Dibalik Diamnya Seorang Istri

Dibalik Diamnya Seorang Istri
Part 66


__ADS_3

Zhia yang merasa tengorokannya kering mencoba membuka matanya untuk mengambil minum. Namun, Rayyan memeluk tubuhnya dengan kuat seperti tidak rela jika Zhia jauh darinya walaupun sebentar saja. Bukannya melepaskan pelukan Rayyan Zhia malah membalas pelukannya sambil menatap wajah tampan suaminya itu.


"Sayang, kamu tampan sekali. Ingin sekali aku mengigitmu. Lihat hidungmu sangat mancung. Bibirmu juga sangat seksi" gumam Zhia sambil memainkan wajah Rayyan sesuka hatinya.


Karna tidak puas hanya memainkan wajah Rayyan, Zhia mencoba mendekatkan bibirnya ke wajah Rayyan. Zhia mencoba menciumi wajah Rayyan dengan sangat lembut. Tanpa Zhia sadari Rayyan yang telah terbangun tersenyum senyum sendiri melihat sikap Zhia.


"Ah! Sayang" pekik Rayyan ketika Zhia mengalingkan ciuman lembutnya menjadi gigitan gemas.


"He..he... Maaf! Habisnya kamu bikin aku gemas" ucap Zhia cengengesan tanpa dosa.


"Kamu ini"


"Ha..ha... Maaf, sayang"


"Tidak! Kamu rasakan pembalasanku"


"Ampun! Aku tidak akan mengulanginya lagi" pekik Zhia ketika Rayyan mengelitiki perutnya sehingga membuat Zhia tertawa terbahak bahak.


Melihat Zhia yang telah lelah Rayyan mencoba menghentikan aksinya. Dia menatap wajah Zhia yang merona dengan deru napasnya yang tidak menentu. Berlahan Rayyan mencium lembut bibir Zhia lalu membawa Zhia ke permainan panasnya di siang bolong.


Sedangkan Kinan kini berada di salon Rissa. Dia terus saja mengawasi Rissa yang sedang melayani pelanggannya seakan tidak rela jika Rissa pergi meninggalkannya. Ntah mengapa setelah pulang dari bandara Kinan menjadi sangat posesif kepada Rissa.


"Aku lihat dari media sosial Tuan Kinan melamarmu ya?" ucap pelangan Rissa sambil melirik Kinan dari pantulan kaca.


"Ia!" ucap Rissa menunduk merona sambil melirik Kinan yang sedang sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Kamu adalah wanita yang sangat beruntung. Sudah di jadikan seperti adik kecil dan selalu di manjakan olehnya. Kini kamu malah mau di jadikan istri, pasti setelah menjadi istrinya kamu akan semakin di manjakan"


"Aamiin! Mudah mudahan keputusan kami untuk menikah adalah keputusan yang tepat"


"Keputusanmu sangat tepat! Dari pada Tuan Kinan menikah dengan wanita wanita mantre di luar sana. Kan lebih baik kamu yang menjadi istrinya, kamu sudah pasti menyayangi Zhia dan juga Tuan Kinan" ucap pelangan Rissa yang memang sudah tau bagaimana hubungan mereka bertiga.


"Memang dari dulu Kak Kinan tidak mau menjalin hubungan serius dengan wanita karna takut wanita yang dia pilih tidak bisa menyayangi kami. Aku memang sangat bangga dengan Kak Kinan. Dia tidak pernah memikirkan dirinya sendiri yang dia pikirkan hanya kebahagiaanku dengan Zhia" ucap Rissa menatap Kinan dengan mata berkaca kaca.


"Mulai sekarang kamu bisa membalas semua kebaikan Tuan Kinan dengan cara menjadi istri yang baik untuknya" ucap pelangan itu menasehati Rissa.


"Baiklah! terima kasih atas sarannya. Sekarang sudah selesai" ucap Rissa menghentikan pekerjaannya karna telah selesai memberikan pelayanan terbaiknya.


"Ok! Terima kasih ya! Aku memang selalu puas dengan hasil tanganmu. Besok aku akan kembali lagi" ucap pelangan Rissa berjalan keluar dari salon Rissa dengan perasaan puas karna pelayanan Rissa yang sangat baik.


"Sudah selesai? Sekarang kamu cuci tanganmu lalu beristirahatlah" ucap Kinan mencuci tangan Rissa lalu mengelapnya dengan lembut.


