Dilan Picisan

Dilan Picisan
stalking


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Dilan, kedua sahabatnya hanya mampu menguatkan. Tak bisa ikut campur terlalu dalam masalah percintaan Dilan, takut salah memberi solusi yang malah berakhir memperkeruh keadaan.


"Semangat Lan, gue yakin Lo kuat." ucap Tia tulus.


"Jangan kelamaan break nya entar Bara disikat si Nabil," Dilan terkekeh mendengar Miara.


Dilan merasa beruntung memiliki Tia dan Miara di hidupnya, sahabat yang selalu bisa ia andalkan.


Saat mereka sedang asyik berjalan sembari sesekali tertawa bersama, tiba-tiba Karrel menghampiri ketiganya. Ketiganya tentu heran, tak biasanya cowok terkenal super kaya plus super dingin bin cuek ini terlihat menghampiri seseorang apalagi cewek. Dan sekarang ia berdiri tepat didepan ketiga remaja ini.


Karrel terlihat membasahi bibir bawahnya. Entah gugup atau bagaimana. Ia lalu berdehem.


"Gue...em...anu..eh...itu, jadi gini...anu sss, anu apa itu .." sontak ketiganya menganga melihat seorang Karrel Abrar Radeya gugup begini.


Bwahaha.


Dilan terbahak menyaksikan hal itu sembari memukuli lengan Tia yang ada berdiri disamping kirinya. Sedangkan Tia dan Miara masih bengong.


"Adohh sakit perut gue," Karrel mendelik mendengar tawa memuakkan Dilan.


"Puas ketawanya?" Ujar Karrel dingin.


"Belum!" jawab Dilan kembali terbahak, bahkan hampir terjungkal kebelakang saking bengeknya.


Karrel semakin kesal.


"Ck, berhenti gak Lo!" ancam Karrel.


Namanya juga Dilan mana dengar dia. Malah semakin ngakak.


Karrel langsung membekap mulut Dilan, gadis itu lantas memukul tangan Karrel yang menempel di bibir ranum miliknya.


"Hmmpt..anying tangan Lo bau banget abis dari mana Lo!" Adu Dilan." Anjir! Pantesan bau, Lo pake tangan kiri!"


Karrel tak menggubris perkataan gadis tersebut.


"Eh, 'Aa Karrel, tumben nyamperin akoh...gak biasanya. Kangen ya? Kan bisa nunggu dikelas, gak perlu repot-repot jemput," ujar Tia centil. Keluar sudah penyakit cabe nya.


Dilan dan Miara mendelik malas pada sahabat mereka satu ini. Sejak sekelas dengan Karrel ia semakin menjadi saja. Katanya mubazir kalo ada cogan tapi dianggurin. Entah pepatah didapat dari mana si Tia itu.


"Alah cabe!" hardik Miara.


"Apa sih Mia, jangan jealose!" ledek Tia. "Kan Lo udah punya babang embob jangan ganggu 'Aa Karrel pdkt dengan incess," ucap Tia lalu kembali menatap Karrel dengan berbinar.


"Ngapain sih Lo? Mau ganggu gue lagi? Enggak kapok?" seru Dilan, cowok itu langsung menyugar rambut hitam miliknya dengan tangan. Bukan tebar pesona melainkan ingat kebengisan Dilan kemarin.


Namun yang Tia tangkap malah sebaliknya.


"Aduh 'Aa Karrel bisa jangan ganteng dulu gak sehari...aja," tentu saja Tia yang bicara begitu. Gadis itu memegang dadanya seolah sesak,"kan adek Tia jadi salting gini, nih jantung aku gak kuat... deg degan terus tau..,"


"Bisa diem gak!" Tia langsung kicep mendengar Karrel.


"YA UDAH LO NGAPAIN NYAMPERIN KITA!! LO ADA URUSAN SAMA SIAPA?! GUE! DILAN! ATAU MIA!?" Tia berubah jadi macan lepas. Karrel bahkan mengerjap mata berkali-kali.


Entah kemana perginya cewek centil yang menggodanya tadi. Bener bener gak ada yang beres diantara Dilan dan teman temannya. Pikir Karrel.


"Ekhem, maaf 'Aa kelepasan," lirih Tia kembali ke mode cabenya.


Dilan dan Miara menahan tawanya melihat ekspresi Karrel yang benar benar lucu dimata mereka.


"Nomor Lo!" perintah Karrel.


"Ck, paan sih! Gue gak bisa ngasih nomer telpon gue ke sembarang orang," ucap Dilan.


"Yang minta nomor Lo siapa! Percaya diri banget?" Karrel terkekeh.


Percaya diri sekali gadis itu.


"Oh 'Aa Karrel minta nomer telpon aku ya?" Seru Tia.


"Gak usah kepedean Tia!" ujar Dilan.


"Iya, gue minta nomer Lo," ucap Karrel,"Astia Kania Ajeng Kartika," lanjut Karrel menyebut nama lengkap gadis itu.


________


"Nih! Puas Lo!?" ujar Karrel melempar ponsel miliknya pada Axel.


Dengan sigap ia menangkap benda pipih tersebut. Matanya berbinar melihat angka yang pada layar.


"Thanks," ucap Axel.

__ADS_1


"Emang gak guna Lo! Pengen dapet nomer cewek aja harus lewat gue,"


"Ya kan elo satu sekolah ama Tia, masa gak mau bantu gue sekali doang,"


Karrel melepas dasi yang melekat pada seragam sekolah yang dipakai. Kemudian membuka semua kancing bajunya sehingga menampakkan kaos hitam dibalik itu.


