Dilan Picisan

Dilan Picisan
dua murid pindahan?


__ADS_3

"we'll meet again cewek aneh. I think my day will be fun."


(Karrel Abrar Radeya)


...----------------...


Sebuah mobil Lamborghini Aventador S warna biru tua memasuki gerbang SMA Garuda Bangsa.


Seakan ada efek slow motion ketika mesin beroda empat itu melewati puluhan murid.


Puluhan pasang mata menatap kagum badan mobil tersebut. Menunggu sang pengendara sekaligus pemilik mobil sport seharga miliaran rupiah itu turun.


Tak terkecuali Dilan yang juga baru turun dari motor abang ojol.


Merasa heran dengan area parkir sekolah sudah rame dikerumuni oleh murid murid SMA tersebut.


Gadis itu lantas penasaran, jiwa keponya pun keluar.


Dilan melangkahkan kakinya menuju parkiran lalu berhenti tepat disamping Tia yang juga menjadi salah satu dari puluhan kerumunan itu.


"Tia, ini ada paan sih? Rame bener udah kayak ibu ibu lagi nunggu pencairan 'BLT'," tanya Dilan berbisik.


Tia terkejut mendengar suara Dilan yang tiba-tiba tepat ditelinga nya.


"Astagfirullah Hal azim,Dilan!! Bisa gak sih gak usah ngagetin gitu! Udah kayak demit aja Lo," ujar Tia mengelus dadanya.


"Demit pala Lo!"pekik Dilan.


"Baru sekali gue kagetin udah kayak orang copot jantung Lo, gimana gue yang setiap hari Lo kerjain mulu di wc?" Kesal Dilan lagi.


Tia cengengesan, Dilan hanya memutar matanya malas.


"Hehehe," cengir Tia.


"Hihihi," nyinyir Dilan. "Ini ada apaan sebenarnya? Ada artis ya?" Lanjut Dilan.


"Bukan sekedar artis lagi, Lan. Tapi udah jadi idol Korea versi se SMA Garuda Bangsa beuh." Heboh Tia.


"Aidol? Odol kali." Ujar Dilan.


"Suuut, jangan ngomong gitu, Lo gak tau aja fans dia tuh satu sekolahan, Lan. Mereka udah kayak 'sesaeng' masa." Jelas Tia.

__ADS_1


Dilan mengeryitkan kening tidak mengerti maksud ucapan Tia.


"Maksud Lo paan sih nyet! Kagak ngerti gue." Ucap Dilan.


"Ck, Lo kemarin kemana aja 'njir sampe gak tau berita seheboh kek gini?" Dilan mendengar itu mendengus kasar.


"Gue ikut olimpiade Puisi SMA se-Jakarta kalo lupa." Jelas Dilan malas.


"Oh iya, hehe sorry Lan, I forgot about that. Seminggu ini Lo gak sekolah karena lomba entuh, maklum kita beda kelas sama circle jadi gue gak merhatiin," Tia beralasan.


"COT!"hardik Dilan.


"Jadi kemarin ada murid baru pindahan dari SMAN 03 Jaya,itu loh SMA elit yang murid muridnya cakep-cakep semua, dan sekolah yang anggotanya itu Horrified, Lo tau gak apa yang bikin heboh? Murid pindahannya langsung dua masa." Jelas Tia menggebu-gebu.


"Masa?" Tanya Dilan. Sebenarnya ia kurang paham mengenai siapa itu 'Horrified'. Otak pas pasan-nya hanya dipenuhi dengan puisi dan Bara.


"Iya Lan, ganteng plus sultan melintir lah pokoknya. Nah yang satu sekelas ama gue terus yang satunya lagi sekelas ama elo. Tapi gue belum terlalu tau soal murid pindahan yang sekelas elo 'ntuh soalnya akun lambe sekolah juga gak tau." Terang Tia.


"Maksud Lo?"