"Biarkan aku berada di posisi ini sebentar saja" ucap Kinan melingkarkan tangannya di pinggang Rissa.


"Kakak boleh seperti ini sepuas hati kakak" ucap Rissa menngusap lembut rambut Kinan.


"Jangan pangil aku kakak lagi" ucap Kinan tiba tiba bangkit lalu menatap lekat wajah Rissa.


"Jadi!"


"Panggil aku dengan sebutan sayang, cinta, love, atau hubby? Baiklah panggil aku hubby saja" ucap Kinan tegas.

__ADS_1


"Tapi kita belum menikah! Pangilang hubby itu untuk pasangan suami istri"


"Terserah! Kamu boleh panggil aku apa saja tapi, jangan kakak. Setelah kita menikah aku mau panggilan hubby kelur dari mulut indahmu" ucap Kinan menyentuh bibir Rissa mengunakan ibu jarinya.


"Apa boleh, Sayang?" ucap Kinan menatap lekat bibir seksi Rissa yang sangat mengoda keimanannya.


Mendengar permintaan izin dari Kinan, Rissa mencoba untuk menganguk malu malu. Melihat sikap Rissa yang malu malu kucing, Kinan mencoba tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Rissa.


Kinan mencoba menempelkan bibirnya ke bibir Rissa sambil memejamkan matanya. Awalnya hanya tempelan begitu saja tapi akhirnya Kinan mencoba memperdalam ******* mereka. Rissa yang menikmati ****** Kinan mencoba memejamkan matanya sambil melingkarkan tangannya di leher Kinan.


Kinan mencoba melepaskan ******nya untuk memberi mereka sedikit ruang untuk bernapas. Kinan menatap Rissa dengan napas yang memburu dan tatapan penuh hasrat. Tapi, Kinan berusaha mengontrol dirinya, dia tidak mau menodai Rissa sebelum mereka menikah.


"Manis sekali, apa ini ciuman pertamamu?" ucap Kinan yang merasakan perbedaan saat dia melakukannya dengan wanita pangilan.


Rissa menganguk kecil sambil menyembunyikan wajah meronanya. Melihat sikap Rissa, Kinan jadi tau jika Rissa tidak pernah bersentuhan fisik dengan pria lain selain dirinya. Kinan menatap Rissa dengan penuh kekaguman, dia tidak menyangka jika Rissa sangat menjaga dirinya.


"Maafkan aku, Sayang" ucap Kinan memeluk Rissa dengan erat sambil menengelamkan wajahnya di dada Rissa.


"Maaf! Untuk apa?" ucap Rissa mengerutkan keningnya binggung.


"Maaf karna aku tidak pernah menyadari cintamu. Maaf karna aku tidak bisa memberikan yang pertama untukmu. Malah aku sudah sering bersentuhan dengan wanita lain. Sedangkan kamu" ucap Kinan menitikkan air matanya penuh penyesalan.


"Aku memang bukan yang pertama di kehidupanmu. Tapi aku mau menjadi yang terakhir! Kakak memang suka bermain wanita tapi, kakak mau berubah lebih baik lagi. Aku lebih baik menikah dengan kakak yang seorang pendosa tapi mau bertobat dan mau berubah jadi yang lebih baik lagi. Dari pada aku menikah dengan pria alim yang tidak pernah melakukan dosa tapi, setelah menikah denganku dia malah mengenal dunia bebas dan masuk ke dalam lobang dosa yang terlihat sangat nikmat di dunia" ucap Rissa menatap lekat wajah Kinan.


"Kak! Jangan pernah melihat masa lalumu. Sekarang waktunya kita bangkin dan pokus kedepan. Anggap saja masa lalu kita sebagai pelajaran hidup agar kita bisa lebih baik lagi. Mulai sekarang kita melangkah kedepan bersama sama. Kita banggun masa depan kita dengan penuh kebahagiaan tanpa ada bayang bayangan masa lalu. Karna tujuan hidup kita adalah masa depan bukan masa lalu" ucap Rissa mengenggam tangan Kinan sambil menatapnya dengan lekat.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Aku janji akan berubah. Aku akan melupakan masa laluku dan membuka lembaran baru bersamamu" ucap Kinan memeluk Rissa sambil mencium keningnya dengan penuh kebangaan.


Bersambung....


__ADS_2