Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 59


__ADS_3

"Hai! Kalian ada di sini?" ucap Sinta tiba tiba datang menghampiri mereka yang sedang bercandaria bersama


"Hai, Sin. Kamu sedang apa? Ayo gabung" ucap Zhia ramah.


"Sini duduk" ucap Kinan tersenyum manis sambil menarik kursi untuk Sinta di sampingnya.


"Terima kasih. Aku tadi mau berbelanja dan tidak sengaja melihat kalian di sini. Kalian lagi memborong mall ini ya?" ucap Sinta tersenyum melihat belanjaan mereka yang cukup banyak.


"Ia, Sayang. Zhia tadi ingin belanja. Maaf ya aku lupa ngabarin kamu" ucap Kinan merangkul Sinta dengan mesra.


Melihat kemesraan Kinan dan Sinta, Zhia menatap Rissa yang duduk di samping Kinan dengan perasaan tidak enak. Terlihat jelas Rissa sedang menahan cemburunya dengan melahap makanan di depannya dengan tergesa gesa.


Zhia tau betul bagaimana perasaan Rissa saat ini. Dia juga merasa bersalah karna memaksa Kinan untuk mencari kakak ipar untuknya dan Rissa. Niat Zhia sebenarnya ingin mendekatkan Rissa dengan Kinan. Tapi, rencananya gagal total karna Kinan akhirnya membawa Sinta sebagai kekasihnya.


"Kamu semakin gemuk ya, Zhi. Kehamilanmu juga semakin terlihat. Aku tidak sabar melihat bagaiman wajah bayimu nantinya" ucap Sinta membayangkan wajah munggil bayi Zhia nantinya.


"Itu makanya kalian cepat menikah, agar bisa cepat cepat punya anak seperti kami" ucap Rayyan tanpa dosa.


Zhia yang mendengar ucapan Rayyan mencoba menginjak kaki Rayyan sehingga Rayyan meringis kesakitan.


"Aw! Sakit, Sayang. Kenapa kamu menginjak kakiku?" regek Rayyan sambil mengelus kakinya yang di pijak Zhia.


Melihat sikap Rayyan yang tidak peka, Zhia mencoba melempar tatapan tajamnya lalu memberi kode untuk melihat Rissa. Melihat kode yang di berikan Zhia, Rayyan repleks menutup mulutnya karna sadar jika Rissa merasa cemburu dengan kedekatan Kinan dan Sinta.


"Maaf! Aku lupa" bisik Rayyan pelan.


"Sayang, kamu tidak ke kantor hari ini? Aku tadi mencarimu lho" ucap Sinta berusaha terlihat romantis di depan Zhia agar Zhia tidak curiga dengan hubungan palsu mereka.


"Maaf aku tidak mengabarimu. Aku libur hari ini karna menemani Zhia. Kamu jangan marah ya" ucap Kinan menarik dagu Sinta sambil menatapnya dengan lekat.

__ADS_1


"Maaf, aku ke toilet dulu" ucap Rissa tidak sangup lagi menahan cemburunya.


Rissa memang tau jika Kinan dan Sinta hanya menjalin hubungan kontrak. Tapi, tah mengapa Rissa tidak bisa melihat kemesraan mereka di depannya. Rissa juga mencoba membuka hatinya untuk Wildan agar bisa melupakan Kinan. Tapi, usahanya sia sia karna Kinan dengan tegas melarangnya berhubungan dengan Wildan.


Rissa perge ke toilet dengan tergesa gesa. Sesampainya di dalam toilet dia menatap pantulan dirinya di dalam cermin sambil menitikkan air matanya. Rissa menangis dalam diam berusaha menahan rasa cemburunya. Dia mencoba mengguyur wajahnya dengan air berharap ada kelegaan sedikit saja di dalam hatinya.


Namun, semua sia sia hatinya masih terasa sesak mengingat kedekatan Kinan dan Sinta di depannya. Rissa larut dalam isak tangisnya untuk meluaskan rasa sesak dalam hatinya. Setelah puas menagis Rissa berusaha menarik napasnya dalam dalam dan terus saja berusaha merilekskan pikirannya.


Sedangkan Zhia yang melihat Rissa belum kembali juga merasa sangat cemas dengan keadaan sahabatnya itu. Zhia tau jika Rissa pergi ke toilet karna tidak sanggup lagi melihat kemesraan Kinan dan Sinta. Sama seperti Zhia, Kinan juga terus menatap ke arah toilet dengan perasaan tidak menentu. Ntah mengapa perasaannya tidak tenang sebelum melihat Rissa kembali dari toilet.


