
Setelah Rayyan berangkat ke kantor Zhia memilih menghabiskan waktunya di rumah. Karna hari ini tidak ada pemotretan Zhia meluangkan waktunya untuk memeriksa keadaan rumah mereka. Dia memeriksa seluruh sudut penjuru rumahnya dengan begitu teliti.
Karna merasa jenuh Zhia membantu tukang kebun mengurus bunga bunga kesayangannya. Tanpa ada rasa jijik dia menanam taman yang kosong dengan bunga yang dia pesan dengan tangannya sediri.
"Nyonya, jangan terlalu letih. Nanti kandungan nyonya tergangu" ucap Nur mencoba menegur Zhia yang dia lihat berjongkok.
"Tidak apa apa, Nur. Aku bisa jaga kandunganku kok" ucap Zhia tersenyum.
"Tapi, nyonya jangan berjongkok lama lama. Lebih baik nyonya duduk" ucap Nur bergabung membantu Zhia.
"Terima kasih ya, Nur. Kamu selalu saja memperhatikanku" ucap Zhia tersenyum.
"Sama sama, Nyonya. Nyonya adalah wanita yang sangat baik. Saya sangat beruntung bisa bertemu dengan wanita sebaik nyonya. Nyonya juga mau menampungku dan memberi pekerjaan yang layak untukku. Padahal nyonya tidak tau bagaimana kehidupanku" ucap Nur menatap Zhia dengan penuh rasa syukur.
"Kita sebagai manusia harus saling tolong menolong, Nur. Sudah kewajibanku membantu manusia yang membutuhkan pertolonganku. Lagian kamu adalah orang yang baik maka Allah akan selalu melindungimu"
"Tuan memang sangat beruntung punya istri seperti Nyonya. Tidak hanya cantik tapi nyonya juga memiliki hati yang sangat bersih"
Mendengar ucapan Nur, Zhia tersenyum kecil. Dia mengingat setiap ajaran Kinan yang selalu mendidiknya dengan begitu baik dan penuh kesabaran sedari kecil. Walaupun usia mereka tidak jauh berbeda tapi, Kinan begitu sangat dewasa saat membesarkan Zhia.
"Ada yang mengatakan kepadaku jika dunia hanyalah tempat untuk singah. Semua yang kita dapatkan di dunia ini hanyalah titipan semata. Maka perbanyaklah menolong orang orang yang kesusahan sehingga kelak mereka bisa menolong kita di akhirat nanti" ucap Zhia tersenyun membayangkan Kinan yang selalu saja menasehatinya dengan penuh kesabaran.
"Apa orang itu adalah kakak nyonya yang pernah nyonya bawa ke rumah ini?"
"Ia, Kak Kinan. Dia selalu mendidikku dengan penuh kesabaran. Dia adalah kakak terbaik yang di berikan Allah kepadaku"
"Tapi, kenapa kalian tidak ada kemiripan ya, Nyonya?"
"Dia bukan kakak kandungku. Dia adalah kakak angkat sekaligus sahabatku. Dia dewa penolongku yang Allah berikan kepadaku. Jika dulu aku tidak bertemu dengannya aku tidak tau bagaimana nasibku" ucap Zhia lirih ketika mengingat masa lalunya yang begitu kelam.
"Nyonya yang sabar, ya. Nyonya orang yang sangat baik. Aku yakin nyonya akan mendapatkan kebahagiaan setelah cobaan yang datang menghampiri nyonya"
__ADS_1
"Terima kasih ya, Nur" ucap Zhia tersenyum.
"Tapi, bagaimana hubunganmu dengan Ardiyan?" ucap Zhia kepo karna beberapa kali dia melihat jika Ardiyan selalu saja berusaha mendekati Nur.
"Tidak! Aku tidak ada hubungan dengannya, Nyonya" ucap Nur menunduk malu.
"Kamu tidak usah berbohong. Aku tau jika dia mencintaimu. Tapi, bagaimana dengan kuliahmu? Apa kamu sudah mengurusnya?" ucap Zhia mengingat jika Nur pernah bercerita jika dia mendapatkan beasiswa di universitas ternama di kota mereka.
"Sudah, Nyonya. Bahkan aku sudah mulai kuliah saat ini. Ini semua berkat nyonya. Karna pertolongan nyonya aku bisa melakukan dua hal sekaligus. Aku bisa melanjutkan kuliahku yang sempat tertunda dan aku juga bisa membantu ibuku yang sakit sakitan di kampung" ucap Nur tersenyum bahagia.