"Jadi, yang naik Lamborghini itu udah jelas anak sultan, mau diliat dari sisi mana juga udah ketauan kalo dia itu bukan orang biasa kayak kita. Beda lagi sama yang sekelas elo itu gue gak tau pasti gimana orangnya cuman yang gue heranin dia bisa cepet akur terus masuk circle nya Bobby CS. Lo tau sendiri kan, Bobby ama temen temennya itu walaupun gak jelas semua, tapi buat masuk circle pertemanan mereka gak gampang. Kalo bukan karena Miara pawangnya si Bobby juga kita gak bakal dilirik sama mereka, iya gak?" Tutur Tia yang dijawab anggukan kepala oleh Dilan.


Mendengar penuturan sahabatnya membuat Dilan penasaran dengan kedua siswa pindahan tersebut terutama yang katanya sekelas dengannya. Seperti apa sebenarnya rupa mereka.


Lagi lagi suasana seakan diberi efek slow motion sehingga pergerakan dari pemilik Lamborghini Aventador S itu melambat.


Suara sorakan kagum yang didominasi murid perempuan memenuhi area parkir sekolah.


Apalagi ketika cowok tinggi itu mencondongkan tubuhnya keluar dari mobil tersebut. Benar benar menghipnotis siapapun yang melihatnya.


Kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya sengaja ia lepas saat dirinya menutup pintu mobil kemudian dipasang kembali dan lagi lagi membuat para kaum hawa meleleh bahkan ada yang pingsan.


"Karrel liat aku, liat aku!!"


"Karrel! Satu empat tiga Karrel!! Maksud aku I love you!"


"KARREL SARANGHAE!"


"KARREL YA ALLAH GANTENG BANGET SIH!"


"KARREL NOMOR WA AKU 085XXXX"

__ADS_1


"KARREL RAMBUT KAMU MODEL APA?!"


"MAU MODEL CEPMEK PASTI TETEP GANTENG."


"KARREL GUE RELA PUTUSIN PACAR GUE DEMI ELO!!"


"YA AMPUN KARREL DAMAGE NYA!HUHU"


"KARREL MIRIP BRIGHT VACHIRAWIT GAK SIH, YA AMPUN."


"KALO GAK BISA JADI SATU SATUNYA, GUE RELA JADI SALAH SATUNYA ASAL SAMA KARREL TUHAN!!"


"MASYA ALLAH!! KARREL NAMA AKU LAILA, JANGAN LUPA SEBUT NAMA AKU DISEPERTIGA MALAMMU!"


"Karrel cakep banget gila! Gue yang serbuk nutrisari bisa apa." Ujar salah satu murid cowok.


"Lah, gue bubuk Masako cuman bisa diem, njirr."


"Apalagi gue yang remahan kerupuk sat."


Dilan memerhatikan reaksi teman sekolahnya geleng geleng kepala.


"Ck, masih gantengan Song Kang ama Lee Minho juga."bisik Dilan yang hanya didengar olehnya.


Cuma karena satu orang membuat seisi sekolah ribut begini.


Ditambah lagi Tia yang disampingnya juga ikut ikutan bersorak lebay.


Namun gadis itu merasa tak asing dengan cowok menjadi idaman para murid itu.


"Kayak gak asing sama bentukannya." Gumam Dilan yang masih didengar Tia.


"Ha? Apa Lan? Lo kenal sama Karrel? Pernah ketemu? Atau Lo ada masalah sama dia? Kok Lo gak bi...." Cerocos Tia namun dipotong oleh Dilan.


"Suutt! Bacot bat Lo! Udah ah gue mau ke kelas buang buang waktu doang tau gak nontonin beginian." Ujar Dilan berjalan meninggalkan kerumunan itu.


Tanpa disadari Karrel sedari tadi memerhatikan Dilan dari balik kacamatanya.


Awalnya ia terkejut melihat cewek yang dua kali tak sengaja bertemu dengannya itu ternyata bersekolah di SMA ini juga.


Setelahnya cowok itu mengeluarkan seringai tipis.

__ADS_1


"we'll meet again cewek aneh. I think my day will be fun." Gumam Karrel.


__ADS_2