Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 47


__ADS_3

"Dasar pria lacknot! Beraninya dia merayu adikku" batin Kinan geram ketika melihat pesan mesra yang di kirim Wildan.


Ingin rasanya Kinan membalas pesan Wildan dan memperingatinya agar menjauhi Rissa. Tapi, Kinan mengurungkan niatnya karna dia sadar jika dia tidak boleh terlalu mencampuri kehidupan Rissa. Dia tidak tau mengapa dia merasa tidak terima jika ada pria lain yang mendekati Rissa.


"Kakak kenapa?" ucap Rissa tiba tiba keluar dari kamar mandi dan melihat Kinan sedang duduk bersandar di sofa sambil memijit pelipisnya.


"Ti...tidak! Kakak tidak apa apa. Hanya sedikit pusing saja"


"Kakak sakit?" ucap Rissa panik lalu memeriksa suhu tubuh Kinan.


"Tidak! Kakak tidak sakit. Kakak hanya sedikit pusing saja" ucap Kinan tersenyum ketika melihat khawatiran di wajah Rissa.


"Sini biar aku pijitin agar pikiran kakak sedikir presh" ucap Rissa membenarkan posisi duduknya lalu memejit kepala Kinan.


"Kakak pinjam paha kamu untuk bantal kakak ya"


"Boleh! ayo kakak berbaring biar akunya juga gampang memijitnya"


Mendengar persetujuan dari Rissa, Kinan mencoba membaringkan tububnya dan menjadikan kedua paha Rissa sebagai sandarannya. Kinan mencium aroma tubuh Rissa yang begitu harum dan menenangkan pikirannya.


Rissa yang sedang asik memijit kepala Kinan tidak sadar jika kedua bukit kembarnya mendekat ke wajah Kinan. Kinan yang sedang menikmati pijitan Rissa tiba tiba menyadari jika kedua bukit kembar Rissa ada di depan matanya. Kinan mencoba menelan ludahnya kasar ketika melihat gundukan yang sangat mengoda di matanya.


"Dasar kakak kurang ajar! Ingat Rissa itu adikmu. Adik yang harus kau lindungi! Bukannya malah merusaknya" batin Kinan menepis kasar semua pikiran kotornya.


"Ris, sudah! Kakak sudah enakan kok. Ayo kita turun nanti keburu si singa lapar itu mengamuk" ucap Kinan mencoba mendudukkan tububnya di samping Rissa.


"Baiklah! Aku juga lapar" ucap Rissa tersenyum manja.


Degh....


Melihat senyuman Rissa yang begitu mengoda seketika Kinan diam membekuk. Dia menatap Rissa dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Kinan tidak tau perasaan apa yang sedang menguasai dirinya. Tapi, yang dia tau jika dia tidak ingin melihat Rissa bersama pria lain.


"Kamu jangan seperti itu. Nanti kakak khilaf memakanmu hidup hidup" ucap Kinan mengacak acak rambut Rissa.

__ADS_1


"Memangnya aku ini makanan siap saji apa?" ucap Rissa dengan polosnya.


Mendengar ucapan poloa Rissa, Kinan langsung terkekeh geli. Dia tidak menyangka jika adiknya yang satu itu sangatlah polos, sangat berbeda dengan Zhia walaupun manja tapi Zhia lebih mengerti hal begituan ketimbang Rissa.


"Kenapa kakak tertawa?" ucap Rissa memayunkan bibirnya.


Melihat bibir mayun Rissa ingin sekali rasanya Kinan ****** bibir itu dengan rakusnya. Tapi, Kinan berusaha mengontrol dirinya.


"Tidak apa apa. Lebih baik kita turun sebelum Zhia menghampiri kita kembali" ucap Kinan bankit sambil menari tangan Rissa.


Mereka berdua melangkahkan kakinya keluar dari kamar sambil bergandengan. Kinan mengengam erat tangan Rissa seperti tidak rela jika Rissa lepas dari tangannya. Zhia dan Rayyan yang melihat kejadian itu saling lempar pandang.


"Selamat pagi, Bos" ucap Ardiyan tiba tiba nonggol seperti jelangkung datang tidak di jemput pulang tidak di antar.


"Kenapa kamu pagi pagi begini sudah sampai di istanaku?" ucap Rayyan menatap Ardiyan penuh selidik.


"Kenapa bos bertanya seperti itu? Apa aku tidak boleh datang ke istana bos ini?" ucap Ardiyan memelas.


