Dilan Picisan

Dilan Picisan
Tia Kania


__ADS_3

SMA Garuda Bangsa. Sekolah menengah atas yang kini ditempati Dilan untuk menimba ilmu. Sekolah yang cukup populer di Jakarta pusat. Dengan kemampuan akademik muridnya yang sering memenangkan olimpiade bergengsi di Indonesia serta luar negeri.


Dilan yang baru saja mendudukkan dirinya di kursi namun tiba tiba perutnya mules, ia lantas keluar menuju toilet sekolah. Melihat keadaan koridor sekolah yang masih sepi karena memang masih membuat gadis itu bergidik ngeri.


Tiba di toilet ia masuk kemudian mengeluarkan apa yang sedari tadi mengganggu perutnya.


Hihihihihi..... hihihihihi.


Dilan terbelalak mendengar suara yang nyaring dari luar bilik toilet. Seketika bulu kuduk nya berdiri. Ia merinding.


"Suara apaan tuh?" bisik Dilan yang hanya didengar olehnya.


"Masa iya, mbak kunkun sih?"


Glek. Dilan menelan salivanya susah payah.


Dengan cepat Dilan mengambil gayung lalu diisi air untuk membersihkan p*p nya.


Ceklek.


HIYYAAA!


Dilan membuka pintu namun langsung kaget bukan main mendapati Tia berada didepannya dengan rambut yang dipindahkan ke depan sehingga menutupi seluruh wajahnya.


"ASTAGFIRULLAH BI TI ES KONSER DI INDONESIA!" Teriak Dilan seketika latah masih sempat menyebutkan nama boy group asal Korea Selatan. Dilan mengusap dadanya agar tenang.


"ANJIR! KIRA KIRA DONG KALO MAU TERIAK. INI KUPING GUE KALO BUDEG EMANG LO BISA GANTI? MAU OPLAS JUGA TETEP GAK BAKAL SECANTIK ASLINYA, SAT!" Gerutu Tia menutup kedua telinganya dengan tangan.


" ADA JUGA GUE YANG MARAH." Sewot Dilan. "NGAPAIN LO NAKUT NAKUTIN GUE, ANYING! JANTUNGAN MATI GUE."


" Ck, becanda, sat. Baperan amat sih jadi betina."


"HEH! Lo pikir becanda Lo lucu apa! Kagak bego. Udah tau gue penakut masih dijailin juga emang bangsat tau gak." Kesal Dilan.


"Eh, Lan, tau gak?"


"Gak." Jawab Dilan judes. Sambil mencuci tangannya di keran.


"Gue belum ngomong,anjir."


"Yaudah sih ngomong mah ngomong aja, ngapain nanya."


"Ya, siapa tau Lo gak tertarik gitu." Dilan memutar matanya malas kemudian berjalan keluar menuju kelas.


"Cot." Umpat Dilan.


Keduanya kini berjalan beriringan.


"Lo kenapa sih, dari tadi judesin gue mulu, lagi pms, ya."

__ADS_1


"Sss, Tia.... "


Gadis yang Dilan panggil Tia itu malah nyengir kuda.


"Hehe, iya iya , maaf. Pisss, sorry gak gitu lagi." Kata Tia sambil mengangkat dua jari membentuk huruf V.


"Ck, mau ngomong apa sih emang?" tanya Dilan kemudian.


"oh, itu...eh, bentar deh bentar. Kok Lo tumben pagi pagi udah nongol aja di sekolah? Kesambet apa lu." Kata Tia kemudian menempelkan punggung tangannya di kening Dilan. " Gak panas sih."


"Paan sih! Suka suka lah, mau gue dateng cepat kek telat kek , bukan urusan lu Maemunah! Lagian yang ada tuh gue yang nanya Lo ngapain di toilet tadi? Perasaan waktu gue masuk kagak ada orang deh, gue juga gak denger suara pintu kebuka perasaan. Jangan bilang...?"


"Hehe, iya Lan." Tia cengengesan menampilkan deretan gigi putih miliknya.


"ASTAGFIRULLAH ALLAHUAKBAR! TIAAAA, LO BENERAN NGINEP DI SEKOLAH LAGI?! " heran Dilan melebarkan matanya seperti mau copot.


Tia yang diteriaki seperti itu langsung membekap mulut Dilan.


"Hmmpt."


"Sutt, Lo bisa diem dikit gak , mulut Lo mercon banget dah. Ini gue juga mau ngejelasin, astaga." kemudian melepaskan tangannya dari mulut Dilan.