"Kalau begitu kamu harus belajar dengan rajin. Kamu harus lulus kuliah dan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak agar kamu bisa membahagiakan ibumu. Kamu sangat beruntung masih di berikan kesempatan untuk membahagiakan ibumu. Sedangkan aku" ucap Zhia menundik sedih ketika mengingat kejadian yang sangat mengerikan itu.
"Nyonya kenapa?"
"Tidak apa apa! Sekarang lebih baik kamu bantu aku membereskan ini. Kamu sebentar lagi akan kuliah kan?" ucap Zhia mengalihkan pembicaraan.
"Ia, Nyonya" ucap Nur patuh lalu membereskan semua peralatan berkebun Zhia.
Di saat Zhia sedang bersantai tiba tiba datang seorang pria berbadan tegap uang berjalan secara mengendap endap mendekatinya. Setelah mendekati Zhia pria itu langsung memeluk tubuh Zhia dari belakang.
"Ray, kamu sudah pulang?" ucap Zhia terkejut ketika melihat Rayyan pulang di tengah hari seperti ini.
"Aku merindukan istriku. Ini untukmu" ucap Rayyan menyerahkan sebuket bungga dan juga bungkus kado untuk Zhia.
"Ini apa, Ray?" ucap Zhia mengerutkan keningnya
"Kamu buka saja, Sayang"
Karna merasa penasaran Zhia mencoba membuka bungkus kado itu. Zhia menatap Rayyan bingung ketika melihat kotak perhiasan ada di balik kertas kado itu.
"Buka saja, Sayang" ucap Rayyan tersenyum.
__ADS_1
Tanpa banyak pikir Zhia membuka kotak perhiasan itu. Mata Zhia langsung berbinar ketika melihat sepaket pergiasan lengkap yang sangat indah ada di dalam kotak perhiasan itu. Zhia memegang kalung beserta gelang berlian yang begitu indah yang ada di depannya.
"Bagaimana, Sayang? Apa kamu suka?" ucap Rayyan tersenyum melihat espresi wajah Zhia yang sangat bahagia.
"Ini pasti mahal, Ray" ucap Zhia penuh rasa tidak percaya karna akhirnya Rayyan memberikan hadiah pertamanya untuk Zhia.
"Tidak ada kata mahal untuk bidadariku" ucap Rayyan tersenyum lalu mengambil kalung berlian itu dan memakaikannya di leher jenjang Zhia.
Tidak cuman itu Rayyan juga memakaika gelang, cincin beserta anting berlian itu kepada Zhia. Zhia terus saja menatap perhiasan yang telah melekat di tubuhnya dengan penuh rasa tidak percaya.
"Maaf karna aku baru memberikan hadiah untukmu. Maafkan aku yang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, Zhi" ucap Rayyan menatap lekat wajah Zhia.
"Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Jika kamu ingin berubah menjadi lebih baik lagi segeralah dan buktikan jika kamu memang menyesali semua perbuatanmu" ucap Zhia tersenyum manis.
"Kamu memang wanita yang sangat baik, Zhia. Aku beruntung memiliki istri sepertimu" ucap Rayyan menatap Zhia penuh dengan rasa tidak percaya.
Rayyan tidak menyangka jika Zhia masih bisa memaafkannya setelah apa yang dia lakukan selama ini. Zhia seperti malaikat yang sedang menjelma sebagai wanita bumi sehingga dia memiliki tingkat kesabaran yang begitu tinggi.
"Tidak ada kata beruntung jika kamu tidak bisa menjaganya dengan baik"
"Aku janji akan selalu menjaga cinta kita sampai aku tua. Aku akan menjadi kepala rumah tangga yang baik untukmu, Zhia. Terima kasih karna kamu selalu memaafkan semua kesalahanku. Aku berjanji akan menebus semua kesalahanku. Bukan hanya janji aku juga akan membuktikannya" ucap Rayyan tersenyum lalu membawa tubuh Zhia kedalam pelukannya.
"Lupakan dendammu, Ray. Karna itu hanya akan membawamu ke lubang penderitaan yang lebih dalam lagi. Cobalah berpikir dengan positiv sehingga kamu tidak menyalahkan keadaan. Jadikanlah setiap masalah hidupmu sebagai motivasi untukmu agar terus bangkit" ucap Zhia membalas pelukan Rayyan.
"Ia, Sayang. Aku janji akan melupakan dendamku dan memperbaiki rumah tangga kita agar bisa bahagia selamanya" ucap Rayyan menciumi seluruh wajah Zhia.
Bersambung....
Hai semuanya... Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya teman aku ya. Ceritanya sangat menarik di jamin kalian akan suka.
__ADS_1