"Boleh, sih! Tapi ini kan hari minggu, biasanya kau menghabiskan waktu dengan bantal gulingmu yang setiap hari ganti" ucap Rayyan menatap Ardiyan penuh kecurigaan.


"Ehem! Ada yang sedang kasmaran ni" goda Zhia.


Melihat Nur yang montok seketika mata Kinan terbuka lebar. Dia menatap bukit kembar Nur yang begitu montok dan mengoda di matanya.


"Jika aku mempunyai pembantu montok seperti itu maka aku akan betah seharian di rumah" ucap Kinan sambil menatap Nur yang telah melangkah menjauh dengan tatapan nakalnya.


"Kakak!" teriak Zhia dan Rissa serentak.


"Kalian ini kompak banget sih" ucap Kinan menutup kedua teliganya.


"Woi... Dia itu mangsaku. Awasnya jika kau main nyosor saja" ancam Ardiyan menatap tajam Kinan.


"Terserah! Aku lebih baik sarapan saja" ucap Kinan menunduk ketakutan ketika melihat tatapan tajam kedua pawangnya.

__ADS_1


"Lebih baik kakak makan yang banyak banyak. Biar pikiran pikiran kotor kakak itu terganti dengan asupan nutrisi dari makanan ini" ucap Rissa geram sambil mengisi piring Kinan hingga memenuhi piringnya.


"Rissa, sayang. Perut kakak hanya sejengkal sayang. Jika kamu menaruh sarapan sebanyak ini mau kakak taruh di mana semuanya?" ucap Kinan menatap isi piringnya yang begitu banyak.


"Terserah!" ucap Rissa tidak perduli lalu menarik kursi untuknya di samping Kinan.


Melihat wajah kesal Rissa, Kinan hanya diam menunduk meratapi nasibnya mempunyai dua adik yang sangat kejam. Melihat Kinan yang tidak bisa berkutik di depan Rissa dan Zhia, Ardiyan dan Rayyan mencoba menahan tawanya. Mereka tidak menyangka jika pria seangkuh dan sesongong Rayyan bisa tunduk kepada wanita.


"Sayang! Ayo makan sarapanmu. Apa mau aku suapin?" ucap Rayyan mencoba mencairkan suasana yang sangat menegangkan itu.


"Tentu saja! Suapin ya" ucap Zhia dengan manjanya.


Rayyan mencoba menyuapi Zhia dengan penuh kelembutan. Bukan hanya ingin memanjakan istrinya tapi, Rayyan juga ada niat jahil untuk memamerkan kemesraannya di depan kedua jomblo sejati di depannya. Melihat Rayyan yang secara sengaja memamerkan kemesraan di depan mereka Ardiyan dan Kinan menatapnya dengan penuh rasa iri.


"Mentang mentang punya pasangan halal main pamer kemesraan saja" ucap Kinan kesal sambil terus memasukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.


"Kau iri, Nan. Lebih baik kita berdua main suap suapan" ucap Ardiyan menyodorkan sendoknya ke mulut Kinan.


"Enak saja! Kau kira aku ini pria apaan. Dari pada main suap suapan denganmu lebih baik aku main suap suapan dengan adikku" ucap Kinan mencoba menyuapi Rissa.


"Kau dengan Rissa, Rayyan dengan Kinan. Aku dengan siapa?" ucap Ardiyan menunjukkan wajah memelasnya.


"Noh sama mbak kunti" ucap Rayyan terkekeh kecil.


"Enak saja. Kamu kira aku gendoruo apa. Dari pada sama mbak kunti lebih baik sama mbak montok" ucap Ardiyang menatap nakal Nur yang sedang berada di sudut ruangan.


"Dasar jomblo mesum" ucap Kinan dan Rayyan serentak.


"Bodo amat" ucap Ardiyan masa bodoh sambil terus menatap Nur sambil menyantap makanannya.


Melihat sikap ketiga pria yang selalu saja beradu mulut itu Zhia dan Rissa hanya mampu membuang napas mereka kasar. Walaupun selalu beradu mulut tapi Zhia merasa senang karna akhirnya hubungan Rayyan dan Kinan semakin membaik saja.


Mereka terlihat jauh lebih akrab bahkan saling memberi suport satu sama lain. Mereka telah melupakan permusuhan mereka yang terjadi sejak di masa kuliah dan mencoba membuka lembaran baru sebagai saudara ipar yang baik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2