa tertutup sedikit dan belahannya tetap memperlihatkan setengah paha anda" ucap desainer menunjukkan gaun yang telah dia rombak.


Kinan yang melihat gaun yang akan di kenakan Zhia yang sangat terbuka langsung bangkit dari duduknya. Dia melihat gaun yang berwarna cream itu dengan seksama. Memang gaun itu yang paling indah dari gaun yang lainnya. Kainnya juga sangat lembut dan ringan sehingga tidak mengangu kandungan Zhia. Tapi gaun itu terlalu terbuka dan akan memperlihatkan beberapa bagian tubuh Zhia.


"Ramlan!" teriak Kinan penuh emosi.


Bersambung.....

__ADS_1


Hai semuanya... Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya teman aku ya. Ceritanya sangat menarik di jamin kalian pasti suka.



__ADS_2