Hingga akhirnya Rissa kembali dengan perasaan sedikit lega karna telah menuangkan rasa sesak di hatinya. Dia mencoba menarik napasnya dalam dalam lalu berusaha menyembunyikan kesedihannya di depan Kinan dan Zhia.


"Zhi, aku pulang dulu ya. Aku baru dapat telepon jika langananku sedang menungguku" ucap Rissa mencoba mengambil barang belanjaannya.


"Kamu bareng kita saja. Kami juga mau pulang. Aku sudah merasa lelah" ucap Zhia bangkit dari duduknya.


"Sin, kami pulang dulu ya. Kapan kapan kita mengobrol lagi" ucap Zhia tersenyum ramah.


"Tidak perlu menunggu sampai lahiran. Karna aku di kondisiku yang sedang hamil ini masih bisa menjadi model di perusahaan Kak Kinan. Ia'kan, Kak" ucap Zhia menatap manja Kinan.


"Ia, kami akan mengeluarkan produk susu untuk ibu hamil. Jadi kamu bisa jadi model pemasarannya" ucap Kinan tersenyum sambil terus melirik Rissa.


"Kakak memang yang terbaik" ucap Zhia semangat lalu memeluk Kinan.


"Ups! Hati hati. Ingat kamu tidak sendiri" ucap Kinan ketika perut buncit Zhia menyentuh tubuhnya.


"Sudah! Ayo kita pulang. Rissa pasti buru buru" ucap Rayyan mencoba membereskan barang barang belanjaan Zhia.


"Kami pulang dulu ya, Sin. Jangan lupa mapir di salonku untuk mengajariku ilmumu" ucap Rissa memeluk Sinta.

__ADS_1


"Malah aku yang harus belajar darimu. Di usiamu yang masih muda kamu bisa membuka salon yang sangat besar" ucap Sinta menatap kagum kesuksesan Rissa dalam membangun bisnis salonnya.


"Kita sama sama belajar. Apa salahnya saling membagi ilmu" ucap Rissa tersenyum manis.


"Kamu benar. Besok aku akan mengatur waktu untuk bisa mengobrol denganmu" ucap Sinta.


"Kak aku pulang dulu ya. Jaga kakak ipar dengan baik" ucap Rissa tersenyum sambil memeluk Kinan dengan manja.


"Kalian hanya berpisah sejenak. Nanti kakak kalian itu akan nongol lagi" ucap Rayyan membuang napasnya kasar melihat Rissa dan Zhia yang sangat menempel dengan Kinan.


"Sudahlah! Lebih baik kamu bawa barang barang itu" ucap Zhia dengan santainya lalu mengayunkan langkahnya meninggalkan Kinan dan Sinta di ikuti Nur dan Rissa yang berjalan di belakangnya.


"Sayang tunggu aku" teriak Rayyan berlari kecil mengejar Zhia sambil bersusah payah membawa barang barang Zhia yang cukup banyak.


Sesampainya di mobil Rayyan mencoba memasukkan barang barang Zhia, Nur dan Rissa ke bagasi mobil. Sedangkan Nur, Zhia dan Rissa telah duduk santai di dalam mobil.


"Huff... Untung aku hanya memiliki satu istri. Jika aku memiliki banyak istri bisa bisa mati berdiri aku" ucap Rayyan mengidik ngeri membayangkan bagaimana jika dia memiliki istri banyak.


"Amit amit ah. Punya istri satu saja sudah cukup. Apa lagi istriku sangat cantik dan sepurna bahkan sangat nikmat" gumam Rayyan tersenyum senyum sendiri.


"Sayang, apa masih lama?" rengek Zhia.


"Sudah selesai, Sayang. Kamu jangan cemberut gitu dong" ucap Rayyan masuk kedalam mobilnya lalu mencium bibir Zhia yang mayun ke depan.


"Ehem! Ingat di belakang ada jomblo" dehem Rissa ketika melihat Rayyan main nyelonong saja di depannya dan juga Nur.


"He..he.. Maaf" ucap Rayyan cengengesan lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sambil mengemudi Rayyan terus saja menatap Zhia sambil tersenyum senyum sendiri. Rayyan juga mengengam tangan Zhia sambil sesekali membawa tangan indah itu ke bibirnya.

__ADS_1


Sedangkan Zhia terus saja menatap Rissa yang hanya diam sambil menatap ke arah kaca jendela mobil dari kaca spion depan. Zhia dapat merasakan jika Rissa saat ini sedang berada dalam dilema yang sangat besar karna perasaannya kepada Kinan yang bertepuk sebelah tangan.


Bersambung....


__ADS_2