"Masalahnya gue malu bangsat!" Gerutu Karrel, ia mengingat ekspresi Dilan tadi ketika ia meminta nomer telpon Tia.


Mau ditaruh di mana mukanya, pasti setelah ini gadis itu akan meledeknya terus menerus.


"Malu kenapa sih? Emang Lo suka ama Tia?" tanya Axel sembari menyalin nomer Tia ke HP-nya.


"Enggaklah!!" sarkas Karrel mendudukkan dirinya di kursi kamar Axel. "Yang ada tuh cewek ngebet gue mulu," seketika membuat Axel menghentikan kegiatannya.


"Sialan Lo! Jangan becanda Rel! Nakut nakutin gue tau," gerutu Axel.


"Emang iya kok," ujar Karrel santai.


Cowok itu mulai membuka bungkus rokok ditangannya.


"Ck, gak lucu Rel, masa iya gue saingan ama bos gue sendiri," Axel kesal, yang benar saja masa ia harus melawan bosnya sendiri.


Mana ini cinta pertamanya lagi. Bukannya manis malah berakhir tragis.


"Lagian gue gak minat makan temen sendiri," Karrel berujar dengan mulut yang mengeluarkan asap. "Tapi emang bener cewek yang Lo taksir, kayaknya naksir gue, segala panggilannya 'Aa Karrel lagi geli gue,"


Ini Karrel emang niat ngerusak rencana pdkt Axel apa gimana?


"Ah elo mah," rengek Axel. Cowok dingin itu sekarang berubah bucin hanya karena seorang perempuan.


"Kalo dia nembak gue gimana Xel? Terima atau..." goda Karrel.


"Sialan Lo!! Sini ribut ama gue!" Axel hendak maju namun suara dentingan notifikasi dari ponselnya membuat atensinya beralih pada benda tersebut.


Cowok blasteran Indonesia-Belanda itu nampak senyum senyum sendiri. Karrel bergidik ngeri melihat itu.


"Kenapa Lo?" tanya Karrel kesal melihat Axel yang menatap layar ponselnya sudah dua menitan.


"Tia posting sesuatu si ig-nya dia, cantik banget sih," seru Axel netranya tak lepas dari benda pipih itu.


"Ck, dasar!" desis Karrel.


"Liat deh Tia cantik banget ya," ujar Axel memperlihatkan gambar seorang remaja perempuan tengah berpose gigit jari dengan caption,


@akuSe_Tia


Lalu Axel menggeser foto selanjutnya. Dimana Tia berpose manyun kali ini.


@akiSe_Tia


' mau di kiss >⁠.⁠< tapi bibir gue gak gratis 😘😜 '


Cowok itu mendelik ketika membuka komen.


@Bobby_hot7


'gue bayar seratus perak mau gak 🀣'


@akuSe_TiaΒ 


'anying!'


@Bobby_hot7


'masih bisa dinego nih, naik 400 perak jadinya 500 perak gimana 🀣🀣'


@akuSe_Tia


'πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹ makan tuh bibir virtual gue'


@A.Rindu


'cantiknya Tia 😘'


@akuSe_Tia


'maaci Rindu muach


@NabilMuach


'aww Tia makin cantik sih, euke kan meng-iri 🀧'

__ADS_1


@maMiara


'jijik gue, Nabil tobat Lo!'


@gueFarukgakPkeCemal


'bibir seksimu bikin gue mual Tia'


@BukanMilea_tpDILAN


'gue udah muntah duluan wkwk'


@akuSe_Tia


'sialan Lo berdua!'


@Theodorick


'cantik 😊'


@akuSe_Tia


'ekhem, makasih Theo'


@Theodorick


'sama-sama'


@akuSe_Tia


'iyah πŸ€—'


@Theodorick


'lo ada acara ga malam ini?'


@akuSe_Tia


'kayaknya gk ad deh knp?


@Theodorick


'temenin gue jalan mau?


@akuSe_Tia


'boleh'


@Theodorick


'ntar gue jemput, ok '


@akuSe_Tia


'iya, gue tunggu'


@Bobby_hot7


'gasss Theo! Gass ngeng ngeng!'


@BukanMilea_tpDILAN


'anjir! Lo berdua klo mau PDKT jng dikolom komentar!! Wa kek, DM kek! Yang jomblo kan jd ngenes 🀣'


"Sialan!" Geram Axel." Itu yang namanya '@Theodorick' Lo tau gak orangnya yang mana Rel?"


Karrel mengedikan bahunya. Memang ia tak tau anak kelas XI IPS 2 hanya Dilan saja, itupun setelah gadis itu memperkenalkan dirinya kemarin.


Axel yang geram melempar ponsel miliknya asal.


Benda pipih itu tergeletak tepat didepan Karrel. Cowok itu langsung membuka layar hp Axel. Penasaran dengan hal yang membuat cowok bule itu sampai misuh misuh begitu.


Ia mencebik kala tau alasan pria itu jadi seperti ini. Ternyata tidak lain hanya perkara Tia yang mendapat ajakan dari cowok lain.


Membaca komen itu ia langsung berhenti saat melihat akun milik Dilan ikut berkomentar di sana. Tanpa sadar ia memencet nama akun Dilan, ternyata tidak diprivasi.


Seulas senyum terbit diwajah dinginnya melihat foto-foto candid gadis itu.


Namun netranya jatuh pada foto siluet punggung seorang pria berada dibawah matahari terbenam.


Ada beberapa foto seperti itu diakun pribadi gadis tersebut.

__ADS_1


"Dia udah punya pacar?" Gumam Karrel yang hanya didengar olehnya.


Β 


__ADS_2