
~ DEAR AKU TOLONG
JANGAN JATUH CINTA SEKARANG ~
{DILAN MAHARANI}
***
Sore ini Dilan benar-benar kesal. Sumpah demi apapun ini adalah adalah hari terburuknya. Bagaimana tidak tadi pagi gadis dengan tinggi 164cm itu dibuat terlambat oleh cowok yang ditolongnya, bukannya terimakasih malah dikata katai. Sampai pak Akbar memarahi dirinya habis habisan.
Kesel gak tuh. Ya kesel lah.
Sekarang ibunya dengan tidak berperasaan malah menyuruh Dilan mengantar brownies coklat keju ke rumah tetangga yang baru pindah kemarin. Bukannya memberi anak semata wayangnya makan terlebih dahulu, Dilan ini baru pulang dari sekolah belum makan apapun loh, ini ibu malah lebih peduli pada tetangga yang bahkan wajahnya saja belum diperlihatkan sejak kemarin.
Setelah hampir lima menit berjalan kaki dengan langkah yang amat lambat menyusuri kompleks perumahan sekitarnya, akhirnya Dilan menemukan rumah tetangga baru itu. Ternyata tidak begitu jauh dari rumahnya sendiri.
Ia lantas mengetuk pintu rumah tersebut.
Beberapa kali ia ketuk sambil mengucapkan salam namun tidak ada jawaban.
Tangannya terangkat hendak mengetuk pintu kembali namun bukan daun pintu yang ia ketuk melainkan dada bidang seseorang.
Cukup keras ia menggerakkan tangan mungilnya itu hingga terdengar suara rintihan seorang pria yang diketuk dadanya beberapa kali. Ralat bukan diketuk lagi melainkan mirip ditinju.
Dilan terkesiap membelalakkan matanya. Terkejut bukan main mengetahui telah salah mendapatkan kepalan tangannya. Sama halnya pria yang tengah mengusap dadanya kesakitan bukan main. Ditambah lagi ada seorang gadis didepannya menurutnya sedang memasang wajah polos seakan tak bersalah.
__ADS_1
"Aahk, ssh." Adu pria tersebut sambil mengusap dadanya.
"Eh, sorry sorry. Maaf gue gak sengaja." Cicit Dilan memandang tangan yang sedang mengusap dadanya sendiri tanpa melihat wajah seseorang didepannya yang ia yakini adalah seorang pria.
"Gak apa." Jawab pria tersebut. Atensinya tak lepas memandang gadis didepannya yang tengah membawa kue brownies ditangannya.
"aduh,, sorry banget. sumpah gue gak sengaja,gue gak tau bakal ada yang buka pintu tadi. soalnya gue udah ketok pintu berkali-kali tapi gak ada jawab...eh!" Jelas Dilan panjang lebar namun terpotong setelah melihat siapa yang ada didepannya sekarang.
"Lo? " kata mereka bersamaan.
"Bara,,Lo kok bisa disini?" tanya Dilan.
"Lo tau gue? " Pria itu balik bertanya.
Sebelum Dilan melanjutkan langkahnya tiba tiba tangannya ditarik mengharuskan ia berbalik badan.
Namun belum sempat ia bicara kini tubuh kurusnya sudah berada dalam dekapan hangat seseorang. Bahkan ia dapat menghirup aroma maskulin dari tubuh tersebut.
"I Miss you so much. " kata Bara . Ya tangan yang menarik Dilan hingga berada dalam pelukan seseorang adalah pria ini.
Bara Zauqi.
Dilan yang sedari tadi hanya diam saja kini tersadar. Nyawanya sudah terkumpul dari keterkejutan tadi.
"Terus? " sinisnya.
__ADS_1
" Emang kamu gak rindu sama aku?! Kamu mah,, padahal aku udah rindu setengah mati merindukanmu tau!" Adu Bara tanpa melepaskan dekapannya pada Dilan.
"Ck, lepas gak gerah!?"
"enggak! pengen peluk kamu seharian kayak gini,,terus...gini.."
CUP.
Dilan membelalakkan matanya setelah mendapat ciuman tiba-tiba dari Bara tanpa melepaskan dekapannya. Bahkan setelah mencuri ciuman pipinya dengan entengnya Bara kembali memeluk Dilan lebih erat dari sebelumnya.
Karena tidak terima Dilan lantas mencubit perut Bara sekuat tenaga hingga dekapannya terlepas.
"Aww,,sa..sakit, ay." Adu Bara mengusap perut yang dicubit Dilan dengan ganasnya.
"Ay ay ay. Apaan kamu tiba-tiba cium gitu!? Berani kamu ?!" murka Dilan meski kini wajahnya sudah memerah karena blushing .
"kan kangen, Yang." Jawab Bara dengan wajah yang sengaja ia pasang seimut mungkin. Agar Dilan merasa iba padanya.
Dan benar saja Dilan tidak tahan melihat keimutan wajah Bara. Cowok yang kini menyandang status sebagai pacarnya.
" ya udah,mana yang sakit?"
"ini, ini, terus ini juga." kata Bara menunjuk bagian perut yang dicubit Dilan tadi lalu beralih ke dada yang diketuk alias ditinju gadis cantik itu kemudian jarinya menyentuh bibirnya sendiri.
Plak.
__ADS_1