" Bau banget sumpah, Lo abis makan apaan sih , Lan? bau banget sat." ucap Tia setelah mendengus tangan yang tadi ia pakai untuk membekap mulut Dilan.


Dilan yang mendengar itu ikut mencium aroma nafasnya sendiri. Kemudian mendengus kesal pada Tia.


"Pantes bau banget anjir." kesal Tia.


"Lo juga bau terasi ya , nyet! " sewot Dilan tak mau kalah.Tia lantas mengendus ketiak nya.


"Ya iyalah ,kan gue belom mandi orang gue nginep juga. Tapi masih tetap cantiklah gue, always classy gitu loh."


"Wow percaya diri SEKALI," sarkas Dilan. "Jadi apa sebenarnya orang rendah seperti anda ingin bicarakan dengan saya yang tinggi ini?"


"Haha, sialan Lo ."


"ck, udah ah gue mau ke kelas males gue ladenin orang miring kayak elo."


"e e eh, tungguin, main ditinggal aja! " gerutu Tia.


"Ngapain ngikut sih, kelas Lo ama kelas gue kan beda ege." rasa kesal Dilan sudah mencapai level 10 sepertinya.


" Beda kelas tapi kan tetep satu koridor,"


"SATU KORIDOR APAAN NYING , 11 IPS 2 AMA 11 IPA 5 BEDA KORIDOR BIN*T*NG ."


" oh dah pindah ya?," Tia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


Grrt. Dilan menyatukan gigi atas dan bawahnya menahan amarahnya.

__ADS_1


"Hehe jangan marah dong, becanda gue."


"Bodo!" Ucap Dilan sembari berjalan.


"Lan," panggil Tia. Namun tak digubris oleh Dilan.


"Katanya ada murid pindahan masa, gue denger sendiri dari bokap Lo kemarin." kata Tia menggebu-gebu.


"Lo ketemu bokap gue dimana ? " respon Dilan.


" kemarin kan gue abis latihan renang tuh gedung sebelah, itu loh yang dijadiin tempat anak anak yang ikut ekskul renang buat latihan karena ada fasilitas kolam renangnya kan, nah kantor kepsek kan lantai dua tuh, gue iseng aja eh gak sengaja denger obrolan bokap Lo waktu naik kelantai dua buat ngapelin pak Agus." jelas Tia.


"Masih naksir pak Agus Lo ?" heran Dilan dengan temannya yang satu ini. Kok bisa-bisanya naksir sama wakepsek sekolah, ya walau tidak dipungkiri bahwa pria 26 tahun tersebut memang good looking sehingga tidak sedikit murid SMA Pancasila 1 Jakarta ini tertarik pada beliau terutama kaum hawa.


"Iyalah." seru Tia cepat. " Selama pak Agus belum ada pawangnya gue siap jadi monyetnya."


"Sinting Lo, terus?" umpat Dilan lalu kepo juga dengan cerita Tia.


"Gue denger denger sih, murid pindahan itu cowok terus bakal sekelas sama Lo."


"Maksudnya dia bakal jadi anak kelas 11 IPS 2?"


"Hooh, ati ati loh , Lan . Jangan ampe kepincut lu. Inget Lo udah ada monyetnya ye." ledek Tia.


Dilan tidak menanggapi omongan Tia lagi karena mereka berdua sudah berpisah dan masuk ke kelas masing-masing. Tiba-tiba Dilan penasaran tentang murid pindahan yang Tia maksud tadi. Ia keasyikan melamun hingga bel tanda masuk membuyarkan lamunannya.


...*ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


**Dilan Maharani


17 tahun. Cewek imut pecinta puisi. Pacar Bara Zauqi. Hobby baca dan ciptain puisi sendiri. Paling gak suka kalau puisinya diejek.


Namun dibalik keceriaannya ia menyimpan segudang kesedihan dan rahasia yang malah tidak sengaja diketahui oleh Karrel Abrar Radeya*



***Karrel Abrar Radeya


Cowok dingin 17 tahun. Paling gak suka dengan puisi tapi malah jatuh cinta dengan cewek yang maniak puisi. Dan sialnya lagi ternyata gadis itu sudah memiliki pacar.*



***Bara Zauqi


18 tahun , pacar Dilan sekaligus cinta pertama nya. Cowok gak dingin tapi gak ramah banget juga . Butterfly able banget . Banyak cewek yang tergila-gila dengan. pesonanya*



Next buat visual karakter lainnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2